.Eunrim POV.

Akhirnya aku memutuskan untuk ikut dengan Kyuhyun.

“Tidak akan ada yang mencurigai kita, paling kau dikira fans yang beruntung.” kata Kyu pelan.

“Cinca? Syukurlah..” sahutku lega.

Sekarang kami sedang menuju ke ruangan khusus S.M. The Ballad.

“Annyeonghaseyo..” sapa kami berdua.

“Kau bawa siapa itu hyung?” tanya Jonghyun oppa.

Aku langsung memperkenalkan diriku. “Annyeonghaseyo oppa.. Song Eunrim imnida. Aku..” belum selesai aku bicara, Kyu tiba-tiba memotong.

“Dia yeojaku..” jawab Kyu.

“Yaa!! Kenapa kau mengatakannya?” desisku.

“Ahh.. Jadi ini yeoja chingumu hyung.. Annyeong..” sapa Jino oppa ramah.

“Akhirnya kami melihatmu juga.. Kau lebih muda dari Jino kan?” tanya Jonghyun oppa.

“Nee oppa..” jawabku malu.

“Kau tidak usah malu.. Mereka semua juga sudah punya yeoja kok. Tapi sama seperti kita yang tetap merahasiakannya di depan publik.. Haha~” tawa Kyu.

“Ohh..” Aku mengangguk pelan.

“Kau sudah berjanji memilihkanku kostum tadi..” bisiknya di telingaku.

“Ahh.. nee.. aku lupa..” sahutku langsung menuju ke tempat kostum.

“Bajumu yang ini saja.. Terus celananya yang ini.. Jangan lupa kacamatanya yang ini.. Ehh.. yang ini saja..” Kataku sambil terus melemparinya barang-barang.

“Wahhh.. Pilihannya sangat bagus ya hyung. Aku juga mau Eunrim-ssi.” canda Jino oppa.

“Nee? Ohh.. Boleh..” jawabku polos.

“Andwee! Kau bawa saja yeojamu ke sini. Jangan suruh yeojaku.” jawab Kyu ketus.

“Kau cemburu hyung.” goda Jonghyun oppa.

“Tentu saja. Dia milikku. Tidak ada yang boleh meminta sesuatu darinya selain diriku.” kata Kyu.

Ahh.. Baru kali ini dia berkata begitu. Aku jadi tesipu.

“Aku mau ganti baju dulu. Kau jangan kemana-mana.” bisik Kyu sambil memelukku.

“Yaa!” Aku bertambah malu.

Dia hanya tertawa melihatku. Pasti mukaku merah sekarang.

“Sudah berapa lama kalian pacaran,Eunrim-ssi?” tanya Jino oppa.

“Panggil Eunrim saja oppa.” kataku. “Hmm.. Berapa lama ya? setahun lebih kayaknya.” tambahku.

“Ohh..” Angguk Jino oppa.

“Kenapa Eeteuk hyung meng-smsku seperti ini?” tanya Jonghyun bingung. “Saeng, pastikan Kyu pulang cepat hari ini yaa..” baca Jonghyun oppa.

“Itu karena.. Karena.. Emm..” Aku malu mengatakannya.

“Karena apa?” tanya Jonghyun oppa lagi.

“Dia tinggal di rumahku.” cicitku.

“Mwoo??!!” Sahut mereka berdua bersamaan.

“Kenapa memangnya? Salahkan Eeteuk hyung karena menitipkanku padanya.” sahut Kyu yang sudah selesai ganti baju.

Whoaa.. Pilihanku memang tepat! Dia sangat cakep.. Ahh.. ><

“Ohhh.. Aniioo..” Kedua oppa itu hanya tersenyum penuh arti.

“Kami harus tampil sekarang. Eun-ah~ kau tidak mau memberiku pelukan?” goda Kyu padaku.

“Tidak.” sahutku datar.

“Ahh..” dia menghela napas. “Sebentar saja.. Aku butuh pasokan semangat..” katanya sambil mulai mendekatiku.

Lalu dia memelukku. Hanya sebentar. Lalu dia tiba-tiba mencium pipiku.

“Yaa!” aku memegang pipiku. Dia hanya tertawa.

“Kenapa? Bukannya kau yeojaku. Aku tidak akan mencium orang lain tau, kalau kau juga menolak, bagaimana aku hidup.” katanya lalu tertawa lagi.

Jonghyun dan Jino oppa hanya terkikik melihat reaksiku.

“Kau tidak mau melihatnya bernyanyi?” tawar Jonghyun oppa.

“Bolehkah?” sahutku.

“Tentu saja.. Kau bisa melihat kami dari samping panggung.” kata Jino oppa.

“Kajja..” Kyu menarik tanganku keluar.

Mereka menyanyikan lagu Hot Times hari ini. Ahh.. Rapper Kyu.. Walaupun tanpa Jay oppa, mereka tetap berimprovisasi dengan sangat baik.

Selesai acara musik itu, Kyu langsung mengajakku pulang.

“Kami pulang dulu oppa..” pamitku.

“Kenapa cepat sekali?” tanya Jonghyun oppa.

“Kami masih punya anak-anak yang harus diurus dirumah.” sahutku polos.

“MWOYA??!! Anak-anak?!” Teriak kedua oppa itu.

Aku mau menjelaskan siapa yang kumaksud dengan ‘anak-anak’ itu, tapi Kyu sudah keburu menarikku.

“Biarkan saja mereka penasaran.” kata Kyu lalu menyuruhku masuk dalam mobil.

“Nanti mereka berpikir macam-macam babo~” kataku muram.

“Haha.. Biarkan saja..” ulangnya lagi.

Hari terakhir Kyu dirumahku dihabiskan untuk belajar matematika bersama.

Aku memintanya untuk mengajariku matematika.

“Kyu.. Kau tidak boleh pelit. Kau harus mengajariku matematika.” rengekku padanya.

“Sebentar. Aku mau menyelesaikan gameku dulu.” sambil terus memainkan PSPnya.

“Huh..” kataku cemberut. “Buat apa kepintaranmu kalau hanya dipakai main game?” gerutuku.

“Ya sudah.. sini aku ajari..” kata Kyu.

Soohwa sendiri terus bersama dengan kura-kura itu lagi. Dia sangat sedih karena sebentar lagi Yesung oppa akan menjemput kembali anak-anaknya.

Beberapa jam kemudian..

Ting.. tong.. ting.. tong..

Kubukakan pintu.

“Annyeong Eunrim. Anakku baik-baik saja?” tanya Yesung oppa. Ada sedikit kekhawatiran di wajahnya.

“Chocoku mana? Choco~” teriak Eunhyuk oppa.

“Tidak terjadi sesuatu pada Bada kan? Bada~” tanya Donghae oppa.

“Oppa.. Tenang saja.. Kalau kalian tidak tenang, kenapa meninggalkannya padaku?” sahutku ketus.

“Aku percaya kok padamu saeng~” kata Sungmin oppa.

“Ayo masuk oppadeul..” Aku mempersilahkan oppadeul masuk ke dalam rumahku.

“Peliharaanku bagaimana Eunrim? Dia patuh kan?” canda Eeteuk oppa.

“Tenang saja oppa. Aku bahkan menyuruhnya makan sayur..” sahutku sambil tersenyum.

“Wahhh.. Dia hebat hyung..” cicit Ryeowook oppa.

Begitu mereka bertemu dengan peliharaan mereka, oppadeul langsung tenang.

Yesung berlari ke kotaknya. “Hee? Kenapa cuma ada ddangkoma dan ddangkoming? Ttaemiku mana? Anakku hilaaaaaaaang..” isak Yesung.

.Author POV.

“Kita harus lapor polisi!” isak Yesung.

“Hyung.. Kau gila! Mana mungkin kita ke polisi dan berkata, ‘pak.. saya mau melaporkan bahwa kura-kura saya hilang.” sahut Eunhyuk.

“Dia ada di sini.. Siapa yang mencarinya?” jawab Soohwa dari atas. “Sudah kuduga namamu Ttaemi, kau paling kecil sih..” tambahnya sambil turun.

Soohwa kaget ketika dia melihat tamu yang datang.

“Oppadeul.. Ini sahabatku yang membantu mengurus peliharaan Yesung oppa. Tenang saja, dia bisa dipercaya kok.” Kata Eunrim memperkenalkan.

“Soohwa imnida..” Kata Soohwa terbata-bata.

“Ini Ttaemi, oppa. Maaf tadi aku membawanya jalan-jalan.. Hehe..” tambahnya lalu menyerahkan Ttaemi ke Yesung.

“Ahh.. Nee.. gomawo sudah menjaga anak-anakku Soohwa-ssi..” Sahut Yesung sambil mau menciumi Ttaemi.

Tapi ttaemi tiba-tiba masuk dalam cangkangnya dan tidak mau keluar lagi.

“Mwoya?! Aegya.. Kenapa kau bersembunyi dari appa?” tanya Yesung sedih.

“Cinca? Boleh kulihat oppa?” sahut Soohwa mendekati.

Ia lalu mengambil Ttaemi kemudian, kepala kura-kura itu tiba-tiba keluar.

“Kau curang Soohwa-ssi.. Dia tidak mau denganku sekarang.. huhu..” sahut Yesung.

“Mungkin karena Soohwa-ssi sudah memperlakukan mereka dengan baik hyung..” cicit Ryeowook.

“Huaaa.. Kau harus bertanggung jawab hyung! Anak-anakku sekarang membenciku..” tuntut Yesung.

“Yaa.. kenapa kau salahkan aku? Bukannya kau sendiri yang setuju meninggalkan mereka bersama Eunrim?” timpal Eeteuk.

“Itu artinya mereka membutuhkan seorang Eomma, hyung..” kata Donghae.

“EOMMA??!!” kata Yesung.

-End-

Akhirnya selesai juga ni fanfic.. hehe.. tapi agak gantung ya?? kira-kira mau buat lagi yang kisah Yesung gak yaa?? Ada yang berminat baca?? Komen yaa.. xD