SeeYa POV

To : MyDarkDevil

From : SeeYa

Annyeong, Bagaimana kabarmu? Apa pesanku ini sampai padamu. Aku sempat berfikir ini tak akan sampai karena saat ini kita beda Negara. Huhhft… kapan kau pulang? Sudah hampir 1 minggu kau tak menghubungiku. Apa kau tidak kangen padaku?

~ 10 menit kemudian ~

To : MyDarkDevil

From : SeeYa

Kau selalu saja tidak membalas pesanku. Semenjak kau pergi promosi untuk albumu, kau tak pernah sekalipun menghubungiku. Meseukkeoun!

~ 24 menit kemudian ~

To : MyDarkDevil

From : SeeYa

Jung-ah, kau sangat menyebalkan! Aku benci padamu. Silheo, silheo, silheo. Jung-ah babo. Selalu saja seperti ini saat kau pergi. Jung-ah babo.

Huhhh, selalu saja seperti ini. Aku selalu sendiri. Inilah resiko seorang yeoja chingu dari seorang hallyu. Nan dangsin kim hyun joong silheo.

Tapi menurutku setidaknya dia harus memberi kabar padaku walau itu sekali saja.

Tok tok tok..

“ mwoaa?”, kataku

“ onnie, boleh aku masuk?”,tanya SangHee

“ masuklah”,jawabku

“ gomawo “

“ ada apa?”, tanyaku

“ Hyun jung oppa keren sekali ya?”, katanya sambil menunjukan sebuah artikel dari salah satu majalah yang ia pegang.

Aku pun langsung menyambar apa yang telah ia tunjukan itu.

“ Promosi SS501 di Thailand berlangsung meriah?”, kataku sambil mengulang tulisan di artikel tersebut.

“ nee, coba lihat. Dia bahkan menyuapi fansnya yang beruntung dalam games.”, kata sunyeonimku ini.

Menyuapi?? Ahh, aku juga pernah disuapi oleh dia. Pikirku dengan penuh kebanggaan.

“ SeeYa, SangHee, ayo cepat turun. Appa kalian sudah menunggu dimeja makan.”, teriak omma.

“ NEE..”, jawabku serentak dengan SangHee.

 

Hyun joong POV


Waktu menunjukan 11 malam.

Wuahh, hari ini aku capek sekali. Jumpa fans tadi membuatku ngantuk.

“ Kyu-ah, aku mandi duluan ya?”, tanyaku.

Sambil merebahkan badannya, Kyu Jong menjawab,” nee! “.

Aku memang selalu sekamar dengannya.

 

 

“ Wah, segar sekali! Kau sebaiknya cepat mandi,Kyu-ah!”

“ Kyu-ah?”, tanyaku sambil memandanginya.

Hah? Ternyata dia sudah tidur. Cepat sekali dia tidur.

Sudahlah, biarkan saja. Aku tak ingin membuat dia bangun.

Teng ting tong,,

Suara pesan masuk di handphone.

“ Wah, banyak sekali yang mengirim pesan padaku. Mungkin ini karena aku mematikannya dari tadi pagi dan baru mengaktifkannya sekarang ya? Kekekeke”, kataku pelan tak mau mengganggu Jong-ah tidur..

9 pesan masuk dihandphoneku.

Akupun membukanya satu persatu.

Dan akhirnya menemukan pesan yang membuatku mulai tersenyum.

“ My baby mengirimiku pesan”

dan aku hanya mampu tersenyum saat membaca semua pesan darinya.

Sepertinya dia rindu sekali padaku. Aku pun rindu padanya. Besok aku akan pulang.

Babyku, kau harus bersabar menungguku yah!

Whoaaammm, ngantuk sekali. Lebih baik aku tidur sekarang.

SeeYa POV

Cerah sekali hari ini. Awan bertebaran indah dilangit, burung-burung pun berterbangan kesana-kemari. Sungguh hari yang indah.

“ See-ah, apa kau mau ikut kami?”, tanya SeongRim padaku.

“ kemana?”, tanyaku bingung.

“ kencan buta! “, sahutnya.

“ Hah?”

“ Ayolah, kau kan juga belum punya namja chingu. Lebih baik kau ikut”, SeongRim memaksaku.

Dengan sedikit tersenyum, aku menjawab,” aku tidak ikut. Aku mau belanja bersama sunyeonimku.”.

“ kau yakin tidak mau ikut? “, tanyanya untuk meyakinkanku.

“ Nee “, aku pun menganggukan kepala.

“ yasudahlah. Tapi lain kali kau harus ikut ya. Kau kan belum punya namja chingu.”, tegas SeongRim padaku.

“ Nee “, aku hanya bisa menjawab itu.

“ annyeong higyeseo “, katanya sambil menjauh dariku.

Belum punya namja chingu katamu? Kau meremehkanku. Tapi mian SeongRim kalau aku tak mengatakan sebenarnya. Kalau kau tahu jika namja chingu itu seorang kim hyun joong, kau pasti akan histeris. Mian SeongRim.

Tapi memang seharusnya aku menikmati hari yang cerah ini bersama namja chinguku. Tapi apa boleh buat kalau dia tak ada.

Akupun berjalan keluar kampus. Berjalan sendiri dan membayangkan jika jun-ah ada bersamaku.

Tapi..

Langkahku terhenti karena sesuatu.

Aku melihat motor putih yang ditumpangi seseorang. Orang itu memakai jaket kulit hitam, kacamata juga masker yang menutupi wajanya.

Kkyyaaa,

Jun-ah!

Akupun spontan berlari ke arahnya dan langsung memeluknya.

Ini seperti mimpi. Tuhan, terima kasih.

“ Hei, apakah kau mau memelukku terus didepan banyak orang seperti ini?”, ucapnya yang membuat aku sadar kalau kami masih berada disekitar kampusku.

“ Mian, aku terlalu senang saat melihatmu.”, jawabku sambil melepas pelukanku.

“ Ayo cepat naik. Kita pergi kerumahmu sekarang.”, suruhnya.

“ Nee “, jawabku dengan lantang.

Sesampainya dirumahku, akupun menyuruhnya masuk ke keluarga. Kebetulan rumahku sepi, jika siang seperti ini semua memang sedang bekerja dan sekolah. Jadi hanya aku dan namja chinguku ini.

“ Hei ini untukmu! “, kata jung-ah sambil duduk di atas tatami dan memberikan tas besarnya padaku.

Aku pun duduk di sampingnya dan bertanya,” untukku? Apa isinya?”.

“ Kau buka saja !”, jawabnya sambil berdiri dan duduk dibelakangku.

Plukk..

Ternyata dia memelukku dari belakang. Aku jadi berfikir memiliki ruangan model rumah jepang ternyata membawa keberuntungan untukku. Kkekeke..

“ kenapa kau memelukku?”

“ memangnya tak boleh?”, jawabnya.

“ boleh saja kok! “, kataku sambil penasaran dengan isi tasnya dan membukanya.

Aku tersenyum lebar saat melihat boneka kelinci kesukaanku.

“ mwoo? Ini untukku? “, tanyaku sekali lagi.

“ nee, ini untukmu. Mian, aku tak pernah membalas pesan darimu. Aku terlalu capek dengan promosiku!”, sahutnya.

Tapi entah mengapa, aku merasakan kalau pelukannya semakin erat padaku.

“ kain ini untuk siapa? Juga Barbie ini? Juga kemeja ini?”, tanyaku bingung.

“ Itu untuk omma, oppa, dan sunyeonimmu.”, jawabnya sambil tetap memelukku.

“ jun-ah, kau terlalu baik.”, kataku.

Lalu akupun merasa memegang benda aneh dari dalam tas itu. Dan saat aku keluarkan..

KYAAAA…

“ apa-apan itu? Kenapa benda jelek itu ada disini hah?”, tanyaku gemetar setelah melempar benda itu.

“ kenapa kau melemparnya?”, tanyanya bangkit dari duduknya dan mengambil apa yang aku lempar tadi.

“ aku tanya sekali lagi, kenapa benda jelek itu ada disini.”, tanyaku sambil mengkernyitkan alisku.

“ Hei, ini tidak jelek. Tengkorak kepala ini sangat keren.”, jawabnya.

“ aku lupa untuk meletakkan dirumahku terlebih dahulu”, lanjutnya sambil memandangi benda jelek itu.

“ Kau itu selalu saja seperti itu”, jawabku sebal.

 

Hyun Joong POV


“ Kau itu selalu saja seperti itu”, jawabnya sebal.

Aku sangat suka ekspresi wajahnya saat ia sedang marah. Menurutku itu sangat manis.

Aku pun mendekatinya, memainkan poni rambutnya dan berkata,” Apakah kau tidak takut hanya berdua saja kita dirumah? Aku ini laki-laki normal loh!”.

“ mwoo? “, jawabnya dengan wajah merah.

“ Kekeke, kau sangat manis see-ah”, aku pun mulai mendekatkan bibirku padanya.

“ I love you,SeeYa!”

 

 

To be continued..

Iklan