Hyori-ssi POV

 

 

Kupercepat langkahku menuju mobil.

Ckckckck…

 

Setelah samapi di mobil, aku lekas membuka pintu,” kalian ini, kenapa selalu….”.

“ KYAAAAA…”

 

“ apa yang sedang kalian lakukan haaa?”, tanyaku sambil masuk ke dalam mobil.

 

ucapku terhenti dan digantikan oleh kaget yang luar biasa. Aku bingung harus berkata apa tentang apa yang aku lihat. Kulihat JungMin sedang berusaha mencium HyungJun.

 

 

 

HyungJun POV

 

“ apa yang sedang kalian lakukan haaa?”, tanya Hyori-ssi sambil masuk ke dalam mobil.

 

“ Arghhh, aku tidak ingin dicium olehmu, sekalipun nanti kau akan menjadi Ms.Universe! Pergi kau kelinci bau!”,sambil aku mengusirnya dari badanku.

 

“ Ahh, kenapa kau malu-malu sekarang? Padahal saat tidak ada Hyori-ssi, kau mau melakukan denganku! Hahahahaha… kekekeke..!”, goda JungMin  Hyung padaku.

 

“ Sudah, minyo cepat jalankan mobilnya. Aku takut jam besuk sudah habis saat kita sampai di rumah sakit”, suruh hyori-ssi.

 

“ nee..”, JungMin pun langsung mengendarai mobil ini.

 

Akupun melemparinya dengan tissue yang ada dimobil.

 

Aku heran pada JungMin Hyung, mengapa dia patuh sekali hanya pada Hyori-ssi?

Apakah dia suka padanya? Kalau itu benar, berarti…..

Ah, sudahlah! Lupakan saja.

 

 

JungMin POV

 

 

“ Kita sudah sampai. Hyo-ah, kueku jangan kau bawa masuk ya!”, ungkapku.

 

Dengan sedikit bingung hyori-ssi menjawab,” memang kenapa?”.

 

“ Kalau kue itu dibawa masuk ke ruangan HyunJung Hyun, pasti dia akan meminta kue itu. Dan aku tidak mau itu terjadi.”

“ Kau itu pelit sekali!”, ucap HyungJun dan hyori-ssi bersamaan.

 

“ Kenapa kalian bisa kompak seperti itu. Kalian membuatku iri.”, kataku.

“ Itu karena kau memang sangat pelit, hyung!”, HyunJun menjawabnya.

Hyori-ssi pun berkata,” sudahlah cepat pakai topi kalian!”.

 

 

Saat aku sibuk memastikan mobilku terkunci dengan baik, hyori-ssi dan HyungJun sudah jauh meninggalkanku sendiri. Ku lihat dari jauh, Hyori-ssi cukup banyak membawa barang.

Aku berfikir betapa kuatnya dia menjadi manager kami selama ini. Aku pun berlari kecil menuju mereka dan mengambil barang yang dia bawa.

 

“ Hyori-ssi, sini aku bantu membawakannya. Hei Jun, kau juga harus bantu membawakannya!”, suruhku.

 

“ Apakah kau tidak lihat? Aku sudah membantu. Lihat apa yang ku bawa”, jawab HyungJun sambil menunjukan barang bawaannya.

 

“ Hyori-ssi, apa saja isi dari semua ini? Kenapa banyak sekali?”, tanyaku heran.

 

“ Tas itu isinya buah-buahan untuk Jihoo oppa, dia kan butuh makanan sehat. Kalau yang itu, isinya roti cream kesukaan jihoo oppa. Aku sengaja membuatkannya. Dan yang itu, selimut yang kubawa dari dorm. Aku tahu kalau oppa tidak suka selimut yang ada di rumah sakit. Katanya selimutnya bau obat.”, jawab Hyori-ssi menjelaskan.

 

Wah, ternyata Hyori-ssi sangat memperhatikan HyunJung Hyung.

Aku ingin sekali diperlakukan seperti itu.

 

“ Kalau yang aku bawa ini, isinya apa?”, tanya HyunJung

“ Oh, kalau itu makan siang untuk kalian!”, ungkap Hyori.

 

“ untuk kami??”, tanyaku dengan kaget.

“ Iya, kalian pasti belum makan siang kan?”, jelasnya.

 

“ Wah, aku jadi menyukaimu hyori-ssi!”, jawab HyungJun sambil memeluk hyori-ssi.

“ Apa-apaan kau ini! Kau kan sudah punya Choco. Kenapa masih ingin pada hyori-ssi? Hyori-ssi milik ku!”, sambil kujauhkad dia dari Hyori-ssi.

 

“ Choco? Tapi dia kan hanya seekor anjing”, jawabnya dengan polos, berhenti dari langkahnya, lalu menyusul kami.

 

“ kenapa tidak kau saja yang dengan choco, hyung!”, goda HyungJun

“ Aku ini pria yang penuh karisma. Mengapa harus aku yang dengan choco!”, aku menjawab.

“ Tapi bukankah waktu itu kau sendiri yang bilang padaku bahwa choco itu sangat cantik seperti boneka!”, jawab HyungJun.

“ Tapi kau kan appanya.”,balasku.

“ ehhmm, appa? Kalau aku jadi appanya choco, aku tak akan mengizinkan choco menikah denganmu. Aku tidak ingin punya menantu sepertimu!”, kata HyungJun menyindirku.

“ MEMANGNYA SIAPA YANG MAU MENIKAH DENGAN CHOCOMU, HAAH? “, ucapku sambil menendang bokongnya.

 

“ Hahahaha…”, HyungJun hanya tertawa.

 

 

HyoRi-ssi POV

 

Dimanapun mereka berada, pasti mereka selalu saja bertengkar.

Heuhh..

 

Tapi aku tak bisa membayangkan jika aku menemukan sebuah foto dimana Minyo berfoto dengan choco yang sedang memakai baju pengantin. Kekekeke… 😛

 

Saat sampai didepan kamar HyunJung oppa.

 

“Hyung, malaikatmu datang.”, kata JungMin sambil menerobos masuk kamar oppa.

“ Siapa yang kau panggil malaikat?”, tanyaku.

“ tentu saja aku!”, jawabnya.

 

“ Haa? Malaikatku? Apa aku tak salah dengar? Jika kau yang menjadi malaikatku, aku akan berdoa dan memohon agar aku di dampingi oleh devil saja daripada kau.”,kata HyunJung oppa.

 

Kekekeke..

Itu membuatku dan junyo tertawa geli.

 

“ apa kau lupa kalau aku berperan sebagai malaikat di lagu “ A song calling for you “?”, ucap JungMin.

“ tapi apa kau sudah lupa juga, kalau aku pernah bilang kalau ruangan itu bukan seperti ruangan untuk malaikat, melainkan seperti kamar rumah sakit jiwa!”, balas hyunJung oppa.

 

“ Banyak sekali bawaanmu?”, tanya HyunJung oppa sambil menunjuk padaku.

“ Oh, Ini ada buah dan roti untukmu. Juga aku bawakan selimut untukmu!”, jawabku sambil menaruh semuanya di meja dekatnya.

“ Hyori-ssi, kau baik sekali!”, ucapnya.

“ gomawo “, balasku.

 

“ Hyo-ah, apa aku boleh memakan bekal yang kau buat? Ahh~ barang-barang ini membuatku lapar!”, JungMin berkata dengan keras.

“ Kau ini, hanya membawa seperti itu saja sudah merasa lapar!”, ungkap Hyunjung.

 

“ Boleh kok. Ambil sendiri ya. Yang kotak hitam untuk Junyo. Dan yang merah untukmu, minyo!”, jawabku.

 

“ kalau yang putih ini?”, tanya HyungJun dengan polos.

Aku pun menghampirinya dan berkata,” Ini untuk Jihoo oppa!”.

 

“ Wah, banyak sekali wortel dalam laukku”, ucap JungMin

 

“ Wah, nasi dengan nori kesukaanku”, ucap HyungJun

 

“ Gomawo, Hyori-ssi!”, ucap mereka berdua dengan kompak.

 

“ Oppa, ini untukmu. Aku membuatkan tempura kesukaanmu!”, aku memberikan kotak bekal itu padanya.

“ wah, kau perhatian sekali pada kami!”, jawab oppa sambil mengelus kepalaku.

 

Ahh~ itu membuatku tersipu malu. Mungkin malah membuat wajahky memerah.

 

Beberapa saat kemudian,

 

“ enak sekali masakanmu, Hyo-ah!”, puji JungMin padaku.

“ iya! Tapi aku jadi ingin minuman segar! Apakah kau punya Hyung?”, tanya HyunJung pada HyuJung oppa.

“ Memangnya kau pikir aku itu mesin minuman!”, jawab HyunJung oppa.

“ Yasudah, ayo kita beli dibawah!”, Ucap JungMin sambil menarik HyungJung.

“ pelan-pelang,Hyung!”, jawab HyungJun kesakitan.

 

Aku dan HyunJung oppa hanya tersenyum melihat mereka.

 

“Hyori-ssi!”

 

“ Nee, oppa!”, jawabku.

“ Ada apa dengan status Twitter-mu?”, tanyanya padaku.

“ Twitter? Memang oppa melihat statusku? Apa oppa juga punya akun twitter?”, tanyaku balik padanya.

“ Tidak, kemarin YoungSaeng menjengukku dan dia membuka akunnya disini. Dan aku membaca statusmu. Memangnya kau mau mengutarakan perasaanmu pada siapa?”, Tanyanya menggodaku.

 

[ I will speak about my feeling to him tomorrow! ]

 

 

aku gugup untuk menjawabnya, tapi aku memberanikan diri untuk menjawab,” Aku sangat suka salah satu dari mereka. Aku suka . . .  ”.

 

 

to be continued…

Iklan