Dancong angel, Hye Soo

Welcome to…. game world!!!

New cast:

Kim sungsaenim

Siwon sungsaenim

Hye Soo POV

Sudah larut malam. Aku masih di apartment Yesung. Dia sudah tidur sekarang. Lebih baik aku pulang. Semoga cideranya lekas sembuh.

“Andwee…” tiba-tiba Yesung memegang tangan ku erat. Dia bermimpi. “Wae?” tanya ku berusaha mencari isi mimpinya. “Stay here with me… Hye-ah,” dia bermimpi tentang ku. “Aku harus pulang…” kata ku. “Jibe gajima, Hye-ah… Stay here and be my girlfriend..” aku terperangah. “Yesung?” kata ku. “Would you be my girlfriend? Hye-ah, Hye-ah… Jung ye Soo!!!” Yesung terbangun. Aku tertawa. “Wae?” tanya Yesung sambil melepas tangannya dari tangan ku. “Kau menyukai ku?” kata ku. Dia hanya tersipu malu. “Huh?” kata ku lagi. “Would you?” Yesung mengangkat wajahnya. “Um… kenapa tidak bila aku cinta?”

Pagi ini aku berangkat dengan Yesung, namjachingu ku! “Annyeong…” sapa ku pada Ji Yong yang sedang bersama… Chaerin? “Annyeong, Hye-ah. Sepertinya Yesung pasangan mu ya?” tanya Chaerin. “Ne… Dia juga namja ku…” jawab ku sambil merangkul Yesung.

End Hye Soo POV

Ji Yong POV

“Ne… Dia juga namja ku…”

Argh….! Hati ku hancur rasanya. Yeoja yang ku kira bisa jadi yeojachingu ku ini ternyata Yesungie yeoja. Ugh… Rasanya aku ingin mati!

“Mereka cocok ya?” tanya Chaerin tiba-tiba pada ku. “Mwo? Ah… ne…” ugh… “Bagaimana kalau nanti siang kita makan bersama? Pasti menyenangkan!” ungkap Hye Soo. “Iya. kita bisa membicarakan tentang Death Game” tanggap Chaerin. Huh? Pasti hati ku bisa hancur kalau melihat yesung dan Hye Soo bermesraan nanti. “Um… Miane, tapi aku tidak bisa… Jongmal miane…” aku langsung pergi.

 

Aku langsung ke kamar mandi. Ku basahi wajah ku. Argh… Sakit hati ini. Rasanya ingin aku mati. Tidak. Aku tak boleh mati. Masih ada Chaerin. Ya, masih ada Chaerin.

 

end Ji Yong POV

 

 

Hye Soo POV

 

Aku langsung ke dance room setelah mengantar Yesung ke kelasnya.

 

“Lupin sungsaenim…” ku buka pintu perlahan. “Ah, Hye Soo. Ayo! Kau mulai dengan freestyle saja ya? Aku pusing memikirkan gerakan untuk lima hari lagi” kata Lupin sungsaenim sambil menyalakan CD Player. “Yee…”

 

End Hye Soo POV

 

lima hari kemudian…

 

Yesung POV

 

Kaki ku sudah bisa ku gunakan untuk berjalan dengan normal. Ini hari yang ku tunggu. Hari disaat dancing angel ku menunjukan kehebatannya. Sekolah sudah ramai. Hari ini akan ada banyak anak yang tampil. Hye Soo, Chaerin ft. Ji Yong, Tae Hee akan berakting dengan Seung Hyun, dan Park Sandara akan bernyanyi bersama Dong Yong Bae. pasti ramai.

 

end Yesung POV

 

Hye Soo POV

 

Ku usap-usap tangan  ku. Jantung ku terasa berdebar-debar. “Hye Soo-ieyo?” seorang yeoja menyentuh pundak ku. “Ne. wae? Bukankah kau.. Kim Tae Hee dan kau… Choi Seung Hyun. Kalian akan bermain drama kan?” kata ku. “Ne. Kau tak mau bertemu yang lain? Semua ada di ruang rias” kata Seung Hyun. “Ah… ne. Ayo kesana!” ajak ku.

 

“Annyeong…” aku masuk sambil menyapa. “Annyeong…” balas mereka yang sedang bercanda-tawa. Ku lihat satu persatu leher bereka. Mereka semua… Death Game player? Wow! Ini hebat! Semua pasangan yang akan tampil kali ini ternyata juga pasangan Death Game! Tapi apa mereka tidak sadar?

 

End Hye Soo POV

 

Yesung POV

“Hana…, Tul…, Set!!!” MC Kim menghitung mulainya acara. Hitungan ke tiga Hye Soo langsung tampil dengan hebat. Sungguh. Dancing Angel ku!

 

Satu jam kemudian…

 

Acara sudah selesai. Semua yang tampil naik ke panggung. “Annyeonghaseo…” sapa mereka bersama-sama. “Annyeong… Jung Hye Soo imnida…” Hye Soo memperkenalkan dirinya dan yang lain. “Saya disini mewakili yang lain. Ingin mengatakan terimakasih banyak, kamsahamnida… Saya juga ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin beberapa dari kami belum menyadarinya. Pertama, saya minta… Yesung untuk naik ke panggung” aku terperangah. Teman-teman yang lain langsung mendorong ku ke panggung. “Yup, terimakasih. Pertama, saya harap kalian semua melihat ke arah leher kami masing-masing. Ada yang sama? Yup. Kedua, saya ingin bilang. Kalau ternyata beberapa dari kita dipanggung ini belum menyadari kalau mereka adalah pasangan di Death Game” semua langsung saling menengok. “Itu saja. Terimakasih, kamsahamnida!!!”

 

END

 

yup! Is it nice? I don’t think so. Tapi… don’t be silent reader!

 

next: Death Game “We have many talents” last eps.

Iklan