Annyeonghaseyo chingudeul…. 😀
Lama tak berjumpa…

Mian yaa author lama gak nge-post… Hari ini author mau nge-post

Oh! Girl Chapter 4

Ok… Langsung yaa…

Happy Enjoying 🙂

___________________________________________________________

Ji Yeon POV

“Ahhh… Enak sekaliii… Gomawo unni…” Kataku sambil memakan nasi goreng kimchi yang ada didepanku.

“Ya… Habis ini kita jalan-jalan yaa… Lama sekali gak jalan-jalan.” Kata Si Yoon Oppa tiba-tiba.

“Odiga?” Tanya Hyomin Unni.

“Ayolah, ikut saja ok?” Jawab Si Yoon Oppa.

“Kemana dulu?”

“Ah kau ini…” Sementara unni dan oppaku itu berdebat, aku tetap sibuk dengan nasi goreng kimchiku sampa ponselku berbunyi.

Let me seeya LaLaLaLa Love me hey YaYaYaYa~

“Yoboseyo?” Kataku langsung mengangkat telpon tanpa melihat lagi layarnya.

“Yoboseyo, Park Ji Yeon…” Kata suara diseberang sana yang membuatku kaget. Suara itu…

“Y… Yang Yo Seob? Wae geurae?”

“Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah lebih baik?” Kenapa orang ini? Tumben sekali menanyakan kabarku.

“Ya, sudah lebih baik. Kenapa kau…” Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, dia sudah memotongnya.

“Baguslah kalau begitu. Ya sudah, aku cuma mau menanyakan itu. Annyeong…”

“A…” Bip… Telepon sudah terputus. Kenapa sih orang ini? Hhhh…

“Wae geurae Ji Yeonnie? Apa yang dia katakan?” Tanya Hyomin Unni dan Si Yoon Oppa…

“Ah, ani… Dia hanya menanyakan kabarku…” Kataku lagi lalu melanjutkan makanku. Aku tau pasti Hyomin Unni dan Si Yoon Oppa bingung. Sama seperti aku sekarang…

Yo Seob POV

“Oppa habis menelepon siapa?” Tanya gadis yang tiba-tiba sudah ada didepanku ini.

“So Hyunnie? Sejak kapan kau kembali?” Kataku kaget.

“Baru saja. Kenapa oppa?” Tanya So Hyun dengan tatapan curiga.

“Ahh… Tidak apa-apa.” Kataku mencoba meyakinkan So Hyun.

Ada apa denganku? Sejak tadi aku tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Ji Yeon. Aku merasa sangat bersalah padanya dan saat mendengar kalau keadaannya sudah lebih baik, hatiku lebih tenang, walaupun masih ada yang mengganjal.

“Oppa… Oppa…” Panggilan So Hyun menyadarkanku dari lamunanku.

“Ah, ye?”

“Oppa ini kenapa hari ini aneh sekali?”

“Ah, mianhae So Hyun-ah…”

“Sudahlah, lebih baik aku pulang saja oppa, daripada aku hanya ngomong sendiri dari tadi.” Lalu So Hyun bergegas pergi.

“So Hyun-ah… So Hyun-ah…” Aku mencoba untuk terus memanggilnya tapi dia tidak juga menghiraukan panggilanku. Aku juga tidak tau kenapa, aku tidak bisa menggerakkan kakiku. Rasanya kakiku kaku untuk digerakan dan pikiranku yang awalnya dipenuhi dengan Ji Yeon dan masalah-masalah yang terjadi tadi pagi bertambah. “Aghhhh…” Aku berteriak dan memukul meja. Aku benar-benar pusing sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Ottokhae?

Ji Yeon POV

Seperti yang dibilang Si Yoon Oppa, habis makan, kami pergi jalan-jalan dan aku kaget, ternyata Si Yoon Oppa mengajak kami ke… KEBUN BINATANG!!!

“Kajja kita turun…” Kata Si Yoon Oppa.

“Oppa… Kau serius??!!! Kita bukan anak kecil lagi…” Kataku dan Hyomin Unni kompak.

“Kalian tidak suka diajak kesini? Bukankah dulu kita sangat senang kalau diajak kesini…” Kata Si Yoon Oppa dengan wajah kecewa. Omo, andwe oppa, jangan menekuk wajahmu seperti itu…

“Oppa, bukan maksud kami…”

“Ah, gwenchana… Kalau begitu lebih baik kita pulang saja.” Aigooo… Oppa, jebal…

“Ahhh… andwe… Ayo kita masuk… Kajja…” Kata Hyomin Unni sambil mendorong Si Yoon Oppa masuk.

Setelah cukup lama jalan-jalan di kebun binatang, Si Yoon Oppa masih menekuk mukanya… Aigooo.

“Oppa… Oppa mianhae…” Kataku.

“Oppa jebal… Jangan marah…” Kata Hyomin Unni lagi.

“Aniyo… Aku tidak marah…”

“Oppa…”

“Hahahaha… Kalian gak berubah yaa…”

“MWOO??!!!” Kataku berbarengan dengan Hyomin Unni… Lagi-lagi…

“Hahaha… Mianhae…”

“HUHHH!!!”

“A… Ahh… Mianhae…”

“…”

“Ahhh…”

Aku dan Hyomin Unni ngambek sampai akhirnya Si Yoon Oppa membelikan kami es krim… Hahaha

“Gomawo oppaaa…” Kata kami berdua dengan senyum mengembang sementara Si Yoon Oppa cuma melihat Aku dan Hyomin yang makan es krim dengan enaknya sedangkan dia… Uangnya cuma cukup untuk membeli 2… Hahaha…

oOo

Malam harinya…

“Unni, jebal… Nginap di rumah beberapa hari yaa…??”

“Tapi Ji Yeonnie, kamu kan tau…”

“Unni… Jebal…” Kataku dengan wajah memelas.

“Ah… Baiklah…”

“Yeee… Unni, gomawooo…” Kataku lalu memeluk unniku satu-satu ya itu.

“Ne…” Katanya sambil tersenyum. “Si Yoon Oppa, gomawo…”

“Ne…”

“Oppa, gomawoyo…” Kataku pada Si Yoon Oppa sambil tersenyum. Jujur, sampai sekarang aku masih berharam Si Yoon Oppa yang menjadi… Emmm… Pendamping hidupku… Hahaha… Mungkin kalian tertawa mendengar apa yang kukatakan. Tapi memang seperti itu kenyataannya.

“Annyeong oppa..”

“Annyeong…” Balasnya dengan senyum eye smilenya.Setelah itu aku dan Hyomin Unni masuk kedalam rumah.

Yo Seob POV

Benar-benar hari yang melelahkan. Aku merebahkan badanku diatas tempat tidurku mengingan semua yang terjadi hari ini.

“Park Ji Yeon…” Aku menyebut nama itu dan tanpa sadar senyum mengembang diwajahku. Kenapa aku tersenyum? Setiap kali aku menyebutkan namanya, aku selalu merasa kesal. Aku… Aghh…

Aku mencoba memejamkan mataku mencoba untuk tidur dan berharap besok akan lebih baik.

oOo

Pagi harinya…

Aku turun kebawah untuk sarapan. Disana sudah ada appa dan omma.

“Yo Seob-ah, hari ini kau mau kan…”

“Ne arraseo appa. Aku akan menjemput Ji Yeon dan mengajakknya jalan-jalan…” Kataku sebelum appa menyelesaikan kalimatnya. Appa dan omma cuma bisa menatap heran.

Setelah sarapan dan mandi, aku langsung pergi menuju rumah Ji Yeon.

Ji Yeon POV

Wahhh… sudah Senin lagi dan hari ini aku harus pergi ke TK. Apa aku belum cerita? Aku bekerja sebagai guru TK. Mengajari anak-anak TK dan melihat tawa mereka membuatku bahagia.

Saat ingin berangkat, Yo Seob datang lagi ke rumahku. Mau apa lagi dia?

“Ji Yeonnie, ayo kita jalan hari ini…” Katanya padaku.

“Tidak bisa, aku harus bekerja hari ini.” Jawabku acuh.

“Ji Yeonnie, bisa kan kau ijin hari ini…” Tiba-tiba appa sudah ada di ruang tamu. Ahh… Mau apa lagi aku? Sekarang aku sudah gak bisa ngapa-ngapain.

Akhirnya aku ikut jalan dangan Yo Seob. Aku tau dia pasti akan meninggalkanku lagi di jalan.

“Tenang saja. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi kali ini.” Katanya dan mengejutkanku. Apa dia bisa membaca pikiranku?

“M… Mwo?”

“Kau mau kemana? Aku akan mengantarkanmu kesana. Park Ji Yeon, mianhae. Maafkan aku selalu membuatmu susah.” Aku makin bingung sekarang. Apa maksud namja ini?

“Emm… Yang Yo Seob, kau kenapa?”

“Bukankah sudah aku bilang, aku ingin minta maaf denganmu.” Katanya sambil tersenyum. Astaga… Itu senyum pertama yang dia berikan padaku. Selama 10 tahun aku mengenalnya, tidak pernah dia tersenyum seperti itu kepadaku. Aku tau kalau senyumnya dan… permintaan maafnya itu tulus.

To Be Continued

____________________________________________________

Gimana?
Comment yaa… Author butuh bgt comment kalian…
Don’t Be Silent Reader…

Dan mian blum bisa nge-post You Make Me CRAZY!!! dikarenakan author lagi kehabisan ide… Mianhae… Jeongmal Mianhae…*bow
Tapi author usahain secepatnya yaa…

Gomawo buat reader yang udah baca sampe sini…

Annyeong… 😀

Iklan