Yo Seob POV

Aku tidak tau kenapa… Saat appa dan omma menyuruhku untuk mengajak Ji Yeon untuk jalan lagi, aku tidak mengeluh sama sekali. Bahkan, saat bersama Ji Yeon saat ini, aku sama sekali tidak ingin meninggalkannya seperti biasa. Malah… Aku ingin menjaganya dan menemaninya…

Aku ini kenapa? Ingat Yo Seob, kau masih mempunyai So Hyun. Kau harus ingat itu. Dia pacarmu… Pacar yang sangat… emm… kau sayangi?

“Yang Yo Seob…”

“Yo Seob saja…” Kataku lagi. Aku aneh kalau mendengar Ji Yeon memanggil namaku selengkap itu.

“Ah, baiklah… Yo Seob-ssi…”

“Ah, Park Ji Yeon… Kau jangan terlalu formal denganku…”

“Kau sendiri?” Katanya yang membuatku bingung.

“Maksudmu?”

“Kau selalu memanggilku Park Ji Yeon…” Katanya dengan wajah polosnya itu. Astaga, aku baru menyadari kalau gadis didepanku ini manis sekali.

“Ahh… Ara… Ara… Begini saja, Kau memanggilku Yo Seob dan aku memanggilmu Ji Yeon. Bagaimana?” Kataku sambil tertawa.

“Ne…” Lalusenyumnya mengembang. “Yo Seob-ah, kau bilang tadi mau mengantarku kemana saja kan?”

“Ne…” Kataku mantap. “Jadi kau mau kemana?”

“Ke TK!!!” Hah?!! Bukannya tadi… Ahhh…

“MWO??!!! Tapi tadi kan…”

“Aku tidak mau tau. Antarkan aku ke TK sekarang juga…” Katanya lagi.

“Ah… Ara…” Aku menyerah. Gadis ini memang keras kepala. Lalu aku mengantarnya ke TK tempatnya mengajar.

@ Kindergarten School

“Gomawo Yo Seob-ah. Emm, kalau kau ada keperluan atau… Kalau kau ingin jalan dengan pacarmu… Kau boleh menemuinya.” Kata Ji Yeon sambil terbata. Hahaha… Aku ingin tertawa melihatnya seperti itu…

“Kau mengusirku?” Kataku dan itu membuatnya tambah salah tingkah.

“Ah… Em… Bukan begitu… Em… Kau kan…”

“Aku akan menemanimu disini…” Kataku lalu dia menatapku dengan tatapan polosnya. Aku juga tidak tau, kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku. Aku juga baru sadar aku mengatakan hal itu.

Ji Yeon POV

“Aku akan menemanimu disini…” Kata namja didepanku ini. Otomatis aku langsung menatapnya. Dia…

“Kau… Kau serius?” Kataku lagi masih tak percaya dengan yang kudengar sebelumnya.

“Apa aku terlihat bercanda sekarang?” Katanya lagi tapi tetap saja aku tidak percaya. Kalian tau kan, aku sudah mengenalnya 10 tahun dan ini pertamakalinya dia bersikap manis seperti ini padaku.

“Ji Yeon-ah…” Panggilnya.

“Ahh… Ne?”

“Boleh kan?”

“Emm… Ne…” Kataku lagi. “Ayo masuk…” Lalu aku mengajaknya masuk.

Didalam aku sudah melihat banyak anak-anak yang berlarian kesana kemari dan itu membuat senyumku mengembang.

“Annyeonghaseyoooo…” Sapaku pada mereka…

“Annyeonggg unni…” “Annyeonggg noona…” Kata mereka bersamaan. Ya, aku tidak pernah mau dipanggil songsaengnim karena aku merasa tua sekali jiga dipanggil seperti itu.

“Mereka… Memanggilmu unni dan noona?” Tanya Yo Seob bingung…

“Aku selalu merasa tula kalau dipanggil songsaengnim Yo Seob-ah… Aku tidak mau.” Kataku lagi

“Hahahaha…” Hhh… Malah ketawa…

“Ketawa apa?” Kataku ketus.

“Hahaha… Ani… Aku hanya lucu saja. Lagipula Ji Yeon, jujur… Kau itu gak ada tampang sama sekali jadi guru…”

“Mwoo?!! Apa katamu tadi?”

“A… Ani…” Katanya lalu kabur…

“YAAAA!!! YANG YO SEOB!!! SINI KAUUU!!!” Kataku lalu berusaha mengejarnya.

“Unni, oppa itu namjachingu unni ya?” Pertanyaannya itu membuatku berhenti mengejar Yo Seob dan Yo Seob juga berhenti berlari dan melihat kearah asal suara itu.

“Hyun Ri-ah, oppa ini bukan namjachingu unni. Dia ini…”

“Tunanganku…” Hah?

Yo Seob POV

Aku merutuki mulutku yang tidak bisa diajak kerjasama ini. Apa yang aku katakan tadi? Ahhh… Yo Seob pabo…

“YA!!! Yo Seob-ah… Kau ini apa-apaan? Sejak kapan aku jadi tunanganmu?” Emmm… Sejak 10 tahun yang lalu Ji Yeon…

“Ah… Em… Bukan… Maksudku teman… Ne… Chingu…” Aku meralat jawabanku. Sebenarnya, aku ingin sekali bilang kau itu tunanganku Ji Yeon. Aku juga tidak tau kenapa hanya saja aku ingin mengatakannya pada semua orang, yeoja yang didepanku ini adalah tunanganku.

“Ah… Baiklah, kalau begitu kita main saja… Ok?” Kata Ji Yeon pada anak-anak itu.

“Ne unni…” ”Ne noona…”

Selama main dengan anak-anak itu, aku merasakan Ji Yeon sangat menyayangi anak-anak itu dan menganggap mereka seperti adiknya sendiri. Hmmm, Ji Yeon adalah calon ibu yang baik… Ahh… mikir apa aku ini… Ahh… Andwe… Andwe… Masa depanmu itu dengan So Hyun Yo Seob (emm mungkin…) mengapa seharian ini kau berpikir untuk bisa bersama Ji Yeon selamanya? Ahhh… Aku benar-benar bingung.

Aku terdiam lagi sambil asik bermain dengan anak-anak itu dan Ji Yeon. Ahhh… Ngomong-ngomong So Hyun, aku belum menghubunginya sejak kemarin. Dia tidak ada kabar…

“Emm, aku pergi sebentar yaa… Nanti aku kembali…” Kataku pada Ji Yeon lalu meninggalkan mereka.

Ji Yeon POV

Aku melihat Yo Seob yang berjalan menjauh kearah gerbang. Mau kemana yaa dia? Hmmm… Ani, dia kan punya privasi sendiri.

Emm… Melihat Yo Seob bermain dengan anak-anak tadi sepertinya dia menyayangi anak-anak. Dia… Calon ayah yang baik…

JI YEONNN kau ini bicara apa… Hhh… Lebih cocok Si Yoon Oppa. Ah sudahlah, aku pusing sendiri.

“Noona, Yoo Mi main kesana…” Kata teman—temannya sambil menunjuk kearah Yoo Mi yang sudah ada di jalan raya

“YOO MI!!! JANGAN KESANA!!!…” Aku berteriak memanggil Yoo Mi agar tidak ketengah jalan lalu mengejarnya. Apa Yo Seob tidak melihat Yoo Mi keluar?

“Wae geurae Ji Yeon-ah?” Kata Yo Seob setelah aku sampai didepan gerbang

“Kau daritadi di luar apa tidak melihat…”

“TINNNN!!!” Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, aku melihat mobil melaju kearah Yoo Mi “YOO MIII!!!” Aku langsung berlari menghampiri Yoo Mi aku tidak peduli, yang kupikirkan sekarang adalah keselamatan Yoo Mi sekarang. Aku mendorong Yoo Mi dan tinggalah aku sendiri di tengah jalan yang tidak tau lagi mau melakukan apa. Aku Cuma bisa menutup mataku sekarang…

“JI YEONNNN!!! AWASSS…” Aku cuma bisa mendengar teriakan Yo Seob tanpa bisa berbuat apa-apa…

To Be Continued

____________________________________________________

Bagaimana reader? Maafkan kalau Chap 5 ny Gaje begini…
author mengharapkan comment dari kalian…
Don’t Be Sillent Reader, OK?

Gomawo, Annyeong 🙂

Iklan