Ji Yeon POV

“YA!!! PARK JI YEON!!! AYO BANGUNNN…” Tiba-tiba terdengan suara seseorang yang membangunkanku. Hmmm? Suara itu? Omo…

“Unni!!!” Aku langsung duduk dan mataku langsung terbuka lebar. Aku benar-benar tidak percaya, sekarang didepanku ada unniku. unniku satu-satunya yang aku saaayangi. ”Unni, bogoshipeoyo…” Kataku sambil memeluk unniku itu.

“Unni juga Ji Yeonnie. Apa kabarmu?” Tanya unniku.

“Buruk…” Jawabku singkat.

“Wae?” Wajah unniku berubah cemas mendengar jawabanku.

“Ji Yeon!!! Hyomin!!! Ayo sarapan dulu…” Belum sempat aku menjawab pertanyaan unniku, omma sudah memanggil dari bawah.

“Unni, nanti aku ceritakan. Sekarang turun dulu. Kalau gak, omma bakal marah-marah trus makanannya dihabisin appa…”

“Hahaha… Kamu ini ada-ada aja Ji Yeonnie…”

“Hahaha… Aku serius unni. Soalnya aku pernah gitu. Aku kan…”

“JIYEON!!! HYOMIN!!! AYO CEPAT TURUN!!!” Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku omma udah teriak-teriak dibawah.

“Tuh kan unni. Kajja unni, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti…” Kataku lagi.

“Hahaha… Ne, kajja…” Kata unniku lagi. Kami berdua akhirnya turun kebawah untuk sarapan.

“Kau pulang?” Tiba-tiba appa bertanya pada unniku saat kami sudah sampai di meja makan.

“Ne appa…” Jawab unniku singkat. Unniku, Hyomin unni memang tidak memiliki hubungan yang baik dengan appa dan ommaku terutama appa. Itu sebabnya dia memilih untuk tinggal sendiri. Sepertinya unniku tidak tahan karena appa dan omma terlalu memaksakan kemauan mereka pada Hyomin Unni. Yah, seperti aku sekarang ini. Pengen ikut unniku untuk tinggal sama-sama. Tapi, aku masih gak tega ninggalin appa dan omma.

Ting… Tong…
Belum sempat kami makan, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Hmmm… Yang biasa datang pagi-pagi seperti ini…

“Jamkanman, omma buka pintu dulu.” Lalu ommaku berdiri untuk membuka pintu.

“Ahhh… Yo Seob-ah…” Terdengar suara omma dari depan. Aku cuma bisa menepuk jidatku.

“Yo Seob? Apa dia…” Tanya Hyomin Unni tapi gak ada satupun yang jawab pertanyaan Hyomin Unni.

“Ayo ikut sarapan…” Kata omma lagi

“Annyeonghaseyo Noona, Ahjussi dan… Ji Yeon” Katanya. Hhh, didepan keluargaku saja dia bisa bersikap seperti ini.

“Annyeong…” Jawab appa dan unniku sedangkan aku cuma diam.

“Ji Yeon!” Kata omma tapi aku tetap diam. “Emmm, ayo, makan Yo Seob…” Kata omma lagi.

“Ah, ne ahjumma…” Lalu dia duduk disebelahku.

“Yang Yo Seob, kau harus ingat, aku belum melupakan kejadian kemarin jadi jangan berpura-pura tidak pernah terjadi sesuatu.” Kataku tiba-tiba.

“Mwo?” Katanya yang memang PURA-PURA TIDAK TAU…

“JI YEON!!!” Teriak appa.

“Teuk, sabar dulu…” Kata omma lagi. “Ji Yeon, gak seharusnya kamu bicara begitu…” Kata omma lagi.

“Terus aja… Terus aja bela dia…” Kataku lalu membanting sumpitku dan langsung masuk kamar.

Hyomin POV

Jujur aku bingung sekali dengan semua yang terjadi. Appa dan omma masih menginginkan Ji Yeon bersama denga n Yo Seob?

Aku langsung menyusul Ji Yeon naik ke kamarnya. Aku mengetuk pintu kamarnya, tapi yang bisa aku dapatkan hanya suara tangisan Ji Yeon. Aku mengerti sekali perasaan dongsaengku ini.

Aku kembali keruang makan dan mendapati mereka makan seperti tidak terjadi apa-apa.

“APPA!!! OMMA!!!” Teriakku. Emosiku sekarang meledak. Aku tidak tahan lagi, aku gak mau apa yang kualami terjadi lagi dengan dongsaengku. “APA KALIAN TAU BAGAIMANA PERASAAN JI YEON? CUKUP AKU YANG MENGALAMI SEMUA ITU, JANGAN JI YEON!!”

“HYOMIN!!! KAMU GAK NGERTI APA YANG TERJADI…” Kata appa lagi.

“Gak ngerti? Appa lupa kalau ini pernah terjadi denganku? Appa tau rasanya gimana?”

“Hyomin, kau tenang dulu…”

“Aku gak bisa tenang omma kalau liat dongsaengku sampai seperti itu.”

“Unni!!” Aku menoleh keasal suara. Ji Yeon…

“Ji Yeonnie?!!”

“Sudah unni… Jangan marah lagi sama appa dan omma…” Katanya lalu aku terdiam. Aku menghampirinya.

“Ji Yeon, kau istirahat dulu ya…” Kataku sambil tersenyum.

“Unni, tapi jangan…”

“Tenang saja, unni akan menemanimu.” Kataku lalu mengajaknya masuk ke kamar.

“Unni… Kenapa appa dan omma gak pernah mengerti? Kenapa mereka selalu lebih percaya dengan Yo Seob daripada aku?” Setelah berkata seperti itu Ji Yeon menangis lagi.

“Ji Yeonnie, uljima…” Kataku sambil memeluk Ji Yeon. “Unni yakin, suatu saat nanti appa dan omma bisa mengerti… Uljima…” Kataku menenangkannya…

oOo

Yo Seob POV

Aku sudah melaju dengan mobilku. Apa aku keterlaluan? Aku jahat sekali dengan Ji Yeon ya… Ahh, mikir apa aku… Ahhh… Andwe..

Beautiful my girl~
Tiba-tiba handphoneku berbunyi dan setelah melihat nama yang ada dilayar handphoneku, aku tersenyum. Soo Hyun.

“Yoboseyo jagi…” Kataku mengangkat telpon dari Soo Hyun, pacarku…*telpon… aneh gak?* Aku sangat sayang dengan pacarku ini. Ini salah satu alasan aku menolak perjodohan ini. Menolak untuk mengajak Ji Yeon jalan. Dan menolak untuk sekedar mengenal Ji Yeon. Aku juga gak tau kenapa, biarpun sebenarnya pengen mengenalnya.

“Ah, ne… Tunggu yaa jagi…” Kataku lagi lalu memutuskan telpon.

Ji Yeon POV

Aku turun ke dapur untuk mencari makanan. Ahhh, lapar sekali. Karena kejadian tadi pagi, aku tidak jadi sarapan.

Mwo?!! Tidak ada makanan sama sekali? Huft… Lapar.

“Ji Yeonnie? Ahhh, unni kira kamu tadi hilang.”

“Hehehe… Mian unni, aku lapar makanya aku turun tapi ternyata disini gak ada makanan…” Kataku. Memag, saat aku turun tadi, unniku lagi ke toilet.

“Hahaha… Kalau gitu, ayo kita makan diluar.”

“Yeee… Ayo unni… Kajja…” Kataku bersemangat

“Tidak jadi…” Dan aku kaget waktu mendengar unniku membataljan acara ‘makan di luar’ kami.

“Hah? Wae geurae unni?” Kataku sambil menekuk wajahku.

“Tidak jadi karena kau belum mandi… Ayo cepat mandi…” Kata unniku lagi.

“Ahhh… Aku lupa. Ne unni…” Kataku lalu tersenyum dan cepat naik ke atas untuk mendi.

“Hahaha… Dasar Ji Yeon…”

oOo

Author skip yaa…

oOo

“Kajja unni…” Kataku lagi waktu aku sudah siap…

“Okeee… Kajja…”

Waktu membuka pintu, aku kaget saat menemukan Si Yoon Oppa ada didepan pintu sambil bersiap memencet bel.

“Si Yoon Oppa…” Kataku.

“Hah? Kau hebat Ji Yeonnie… Aku belum memencet bel tapi kau sudah membuka pintu…”

“Oppa, aku buka pintu karena aku mau jalan sama Hyomin Unni. Oppa mau ikut?”

“Hyomin?” Katanya bingung…

“YA!!! Si Yoon Oppa, apa kau tidak sadar aku ada disini?’

“Ahhh… Hyomin, mianhae… Aku tidak melihatmu… Hahaha…” Kata Si Yoon Oppa setelah menyadari keberadaan Hyomin Unni. Hahaha… Beginilah kami kalau sudah bertemu. Aku, Hyomin Unni, dan Si Yoon Oppa memang sudah dekat dari kecil.

“Huhh…”

“Mianhae Hyomin-ah…” Kata Si Yoon Oppa lagi.

“Ayolahhh… Kenapa unni dan oppa baru bertemu sudah berantem. Ayo kita jalan sama-sama. Kajja…” Kataku lalu menarik Hyomin Unni dan Si Yoon Oppa.

“Y…YA!!! Ji Yeonnie, jamkanman…” Kata mereka berdua…

Hyomin POV

Ji Yeonnie, kau memang gadis yang ceria. Sebesar apapun masalahmu, kamu bisa menghadapinya dengan senyummu yang bisa membuat semua orang juga ikut bahagia bersamamu itu.

To Be Continued

___________________________________________________________

GJ yaa crtany reader? Mian yaa…

Tapi bagaimanapun tinggalkan jejak yaa… comment…
author bkl lanjutin klo bnyk yg respon… Hehehe

Gomawo, Annyeong… 🙂

Iklan