Hin Ah POV

Cukup sudah dengan Gaho dan Boss. Mereka sudah dikembalikan ke hostel BIGBANG. Perjanjian untuk tidak membawa anjing ke rumah baru ku ini pun sudah disepakati. Kini kami semua sedang bersenang-senang di ruang utama layaknya kakak-adik kandung.

 

“Aku lapar nih…” keluh Seung Hyun oppa. Aku menengok ke arah meja makan. Aku teringat. Saat Dara eonnie naik ke meja makan tadi… Bibimbap dan Mie hitamnya dia lahap habis. “Ah, Yong Bae oppa. Ayo masak!” ajak ku. “Kau pintar masak?” Yong Bae oppa meragukan ku. “Kau meragukan ku? Mau bukti?” tantang ku. “Okay. Let’s see” Yong Bae menarik ku ke dapur.

 

“Nah, jadi… kita mau masak apa?” kata Yong Bae oppa. “Kau ini sebenarnya pintar masak atau tidak, oppa? Lebih baik lihat bahan di lemari es dulu” aku membuka pintu lemari es. “Ah… Sepertinya…. lebih baik kita masak bulgogi” kata ku. “Bahan makanan kalian lengkap ya?” kata Yong Bae. “WEntahlah. AKu pendatang baru disini. Ayo!” kami pun mulai masak.

 

“Makanan siap!!” aku menyiapkan seporsi besar bulgogi ke atas meja. “Mwo? Yong Bae hyung, sebelumnya kau tak pernah masak bulgogi” kata Lee Hyun oppa sambil menyiapkan kursi. “Ini aku yang buat” kata ku. Yong Bae oppa sinis.

 

 

Semua sudah tepar kecuali aku dan Ji Yong oppa. Kami masih sibuk merapikan meja makan. “Biar aku saja oppa…” kata ku sambil merebut piring yang Ji Yong oppa bawa. “Ani… Nanti kau lelah” Ji Yong oppa merebutnya kembali. “Ah, jangan salahkan aku bila kau lelah ya?” kata ku sambil menuju tempat cuci piring. “Mau aku bantu?” tawar Ji Yong oppa. “Ani… Tidak usah” jawab ku. Tiba-tiba…. chup! Ji Yong oppa mencium pipi ku dari belakang. “Oppa?” aku memegangi pipi ku. Dia tersenyum manis. “kau kan adik ku…” katanya. Aku hanya diam an melanjutkan aktivitas.

 

 

Pagi harinya, aku dan Ji Yong oppa sudah bangun lebih awal. Kenapa kami berdua lagi? “Hin Ah, ayo masak!” katanya sambil menarik ku. “Ah…” aku hanya menjawab itu saja. Kami pun mulai memasak. Tapi… aw! Jari ku teriris pisau. “Kau tak apa? Ah, sini!” Ji Yong oppa menghisap darah ku? “Tak apakan?” lalu dia mencium… kening ku? Ini berawal dari tadi malam.

 

“Oppa…” aku melepaskan tangannya dari kepala ku. “Wae?” dia sepertinya heran. “Waeyo? Ada apa oppa? Oppa sangat aneh… sejak tadi malam…” kata ku lirih. “Oh… Tak apa. Ayo, masak lagi” aku menarik tangannya. “Oppa…” kata ku lirih. “AH… miane… Mungkin aku terlalu kasmaran…” katanya. “Hin Ah… saranghae…” katanya. Jantung ku berdegup kencang. “Oppa….” kata ku lagi. “Would you be my girl?” katanya. “Oppa….. miane….. Aku memang menyukai mu… Tapi… aku harus sekolah. Apalagi… status kita… sangat bahaya. Oppa…. kau bisa tunggu aku atau… tinggal kan aku…” jawab ku. “Ani…. Aku akan menunggu mu. Arasseo?” katanya. “Ara…. miane oppa…” dia memeluk ku.

 

To be continued….

Iklan