Author POV

“ meseukkeoun, apa mereka melupakan janji denganku?? Dingin sekali disini..”, gumamku kesal.

Hari ini adalah hari ke- 23 pada bulan desember. Dingin sekali walaupun saat siang hari. Musim dingin ini terasa menyebalkan untukku, ditambah lagi harus menunggu 2 anak kelinci itu.

Sudah 20 menit aku menunggu di halte depan stasiun dan saat aku memutuskan untuk pulang terdengar ada suara yang memanggilku dari dalam mobil.

“ HyoRa-ssi.. HyoRa-ssi.. !”

aku kenal sekali dengan suara itu. Itu minyo. [ maksudnya jung min, tapi aku memanggilnya min-yo. Dan sering terpleset jadi minyo. Mian, oppa ]

Tepat saat mobil itu di depanku, aku langsung masuk ke dalamnya.

“ HyoRa-ssi, hyoRa-ssi, mianhe kita telat menjemputmu. Ini semua disebabkan oleh orang ini! ”, jawab HyungJun sambil menunjuk JungMin yang sedang menyetir.

“ mwoaa? Kenapa aku?”, tanyanya dengan polos.

“ kalau kau tidak mengutamakan makanan, kita pasti tidak telat menjemput Hyora-ssi!”,HyunJun menjawab.

“ kau sendiri yang bilang kalau aku boleh mencicipi kue itu!”, JungMin membela diri.

“ Tapi bukannya menghabiskan kue itu seperti yang telah kau lakukan!”, HyungJun kesal, lalu mengambil tissue dan memasukannya kedalam mulut JungMin.

“ Yang kusuka adalah wortel, bukan tissue putih itu. Kau sungguh menyebalkan,Jun!”

akhirnya dia membelok-belokan mobil.

“ Minyooooo….. ini berbahaya. Kenapa kau main-main saat mengendarai mobil”, aku marah padanya.

Dengan sedikit syok HyungJun berkata,” Mungkin dia tidak lulus saat test untuk mendapatkan SIM”.

“Junyo, kau juga jangan bertengkar terus dengan minyo. Dan Minyo kau harus konsentrasi saat menyetir. Kalau kita tertabrak bagaimana? Kita ini ingin menengok HyunJung bukannya untuk menyusul oppa masuk ke rumah sakit. “, marahku pada mereka.

Kulihat hening di antara mereka.

[ alasanku memanggil HyungJun dengan sebutan Junyo sama seperti aku memangil JungMin dengan sebutan Minyo ]

JungMin POV

“Junyo, kau juga jangan bertengkar terus dengan minyo. Dan Minyo kau harus konsentrasi saat menyetir. Kalau kita tertabrak bagaimana? Kita ini ingin menengok HyunJung bukannya untuk menyusul oppa masuk ke rumah sakit. “, marahnya pada kami.

“ Huhft, gara-gara baby satu ini, HyoRi-ssi jadi marah! Baiklah setelah pulang nanti aku akan memberinya sesuatu sebagai tanda maafku. Aku tidak mau HyoRi-ssi berhenti jadi manager hanya karena aku berantem terus dengan baby! Pasti aku akan di marahi oleh HyunJung-hyun.” Dalam batinku.

“ Baiklah, aku mengerti!”, jawabku pada HyoRi-ssi.

“ Haduh, kenapa aku hanya berkata seperti. Seharusnya aku minta maaf pada HyoRi-ssi. Tapi kalau aku minta maaf, pasti baby satu ini akan menertawakanku. Mau taruh dimana mukaku. Huhfftt.. yasudahlah…” batinku.

Akhirnya kau berkonsentrasi menyetir.

Tapi saat aku menyetir, tiba-tiba HyoRi-ssi menyuruhku berbelok ke pakiran suatu pusat pertokoan.

“ Minyo, coba kau belok ke parkiran itu! “, ucap Hyori-ssi.

“ untuk apa?”, tanyaku dengan heran.

“ aku ingin mencari bunga untuk oppa. Aku ingin membawakannya bunga. Sudahlah, cepat belok ke sana! “, suruh Hyori-ssi padaku.

“ Kalian tunggu sini ya! Bisa gawat kalau kau keluar!”

“Hyori-ssi, bolehkah aku titip sesuatu?”, tanyaku dengan memelas.

Tapi baby menyebalkan satu ini malah menghinaku,” apakah kau tidak punya kaki? Sampai minta tolong pada Hyori-ssi?”.

“ jika aku ikut dengan Hyori-ssi, pasti seluruh wanita yang ada disana akan terpaku dengan ketampanan dan karismaku ini!”, balasku.

“ karisma seorang kelinci maksudmu?”,jawab HyungJun.

Ddduuukkk..

Ku palu kepala HyungJun dengan tanganku.

“ Sudah sudah. Kalian ini selalu saja seperti ini. Pantas saja para TS menyebut kalian tom&jerry. Ya sudah, kau mau titip apa tadi??”, tegas Hyori-ssi

“ Bolehkan aku titip kue coklat?”, tanyaku.

“Kue coklat? Kau itu, kerjamu selalu makan. Baiklah, akan ku belikan. Junyo, apa kau juga mau titip sesuatu??”,hyori-ssi bertanya.

“ aku?? Ehmmm, boleh aku titip boneka teddy bear?? “, jawab HyungJun.

Itu membuatku tertawa.

“ usia paling muda dan juga suka teddy bear! Kekekeke… lengkap sudah.”

“ kenapa kau mengejekku?”,kata HyungJun sambil melempariku buku yang ada dimobilku.

“ Hush, jangan bercanda terus. Baiklah aku berangkat sekarang ya. Jangan terlalu berisik, nanti para TS mengetahui kalau kalian disini. Tunggu aku ya..!”, Hyori-ssi sambil keluar mobil.

“ Nee..”, ucapku kompak dengan HyungJun.

HyoRi-ssi POV

“ Nee..”, ucap JungMin dan HyungJun dengan kompak.

Aku terus geli sendiri sambil menjauhi mobil itu.

Sepanjang jalan, aku terus berfikir tentang mereka berdua.

Mereka selalu saja bertengkar, tapi terkadang mereka cukup terlihat kompak juga..

Kekekekeke…

Kalau seperti ini, secapek apapun aku jadi betah menjadi manager mereka.

Akhirnya setelah aku membeli bunga untuk JiHoo oppa dan kue titipan Minyo, aku menuju satu toko boneka untuk membeli titipan junyo.

[ jiHoo adalah sebutanku untuk HyunJung oppa. Aku suka sekali karakter itu. Oleh karena itu aku selalu memangginya seperti itu ]

Tapi kenapa junyo membeli boneka?? Memang untuk siapa?? Apakah akan diberikan untuk Jihoo oppa? Sepertinya lucu sekali jika boneka itu memang untuk jihoo oppa.. kekekekeke….

Kegelianku terhenti saat melihat mini dolls SS501.

“  Wah, ini lucu sekali!”, ungkapku dengan senang.

Aku pun langsung mengambil mini dolls itu.

Ku lihat ada 5 boneka dalam 1 paket.

“ Akan ku tunjukan pada mereka nanti”, batinku.

Aku pun menuju rak teddy bear, tapi aku bingung mau pilih yang mana.

Akhirnya ku putuskan untuk menelefon junyo.

Junyo : “ Yeoboseyo, hyori-ssi? ada apa menelefonku??”

Hyori : “ kau ingin teddy bear seperti apa? Aku sedang kebingungan. Dihadapanku ada bermacam-macam warna.”

Junyo : “ menurutmu mana yang bagus?”

Hyori : “ ada 1 boneka yang menurutku bagus. Ukurannya kecil, berbulu putih bersih dan ada pita di atas kepalanya. Bagaimana?”

Junyo : “ Yasudah, kau ambil saja itu.”

[ JungMin : Hyori-ssi, bagaimana dengan pesananku? Apakah kau sudah membelinya? Kalau kau tidak membelikannya, akan ku tinggal kau disini sendirian. ]

Hyori : “ kalau kau meninggalkanku, tak akan ada jatah makan untukmu besok.”

Junyo : “ Hyori-ssi, aku mendukungmu. I love you.”

Plaakkkk..

Junyo : “ kenapa kau memukul pahaku, hyung?”

Hyori : “ sudah sudah. Kalian ini berantem terus. Sudah ya, akan ku tutup teleponnya”

Junyo : hyori-ssi, jangan tinggalkan aku disin  …..

Bippp…

Aku lekas tutup telepon itu.

Aku pun mengambil boneka yang ku maksudkan tadi dan segera membayarnya.

Kupercepat langkahku menuju mobil.

Ckckckck…

Setelah samapi di mobil, aku lekas membuka pintu,” kalian ini, kenapa selalu….”.

“ KYAAAAA…”

“ apa yang sedang kalian lakukan haaa?”, tanyaku sambil masuk ke dalam mobil.

” Ehmmm, JungMin & HyungJun sebaiknya ngapain ya??? bingung..

ada yang mau kasih ide?? “

Iklan