.Eunrim POV.

Kyuhyun BABO! Bisa-bisanya dia seperti itu padaku. Dia capek meladeniku? Kalau begitu tidak usah punya pacar, Kyuhyun babo! Kau tidak mau kalau aku menciummu? Huh! Bukannya kau akan berciuman dengan yeoja lain?

Aku benar-benar membencimu Cho Kyuhyun. Mulai hari ini hubungan kita berakhir! Kau yang memulai semuanya.

Aku segera pulang ke rumah dan mengumpulkan semua pemberiannya.

Mulai dari foto-foto, hadiah ulang tahunku, sampai ipod yang waktu itu diberikan Super Junior pada kami. Aku tidak mau ada barang peninggalanmu lagi di rumahku.

Setelah selesai mengemasi semuanya, aku bergegas kembali ke dorm suju.

.Author POV.

Kami semua kembali bingung ketika tiba-tiba Eunrim datang.

Braaaaaaaak.. Eunrim membuka pintu dengan kasar.

“Kyu ada di dalam kamar” cicit Ryeowook.

Eunrim langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Kita putus!” kata Eunrim tegas. Dia juga meletakkan kotak yang berisi semua kenangan mereka di atas tempat tidur Kyu, kemudian meninggalkan dorm.

Kyuhyun dan Sungmin terbengong-bengong melihat tingkah Eunrim itu.

“Hyung, waeyo, waeyo?” Tanya Eunhyuk penasaran.

“Eunrim. baru. saja. memutuskan. Kyu.” Jawab Sungmin pelan.

“Mwooooo??!! PUTUS???!!” Yesung, Ryeowook, dan Eunhyuk langsung menyahut bersamaan.

.Kyuhyun POV.

Aku tidak tahu angin apa yang sedang menyerangnya. Kenapa dia tiba-tiba memutuskanku? Aku masih mencintainya.

Kotak apa itu yang dia berikan kepadaku. Aku membukanya. Foto-foto, semua hadiah yang kuberikan untuknya, bahkan iPod pemberian hyung untuk kami pun ia kembalikan.

Waeyo? aku langsung terduduk.

“Kyuu..” cicit Ryeowook.

Aku tidak mengerti. Hanya karena berita itu ia begini? Seharusnya ia bertanya dulu padaku kepastiannya. Bukannya langsung bertindak seperti ini.

Aku kemudian teringat awal pertemuan kami.

“Ahhh.. kenapa bonekanya tidak mau terambil sih?!” Seru seorang yeoja.

Aku melihatnya. Dia tampak sangat bersemangat. Tetapi dari tadi tidak ada perkembangan dengan permainannya sama sekali. Semangat GameKyuku mulai muncul.

“Nona, bolehkah aku mencobanya?” tanyaku.

Dia menoleh dan menatapku dengan bingung. Kuharap penyamaranku tetap sempurna sehingga ia tidak mengenaliku.

“Ahh.. Silahkan..” jawabnya.

“Kau mau mengambil boneka yang mana?” tanyaku lagi.

“Yang teddy bear itu. Aku sangat suka boneka beruang.” sahutnya.

“Yang itu ya. Gampang itu.” kataku padanya.

Dalam waktu singkat, boneka beruang itu berhasil kudapatkan. Ia terlihat sangat mengagumiku. Kemudian boneka itu kuberikan untuknya.

“Ahh.. Gomawo yo~” katanya sambil memeluk boneka itu.

“Kau seperti anak kecil.” candaku.

“Yaa! Jangan memanggilku anak kecil. Aku tidak suka.” katanya.

“Ahh.. mian. Aku tidak akan berkata seperti itu lagi.” sahutku.

Dan dia tersenyum.

Aku melupakannya. Dia tidak suka dipanggil anak-anak. Ahh.. babo! Aku sudah melanggar janjiku.

Aku langsung bergegas pergi meninggalkan para hyung yang kebingungan.

“Hyung aku pergi dulu.” kataku.

Aku langsung menuju ke salah satu toko mainan terdekat, kemudian mencari boneka beruang yang sangat besar.

“KYUHYUN OPPA~” kata remaja-remaja di sekita situ. Ahh.. aku lupa menyamar! Mereka mengerumuniku kemudian meminta tanda tangan ataupun foto bareng. Sebagai artis yang baik, aku harus meladeni mereka.

Setelah semuanya selesai, aku langsung menuju rumah Eunrim.

Tokk.. tokk.. tokk..

“Tunggu sebentar..” sahut Eunrim.

Dia membuka pintu, dan begitu melihatku, braaaaaaaaakkk, dia langsung menutup pintu.

Sudah kuduga. Aku kemudian mengambil boneka baruang dari mobilku dan mengetuk pintu lagi.

“PERGI!” teriaknya dari dalam rumah.

“KAU HARUS MENDENGARKANKU!” balasku.

“TIDAK MAU!” teriaknya lagi.

Ahh.. betapa susahnya jika yeoja chinguku terus begini.

Aku melihat jendela yang terbuka, tanpa pikir panjang aku langsung masuk. Semoga saja orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Bisa-bisa aku diteriaki maling.

Dan aku mendapatinya duduk di tangga sambil menangis.

“Babyku, kenapa kau menangis lagi?” kataku lalu memeluknya.

Dia kaget dengan tindakanku. Ya. Aku baru pertama kali menyentuhnya, walaupun hanya pelukan seperti ini. Kami tidak pernah menunjukkan sikap layaknya pasangan normal, bahkan untuk berpegangan tangan saja jarang. Dia sangat mengerti statusku sebagai seorang artis. Dan dia tidak pernah menuntut lebih.

Aku mengerti sekarang alasannya marah.. Dia hanya mau diakui..

“Mwoya?” isaknya.

“Kenapa kau memutuskanku tanpa mendengar penjelasanku?” tanyaku sambil menghapus air matanya.

“Kau selalu memikirkan dirimu sendiri! Kau tau berapa besar pengorbananku? Aku punya seorang pacar, TAPI TIDAK BISA KUBERITAHU PADA ORANG LAIN! sementara kau dengan enaknya digosipkan dengan bermacam-macam wanita lain. Kau pikir bagaimana perasaanku hah?” bentaknya.

“Ya. Aku memang salah. Mianhae.” jawabku. “Jangan marah yaa..” bujukku.

Aku kemudian mencium pipinya. Dia langsung menjauh dariku.

“Wae? Bukannya tadi kau juga menciumku? memangnya aku tidak boleh? kalau itu membuatmu bisa kembali padaku, aku juga mau menciummu ratusan kali” candaku.

“ENAK SAJA!” katanya sambil menarik kerah bajuku. “JANGAN PERNAH COBA-COBA MENCIUMKU LAGI, CHO KYUHYUN!”

“Heii, kalau bukan kau, siapa lagi yang harus kucium? Lagipula itu cuma dipipimu!” sahutku.

“MENJAUHHH!!” katanya sambil mendorongku.

Sepertinya dia sudah kembali ke Eunrim yang kukenal.

“Hahaha.. Kalau begitu. dengarkan dulu penjelasanku. Karena majalah itu kau memutuskanku? kenapa kau tidak tanya langsung? Kau punya sumber terpercaya di hadapanmu. Tidak mungkinlah aku mencium yeoja lain. Itu hanya issue terbaru untuk menaikkan rating..” jelasku.

Dia terdiam.

“Benarkah? Kau tidak berbohong?” tanyanya.

“Kau masih tidak percaya? Apa kau lebih mempercayai majalah daripada pacarmu sendiri?” sahutku lagi.

“Terkadang informasi dari majalah lebih up to date dibandingkan darimu..” cibirnya.

“Ya sudah, aku akan memberitahumu info terbaru secepatnya. Okee? Jangan marah..” kataku membujuknya lagi.

Tumben hari ini moodku lagi baik. Kalau tidak, mungkin akan kuladeni gencatan senjatanya tadi.

“Dan kau harus janji tidak akan membuatku cemburu lagi! Paling tidak minta izin dulu dariku..” cicitnya.

“Iaa..” janjiku.

Kemudian aku memberinya boneka yang tadi kubeli. Dia tersenyum padaku. Ahh.. Dia memang seperti anak-anak.. Sangat manis kalau tersenyum.

“Sekarang sudah tidak marah lagi kan? Aku masih tetap menjadi namja chingumu?” tanyaku.

Dia hanya menjawab dengan anggukan.

“Kau membuatku hampir mati tadi, kau tau?” candaku.

“Wae?” sahutnya.

“Karena tadi aku membelikanmu boneka tanpa penyamaran sama sekali! Aku langsung dikerumuni orang-orang.” timpalku.

Hahahahaha.. Dia tertawa. “Siapa suruh kau lupa menyamar. Kalau aku jadi SparKyu, aku akan langsung menculikmu.” sahutnya.

“Kau bisa melakukannya sekarang. Aku tidak keberatan.” tambahku.

“Bolehkah?” katanya malu-malu.

“Tentu saja..” Aku mulai mendekatkan bibirku ke bibirnya, tapi tiba-tiba..

Bounce to you, bounce to you,
Nae gaseumeun neol hyanghae jabil sudo
Eobseul mankeum ddwigo itneungeol

Ponselku tiba-tiba berbunyi..

Teuki hyung calling.. Dasar hyung pengganggu!

“Yoboseyo? wae hyung? aku? lagi bersama Eunrim.. ahh.. begitukah.. bukannya siaran hari ini bagianmu? aku tidak mau! suruh Ryeowook saja.. aku sedang ingin bersama Eunrim sekarang..” aku lalu menutup telponku.

.Author POV.

At Suju’s dorm..

“Bagaimana hyung?” tanya Sungmin penasaran.

“Sepertinya dia sudah baikan karena menolak menjadi DJ Sukira hari ini.” jawab Eeteuk.

“Syukurlah..” sahut member yang lain.

Mungkin sekali-kali kita harus berlibur bersama yah hyung? sambil mengajak yeoja chingu kita..” kata Eunhyuk.

“Hmm.. Ide bagus.. Akan ku diskusikan dengan manajer.” sahut Eeteuk.

“Horeeeeeeeeeeeeeeee..” teriak member yang lain.

-End-

Selesaiiii… hemm,, mian part 2nya pendek.. hehe.. udah ga ada ide lagi buatnya.. ohh iyaa.. jangan lupa komen yahh..^^