.Soohwa POV.

Namaku SooHwa. Aku siswi tingkat akhir di salah satu SMA terkenal di Seoul. Ahh.. Aku juga harus belajar hidup mandiri, karena orang tuaku berada di luar kota.

Baru-baru ini aku dikagetkan dengan pengakuan sahabatku, Eunrim. Ternyata selama ini dia berpacaran dengan salah satu personil Super Junior, Cho Kyuhyun. Aku juga baru saja mengetahuinya ketika ia memintaku untuk menginap di rumahnya sambil menjaga 3 ekor kura-kura nan imut.

Kura-kura itu milik Super Junior Yesung. Dia menitipkannya ke Eun-ah karena tidak tega meninggalkan mereka sementara berlibur. Sementara sahabatku yang satu itu sangat phobia dengan yang namanya kura-kura.

Jadi itulah awal pertemuanku dengannya.

Di rumah Eunrim.

“Eun-ah~ Kenapa kau malas sekali bangun pagi? Waktu ada Kyuhyun oppa kau bangun cepat sekali.” Kataku sambil menggoyang-goyangkan badan Eun-ah.

“Yaa! Soo-ah.. Aku masih capek. Waktu itu aku bangun karena si babo itu tidak bisa memasak, jadi aku harus membuatkannya sarapan. Lagipula kenapa kau bisa ada di kamarku?” tanya Eunrim sambil menarik selimutnya.

“Kau lupa kalau ajumma memberikanku kunci rumah ini?” kataku lagi sambil menarik selimutnya.

“5 menit lagi ya..” katanya memelas.

“Kau tahu Eun-ah.. Ini sudah jam 11 siang!” bentakku.

“Ahh.. aku tauu.. Biarkan aku tidur lagi.. Kedatangan babo itu membuatku harus bangun pagi selama 3 hari terakhir ini.. Aku capek!” balasnya.

“Kalau begitu kau tidur bersama ducky saja..” godaku.

Dia terdiam.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Mana binatang itu??!! Mana??! Demi keselamatannya sebaiknya kau jauhkan dariku!!” dia langsung terbangun.

Siiiip.. Akhirnya anak ini terbangun juga. “Aku tidak membawanya. Hehe~ Aku cuma mau mengetesmu saja kok!” candaku.

“Yaa!! Kau hampir membuatku serangan jantung tau! Jangan pernah memperlihatkan peliharaanmu padaku!” katanya sambil menuju ke kamar mandi.

Hahaha~ Dia masih saja takut. Ohh iyaa.. Aku juga punya peliharaan lho~ Seekor kura-kura bernama Ducky. Ducky kubawa dari kota asalku. Di sana kami punya kura-kura sekolam penuh, jadi kubawa satu untuk terus mengingatkanku.

“Kenapa juga kau membangunkanku pagi-pagi begini?” kata Eunrim setelah keluar dari kamar mandi.

“Ini bukan pagi lagi Eun-ah.. Sekarang sudah siang..” jawabku. “Antar aku menemui Ttaemi yaa.. Aku merindukannya..” sambungku.

“Kau ingin bertemu anaknya atau appanya?” goda Eunrim.

“Ahhh.. kau membuatku malu Eun-ah.. Sekalian kan.. Hehe..” kataku lagi.

Aku sebenarnya menyukai Yesung oppa. Bukan sebagai artis, tapi sebagai namja biasa. Caranya mengurus kura-kura membuatku jatuh hati padanya. Tapi aku malu mengatakannya, jadi selama ini Eun-ah yang menjadi tempat curhatku.

“Aku malas bertemu babo itu..” sahutnya mantap.

“Ayolah Eun-ahhh.. Kau harus membantuku.. Ya? Ya?” kataku sambil memberikan tatapan memelas.

“Aishhh.. Seharusnya kau akui saja perasaanmu waktu itu. Kenapa juga sok jual mahal. Padahal sepertinya Yesung oppa juga melirikmu.” Balasnya lagi.

“Kau kan tau aku ini pemalu.. hehe..” bujukku lagi.

“Apa boleh buat kalau kau yang meminta.. Tapi ingat kau harus mentraktirku.. hehe..” katanya sambil menyeretku keluar rumah.

“Siip..” balasku.

Di dorm Super Junior..

“Bagaimana kita masuk Eun-ah?” Tanyaku yang melihat Eunrim terpaku di depan pintu.

“Seharusnya sidik jariku diterima di pintu ini.” sahutnya ketus.

Aku menatapnya lagi. Sudah kesekian kalinya dia mencoba mencocokkan jarinya di pintu pengaman apartement lantai ini.

“Kita tidak salah lantai kan?” Kataku memastikan.

“Soo-ah.. Tadi kan kau yang memencet lantai 11, jadi tidak mungkin salah.” jawabnya.

Sepertinya memang kami tidak salah lantai, karena di sini banyak sekali coret-coretan di dinding. Semua itu pasti hasil karya ELF.

“Kenapa mereka menghapus sidik jariku??!! Mau cari gara-gara ya?!” Dia mulai mengetuk pintu.

“YAA!! OPPADEUL!! BUKAKAN AKU PINTU!!” akhirnya ia berteriak karena kesabarannya sudah habis.

.Author POV.

“YAA!! OPPADEUL!! BUKAKAN AKU PINTU!!” seru seseorang di pintu depan.

“Kenapa ada ELF yang beringas seperti itu?? Kayak kita mau bukakan pintu saja..” kata Eunhyuk.

“Hyung.. Sepertinya aku kenal suaranya..” cicit Ryeowook. “Perasaanku tidak enak..” tambahnya lagi.

Braaakk.. Tiba-tiba Kyuhyun membuka pintu kamarnya.

“Kenapa aku mendengar suara Eun-ah? Dia ada di sini?” serunya.

Glek. Ratu iblis datang lagi di dorm ini.

“Hyung..” cicit Ryeowook. “Kenapa juga kau hapus sidik jarinya?” tambahnya.

“Kalau tidak kuhapus, bisa saja dia yang membukakan pintu untuk Kyu waktu itu kan? Kau ini bagaimana sih?” sahut Yesung.

Kyu menuju ke pintu depan dan membukanya.

“KENAPA KAU BERTERIAK??!! KAN BISA KETOK PINTU!” teriak Kyuhyun.

“TADI SUDAH KUKETOK! MEMANGNYA KALIAN MAU BUKA??!!” balas Eunrim tidak kalah keras.

Selamat tinggal kedamaian.

“Ahh.. Eunrim.. Mian kami tidak dengar.. Kau kan bisa menelpon Kyu..” sahut Sungmin.

“Annyeong oppadeul..” sahutnya. Sambil langsung masuk tanpa dipersilakan terlebih dahulu. “Aku membawa tamu.”

“Kenapa kau tidak masuk Soo-ah.. Ayoo.. Anggap rumah sendiri saja.. Ia kan oppa?” kata Eunrim sambil menyeret Soohwa masuk.

Ryeowook, Sungmin dan Eunhyuk hanya bisa mengangguk pasrah.

“Anyyeonghaseyo oppadeul..” sapa Soohwa.

“Annyeong Soohwa-ssi..” Yesung membalasnya. Yang lain hanya tersenyum.

.Eunrim POV.

“Dia mau mengunjungi anak-anakmu oppa..” kataku asal.

“Cinca?? Wahh.. Kebetulan.. Tadi memang aku juga mau menelpon Eunrim.. Sudah beberapa hari ini Ttaemi tidak makan.. Sepertinya dia merindukanmu Soohwa-ssi..” jawab Yesung oppa.

“Kau memanggilnya terlalu formal oppa.. Panggil saja dia Soohwa, atau Soo-ah.. Ia kan?” kataku sambil menatap sahabatku itu.

Dia hanya mengangguk pelan.

“Ohh.. Nee.. Soo-ah.. Ayo kuperlihatkan Ttaemi..” ajaknya.

Yesung oppa membawa Soohwa ke kamarnya. Setelah pintu ditutup, aku mulai dengan rencanaku.

“Oppadeul.. Ke sini sebentar..” Bisikku.

“Wae Eunrim? Kau mau minta tanda tangan?” tanya Eunhyuk.

“Tidak terima kasih. Tanda tanganmu jelek.” Kataku polos. Dia cemberut.

Aku mengumpulkan para oppadeul kemudian bertanya.. “Oppa, apakah akhir-akhir ini Yesung oppa dekat dengan seseorang?”

“Kau mau selingkuh di depan mata Kyu ya?” sahut Eunhyuk lagi. Bruukk.. Kyu melemparinya bantal. Aku berhigh-five ria bersama namjaku itu.

“Huh! Kalian berdua sama saja.” ringis Eunhyuk.

“Apa yang mau kau katakan Eunrim?” cicit Ryeowook.

“Kau saja yang memberitahunya Kyu.. Sudah kuceritakan semua padamu kan?” kataku sambil meletakkan kepalaku dibahunya. “Aku masih mengantuk.. Hoaaamm..” Aku pun langsung terlelap.

.Author POV.

“Dasar putri tidur..” Kata Kyu sambil memainkan rambut Eunrim.

“Kalau kau hanya mau mempertontonkan kemesraanmu, kami pergi sekarang.” kata Sungmin.

“Whoaaa.. Cepat sekali Eunrim tertidur.” kata Eunhyuk sambil menatap Eunrim.

“Enak saja.. Tidak ada yang boleh melihatnya tidur!” balas Kyu sambil menutup wajah Eunrim.

“Sebenarnya apa yang mau kalian katakan?” tanya Ryeowook.

“Ohh.. Itu.. Kau tau kan, kalau Yesung hyung tidak pernah punya yeoja sama sekali. Dan menurut pengelihatanku, sepertinya Yesung hyung menaruh perhatian ke sahabat Eun-ah. Ternyata setelah kubicarakan dengan Eun-ah, Soohwa juga sepertinya punya perasaan yang sama.” jawab Kyuhyun.

“Hah! Sudah kuduga.. Mereka seharusnya jadi pasangan saja..” celoteh Eunhyuk.

“Kami juga berpikir begitu Kyu. Aku bahkan sudah berdiskusi dengan Teuki hyung karena akhir-akhir ini Yesung hyung terlihat aneh.” cicit Ryeowook.

“Aneh kenapa?” balas Sungmin.

“Yaa.. Dia lebih sering berbicara dengan anak-anaknya. Lalu dia pasti mengajakku. Tapi berhubung aku tidak tahu harus mengatakan apa, ya dia langsung cemberut dan mengatakan ‘coba ada Soohwa-ssi di sini, pasti ada yang menemaniku..’ begitu.” jelas Ryeowook.

“Sepertinya mereka punya perasaan yang sama..” Tiba-tiba Eunrim angkat bicara. “Bahumu keras babo~ Aku tidak bisa tidur.” tambahnya.

“Siapa juga yang suruh kau tidur?” jawab Kyuhyun.

“Kita jodohkan saja mereka.” Eunhyuk memberikan ide.

“Ide bagus itu.. Mereka sepertinya terlalu lemot kalau harus mengungkapkan perasaan sendiri.” Sambung Eunrim.

“Ayo kita naik di atas saja untuk berdiskusi dengan yang lain.” sahut Sungmin.

Sungmin, Ryeowook, Eunhyuk, Kyuhyun dan Eunrim menuju ke lantai 12 meninggalkan Yesung dan Soohwa sendirian.

.Soohwa POV.

Aku diajak masuk ke dalam kamarnya. >< Whoaa.. Senangnya.

Sepertinya dia sekamar dengan Ryeowook oppa. Karena ada foto-fotonya di dinding.

“Kesini Soohwa.. Aku meletakkan anak-anakku di sini.” katanya sambil menunjukkan sebuah kandang besar.

“Wahh.. oppa, sepertinya mereka sangat nyaman di dalam sana.” kataku sambil melihat kandang itu.

“Sebenarnya mereka ditaruh di sini karena Wokkie tidak terlalu suka kura-kura.” jelas Yesung.

“Setidaknya mereka terlihat nyaman di sini oppa, tidak seperti duckyku.” sahutku.

“Ducky? Kau pelihara bebek?” tanyanya.

“Ahh.. Aniioo.. Ducky itu nama kura-kuraku oppa.. Hehe..” jawabku sambil memegang Ttaemi. “Annyeong kecil..”

Ttaemi langsung mengeluarkan kepalanya dari dalam cangkang.

“Aku betul-betul iri.. Kenapa kalau kau yang pegang dia langsung keluar? Kalau aku harus dibujuk-bujuk dulu..” sahutnya cemberut.

“Mungkin karena kau tidak mengurusnya dengan baik oppa.. Mereka suka kalau cangkangnya dielus-elus..” kataku sambil mengelu-elus cangkang Ttaemi.

“Ini karena Teuki hyung yang selalu menyuruhku ini-itu! Aku tidak pernah sempat bermain lama-lama bersama anak-anakku.. Maafkan appa aegyaa..” katanya sambil memeluk Ddangkoma yang paling besar.

“Kau titipkan saja padaku oppa.. Aku tidak keberatan.” kataku polos.

“Nanti mereka semua tambah membencikuuuu..” sahutnya.

Kami menghabiskan waktu dengan membersihkan kandang dan mengelap cangkang mereka.

Tiba-tiba Yesung oppa berkata, “Ahh.. Iyaa.. Aku lupa memberimu minum dari tadi.. Mian Soo-ah..”

“Gwenchana oppa..” sahutku.

Kami pun keluar dari kamar.

“Yeorobun..” sahut Yesung.

Siiiiiiiiiiiiiiing..

“Wokkie? Sungmin-ah? Hyukkie? Kyuu?” sahutnya lagi.

“Di mana mereka? Eun-ah?” tanyaku juga.

Siiiiiiiiiiiing..

“Mereka meninggalkan kita?” sahut kami bersamaan.

-continue-

Ahh.. Mungkin cuma bisa sampai cerita ini dulu.. hehe.. Karena besok author sudah mau masuk sekolah.. ><

Jangan lupa komen yaa..^^ Gomawo udah baca.. xD

Iklan