
Author : Riiku Hanazawa (@ririiku)
Cast : Kim Jongwoon, Shin Miwoo (OC).
Drabble aneh yang ga ada ceritanya. Tapi, memang penuh konflik batin secara authornya bikin sambil nangis karena inget enlist day suami tercinta, Yesung aka Kim Jongwoon. Dan setelah tanggal 6 Mei, sampai 2 tahun ke depan, nama Yesung tidak akan lagi ada. Yang ada, hanya nama Kim Jongwoon.
Recommended : You can play Yesung’s songs. Soundtrack drama That Winter, The Wind Blows – Gray Paper. Atau lagu2 Yesung lainnya, secara lagu2nya emang sedih kan… huu…
…
Seranum bunga-bunga Cherry blossom di halaman rumah yang berdaratan kehijauan karena rerumputan yang hidup segar dan teratur di sana, terlihat segar bermekaran. Berlatarkan langit biru yang cerah, sinar mentari yang belum muncul penuh, menjadi sambutan menyorotnya kisah di tempat itu.
Kicauan burung seakan menjadi soundtrack lagu awal semangat setiap jiwa di musim terbaru. Musim dingin berpamitan pulang, lalu musim semi datang membawa cinta. Musim semi pertama yang dimulai dari bulan Maret, memang menjadi semangat baru bagi siapapun untuk menyambut aktivitas rutin mereka.
Tapi, ini sudah memasuki bulan Mei. Mei, 5th. Dua bulan berikut setelah ini, musim semi tidaklah baru. Tidak ada lagi semangat cerah bunga-bunga yang bermekaran. Satu persatu mahkota bunga beruntuhan dan menanggalkan sebagian daunnya. Mereka mulai menyesuaikan diri menghindari cuaca yang menjadi semakin panas untuk memasuki musim panas.
Salah satu pohon cherry blossom yang hidup di sebuah pekarangan rumah sepertinya tidak mengikuti lingkungannya. Ia seolah tidak peduli dengan keadaan musim semi yang dalam waktu dekat ini akan habis masanya. Pohon itu, tetap memunculkan keindahan bunganya yang mekar. Wangi kehidupannya, sepertinya tertular pada seorang pria yang tengah berdiri di halaman rumah tersebut sambil memejamkan mata menghadap langit. Kedua tangannya direntangkan agar bisa menghirup sebanyak-banyaknya oksigen sehat di pagi hari.
Pria tersebut kemudian menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan dengan pinggang dan kaki yang diam sebagai tumpuan. Lalu, dilanjutkan olehnya memulai gerakan-gerakan ringan untuk meregangkan otot tubuh yang kaku. Sesekali, pria tersebut berlari-lari di tempat. Sampai beberapa menit, pria tersebut masih melakukan aktivitasnya meskipun mentari sudah tersenyum lebar dan mulai meninggi.
Dalam sekejap, pria itu menghentikan aktivitasnya saat melihat sebuah jendela yang terbuka lebar. Dari jendela itu, ditampakkan wajah ceria seorang gadis yang disambut angin pagi yang segar hingga membuat rambut panjangnya beruraian ke belakang jendela. Pria tadi, tersenyum simpul masih sambil menatap gadis itu. Satu kata di pikirannya yang terlontar dalam gumaman, “cantik!”
Gadis tersebut masih asik memejamkan matanya menghirup angin sejuk pagi hari. Sang pria, juga masih asik menatap dari kejauhan. Sampai ketika gadis tersebut membuka matanya dan mengedarkan padangannya, ia terhenyak kaget ketika menyadari sang pria di sana sepertinya sedang memperhatikannya.
Pria tersebut, kemudian tersenyum sehingga menghilangkan matanya yang semakin menyipit karena matanya yang sipit. Perlahan ia menggerakkan mulutnya dengan mengatupkan kedua telapak tangannya seperti hendak berteriak. Tapi, gerakan mulutnya tidak mengeluarkan suara kencang, hanya gerakan mulut dari jauh, “sa-rang-hae.”
Lanjut membaca →