Me, Ji Yong, and yesung

Death game

Welcome to Death Game world!!!!

New cast: – Lupin Sungsaenim

Hye Soo POV

PLAK!!! Sebuah tamparan dari Jung Anh, eonnie ku, mendarat dengan keras di pipi ku saat aku sampai di rumah kakek. Aku hanya diam. Ku biarkan wajah ku menatap ke samping karena tamparan keras itu.

“Kau tahu? Kakek berkali-kali menanyakan keberadaan mu, kabar mu, dan dia menginginkan mu! Setiap kali dia menelpon mu, kau tak pernah menggubrisnya! Sekarang apa? Huh?! Sekarang kau puas? Kau puas?” Jung Anh eonnie memarahi ku. Kata-katanya membuat ku menyesal. Setetes air mata mengalir di pipi ku. “Kau menangis? Kau baru menangis sekarang? Kau baru berikan air mata mu padanya setelah dia tak ada? Hebat sekali kau?” kata Jung eonnie. Aku tersungkur di lantai. Kakek… miane… miane…”Sekarang mau mu apa?” Jung eonnie mengangkat wajah ku. Sepertinya dia benar-benar marah.

Hujan sangat deras menerjang tubuh ku yang penuh dosa ini. Ku pandangi makam kakek. Air mata ku menetes secara perlahan-lahan. bodohnya aku. Bisa-bisanya aku baru menyadari kesalahan ku sekarang.

“Hye Soo???” seorang namja menutupi ku dari hujan dengan payung. Aku mengankat wajah ku. “Ji Yong?” tak ku sangka Ji yong ada disini. “Kau sedang apa?” tanya ku. “Tak apa. Hanya sekedar lewat saja. Sudah cukup menangisnya?” dia menjulurkan tangannya. Ku sambut uluran tangannya. “Kau tak ingin pulang?” tanya Ji Yong. “Ya… Eonnie ku tak mau menerima ku. Lebih baik aku kembali ke Seoul” kata ku.

Normal POV

Hye Soo sedang merasa bosan di kelasnya. Sampai sekarang dia belum menemukan pasangannya. Ditambah lagi kakeknya tak ada. Ini akan lebih menylitkannya.

“Hye Soo?” Hye Soo tersentak. Rupanya Yesung. “Yesung?” Hye Soo. “Kau dicari Lupin Sungsaenim. Kau kenal dia?” kata Yesung. “Lupin sungsaenim? Guru dance kan? Untuk apa dia mencari ku? Aku bukan muridnya” kata Hye Soo. “Ayo!” Yesung menarik Hye Soo.

Hye Soo POV

Aku menemui Lupin Sungsaenim di dance room. Entah apa maunya. “Lupin sungsaenim?” tanya ku sambil membuka pintu. “Ah, Hye Soo. Ada yang ingin ku bicarakan dengan mu. Yesung, kau juga” kata Lupin sungsaenim. “Ah…” kami langsung duduk. “Begini. AKu dengar… kalian pintar dance” kata Lupin sungsaenim. Akhirnya bakat tersembunyi ku diketahui… “Ah… Ada apa?” tanya Yesung. “Kalian harus melakukan couple dance” kata Lupin sungsaenim. “Huh?” kata kami bersama. Kami pun nurut saja.

 

“Wow…. Bagus! Hebat! hebat!” puji Lupin Sungsaenim saat melihat dance couple ku dengan Yesung. “Wow… Hebat! Yesung, stamina mu kurang. Hye Soo, you’re my dancing angel!” puji Lupin Sungsaenim. Aku hanya tersenyum. “Yesung. Kau… boleh keluar sekarang” kata Lupin sungsaenim. Yesung keluar dengan perasaan marah.

 

“Hye Soo, duduk lah dulu” kata Lupin Sungsaenim. Aku langsung duduk. “Ada apa?” tanya ku. “begini. Ku dengar kau adalah peserta Death Game ya? Kau sudah temukan pasangan mu?” tanya Lupin sungsaenim. “Ah… belum…” kata ku agak malu. “Belum? Lalu… couple dance mu tadi siapa? Oh… Kalian adalah couple dancer dan couple player…” kata Lupin sungsaenim. “Mwo? maksud sungsaenim… yesung?” aku tersentak. “Ne… Kau tak tahu? Nanti kau urus dia. Tapi sekarang, ada yang lebih penting” kata Lupin sungsaenim. “Mwo?” tanya ku. “Begini. Dance mu sangat bagus, kau mau ikut team ku?” tawar Lupin sungsaenim. “Mwo? Ah… Ne… Baiklah…” aku menerimanya. “Baiklah. Aku pergi dulu. kau bis berlatih kapan saja kau mau” Lupin sungsaenim meninggalkan ku.

 

Langsung saja. kunyalakan CD player. Langsung saja aku mempraktekan beberapa gerakan. Tiba-tiba… “Hye Soo?” aku menghentikan semua karena suara itu. Ohh… Yesung. “Kau mengganggu. Ada apa?” tanya ku. “Kau.. pasangan ku?” katanya tiba-tiba. “Ne… Aku pun bingung kenapa. Sudahlah, pergi!” usir ku. “Tidak mau. Aku mau latihan. Aku sudah masuk team lupin” katanya. ‘Oh… Ya, sudah.”

 

 

 

Iklan