SeeYa POV


Krriinggggg…

Kriingggg…

“ Yeoboseyo? Jung Min oppa ada apa? MWOOA? Nee.. aku kesana! Nee.. gomawo! “, aku menjawab telepon itu.

Ya, tuhan. Ada apa lagi sekarang? Mengapa tak henti-hentinya memberiku ujian seperti ini. Jung-ah, aku akan segera datang. Akhirnya aku segera menuju rumah sakit dan meninggalkan kampus ku.

Gubrakk,

“ Ah, maafkan aku!”, tanpa sengaja aku bertabrakan dengan seseorang dan membuat barang-barangnya jatuh.

“ sepertinya kau sangat terburu-buru noona!”, timpalnya.

“ Ah nee.. mian telah menabrak anda”, jawabku merasa bersalah.

“ tidak apa-apa. Pergilah! Kau pasti sedang terburu-buru”, ucapnya dengan baik.

“ benarkah? Gomawo..”, akupun segera meninggalkannya dan berlari menuju ruang gawat darurat.

“ Oppadeul “, teriakku saat sampai didepan ruang dimana jung-ah dirawat.

“ bagiamana keadaannya? Dia tak apa-apa kan?”, tanyaku dengan tergesa-gesa.

“ sebaiknya kau duduk dulu “, ucap yeongSaeng oppa sambil membawaku duduk.

JungMin oppa pun jongkok di hadapanku, menggengam tanganku dan berkata,” Hyung tidak apa-apa. Tapi dia hanya kehilangan banyak darah. Dan sampai saat ini dia baru dapat 2 kantong darah saja. Karena kami dengar saat ini pasokan darah B sedang banyak dibutuhkan, dan hyung hanya mendapat sedikit dari pasokan itu”.

Air mata keluar dengan sendirinya. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku bingung dan gelisah. Namun di tengah kekhawatiran itu, aku melihat sesok manusia yang makin membuatku sedih.

“ Sedang apa kau ada disini? Apa kau juga mengunjungi jung-ah ku? “, tanyaku pada wanita ada di depanku. Wanita itu adalah wanita yang aku lihat dimajalah. Wanita yang digosipkan dengan jung-ah.

“ namaku JaeShi. Aku turut sedih melihat hyun jung oppa tertimpa musibah.”, ujarnya.

“ kenapa kau memanggilnya oppa? Bukankah kalian berpacaran? Aku rela kalau jung-ah bersamamu. Kalau dia bahagia, aku juga akan bahagia.”, ucapku pedih sekali.

“ Mwoa? Berpacaran? “, kata yeongSaeng oppa.

“ Ehhmm, aku mengerti sekarang! Kau pasti membaca berita tentang hyungku dan noona ini. Benarkan?”, tanya HyungJun oppa.

Aku mengangguk dan menjawab,” tentu saja aku membacanya. Berita itu sudah tersebar dimana-mana. Mungkin memang sakit bagiku, tapi aku tak mampu berbuat apapun kalau jung-ah seperti itu”.

JungMin oppa mengelus kepalaku. Dan disusul dengan ucapan Kyujong oppa,” Mian See-ssi. Pasti berita ini jadi beban untukmu. Sebenarnya JaeShi ini yeoja chinguku!”.

Pernyataan itu membuatku tersentak kaget.

“ Saat itu hyun jung oppa memintaku untuk menemanianya membeli cincin. Dia memintaku untuk membantunya memilihkan cincin. Hanya itu dan tidak lebih. Tapi mungkin media terlalu membesar-besarkan kejadian itu. Mian “, ucap wanita itu padaku.

“ Ini cincin milik hyung! Ini ditemukan dilokasi kejadian. Simpanlah!”, suruh yeongsaeng oppa sambil memberiku satu kotak putih.

Kubuka kotak itu dan melihat isinya. Air mataku semakin tidak bisa berhenti saat melihat ada ukiran bertuliskan “ SY ♡ HJ “.

Ya tuhan, kenapa ini harus terjadi.

 

YeongSaeng POV


“ See-ssi, kau datang lagi?”, tanyaku padanya yang hampir setiap hari mengunjungi hyungku.

“ nee oppa! Oppa juga selalu menemani jung-ah setiap hari ya!”, godanya padaku.

“ aku hanya menemani ibu hyun jung untuk menjaga hyungku ini. Kau tahu sendiri dia belum sadar sampai sekarang!”, jelasku.

“ sudah hampir 1 minggu ya oppa!”.

“ Nee.”,jawabku.

“ mana tante? Kenapa aku tak melihatnya?”, tanyanya sambil melihat-lihat ruangan.

“ beliau pulang sebentar untuk mengambil baju ganti”, jawabku.

“ See-ssi? “

“ nee oppa?”, sahutnya dengan polos.

“ wajahmu pucat sekali? Kau sakit? “, tanyaku khawatir.

“ ah anio, mungkin ini karena aku donor darah barusan.”, jawabnya sambil tertawa kecil.

“ mwoa? Kau mendonorkan darahmu lagi. Bukankah ini sudah kelima kalinya dalam minggu ini kau mendonorkan darahmu untuk Hyungku?”, tanyaku sangat khawatir.

“ nee, aku tidak apa-apa oppa! “, gumamnya.

Aku sungguh khawatir padanya. Hampir setiap hari dia mendonorkan darahnya. Dia pergi diberbagai tempat pendonoran darah dan membawa kantong darahnya ke rumah sakit untuk diberika pada hyun jung hyung. Gara-gara itu kelihatannya kesehatan benar-benar memperhatinkan. Baru sekali ini aku bertemu gadis sepertinya.

“ sebaiknya kau lekas pulang! Sepertinya kau tidak enak badan.”, ujarku.

“ nee.. aku juga berfikir seperti itu. Benarkah akau boleh pulang?”, tanyanya sambil memegangi kepalanya.

“ Tentu saja!”,ketusku.

“ Nee, aku pulang ya oppa”

 

SeeYa POV


“ Nee, aku pulang ya oppa”

Haduh, aku gak enak nih sama yeongsaeng oppa. Tapi mau dikata apa lagi, badanku benar-benar sudah tidak kuat. Mian oppa!

Kepalaku pusing sekali. Aku tak sanggup menopang badan ini. Aku jarang makan, tapi memaksa untu mendonorkan darahku. Tapi tak apalah, toh golongan darahku sama seperti jung-ah.

Aku memaksa langkahku. Tapi aku sudah tak sanggup lagi. Terlebih lagi saat aku berdiri terdiam menunggu lampu penyebrangan agar berwaran hijau, kepalaku sudah seperti mau pecah.

Aku mencoba bertahan, mencoba sedikit lagi untuk berjalan. Lampu penyebrangan pun berwaran hijau dan aku mencoba menyebranginya walau aku tak lagi sanggup bertahan. Dan akhirnya…

BRUAKKK…

Kepalaku serasa hampir pecah. Aku melihat orang-orang mengerumuniku dengan mataku yang secara perlahan terasa berat.

Jung-ah . . .

Dan sampai akhirnnya mataku benar-benar tertutup karena tak berdayanya tubuhku.

Hyun Joong POV

“ Kau sudah bangun, HyungJung?”

“ehmmmm, omma?”

“ Aku ada dimana?”

“ kau berada dirumah sakit hyung-ssi!”, jawab omma.

Keesokannya~

“ Hyung !”, teriak yeongsaeng.

“ Ternyata kau benar-benar sudah sadar. Semalam ommamu menelfonku. Makanya hari ini aku langsung adatang kemari!”, jelasnya.

“ gomawo karena kau sudah datang “, ucapku.

“ mana yang lain?”, tanyaku.

“ JungMin dan Kyujong sedang membeli makanan dikantin. HyungJun tidak bisa datang hari ini. Dia sedang ada siaran radio!”, ucapnya

dan tak lama kemudian~

“ Hyung, I’m coming!”, teriak Jungmin.

“ kau benar tak berubah!”, ujarku.

“ kekekeke “, jungmin hanya bisa tertawa.

“ apakah See-ssi tidak datang? Ku dengar dari omma, hampir setiap hari dia mengunjungiku?”, tanyaku.

Semua terdiam. Aku jadi semakin kebingungan.

“ Omma, apakah kita harus menceritakannya sekarang? “, tanya Kyujong pada ommaku.

“ sebaiknya seperti itu. Cepat atau lambat dia harus mengetahuinya.”, jawab omma semakin membuatku bingung.

Ada apa ini sebenarnya? Kenapa wajah mereka seperti itu semua.

“ Hyung, dia yeoja yang baik. Aku belum pernah bertemu gadis seperti itu. Dia selalu mengunjungimu setiap hari. Benarkan?”, ucarnya sambil mencolek yeong saeng.

Tapi yeongsaeng hanya menganggukan kepalanya.

Jungmin menghampiriku dan melanjutkan,” hyung, apakah kau tahu kalau dia telah mendonorkan darahnya untukmu karena dia sangat mencintaimu. Menurutku dia sangat sangat dan sangat mencintaimu hingga hampir setiap hari dia mendonorkan darahnya. Tapi karena itu dia sangat kekurangan darah dan itu menjadi akut. Hingga sampai kemarin…..”.

“ Lalu apa yang terjadinya padanya”, tanyaku. Aku benar-benar bingung.

“ dan kemarin dia meninggalkan kita semua, hyung!”, sahut KyuJong.

MWOOOAAA???

“ maksudmu dia telah meninggal?”

hiks hiks..

kenapa ini terjadi. Aku belum mengatakannya. Kenapa juga si babo itu mendonorkan hampir setiap hari. Sekali saja itu sudah cukup.

Ini tak mungkin terjadi. Ini pasti mimpi. Ini pasti bukan kenyataan.

“ Hyun, sabarlah. Dia memang gadis yang baik.”, ucap omma sambil memelukku.

Ini tak mungkin terjadi. Tidak, tidak dan tidak..

 

2 hari kemudian~

 

“ Benarkah disini makamnya,yeongsaeng?”

“ nee “, jawabnya

“ See-ssi, ini aku bawakan bunga lily kesukaanmu.”

“ Mian jika aku tak ada disampingmu saat aku merasa sakit. Aku juga tak mengerti kenapa ini terjadi begitu cepat”, ungkapku tanpa bisa menghentikan air mataku yang terus mengalir.

“ Hari dimana aku kecelakaan, harusnya itu menjadi hari untuk aku meminta maaf padamu. Kejadian sebenarnya tidak seperti yang kau pikirkan. Aku mencintaimu, See-ssi. Aku tak mungkin berselingkuh dibelakangmu.”, aku benar-benar tak bisa menghentikan tangisku.

“ seharusnya hari itu juga menjadi hari dimana aku memberikan cincin itu padamu. Aku membeli cincin itu hanya untukmu. Hanya untukmu seeya. Waktu itu aku sangat berharap memberikan cincin itu padamu saat kita memandang bintang bersama. Dan saat itu juga aku ingin melamarmu dan mengajakmu menikah denganku, see-ssi!”

“ tapi mengapa ini harus terjadi. Kenapa kau meninggalkanku? Sejujurnya aku belum sanggup menerima keadaan ini. I still love you, seeya!”

The End

gimana ceritanya menurut kalian? jangan lupa coment ya??

Iklan