Di lantai 12 dorm suju..

“Begituu ceritanya oppa..” Eunrim menjelaskan semua yang telah mereka diskusikan tadi.

Eeteuk mengganggukkan kepala. “Hmm.. Sepertinya kita harus membantu menjodohkan mereka..”

Yang lainnya ikut menyetujui.

Tiba-tiba telepon Ryeowook berbunyi.

“Yoboseyo hyung.. Ahh.. Mian kami tadi meninggalkanmu.. Di lantai atas.. Eunrim? Tentu saja dia di sini.. Arasseo hyung..”

Setelah Ryeowook menutup teleponnya, yang lain memasang tampang penasaran.

“Hyung tanya kenapa meninggalkan mereka sendirian, Soohwa mencari Eunrim, jadi hyung mau ke sini sekarang..” jelasnya.

“Sebaiknya kau menyiapkan makan siang Wookie.. Kami lapar..” kata Shindong.

“Nee hyung..” Ryeowook lalu menuju ke dapur.

“Ahh.. Aku punya ide..” kata Donghae tiba-tiba.

Dia lalu menjelaskan idenya itu ke semua orang. “Bagaimana? Bagus kan ideku..”

“He eh.. Kita juga bisa tau bagaimana perasaan mereka.. Kau memang pintar Donghaeee..” sahut Eunhyuk.

“Kenapa Donghae pintar??” tiba-tiba Yesung masuk bersama Soohwa.

“Anii, kami sedang membicarakan konsep Sukira sebentar..” jelas Eunhyuk mengganti topik.

Yang lainnya langsung melancarkan rencana mereka. Semua sofa kosong langsung diduduki, dan mereka hanya menyisakan 2 tempat kosong yang bersebelahan.

“Kau tidak mengajak tamu kita duduk, Yesungie?” tanya Eeteuk.

“Ahh.. Matta.. Ayo Soo-ah.. Silakan..” Soohwa lalu duduk di sofa.

.Yesung POV.

Mereka sepertinya merencanakan sesuatu, aku tidak tahu apa itu tapi semoga saja bukan sesuatu yang buruk.

“Kau tidak mengajak tamu kita duduk, Yesungie?” tanya Eeteuk. Aku melihat keganjilan. Hmm..

“Ahh.. Matta.. Ayo Soo-ah.. Silakan..” Soohwa lalu duduk di sofa.

Tapi setelah kulihat, tempat kosong hanya disebelah Soohwa! Huh.. Sepertinya aku tahu rencana mereka.

Kuperhatikan mereka satu per satu. Mereka pura-pura sibuk melakukan sesuatu. Kyu seperti biasa bermain dengan PSPnya, sementara Eunrim yang duduk di sebelahnya melihat dengan serius. Yang lainnya sebagian membaca, dan sisanya menonton acara TV. Tidak ada yang berani melihatku.

Dengan terpaksa aku duduk di sebelah Soohwa. Mudah-mudahan dia tidak keberatan.

Mau kuberitahu rahasia terbesarku? Aku menyukai Soohwa. Caranya tersenyum, menatapku, bahkan dia sangat perhatian pada anak-anakku. Tapi aku takut dia tidak mempunyai perasaan yang sama. Dia hanya terus memperhatikan kura-kuraku.

Terkadang aku berpikir untuk segera mengakhiri status singleku. Rasanya iri melihat hampir semua dongsaengku mempunyai yeoja chingu.

Dan setelah kudapatkan tipe idamanku.. Kenapa susah sekali untuk mengutarakannya?!

“Oppa.. Kenapa kau diam dari tadi?” tanya Soohwa.

“Anii.. Aku hanya memperhatikan acara TV..” jawabku asal.

Dia selalu membuatku gugup, tapi sekaligus merasa tenang. Aneh kan? Aku kemudian melihat ke arah pasangan Evil itu. Walaupun mereka terkadang bertengkar, tapi sepertinya mereka sangat menikmatinya. Ahh.. Aku benar-benar iri sekarang. Sudah kuputuskan..

“Soohwa, ayo kita keluar..” ajakku.

“Ke mana oppa?” tapi aku langsung membuka lemari tempat menyimpan aksesoris penyamaran kami dan mulai memilih barang.

“Aku lapar..” jawabku sambil memilih topi yang bagus. Hari ini aku akan mengutarakan perasaanku.

“Ohh..” dia hanya menggangguk pelan. “Eun-ah, kau juga ikut?” tanyanya lagi.

Aduh! Jangan.. Nanti semua rencanaku bisa gagal.

“Aniyoo.. Aku mau melihat Kyu menamatkan gamenya..” Huftt.. untunglah. Aku tidak mau mereka jodohkan.. Aku mau berusaha sendiri!

“Kajja.. Aku pergi dulu ya..” aku lalu mengajaknya pergi.

Yang lainnya hanya menatapku penasaran.

.Soohwa POV.

Aku tidak bermimpi kan? Hwoaa.. Aku diajak makan bareng Yesung oppa.. Semua impianku terkabul! ><

Dia menoleh ke arahku, “Soo-ah.. Kita jalan kaki saja ya? Di sekat sini ada restoran yang enak..”

Aku hanya menggangguk untuk menyetujuinya.

Ternyata memang letak restorannya dekat. Setelah masuk ke dalam restoran, Yesung oppa langsung mencari tempat duduk di pojokan. Sepertinya dia memilih tempat supaya tidak ada ELF yang menyadarinya.

Aku tidak berani menatapnya dan terus mengalihkan perhatianku pada menu makanan. Setelah kami selesai memesan, dia mulai bertanya padaku.

“Kau sudah lama berteman dengan Eunrim?”

“Nee.. Mulai sejak kelas 1 SMA..”

“Memangnya kau sekarang kelas berapa?”

“Kelas 3 oppa. Sebentar lagi aku ujian.. Hehe..”

“Ohh yaa.. Berarti kau harus belajar keras..”

“Ya begitulah oppa.. Kadang-kadang aku iri setiap melihat Eunrim yang minta diajari matematika sama Kyu oppa..”

Pesanan kami datang. Untuk sementara pembicaraan kami ditunda dulu.

“Memangnya kau belum punya namja chingu?” dia tiba-tiba memulai lagi.

Kenapa dia bertanya seperti itu? “Anii.. Malahan aku belum pernah pacaran sama sekali.. hehe..”

Dia sepertinya membisikkan sesuatu.. “Mworaguyo oppa?”

Dia hanya menggeleng sambil tersenyum.

Dia terus menerus menanyaiku seperti di mana aku tinggal, berapa jumlah saudaraku, kenapa aku memilih hidup sendiri di Seoul, sampai hal-hal sepele seperti mata pelajaran yang paling kubenci atau warna kesukaanku. Aku sih memang pada dasarnya tipe orang yang akan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan padaku (selama masih bisa kujawab).

Dia seperti ingin tahu segala sesuatu tentangku.

“Soo-ah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.. Mudah-mudahan kau tidak menolaknya..”

Sesuatu?

“Boe? Katakan saja oppa..”

“Tidak di sini.. Setelah makan kau akan tahu..” dia tersenyum lagi.

Aku langsung cepat-cepat menghabiskan makananku.

Setelah kami keluar dari restoran itu, dia mengajakku ke sebuah taman kecil. Tamannya sangat indah, dan cuma terlihat beberapa anak-anak serta orang tua yang sedang menikmati hari.

“Kau tunggu di sini sebentar ya..” Dia mendudukkanku di salah satu kursi taman kemudian pergi.

Sebenarnya apa yang mau dia bilang sih?

Drttt.. Drttt.. Tiba-tiba HPku bergetar.

From : Eun-ah

Bagaimana acaramu? xD

To : Eun-ah

Kami sedang ada di taman. Katanya dia mau menyampaikan sesuatu.

From : Eun-ah

Cinca? Kekeke~ Siapa tau dia mau menembakmu?

Yesung oppa menembakku?! Rasanya tidak mungkin. Aku masih akan terus memelototi Hpku kalau saja tidak kudengar seseorang berdeham.

“Ehemm..” Aku mendongak. Sejak kapan banyak balon begini?

.Yesung POV.

Aku harus memberanikan diri menyatakan perasaanku sebelum dia diambil orang lain.

Aku berlari untuk membeli banyak sekali balon. Lalu membelikannya sebuah boneka kura-kura. Mudah-mudahan dia menerimaku. Aku tidak tahu bagaimana nanti seandainya dia menolak.

Aku menghampirinya. Dia sangat asik mengetik sms. Hahaha.. Apa kau tidak sadar bahwa aku mau mengutarakan perasaanku sekarang Soohwa?

“Ehemm..” tegurku. Dia tertegun melihatku dan balon-balon ini.

“Oppa.. Kenapa ada banyak balon?” tanyanya.

Aku lalu melepaskan semua balon tadi, dan memperlihatkan boneka kura-kura yang kubeli tadi sambil berlutut di hadapannya. (PS: berlututnya hanya 1 kaki ya..)

“Soo-ah.. Would you be my girl?” Aku menunggunya mengambil boneka ini sebagai tanda persetujuannya.

Dia terdiam. Lama sekali. Ahh.. Mungkin aku akan ditolak. Tapi ternyata..

Dia mengambil bonekaku. Itu artinya..

Aku langsung spontan memeluknya.. Aku diterima! Aku sangat senang.. yesss..

Bruuuuuuuuuuuuukk.. Ada yang terjatuh dari balik pohon di belakang kami.

“Kenapa kau dorong-dorong?”

“Kau sendiri juga banyak gerak..”

Ternyata Eunhyuk dan Donghae yang terjatuh. Aku memelototi mereka..

Dari tadi kami diikuti?!

“Yaa!! Mereka melihat kita.. Kalian sih terlalu ribut.. Aishhh.. Kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrr..” komando Heechul hyung.

Mereka semua langsung lari secepatnya.

“Hahahaha.. Dari tadi mereka membuntuti kita? Kurang kerjaan sekali.. Hahaha..” Soohwa tertawa.

Aku baru kali ini melihat dia tertawa seperti itu. Dia.. Yeoja chinguku..

“Entahlah.. Awas saja mereka..” aku juga ikut tertawa. “Ahh.. Sudahlah.. Ayo kita kembali.. Mereka pasti sudah bercerita macam-macam..”

Aku lalu mulai berjalan. Tapi ternyata dia tetap mematung di tempatnya.

Aku berbalik, “Waeyo? Kajja..”

.Soohwa POV.

“Waeyo? Kajja..” Dia berbalik padaku.

“Ahh.. Aku tidak sedang bermimpi kan oppa?” tanyaku menepuk-nepuk pipiku.
“Tentu saja.. Wae? Kau tidak percaya sekarang kita pacaran?” Aku menggangguk.
Dia lalu memegang tanganku. “Kau mau kucubit dulu supaya percaya?” Aku langsung menggeleng.
“Ahh.. oppaaaaaaaa..” dia hanya tertawa melihat tingkah lakuku.
.Author POV.
Braaaaaaaaaaaakkk..
“Hoshh.. Hoshh..” Eunhyuk, Donghae, Shindong, dan Heechul masuk ke dorm dengan tergesa-gesa.
“Wae? Kalian habis dikejar anjing gila?” tanya Sungmin.
“Mereka.. Sepertinya.. Tidak butuh.. bantuan kita..” jawab Eunhyuk yang masih terengah-engah.
“Wae?” yang lainnya langsung mendekat.
“Yesung hyung sudah menyatakan perasaannya.. Baru sajaa..” jelas Donghae.
“He eh.. Kami kan dari tadi mengikuti mereka..” tambah Shindong.
“Cinca?? Whoaa.. Akhirnya Soohwa punya namja chingu juga..” seru Eunrim.
“Syukurlah kalau dia tidak perlu dibantu.. Sepertinya malam ini kita akan makan enak anak-anak..” sahut Eeteuk.
“Bertambah lagi pasangan di dorm ini.. Huftt.. Sepertinya cuma aku saja nanti yang tersisa..” gerutu Heechul.
“Makanya jangan hanya berdandan terus hyung, jelas saja semua yeoja menjauhimu, kau terlalu cantik..” timpal Kyu.
Yang lainnya tertawa terbahak-bahak, sementara Heechul mulai berusaha menjitak Kyu.
“Tidak kena hyung.. weeeekk..” Kyu lari ke segala arah. Dan akhirnya setelah perjuangan berat, Heechul berhasil menangkap buruannya. Tapi belum sempat dijitak, tiba-tiba Eunrim menghentikan mereka.
“Oppa, yang boleh menyentuhnya cuma aku seorang, arraseo?” Eunrim lalu memberikan jitakan pelan.
“Huuhh..” Heechul mengumpat-umpat.
“Kalian ini..” Yesung dan Soohwa akhirnya muncul.
“Soohwaaaaaaaaaa.. Chukkaeeeee..” Eunrim langsung berlari untuk memeluk Soohwa, sedangkan member lain mulai menggoda Yesung.
“Waahh hyung, padahal tadi kami sudah berniat menjodohkanmu lohh..” Donghae memberi hyungnya sebuah pelukan.
“He eh.. Kami pikir kau akan terus menyimpan perasaanmu hyung..” tambah Eunhyuk.
“Ingat pajak jadianmu..” timpal Heechul.
“Ahh.. Waktu Sungmin atau Kyu tidak ada..” tolak Yesung.
“Itu peraturan baru..” balas Eeteuk. “Kau harus mentraktir kami makan sepuasnya..”
“Hweee.. Bisa bangkrut akuuu.. huhu.. Padahal aku berencana memberi anak-anakku saudara baru..”
“Mereka memang sudah punya saudara baru kok oppa.. Kan aku punya Ducky..” Soohwa tersenyum malu-malu..
Inilah awal kisah Yesung dan Soohwa. Bagaimana? xD

Iklan