SeeYa POV


Hah~ aku selalu saja meleleh saat dicium olehnya. Itu membuatku tak berdaya.

Hanya dia yang kucintai saat ini.

Semua kekesalanku terhadapnya musna semua saat dia berada bersamaku. Tapi itu hanya untuk sementara samapi ketika 3 hari kemudian kutemukan berita yang menyakitkan bagiku.

Itu bermula ketika aku sedang berada ditoko buku. Dan tanpa sengaja aku melihat deretan majalah dengan berita utama yang sama yang terpampang pada halaman depan.

“ Kim Hyun Joong tertangkap sedang bersama seorang wanita saat berada ditoko perhiasaan ”

Tapi yang lebih mengejutkan bagiku adalah ketika aku membaca artikel dalam majalah itu. Artikel itu memberitakan bahwa Jung-ah tertangkap basah oleh kamera sedang membeli cincin “ couple rings “ bersama wanita itu.

MWOO??

Hari itu seperti hari terburuk bagiku. Jun-ah, mengapa bisa begini? Apakah kau tak mencintaiku lagi? Apa kata cinta darimu kemarin hanya omong kosong belaka?

Aku pulang dengan perasaan sedih. Aku jadi teringat awal pertama kami berpacaran.

Waktu itu kami memang sudah kenal karena kami mengenal melalui kencan buta. Lalu kami menjalin hubungan selayaknya adik kakak. Tapi ternyata kami sangat sepaham saat berurusn dengan musik.

Hingga suatu kali saat kami melihat bintang bersama, tiba-tiba ia berkata,” Aku tahu kau suka padaku!”.

Spontan saja aku menjawab,” Mwoa? Apa katamu?”.

Aku sungguh tak percaya kalau dia berkata itu.

“ aku tahu kalau kau suka padaku. Benarkan?”, ungkapnya dengan santai.

Aku terdiam, tak tahu harus berkata apa.

“ akui saja. Itu tidak masalah untukku. Aku juga suka padamu.”, jawabnya sambil menatap wajahku dengan serius.

KYAA..

Apakah aku sedang bermimpi? Aku ditembak? Benrakah ini?

“ HEI, kau itu selalu saja seperti ini. Bukankah kita telah lama mengenal jati diri masing-masing. Jadi itu tak masalahkan jika aku menjadi namja chingumu?”, lanjutnya kembali.

“ Kenapa kau santai sekali saat mengatakan itu. Aku saja tak tahu harus berkata apapun”, gumamku dengan malu.

“ Ehhmmm, itu karena aku yakin kalau aku tak mungkin ditolak olehmu. Kau kan juga suka padaku. Hahaha..”, jawabnya dengan tertawa kecil.

“ Kau itu percaya diri sekali kalau aku tak akan menolakmu!”, sahutku kesal.

“ tapi memang benarkan kalau kau tak menolakku”, jawabnya yang langsung mencium bibirku.

Itu sebuah awal yang bodoh untuk hubunganku dengannya.

Tapi kini aku tak tahu apa yang mesti aku lakukan. Aku bingung. Ahh~ kenapa aku jadi babo seperti ini..

Akhirnya kuputuskan untuk menemui Kyujong oppa untuk bertanya padanya. Aku pun menaiki bus menuju tempat latihan SS501. Dan aku berharap jung-ah sedang tak berada disana.

“ annyeong haseyo”, kuucapkan pada penjaga gedung. Dia sangat baik dan mengenalku. Mungkin karena dia tahu bahwa aku yeoja chingu jung-ah.

Aku pun menuju ruang latihan mereka. Tapi saat tengah berjalan aku berpapasan dengan seluruh anggota SS501.

“ Seeya “, sapa Jungmin oppa padaku dari kejauhan.

Aku pun ingin menjawab sapa dari jungmin oppa.

Eeeiitt, tapi tunggu dulu. Mereka bukan berlima. Tapi berenam.

Oh my god,

Hatiku berdegup kencang. Entah mengapa hatiku seperti hancur, remuk dan patah.

Di barisan belakang ada jung-ah, kyujong oppa dan seorang wanita yang sedang tercanda ria. Seorang wanita yang tak asing bagiku. Tapi aku tak ingat pernah melihatnya dimana.

Mereka bertiga tertawa dengan bahagia. Belum pernah aku melihat jung-ah tertawa seperti itu. Tapi mengapa wanita itu ada bersama dengan mereka berlima? Apakah seluruh anggota ss501 tahu tentang masalah ini.

“ Seeya? Kau kemari? “, ucap jung-ah yang baru saja melihatku.

Hatiku perih sekali. Aku memang tak cantik seperti wanita itu. Juga tidak tinggi seperti dia. Tapi pantaskah aku dipermainkan oleh seorang hallyu seperti ini?

Pikiran ku terbang dan tanpa terasa aku meneteskan air mata.

“ Seeya? Kenapa kau menangis?”, sahut jung-ah kembali sambil mengusap air mataku.

“ Seeya, kenapa?”, tanya YoungSeang oppa padaku.

Entah mengapa aku langsung membuang tangan jung-ah yang sedang mengusap mataku. Dan aku pun mulai berlali pergi darinya. Aku sungguh tak mampu menatapnya lagi.

“ SEEYA “, ucap jung-ah dengan lantang.

 

Hyun Joong POV


“ SEEYA “, ucap jung-ah dengan lantang.

Kenapa dia menangis? Apa ada yang salah denganku.

“ hyung, kau memang pintar membuat wanita menangis ya! “, ledek jungmin terhadapku.

Sehari penuh aku memikirkan penyebabnya. Tapi itu belum terpecahkan olehku. Sehari penuh pula aku berusaha menhubunginya untuk menyakan apa yang terjadi. Tapi dia tak pernah membalas pesanku ataupun mengangkat telefon dariku. Hah~ yeojaku memang menyusahkan dari dulu.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk menelefon SangHee.

“ Yeoboseyo “

“ Sang-ah, ini aku hyun jung!”, salamku.

“ nee oppa, ada apa?”,tanyanya dengan begitu polos.

“ kau sedang dirumah kan? Apa sekarang kau sedang didekat baby ku?”, tanyaku langsung to do point.

“ anio. Memang ada apa?”, ucapnya kembali bertanya padaku.

“ ah, tidak ada apa-apa!”, jawabku.

“ oppa, apakah kalian sedang bertengkar? Onnieku sangat tidak berselera tadi saat makan malam. “, jelasnya.

“ mwoo? Memang kenapa?”, tanyaku kebingungan.

“ mungkin karena itu “, jawabnya semakin membuatku bingung.

“ Itu apa? “,aku kembali bertanya.

“ itu loh oppa. Berita tentang oppa yang ketahuan sedang membeli cincin couplee dengan wanita lain. “, jelasnya.

“ aku saja langsung mengerti. Tapi kenapa oppa tidak mengerti”, tambahnya.

“ ah nee, baiklah aku akan mengurus ini semua. Gomawo Sang-ah “, ucapku berterima kasih padanya.

“ No problem oppa”

Aku mengerti sekarang. Jadi karena berita itu ternyata. Aku akui bahwa berita itu bisa sangat membuatnya terpukul. Tapi dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Akupun memutuskan untuk mengakhiri semua pertengkaran ini.

Keesokkannya setelah aku menyeselaikan semua latihanku, aku pergi ke pusat pertokoan untuk mencari sesuatu untuk yeojaku. Akupun tidak lupa memakai jaket sportku, masker, topi jarring dan ransel andalanku saat pergi.

Itu dia. Boneka kelinci kesukaannya. Aku pun tidak lupa membeli seikat bunga lily kesukaannya. Ya, aku ingin memberikan seluruh benda kesukaannya untuk diberikan padanya.

Apapun akan kulakukan untuk membuatnya ceria kembali. Aku sangat mencintainya.

Aku harus menemuinya saat ini juga dan harus mengatakannya secepatnya.

Saat aku pulang, aku memutuskan jalan kaki tanpa harus menaiki bus. Aku yakin pasti akan ada yang mengenaliku jika aku ada di bus.

Dan aku memilih lewat jalan yang jarang dilewati oleh orang.

Aku berjalan melewati beberapa gedung yang sedang dalam pembangunan.

“ HEI KAU YANG ADA DISANA, CEPAT MINGGIR”, ucap seorang yang membuatku kaget.

Aku pun menoleh ke arahnya. Dan aku melihatnya mengarahkan telunjuknya ke arah atas. Secepat kilta, aku pun menoleh keatas.

Oh tuhan,

Besi pondasi akan jatuh tepat dibawahku.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA.

 

To be continued..

Iklan