Sebelumnya ff ini udah pernah diposting sih, tapi karena ternyata postinganku terpotong, jadi kuulang lagi.. Kali ini udah lengkap..

————————————————————————————–

“Jadi anak-anak, kalian sebaiknya menyiapkan lagu ini dengan sebaik-baiknya.. Ingat ini nilai akhir kalian..” Songsaengnim baru saja memberi kalimat kematian padaku.

Dari mana aku harus mencuri lagu???!!!!

Setelah songsaengnim keluar dari kelas Soohwa mendatangiku. “Eun-ahh.. Ottokhe?” katanya lesu.

“Mollayoo.. Dasar songsaengnim tidak berperasaan! Masa menyuruh kita membuat lagu?!” gerutuku.

“Waktunya hanya 1 minggu Eun-ah.. Ottokhee?”

Aku harus mencari cara supaya nilai kesenianku selamat. Buat lagu?! Darimana pula bisa kudapatkan ilham secepat itu? Memangnya bisa ada ide turun dari langit begitu saja?!

Argghhhh.. Aku mengacak-acak rambutku.. Aku memang paling tidak bisa indraku tumpul dalam hal seperti ini. Lebih baik diberi 100 nomor soal kimia daripada membuat sebuah lagu!

“Soo-ahh.. Kau cantik dehh..” rayuku.

“Andwe! Aku juga tidak bisa buat!” huuhh.. dia sudah tahu maksudku. Padahal aku mau minta tolong dibuatkan lagu juga.

Bagaimana ini? Bisa-bisa seorang Song Eunrim tidak akan lulus ujian akhir hanya karena mata pelajaran kesenian. Si babo itu pasti menertawaiku!

Ehh.. tunggu dulu.. Ahhh.. Kenapa tidak terpikir dari tadi.. PENYELAMATKU!

“Soohwa.. Aku tau siapa yang bisa membantu kita!” seruku bersemangat.

“Cincayo?? Nugu??” aku menyuruhnya mendekat. “Oppadeul..” bisikku.

“WHOAAAAA!! KAU PINTAR EUN-AHHHH!!!” dia langsung berteriak dan memelukku.

“Sekarang bagaimana caranya supaya mereka mau membantu kita.. hmm, kita berbicara di tempat lain saja yaa..” Aku memang agak risih membicarakan oppadeul di dekat teman-teman kelasku. Bahaya kalau mereka sampai tau.

“Ke kafe dekat sini aja..”

“He eh.. Boleh juga..” kami lalu menuju ke kafe.

Setelah memesan, kami melanjutkan pembicaraan yang tadi.

“Jadi bagaimana Eun-ah? Setauku Yesung oppa tidak bisa membuat lagu..”

“Hmm.. sama.. Kyu juga tidak bisa..”

“Kalau minta bantuan oppadeul yang lain bagaimana?”

“Bisa juga.. Teuki oppa atau Donghae oppa pintar membuat lagu..”

“Kita minta tolong mereka saja? Aku tidak mau sampai gagal hanya karena kesenian Eun-ahhh..”

“Hmm.. sebaiknya kita coba saja.. Mereka kan baik.. Kita belikan saja makanan supaya mereka mau..”

“Berarti kita mau ke dorm oppadeul lagi ya? Aku akan bertemu anakkuuu..”

“Dasar.. Ingat tujuan utama kita.. Lagipulaa Soo-ah, kalian selalu berpacaran bersama kura-kura itu?”

“Tentu saja! Masa anak kami harus ditinggal? Kau sendiri? Bukannya Kyu oppa selalu membawa PSPnya?”

“Tapi dia akan berhenti bermain kalau kuminta..”

“Hahaha.. cara berpacaran kita berbeda-beda Eun-ah..”

“Iya sihh.. hehe.. Ehh.. tepati janjimu.. Hari ini kau yang traktir ya?”

“Ahh.. bangkrut aku punya teman sepertimu..”

“Hahaha.. siapa suruh memintaku untuk menjodohkanmu..” kami tertawa bersama-sama.

Drtt.. Drtt.. HP Soohwa bergetar.

“Yoboseyo? Oppaaa.. Bogoshippo.. Aku sedang bersama Eunrim.. Menjemputku? Tentu saja..” aku menunjuk-nunjuk diriku sendiri. Bukannya tadi kita mau pergi bersama? “Ahh.. Mian.. Aku berubah pikiran.. Boleh kita bertemu di dormmu saja? Nee.. tentu saja bersama Eunrim.. Tidak usah.. Kami bisa pergi sendiri.. Nee.. Nee..”

“Padahal dia berniat menjemputku tadi..” cicitnya.

“Kau tega membiarkanku jadi obat nyamuk? Andwee.. Lebih baik kita pergi berdua.. Kajja..” aku menariknya.

Sebelum kami ke sana, kami singgah untuk membeli makanan terlebih dahulu. Menawarkan ‘imbalan’ buat para oppadeul.

Sesampainya di lantai tujuan kami..

Ting.. Kami keluar dari lift..

“Eun-ahh.. Oppadeul baru membersihkan dorm ya? Kok tidak ada coretan di temboknya?” Soohwa melongo, begitu juga denganku.

“Entahlah.. Ini benar-benar lantai 12 kan?” aku kembali ke lift untuk memastikan.

Lantai 21?!

“Eun-ahh.. Hahaha.. Kau memencet lantai 21? Hahaha..” Soohwa tidak berhenti menertawaiku.

“Aku tadi memencet lantai 12!” aku mencoba membela diri.

“Tapi kenyataannya kita ada di lantai 21.. Hahaha..”

Kami kembali ke dalam lift lagi. “Lain kali aku tidak mau lagi memencet tombolnya!” Kupencet angka 11.

“Makanya diotakmu itu jangan cuma ada angka 11 saja.. Hahaha..”

“Yakk.. Tertawalah sepuasmu.. Tapi awas kalau kau cerita ke orang lain..”

“Hahaha.. Kau lucu sekali.. Hahaha..” Begitu lift sampai di tujuannya, aku memelototinya.

“Nee.. Aku tidak akan cerita..” Dia berjanji.

Kali ini kami tidak salah lantai lagi. Temboknya sudah penuh dengan hasil karya terbaik ELF.

“Huuh.. Sejak kejadian itu, mereka belum merekam sidik jariku.. Aku malas kalau harus mengetuk pintu..” gerutuku.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif… “Tuh kan.. Mana HPnya tidak aktif lagi..”

Tok.. tokk.. Kau beruntung suasana hatiku sedang bagus Kyu.

“Password?” seseorang bertanya dari intercom.

“Eunhyuk oppa.. Kau tau siapa yang di depan pintu..” aku berusaha menekankan setiap kataku.

“Tetap sama.. Password?” dia mengulang pertanyaan yang sama lagi.

“YAA OPPA! KALAU TIDAK KAU BUKA KUDOBRAK PINTUNYA!” teriakku. Aku sudah mencoba bersabar tadi.

Dia langsung membukanya.

“Kalau butuh kacamata super tebal untuk mengenaliku oppa? Kusarankan pecahkan saja botol sojumu, lalu ambil bagian bawahnya.. Lensa murah meriah kan?” sindirku.

“Aku kan cuma bercanda Eunrim.. Lagipula mana mungkin seorang Eunhyuk memakai benda seperti itu?”

“Coba saja.. Tidak ada salahnya kan.. Siapa tau jadi tren baru..” kemudian kutambahkan “Tren orang gila..” Hahaha.. Siapa suruh mencoba mempermainkanku.

“Soohwa.. Aku ke kamar Kyu dulu ya.. Yesung oppa mana?”

“Di kamarnya mungkin.. Aku tunggu di sini saja..” ckckck.. Pasangan baru.. Masih malu-malu.. Kalau aku sih langsung nyelonong aja masuk kamar Kyu.

“Kyuuu.. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” Aku langsung menutup pintu lagi. Ternyata dia sedang ganti baju! ><

“Wae? Wae?” Ryeowook dan Yesung oppa keluar dari kamarnya.

“Aniii..” aku malu mengatakan apa yang baru saja kulihat.

“Oppa.. Annyeong” Soohwa menyapa pujaan hatinya.

“Soo-ahhh.. Bogoshippo..” halah.. kalian seperti sudah tidak bertemu 1 tahun aja.

Ada yang mengacak-acak rambutku.. Beraninyaa..

“Lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu..” ahh.. ternyata Kyu.

“Kau sendiri salah, kenapa tidak kunci pintunya?!”

“Yang punya kamar siapa?!” kami mulai berdebat lagi.

“Berhentilah berdebat untuk sehari saja.. Kalian kalau bertemu selaluuu berdebat.” Ryeowook oppa menegur kami.

“Kau yang mulai..” aku menjulurkan lidahku ke Kyu.

Dia membalasku. Kalau dalam hal seperti ini kami memang tidak ada yang mau kalah.

“Ahh.. Sudahlah.. Kita seperti anak kecil saja..” dia mengajakku duduk.

“Hyung, minum..” Bukannya kau yang seperti anak kecil? Tidak sopan lagi.

“Nee..” dan Ryeowook oppa juga sama bodohnya karena mau diperintah sama babo ini.

Dia tiba-tiba menyandarkan kepalanya pada bahuku.

“Kita sudah lama tidak bertemu.. Aku kangen..” Sejak kapan Kyu jadi romantis begini?

Aku lalu melihat ke arah Yesung oppa dan Soohwa. Ternyata mereka juga lagi bermesraan. Pantasan saja Kyu juga ikut bermanja-manja.. Ternyata dia juga tidak mau kalah..

“Eheemm.. Sebenarnya aku punya maksud datang ke sini..” Aku tidak boleh melupakan tiket hidup matiku.

“Boe? Katakan saja..” Dia memain-mainkan rambutku.

“Buatkan aku lagu yaaa..” pintaku.

“Hmm.. Lagu? Buat apa?”

“Tugas akhir sekolah.. Ya? Ya?”

“Aku tidak pintar membuat lagu..”

“Kalau begitu temani aku ke Teuki oppa ya?”

Dia berpikir sebentar.

“Andwee! Kenapa harus minta tolong Teuki hyung?”

“Bukannya dia pintar membuat lagu? Atau kalau tidak Donghae oppa saja..”

“Shirou! Kau kan punya aku..”

“Tapi kau ini tidak pintar buat lagu kan Cho Kyuhyun babo? Bagaimana dengan tugas sekolahku?!”

“kenapa juga kau minta tolong pada kami?”

“Karena kalian ini Super Junior babo! Buat apa aku punya seorang pacar sepertimu kalau kau juga tidak ada gunanya..”

Haaahh.. kami mulai bertengkar lagi..

“Cukup! Berhentilah bertengkar.. Kalian akan merusak dorm lagi!” Ryeowook oppa langsung berusaha melindungi peralatan makannya.. Eunhyuk oppa juga langsung menuju ke arah TV dan memeluknya.

“Nanti aku harus mengeluarkan uang lagi kalau kalian merusak TV ini..”

“Halah oppadeul.. aku membawa misi perdamaian di sini.. Namja ini saja yang sangat menjengkelkan!”

“Ohh.. aku menjengkelkan ya? Okee..” Dia lalu berusaha menggelitikiku..

“Hahaha.. Ayolah Kyuuu.. Hahaha.. Ini tugas pentingku.. Hahaha..” dia masih saja menggelitikiku.

“Baiklah.. Tapi aku harus ikut denganmu..”

“Memangnya aku mau selingkuh dengan Donghae oppa? Aku kan cuma mau meminta tolong..”

“Andwee! Dia masih single.. nanti dia menggodamu..” ternyata dia cemburu.. Siapa suruh tidak bisa membuat lagu.

“Aku tidak akan selingkuh Cho Kyuhyun.. I promise..” janjiku.

“Kajja.. Lebih cepat lebih baik..” aku berdiri. “Soo-ah kau tidak ikut?” aku berbalik ke arahnya.

“Anii.. katanya Yesung oppa mau mencoba membuatkan lagu untukku..”

Ohh.. baiklah kalau begitu..

Aku dan Kyu menuju ke lift.. Dan begitu masuk, dia langsung menekan angka 21! Kenapa bisa sama denganku tadi?

“Hahaha.. Kyuu.. Kau ini pemenang olimpiade matematika kan?”

“Tentu sajaa..” Jawabnya bangga.

“Tapi kenapa kau tidak bisa membedakan angka 12 dan 21? Hahaha.. Babo..”

Dia langsung melihat ke arah tombolnya. “Ahhh.. Kenapa aku bisa salah lagi?? Aishh.. pantasan sampainya lama..”

Aku masih terus menertawainya. Bukan karena kesalahannya, tapi karena tadi aku juga salah lantai.

“Ahh.. Eun-ah, kau membuatku maluu..” Mukanya memerah.

Ting.. Akhirnya tujuan kami yang semula hanya naik 1 lantai akhirnya harus naik-turun 19 lantai..

“Teuki hyung.. Donghae hyung..” Kyu memanggil mereka.

“Wae Kyu?” Teuki oppa muncul.

“Annyeong oppa.. Aku mau minta sedikit bantuan boleh?”

“Bantuan apa?”

“Buatkan aku sebuah lagu.. Please oppa.. Ini untuk tugas akhirku..”

“Hmm.. Gratis begitu?” dia tersenyum jail.

“Huh.. Oppa.. Kenapa kau jadi seperti Eunhyuk oppa?” tanyaku cemberut.

“Hahaha.. Oppa cuma bercanda.. Tentu saja akan kubantu..”

Dia lalu ke kamarnya dan kembali dengan membawa kertas not dan pensil.

“Jujur oppa.. Aku buta not..”

“Kupikir kau mau bilang ‘aku buta huruf’.. adawwwwwww..” Aku menjitak Kyu.

“Ahh.. Keurae? Hmm.. Kalau begitu minta saja Kyu yang mengajarkanmu..”

“Dia? Dia? Memangnya kau bisa Kyu?”

“Tentu saja.. Kalau tidak selama ini bagaimana aku bisa menyanyi? Sebenarnya siapa yang babo sih, aku atau kau??” dia tersenyum jail.

Kemudian setelah berjam-jam, kami hanya menghasilkan beberapa lirik saja..

“Mian Eunrim.. Oppa lagi tidak ada ide sekarang.. Memangnya tugasmu ini kapan dikumpulnya?” Teuki oppa bertanya.

“Sekitar 1-2 hari lagi..”

“Kalau begitu bagaimana kalau nanti saja baru kau ambil? Oppa cari ide dulu..”

“Cinca oppa? Apa ini tidak merepotkan?”

“Anii.. Kau sudah kuanggap dongsaengku.. Jangan sungkan..” kami berdua tersenyum.

Beberapa hari kemudian..

DASAR CHO KYUHYUN BABO! Dia memberikanku teks lagu yang salah! Ini sih teks lagu yang akan dia nyanyikan bersama S.M. The Ballad.. Ottokhe? Mana jam pelajaran kesenian sebentar lagi.. Hwee.. Salahku juga sih tidak mengecek dulu..

“Kau berhasil membuat lagu Eun-ah?” Soohwa mendatangiku.

Aku hanya memperlihatkan kertas notku.

“Miss You? Bukannya ini lagu S.M. The Ballad ya?”

Aku mengangguk pelan.. “Si babo itu salah memberiku kertas.. dan sekarang aku tidak tahu bagaimana nasibku.. Huhu.. Ehh.. Kau sendiri buat apa Soo-ah?”

“Ahh.. Ini lagu yang kubuat bersama Yesung oppa.. Judulnya ‘Turtle Love’..”

Aku membaca liriknya. “Khas kalian yaa..”

“ehehehe..” Drtt.. Drtt.. Tiba-tiba HPku bergetar.. Siapa yang berani menelponku saat jam sekolah?! Untung lagi tidak ada guru..

My babo~ calling..

“Yoboseyo? Wae? Hah? Cinca? Whoaaa..” aku langsung berlari ke gerbang sekolah. Dia mengantarkan teks laguku..

“Inii.. Mian aku kemarin salah kasi.. Ini teksnya.. Kau bisa baca not kan sekarang?” Dia datang dengan penyamaran yang sempurna. Topi, kacamata, syal, dan jaket.

“Nee.. Thanks to you I get it..” aku tersenyum. Dia memang sudah berbaik hati mengajariku yang buta not ini.

Berhubung pelajaran kesenian sebentar lagi (dan aku juga belum latihan lagunya) jadi aku tidak bisa berlama-lama dengannya.. Lagipula, sekolah adalah tempat bertemu yang paling berbahaya.. Siapa sih anak sekolahan yang tidak tahu Super Junior? Bisa-bisa hubungan kami ketahuan.

“Otte? Oppa mengantarkannya?” aku mengangguk pada Soohwa.

Aku lalu membuka amplop itu. Mudah-mudahan lagu karangan Teuki oppa gampang.. Aku memang belum sempat melihat teksnya..

“Aku juga mau lihatt..” Soohwa melirik di sampingku.
Judulnya.. EVIL QUEEN?
Oppaaaaaaa! Drtt.. Drtt.. HPKu bergetar lagi..
From : Teuki oppa
Eunrim.. Mudah-mudahan kau suka dengan lagunya.. Itu hasil karya Super Junior.. Kami berusaha membuatkan sesuatu untukmu secara bersama-sama.. Yang beri judul Kyu lohh..
“Hahaha.. Judulnya.. Hahaha.. Pantasan saja Yesung oppa bilang aku pasti tertawa melihat lagumu..” Soohwa terus menertawaiku.
Oppadeulllllll!!!