.Eunrim POV.

Namaku Eunrim, Song Eunrim. Aku adalah yeoja chingu seorang Cho Kyuhyun. Maniak game, anggota boyband Super Junior yang sangat babo. Ehh.. Cuma aku yang bisa memanggilnya babo yah. Itu panggilan sayangku untukknya. Itulah mengapa aku tidak memanggilnya dengan sebutan oppa.

Aku sangat pencemburu. Mungkin keputusanku sudah salah karena memilih Kyu sebagai namja chinguku. Tapi itu sudah konsekuensi punya pacar seorang artis. Beribu-ribu SparKYU pasti akan sakit hati kalau mengetahui bias mereka sudah ada yang punya.

Pagi hari ini akan terasa sangat indah seandainya aku tidak melihat sebuah headline majalah yang berjudul, “Kyuhyun Super Junior akan melakukan adegan Kissing dengan lawan mainnya di drama musikal!”

Mwooo??!! Kissing??!!! Aku tidak salah baca?? Amarahku langsung memuncak. Kyuhyun babo! Kenapa kau mau-mau saja terima scene seperti itu!

Aku langsung bergegas pergi ke dorm Suju.

Sesampainya di lantai 11. aku langsung mensensor jariku di pengaman apartement mereka. Untunglah sidik jariku sudah direkam di lantai 11 dan 12 dorm ini, jadi aku tidak perlu menggedor-gedor pintu lagi.

Braaakk..

“yaa.. Kyuuuu!! Palli nawa!!!” Teriakku sekuat tenaga.

.Kyuhyun POV.

Aku sedang enak-enakan main game ketika tiba-tiba..

“yaa.. Kyuuuu!! Palli nawa!!!” Seseorang berteriak dari luar.

“Ahh.. pasti dia lagi..” Gerutuku sambil terus memainkan PSPku..

“Kyuuuuuuuuuuuuuuuu!!!” Teriaknya lagi..

“Kyu, keluar saja yah.. tidak ada yang bisa mengalahkan teriakan yeoja chingumu itu. Aku masih mau tidur.” Rengek Sungmin.

“Shirou hyung! dia cuma membuatku repot saja!” Gerutuku lagi.

“Terserahlah. Aku cuma tidak mau ada perang dunia keempat lagi. Piring-piring kaca di lantai ini sudah habis tau. Kasian Ryeowook, koleksinya kalian rusak.” Kata Sungmin lagi sambil membaca sms di hpnya.

“Ahh.. Biarkan dia bersama yang lain saja hyung. Aku capek dengannya.” kataku asal.

Hyung ini memperhatikanku tidak sih? dari tadi baca sms terus..

“Ohh.. Begitukah? Emm, Kyu.. Hyung mau ke atas dulu ya..” Kata Sungmin buru-buru.

.Author POV.

Di kamar Ye-Wook..

“Hyung, telingaku bisa-bisa jadi langganan dokter THT kalau Eunrim teriak terus.” Timpal Ryeowook sambil menutup telinganya.

“Kau pakai saja ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau Evil Couple itu sudah beraksi.” Sahut Yesung sambil memberikan headset pada Ryeowook.

“ahh.. nee hyung.. Sepertinya koleksi gelasku bakal habis lagi hari ini.” sesal Ryeowook.

“Kau beli saja yang terbuat dari plastik. Nanti kita minta patungan dari yang lain.” Kata Yesung.

“Huh.. Masih mending kalau Eunhyuk hyung mau menyumbang.. Huaa,, koleksiku..” isak Ryeowook.

Di ruang tamu..

“Eunrim, bisa tidak kau tidak teriak? ini masih pagi.” Kata Eunhyuk sambil menguap.

“Dia tidak mau keluar walaupun sudah kupanggil oppa..” Sahut Eunrim cemberut.

“Ahh.. memangnya dalam rangka apa lagi kau kesini?” Timpal Eunhyuk lagi.

Eunrim langsung mengeluarkan sebuah majalah dari dalam tasnya dan melemparnya ke atas meja.

Eunhyuk membaca headlinenya langsung keringat dingin dan berkata, “Emm, Eunrim, aku ada urusan. Aku ke lantai atas dulu ya.”

“Ahh, nee.. oppa” kata Eunrim.

Eunhyuk buru-buru pergi dari situ dan langsung meng-sms Sungmin.

Hyung, sebaiknya kau angkat kaki dari kamarmu. Sepertinya akan terjadi perang dunia lagi. Awas kau jadi korban nanti. Selamat berjuang~

Dia juga meng-sms Yesung dan Ryeowook..

Demi keselamatan kalian, menjauh dari lantai 11 untuk sementara waktu. Evil Couple sepertinya akan melaksanakan perang dunia keempat lagi. Wokkie.. selamatkan peralatan makan kita TT_TT aku lagi bokek bulan ini..

Setelah sms itu terkirim, mendadak Sungmin, Yesung, dan Ryeowook langsung keluar kamar secara tergesa-gesa.

Eunrim yang dari tadi sedang menahan amarahnya kebingungan melihat mereka semua.

“Oppa, waeyo? Kenapa kalian tiba-tiba keluar?” Tanya Eunrim.

“Ahh.. anii.. Kami lupa punya urusan di atas..” Sahut Yesung.

“Urusan apa? Kenapa bawa-bawa peralatan makan segala?” Tanya Eunrim lagi sambil melihat ke arah dapur. Di sana Ryeowook sedang mengemasi beberapa peralatan makan kesayangannya.

“Kami mau.. ehh.. sarapan. Lantai 12 kekurangan peralatan makan, jadi kami bawa saja beberapa. he.. he.. he..” Kata Ryeowook sambil tertawa hambar.

“Kyu di mana?” Tanya Eunrim untuk kesekian kalinya.

“Ada di dalam kamar. Dia bilang tidak lapar tadi. Kau kesana saja. Dia sendiri kok. Emm, kami pergi dulu ya.” pamit Sungmin.

Braaakk.. Pintu ditutup dengan keras.

Di luar..

“Hyung, ottokhe?” cicit Ryeowook ketakutan.

“Entahlah. Sayangnya kita tidak bisa mengunci pintunya.” Sesal Sungmin.

“Siapa suruh kalian memutuskan untuk memakai sensor ini.” Tunjuk Yesung ke arah kunci pengaman apartement mereka.

“Sudahlah.. Toh mereka tidak akan sampai ke lantai 12 kan? Kajja..” Sahut Sungmin.

“Ahhh.. ddangkomaku ketinggalan..” Yesung tiba-tiba teringat.

“Eunrim tidak akan berani memegang kura-kuramu hyung.” cicit Ryeowook lagi.

“Aku tidak akan tenang sebelum menyelamatkan anak-anakku.. aegyaaa..” Yesung ingin masuk kembali, tetapi sudah diseret Ryeowook dan Sungmin.

.Eunrim POV.

Ada apa dengan para oppadeul itu? Mereka terlihat sangat tergesa-gesa. Ahh.. mungkin mereka sudah sangat kelaparan ya?

Krieeekk.. Aku membuka pintu kamar Kyu. Dia lagi asik bermain game sambil memasang headset. Huh! pantasan kau tidak mendengar teriakanku.

Aku mengendap-endap ke arahnya, kemudian kucium pipinya. “babo ya~” kataku manja.

“Babo? yaaa.. aku ini peraih medali emas untuk olimpiade matematika! Kau masih mengataiku babo?! Dan kenapa juga kau menciumku?” Sahut Kyu sambil terus memainkan PSPnya.

Aku terdiam.

“Sebaiknya kau mulai merubah kelakuanmu. Kau terlalu kekanak-kanakan. Aku capek meladenimu.” Balasnya lagi.

Aku masih terdiam.

“Kau mendengarku Eunrim?” Dia berhenti main game kemudian berbalik ke arahku. Dia terlihat kaget.

.Kyuhyun POV.

Ada apa dengannya? kenapa dia diam? Sangat tumben seorang Eunrim tidak membalas perkataanku.

“Kau mendengarku Eunrim?” Aku menghentikan permainan gameku lalu berbalik ke arahnya.

Dia menangis. Aku terkejut. Ada apa ini? Kenapa dia menangis? Aku tidak pernah melihatnya menangis sebelumnya.

“Ya! Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis?” Kataku sambil mengusap air matanya.

Plak. Dia menampar pipiku. Sakit tau!

“Neo.. Ya. Kau sangat pintar. Terlalu pintar malah sampai melupakan kalau aku ini YEOJA CHINGUmu! Salahkah kalau aku menciummu? Wae? WAE? Aku kekanak-kanakan? Seharusnya kau instrospeksi diri dulu. Siapa yang selama ini selalu bermain game hah? Siapa yang selama ini selalu berkata tidak bisa hidup tanpa GAME? KYUHYUN BABO! Aku membencimu!” Dia kemudian pergi meninggalkanku.

BRAAAAKKK.. Terdengar pintu luar yang tertutup sangat kasar.

Ada apa ini sebenarnya? Kenapa dia tempramen seperti itu? Selama kami pacaran, dia tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini. Ahh.. Dasar yeoja. Dia lagi dapet kali ya? Sudahlah.

Aku kemudian keluar untuk mengecek keadaan. Pasti hyung yang lain menguping pembicaraan kami lagi. Biasanya mereka senang sekali kalau aku bertengkar dengan Eunrim. Tapi pada akhirnya pasti aku yang disuruh mengganti piring-piring yang kami pecahkan. Untung hari ini Eunrim tidak ke dapur.

“Hyung..” Teriakku.

Siiiiiiiiiiiiing..

“Hyung?” Teriakku lagi.

Tidak ada jawaban.

Aku mengambil hpku kemudian menelpon Sungmin hyung.

“Yoboseyo?” Kata Sungmin hyung.

“Hyung, ODIE YA? PALLI NAWA!” Kataku kesal.

Kenapa sih semua orang meninggalkanku hari ini?

.Author POV.

“Hyung, ODIE YA? PALLI NAWA!” Kata Kyuhyun kesal.

“Kenapa hyung?” Kata Ryeowook yang lagi membersihkan meja makan.

“Kyuhyun. menyuruh. kita. turun. sekarang.” Kata Sungmin sambil keringat dingin.

Glek..

Semuanya terdiam.

“Apa lagi yang terjadi sekarang? Jangan-jangan dorm kita sudah hancur.” Sesal Eunhyuk. “Seharusnya kita tidak meninggalkan mereka..” tambahnya.

“Ddangkomaku.. Bagaimana nasibmu, nak?” isak Yesung.

“Kyu sepertinya sangat kesal, mungkin dia kalah kali ini.” Sahut Sungmin.

“Ohhh.. Si lidah tajam kita kalah? hebaaat..” seru Donghae.

“Aku tidak berani turun hyung.” cicit Ryeowook.

“Kita harus turun. Kau tau sendiri kan kalau magnae kita meminta sesuatu?” Balas Sungmin lagi.

Akhirnya Sungmin, Yesung, Eunhyuk, dan Ryeowook turun untuk melihat keadaan.

Mereka membuka pintu dorm lantai 11.

Siiiiiiiiiiiiiinggg.. Tidak ada suara sedikitpun.

“Kita tidak salah masuk dorm? Nanti aku digetok ajumma seperti waktu itu lagi..” kata Eunhyuk asal.

“Salah sendiri kenapa kau langsung masuk rumah orang waktu itu? Kalau aku tuan rumahnya, pasti sudah kugebukin kau..” sahut Yesung.

“Sepertinya dorm masih aman sentosa. Ayo cek dulu keadaannya..” kata Sungmin.

Yesung langsung berlari ke kamarnya. “Ahh.. Anak-anakku selamat” Katanya lega.

“Isi dapur juga masih lengkap.. Ahh.. Hyung, jangan-jangan sudah terjadi sesuatu yang berbahaya?” cicit Ryeowook.

“Entahlah..” sahut Sungmin sambil menuju ke kamar mereka, lalu mencoba untuk menguping.

Yesung dan Eunhyuk juga langsung mengikuti Sungmin.

Braaaaaaaakkk.. Tiba-tiba Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan membuat para hyungnya jatuh.

“Hyung..” Kata Kyu muram.

“Tidak terjadi sesuatu padamu kan? Mana Eunrim?” kata Sungmin cemas.

“Dia pergi. Sambil menangis.” sahut Kyu masih muram.

Keempat orang itu langsung membuat lingkaran dan berbisik satu sama lain. Sementara Kyu masih bengong karena kejadian yang tadi.

“Kau yakin tidak terjadi sesuatu pada Kyu, hyung? Dia terliat.. Aneh.” cicit Ryeowook.

“Aku juga tidak tau. Kira-kira kenapa Eunrim bisa menangis ya? Aku rasa seorang Song Eunrim tidak akan pernah menangis jika sedang bertengkar dengan Kyu. Kan mereka bisa menyalurkan amarah lewat barang-barang kita.” Sahut Yesung.

“Kyu kelihatannya juga bingung. Apa kepalanya terbentur ya?” tambah Sungmin.

Mereka lalu melihat ke arah Kyu.

“Ahh.. Apa dia sudah tau alasan Eunrim ke sini?” kata Eunhyuk mencairkan suasana.

“Kyu.. Kau berbicara apa saja ke Eunrim tadi?” tanya Ryeowook.

“Aku juga tidak tahu hyung. Dia Tiba-tiba datang ke kamarku kemudian mencium pipiku. Setelah itu dia marah-marah tidak jelas sambil menangis.” sahut Kyu.

“Kau tidak tahu alasannya?” tanya Sungmin.

“Tidak. Aku bahkan bingung kenapa dia bersikap seperti itu.” jawab Kyuhyun.

“Mungkin kau harus melihat ini Kyu.” Kata Eunhyuk sambil menyerahkan majalah yang tadi di bawa Eunrim.

“Kyuhyun Super Junior akan melakukan adegan Kissing dengan lawan mainnya di drama musikal.” baca Kyuhyun.

“Hanya karena ini? KARENA INI?” kata Kyuhyun tidak percaya.

“Kyu, kau harus melihat dari sisi Eunrim. Dia pasti sakit hati karena kau tidak memberitahunya..” jelas Sungmin.

“Tapi hyung, adegan itu belum diputuskan. Sutradaranya bilang adegannya akan dihilangkan, berhubung mereka takut noona nanti jadi bulan-bulanannya SparKyu..” sahut Kyuhyun.

“Tapi tetap saja kau belum jelaskan kan? Wanita itu sensitif, Kyu. Seharusnya kau belajar dari hyungmu ini..” kata Eunhyuk.

Ottokhe?

-Continue-

Mungkin fanfic ini 2 episod aja yaahh.. enn.. mian kalau fanficnya aneh.. hehe.. komen yahh..^^