Hyori-ssi POV

 

 

“ Ada apa dengan status Twitter-mu?”, tanyanya padaku.

“ Twitter? Memang oppa melihat statusku? Apa oppa juga punya akun twitter?”, tanyaku balik padanya.

“ Tidak, kemarin YoungSaeng menjengukku dan dia membuka akunnya disini. Dan aku membaca statusmu. Memangnya kau mau mengutarakan perasaanmu pada siapa?”, Tanyanya menggodaku.

 

[ I will speak about my feeling to him tomorrow! ]

 

 

Aku gugup untuk menjawabnya, tapi aku memberanikan diri untuk menjawab,” Aku sangat suka salah satu dari mereka. Aku suka kepadamu, oppa!”.

 

“ Haa? Kau suka padaku. Apa kau bercanda? Aku pikir kau suka dengan HyungJun.”, ungkapnya.

“ Anio, yang kusuka hanya dirimu oppa!”,jawabku.

 

“Hyori-ssi! Mian, seharusnya aku tak menanyakan hal ini padamu tadi. Mian juga karena aku tidak bisa membalas perasaanmu. Kau sudah aku anggap sebagai adikku. Aku tak mungkin menjadi namja chingumu. Mian, hyo-ah!”, jawabnya sambil mengelus kepalaku.

 

“ Nee, tidak apa-apa! Aku hanya bermaksud untuk mengungkapkannya saja. Tidak lebih.”, jawabku dengan berusaha tegar.

 

Beberapa saat kemudian,

 

“ Hyung, ini gawat!”, ucap JungMin.

“ Para TS mengejar kami. Untung saja security telah menahan mereka untuk sementara”, Kata HyungJun dengan nafas yang tidak teratur.

 

“ Lebih baik kalian pulang sekarang. Aku takut kalian tidak akan bisa pulang sampai besok karena mereka menunggu di depan kamarku!”, tegas oppa.

“ Sekarang?”, tanya HyungJun.

 

“ Baiklah, ayo Hyo-ah. Kita pulang sekarang!”, sambil menarikku.

“ Tunggu, tutupi wajah Hyo-ah dengan jaket ini. Kalian tidak mau kan kalau ada gossip tidak enak tentang kalian?”, jelas oppa pada kami.

 

Aku segera mengambil jaket yang diberikan oleh Jihoo oppa dan menutupi kepalaku dengan itu.

 

“ Hyung, kami pulang sekarang!”, ujar JungMin.

 

“ Kenapa cepat sekali. Aku baru sebentar mengambil nafas”, HyungJun mengeluh.

“ Sudah, Ayo cepat!”, JungMin langsung menarik tangan HyungJun.

JungMin POV

 

“ Hyung, kami pulang sekarang!”, ujarku.

 

“ Kenapa cepat sekali. Aku baru sebentar mengambil nafas”, HyungJun mengeluh.

“ Sudah, Ayo cepat!”, Aku pun langsung menarik tangan HyungJun.

 

Saat kami keluar dari kamar hyung ku, aku melihat betapa banyak orang yang berkerumun didepan kamar Hyung. Untung saja security rumah sakit membantu kami keluar.

Tapi yang terpenting bagiku saat ini adalah Bagaimana aku melindungi Hyori-ssi agar tidak diketahui orang dan membawa HyungJun dengan selamat ke dalam mobil.

 

Dan akhirnya kami sampai dimobilku dengan selamat,

Tanpa banyak bicara, akupun langsung mengemudikan mobilku keluar rumah sakit.

 

“ Aku heran kenapa ada banyak orang seperti itu. Padahal ini rumah sakit.”, tanya HyungJun dengan polos.

“ Aku juga tidak mengerti!”, jawabku.

“ Hyo-ah, bagaimana keadaanmu?”, tanyanya pada hyori-ssi.

 

Tapi hyo-ah tak menjawabnya.

 

“ Kenapa dia begitu murung. Apa yang telah terjadi?”, Fikirku.

 

“ Hyo-ah, mengapa kau diam. Apa kau sakit?  Bagian mana yang sakit?”, Tanya HyungJun dengan Khawatir.

“ anio, aku tidak apa kok!”, jawab Hyo-ah.

 

 

HyungJun POV

 

Mengapa hyo-ah begitu murung? Apa yang terjadi padanya?

Ahh~ andai saja tadi aku menjaganya dengan baik. Mungkin dia tak akan semurung ini.

 

“ Hyung, kau antarkan aku pulang terlebih dahulu ya!”, ucapku.

“ Ok.. “, jawab JungMin Hyung dengan baik.

 

Tidak biasanya JungMin Hyung menjawab dengan baik kepadaku. Biasanya dia menjawab seperti aku musuhnya. Apa mungkin dia merasakan juga mengenai kemurungan Hyori-ssi?

 

 

***

 

 

 

HyoRi-ssi POV

 

“ Hyo-ah, mengapa kau diam? Apa kau sakit?  Bagian mana yang sakit?”, Tanya HyungJun dengan Khawatir.

“ anio, aku tidak apa kok!”, jawabku.

 

Aku tak bisa mengatakan kalau akau tengah patah hati terhadap JiHoo oppa. Aku pasti di tertawakan oleh mereka. Tapi ini terlalu berat untuk kupendam sendiri.

 

 

JungMin POV

“ Baby, kita sudah sampai di depan rumahmu! “, ucapku.

 

“ gomawo, hyung! Hyo-ah, aku pulang duluan ya! Kalau kau di apa-apakan oleh hyungku satu ini, telfon aku saja. Ok..”, ungkap HyungJun

 

BuuUUUkkKKK..

Aku pun mencubit bahunya.

 

“ Sudah cepat sana turun dan masuk kerumahmu!”, ucapku.

“ Huhhh, kau jahat sekali padaku!”, kata HyungJun sambil keluar dari mobilku.

 

“ Hyo-ah, bagaimana kalau kau pindah ke depan!”, suruhku padanya.

Akhirnya, Hyo-ah pindah ke depan dengan muka muram.

 

Aku pun melajukan mobilku.

“ Hyo-ah, bagaimana kalau kita mampir di pinggir jalan dekat pantai? Bukankah kau suka dengan suasana itu?”, tanyaku.

Tapi Hyorin-ssi hanya menganggukan kepalanya tanda bahwa dia setuju.

 

Aku sungguh tidak mengerti apa yang telah terjadi pada dirinya.

Tapi semakin dia diam, itulah yang membuatku semakin bingung.

 

 

Sesampainya kami di pinggir jalan yang menghadap pantai…

 

 

“ Hyo-ah, ayo kita keluar. Sepertinya udaranya sangat segar.! Jangan lupa bawa kueku”, ajakku.

 

Akupun duduk di depan mobil dan melihatnya berjalan keluar.

“ wuahhh, segar sekali udaranya. Benarkan hyori-ssi? Makanlah kuenya, itu untukmu ” , hiburku.

 

Tapi dia tetap saja diam, dank arena dia diam maka aku memberanikan diri untuk bertanya.

 

“ Kenapa kau murung? Ceritakan saja padaku. Aku janji tidak akan memberitahukan siapapun!”, ungkapku meyakinkannya.

 

“ Aku mengungkapkan perasaanku pada HyunJung oppa saat di rumah sakit tadi!”, ucapku membuatku kaget.

 

WHAT?? Oh My god..

Aku tak tahu apa yang harus aku katakan.

Jadi selama ini hyori-ssi menyukai HyunJung Hyung.

 

“ Tapi saat ini aku patah hati dan tidak tahu harus bagaimana. Sedangkan, jihoo oppa masih tetap mau menerima ku sebagai adiknya. Aku tidak tahu harus senang atau sedih”, jawabnya sambil menangis.

 

Aku sungguh bingung apa yang harus aku lakukan. Akhirnya kepeluk dia seerat mungkin.

 

“ Hyo-ah, HyungJun Hyung memang baik! Tetapi kau masih punya aku, HyungJun, youngSaeng dan KyuJong, kau masih punya kami”, ungkapku menenangkannya.

 

Dan aku hanya bisa menunggunya untuk tenang.

 

 

Hyori-ssi POV

 

“ Tapi saat ini aku patah hati dan tidak tahu harus bagaimana. Sedangkan, jihoo oppa masih tetap mau menerima ku sebagai adiknya. Aku tidak tahu harus senang atau sedih”, jawabku sambil menangis.

 

Aku benar-benar tidak mampu menahan ini semua. Aku memang lemah.

JungMin oppa, terima kasih kau telah meminjamkan dadamu sebagai tempatku menangis. Kau memang oppaku yang terbaik.

 

Gomawo..

 

Biippp…

 

Suara pesan masuk di handphoneku.

 

From : HyunhJun Baby

To : Hyori

 

Hyo-ah, aku tidak tahu mengapa kau sedih? Aku harap kau mau menceritakannya padaku, aku akan selalu mendengar ceritamu.

Ehhhmmm, boneka teddy bearku tertinggal di dalam mobil JungMin hyung. Tapi tenang saja, aku sengaja meninggalkannya.

Sebenarnya boneka itu untukmu, Hyo-ah. Aku harap kau mau menerimanya.

Hyo-ah, sebenarnnya aku menyukaimu. Aku harap kau jangan bersedih lagi. Karena jika kau sedih, itu akan membuat ku bertambah sedih.

Ku mohon cerialah kembali..

 

 

 

JungMin POV

 

 

“ Hyo-ah, HyungJun Hyung memang baik! Tetapi kau masih punya aku, HyungJun, youngSaeng dan KyuJong, kau masih punya kami”, ungkapku menenangkannya.

 

Dan aku hanya bisa menunggunya untuk tenang.

 

Hyo-ah, jangan menangis lagi. Itu tambah membuatku sakit. Apakah kau mengerti perasaanku saat mendengar perkataanmu barusan bahwa kau telah mengutarakan perasaanmu pada HyunJung hyun? Hatiku sangat sakit, Hyo-ah..

 

Mengapa kau tidak menyukaiku? Andai kau memilihku mungkin kau tak akan menagis seperti ini.