HyoRi POV


Hari ini adalah hari dimana SS501 diwawancarai oleh suatu stasiun tv swasta. Itu berarti aku harus bekerja. Tapi samapi sekarang aku masih belum bisa menatap Jihoo oppa, ditambah lagi dengan junyo dan minyo. Argh~ itu membuatku gila dalam bekerja.

“ Hyo-ssi, hari ini kita sudah tidak jadwalkan lagi kan?”, tanya kyujong oppa padaku.
“ Nee oppa.”, jawabku sambil membersekan apa yang harus dibawa pulang kembali.
“ Kalau begitu aku aku akan pergi dengan yeongsaeng, hyungjun dan hyung kau juga ikut ya. Jungmin kau mau ikut”, timpalnya.
“ mwoa? Aku? Memang mau kemana?”, tanya jihoo oppa.
“ akanku tunjukan tempat makan yang waktu itu kuceritakan. Dan kujamin tak ada yang mengenalinya!”, janji kyujong oppa.

“ ah~ aku sepertinya tidak ikut. Ada yang harus aku lakukan setelah ini”, ucap jungmin.
“ apakah akan menikah dengan chocoku setelah ini?”, goda hyungjun.
Tuinggg,,
Plakkk,,
Sebuah kotak melayang dari jungmin ke hyungjun.

“ Hyo-ssi, apa tidak apa-apa kau pulang sendiri?”, tanya yeongsaeng.
“ Nee oppa. Itu tidak masalah bagiku”, jawabku.

“ Biar aku yang antar dia pulang nanti. Kalian bersenang-senanglah!”, ujar jungmin.
“ Mwoaa? Kalau begitu biar aku saja yang mengantarnya!”, hyungjun menarikku.
“ apa-apaan kau. Lebih baik kau iktu hyung saja sana!”,ujar JungMin.
“ Biar aku saja yang mengantarnya!”, ujar hyungjun kesal.

“ Sudah. Biar saja aku pulang sendiri. Aku tidak apa-apa kok. Oppadeul, aku pulang sekarang ya. To mannapsida!”, kataku sambil meninggalkan ruangan.

“ HYORI “, teriak hyungjun memanggilku.

Hah~ mereka itu selalu saja seperti itu.

Hari ini masih siang, tidak mungkin aku langsung pulang. Lebih baik aku beli cemilan dulu untuk dirumah. Terlalu cepat jika aku pulang sekarang. Jarang sekalikan aku pergi sendiri seperti ini.

GUBRAKKK…

“ Ah~ noona, mian. Aku sedang terburu-buru.”, jawab seseorang yang menabrakku dan dia langsung pergi tanpa membantuku.
Hari ini aku sial sekali. Tapi aku maklum, karena bawaanku memang banyak sekali. Dan tidak ada yang membantuku. Itu merepotkan sekali bagiku.

Namun saat aku mulai membereskan barang yang telah tercecer dibawah, aku melihat ada orang yang membantuku. Orang itu berpakaian sangat lengkap dari topi, kacamata, syal, juga jaket.

“ Kau tidak apa-apa”, sahutnya.

Itu.. itu..
Suara itu..
Aku mengenalnya..
JUNYO..

“ seharusnya kau mau tadi saat aku ingin mengantarmu. Jadi tak akan seperti ini jadinya!”, ucapnya.
“ Mian. Tapi kenapa kau disini?”, tanyaku
“ tentu saja aku mengkhawatirkanmu, makanya aku mengikutimu!”, jawabnya.
“hari ini cerah sekali, sanagt sayang jika dilewatkan begitu saja! Ayo kita ke taman bermain!”, ucapnya sambil menarikku pergi.

“junyo”

 

Jung Min POV


GUBRAKKK…

“ Ah~ noona, mian. Aku sedang terburu-buru.”, jawab seseorang yang menabrakku dan dia langsung pergi tanpa membantuku.

AiiH~ orang itu kenapa tidak membantu Hyo-ssi. Baiklah aku akan membantu Hyo-ssi.

Aku pun melanhkah menuju hyori.
Tapi tunggu,
Baru dua langkah aku berjalan, aku melihat seseorang membantu hyori.
Aku pun mngurungkan niatku untuk menghampiri hyori.

Tapi siapa dia?

“JUNYO..”, teriak hyo-ssi.

Mwoa? Hyungjun? Kenapa dia disini? Apa dia mengikuti Hyo-ssi juga sama sepertiku?

Mwoa? Dia menarik hyo-ssiku kemana? Kemana dia mau pergi?

Aku pun mulai melangkahkan kaki ku kembali mengikuti Hyo-ssi.
Tapi akhirnya aku mengurungkan niatku.

“ Ehhmm, dia berdama HyungJun. Dia pasti aman. Ahh~ lebih baik aku pulang saja”, gumamku.

 

HyoRi POV


Karena paksaannya, akhirnya kami pergi ke taman bermain.
Ternyata memang seru sekali disana. Aku dan junyo bermain sepuasnya. Mencoba tiap permainan disana. Kami hany bermain dan bermin, melupakan penat yang ada.

Sampai pada akhirnya saat sudah mulai gelap, bianglala lah permainan yang kami naiki. Kami melihat pemandangan dari bianglala tersebut.

Tapi aku hanya bisa tersenyum saat melihat dia seperti anak kecil yang baru melihat pemandangn seperti ini.
“ Sepertinya kau senang sekali.”, ungkapku.
“ Nee “, jawabnya.
“ ah iya, bagaimana jawaban mu?”, lanjutnya
“ jawaban? Jawaban apa?”, tanyaku kebingungan.
“ jawaban atas pertanyaanku kemarin. Itu loh yang aku bilang suka padamu.”, sahutnya tanpa rasa malu.

DOEEENGGG..
Muka langsung memerah. Aku tak tahu harus berkata apa. Semenjak dia berkata suka padaku, dia memang selalu memperhatikanku. Itu yang membuatku jatuh hati padanya.

Dan aku kaget sekali saat dia duduk di sampingku dan mengelus pipiku dan berkata,” aku sungguh mencintaimu. Aku tidak bohong”.

Aku melihat bibirnya gemetar saat mengucapkan itu. Kekekeek~ lucu sekali.
Dan tanpa kusadari, dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Dan akhirnya bibirnya yang merah itu berlabuh dibibirku.

“ Sarangheo, Hyo-ssi”

 

 

” Mian kalau cerita seperti ini! “