Penulis : Weny Fahrenciti

Pemain :

Fahrenheit

Via

Naomi

Kezia

Nia

Aku, kezia, nia dan naomi sudah bersahabat sejak kecil. Kami memang berasal dari keluarga yang sederhana tapi kami tidaklah memperdulikan permasalahan itu.Sekarang kami kuliah Di universitas “Asia University “ Taiwan. Kami tidaklah mempunyai uang yg cukup banyak untuk kuliah, Kami mendapatkan beasiswa. Oleh karena itu kami pun harus bekerja untuk membiayai kuliah dan kehidupan kami. Hampir 2 Jam kami berkeliling mencari pekerjaan namun tidak ada satu pun yang kami dapatkan.

Biarpun kami mendapatkan kesempatan untuk kuliah di sana tapi kehidupan kami sangatlah berbanding terbalik dengan apa yg kami inginkan selama ini. Kami mempunyai permasalahan keluarga masing2, aku yang mempunyai orang tua tiri karena orang tua ku sudah lama sekali meninggal. Naomi yang harus mengurusi bapaknya yang lumpuh dan ibu tirinya.. Kezia dan ibunya harus menerima semua perlakuan ayahnya yang suka mabuk2an. Sedangkan nia harus sabar karena dia hidup sebatang kara.

“Gimana sudah dapat pekerjaannya ?” Tanya Naomi.

“ Belom dapat nih ?” Ucap Naomi.

“ Duh, kita harus cari dimana lagi..” ucapku.

“ Temen gw dapat pekerjaan ga ya untuk kita ber 4..” Ucap kezia.

Kezia mendapat telepon dari temannya. Dia bilang ada pekerjaan yang cocok untuk kami yaitu jadi assistant artis. Aku awalnya tidak suka tapi mau bagaimana lagi mau tidak mau aku menerimanya. Kami pun sampai di perusahaan HIM Internasional.

“Bagus kezia kamu sudah datang ini teman2 mu ?” Tanya seorg karyawan perusahaan itu.

“ Ya…” Ucap Kezia.

“ Wah, sangat pass sekali ada 4 orang, aku mau menyuruh kalian jadi assistant band yg jumlahnya 4 orang.” Ucap karyawan itu.

“ Iya, artis yang mana harus kami urus.” Ucap Nia.

“ Sabar2, kalian mau jadi assistant mereka untuk sementara jika kalian suka kalian akan memperoleh kerja dengan mereka selama 3 tahun.”

“ Tentu saja kami sanggup…” Ucap naomi dengan tidak sabaran.

“ Ok, sekarang kalian dalam masa percobaan dulu selama 3 bulan, ok ?”

“ Ok…” Ucap kami serempak.

Setelah selesai menandatangani kontrak selama 3 bulan itu, kami pun diajak untuk menemui artis yang harus kami urus. Gajinya kira2 dalam rupiah sekitar 5 Juta / minggu. Ya walaupun sedikit yang penting kami bisa mencari uang untuk membiayai kehidupan kami. Akhirnya kami pun sampai di depan ruangan artis yang akan kami urus selama 2 minggu. Setelah kami mengobrol dengan manajer artis tersebut kami pun di pertemukan dengan artis nya.

“ Ini dia artis yang akan kalian urus.” Ucap manajer itu sambil menunjuk ke arah artisnya.

“Senang bertemu dengan kalian.” Ucap kami serempak sambil menundukkan badan kami.

“ Ini assistant baru kalian, mudah2an kalian betah dengan mereka, Via kamu dengan chun..”

“ Iya…”

“ Naomi dengan da dong, Kezia dengan yiru dan nia dengan yalun. Saya permisi dulu.” Ucap manajer itu dan langsung pergi.

Kami pun mencoba untuk memperkenalkan kami ke mereka. Namun mereka sangatlah cuek. Chun artis yang aku urus sangatlah jorok. Setelah selesai makan langsung di buang ke lantai begitu saja. Hal serupa juga terjadi pada naomi da dong artis yang dia urus sangatlah suka membuang bajunya yang penuh keringat itu ke sembarang tempat. Yalun yang diurusin oleh nia juga sama, yalun selalu saja ketus jika nia berbicara dengannya. Yiru pun begitu dia selalu saja menyuruh kezia untuk membawakan barang2nya, sedangkan dia sendiri tidak membawa apa2. Aku berpikir artis macam apa ini, berantakan sekali pantas saja banyak assistant mereka yang tidak betah kepada mereka.

“ Gila baru aja beberapa menit gw ud ga betah bgt ama mereka.” Ucapku secara bisik2 sambil mengambil makanan yg dibuang oleh chun.

“ Iya, blm lagi da dong suka bgt buang bajunya sembarangan masih mending baju bagus ini malah bajunya penuh keringat mana bau lagi. “ Ucap naomi sambil memegang baju da dong dengan jempol dan telunjuknya saja.

“ Gw juga ga betah lama2 disini, yang ada bisa gila gw.” Ucap nia.

“ Eh, kamu sini.” Ucap da dong sambil menunjuk ke arah naomi

“ Bisa, ga sih panggil nama gw. Bukannya panggil eh lo kira gw anjing apa.” Ucap naomi dengan marah2.

“ Suka2 gw mau panggil lo apa, Lagian nama lo ga penting buat kami ber 4.”

“ Sekarang apa mau lo ?” Tanya kezia.

“ Sekarang kalian semuanya bawa barang2 kami ini ke mobil, dan kami mau siap2 krn acara sebentar lagi akan di mulai.” Ucap yalun.

Mereka ber 4 pun melemparkan kunci mobil mereka kepada kami. Dan mereka mulai bersiap2 untuk memulai sebuah acara.

“ Kalo lo bukan majikan gw ud gw lempar balik ini kunci.” Ucapku.

“ Gila, ya mereka.Gimana kalo kita kerjain balik mereka ??” Ucap kezia.

“ Gimana caranya ?” Tanya nia.

Setelah kami menaruh barang2 mereka ke mobil kami pun balik lagi ke studio. Di studio mereka ber 4 seakan2 seperti malaikat yang sangat baik. 10 Menit lagi mereka akan segera selesai acara itu.

“ Gila ya mereka tadi aja seperti orang kesurupan, panggil org sembarangan. Emang kita ini assistant mereka tapi ga usah digituin.” Ucap nia dengan marah2.

“ Ayo kita lakuin rencana kita.” Ucapku.

“ Ayo “ Ucap 3 sahabatku.

Di ruang Fahrenheit kami pun mencoba untuk mengerjain mereka dengan cara kami menukarkan baju yang akan mereka pakai nantinya. Kami menukarkan baju chun dengan yalun dan yiru dengan da dong. Saat mereka balik, mereka mulai ganti baju di depan kami dan melemparkan baju ke arah kami.

“Ganti baju jangan di depan kami kenapa ?” Ucap nia.

“ Siapa suruh kalian ada disini bukannya keluar.” Ucap yalun.

“ Dasar gila.” Ucap kezia dan kami pun keluar dari ruangan itu.

Di dalam Fahrenheit hanya tersenyum. Mereka tidak sadar kalo baju mereka telah kami tukar. Kami yang berada di luar ruangan mulai menghitung 5…4…3…2…1… Fahrenheit mulai berteriak memanggil kami. Kami langsung tertawa terbahak2 dan langsung masuk ketika kami masuk kami hanya menahan tawaan kami dan mereka ber 4 mulai mengoceh2.

“ Kenapa ?” Tanya Naomi.

“ Baju gw kenapa jadi sempit banget ?” Ucap chun sambil mencoba untuk menarik bajunya supaya longgar.

“ Kenapa baju gw kegedean ga enak bgt ?” Ucap yalun sambil mencoba untuk melihat apakah itu baju milik dia atau bukan.

“ Ini pasti ulah kalian ya, baju kami jadi tertukar semua.” Ucap yiru dengan muka yang mulai marah.

Kami hanya tersenyum dan tanpa kami sadari kami pun tertawa karena melihat mereka. Badan da dong dan chun yang besar memakai baju yang sempit seperti memakai baju perempuan. Sedangkan yalun dan yiru seperti anak kecil memakai baju yang sangat besar. Kami tidak hanya menukarkan baju mereka tetapi sepatu mereka. Mereka pun mulai menunjukkan kekesalan mereka kepada kami.

“ Owh, bagus banget ya kalian, jadi kalian mau main2 dengan kami.” Ucap da dong sambil melepaskan baju nya dan itu diikuti oleh 3 personil lainnya.

“ Ka…. kalian mau apa ?” Tanya ku.

~ Bersambung ~

Iklan