Cast : G.Dragon [ Kwon jiyong ]

Kwon Yuri [ Yuri SNSD]

JungSee

 

JungSee POV


Hari ini hari ulang tahunku. Tapi aku masih berada di rumah sakit karean aku masi dalam tahap pemulihan.

“ Apa kau tidak apa-apa jika menjadi buta seperti ini?”, Tanya Jiyong oppa

“ Nee, aku tidak apa-apa kok!”, jawabku.

Di rumah sakit, aku satu kamar dengan jiyong oppa. Jadi tempat tidurku bersebelahan dengannya.

“ JungSee,Mian!”, ucap oppa kembali

“ Oppa, kau kenapa selalu berkata seperti itu! Aku bosan mendengarnya”, jawabku kesal.

“ baiklah, aku taka akan berkata seperti itu lagi. But I just say thank you full to you, JungSee!”, ucapnya kembali.

 

G.Dragon POV

 

JungSee aku sangat baik. Aku tak tahu harus berbuat apalagi saat itu. Kau benar-benar adikku yang berharga dalam hidupku.

Aku berjanji padamu, aku akan bekerja lebih keras lagi dan akan mencarikan orang yang mau mendonorkan matany untukmu, sekalipun itu akan menguras seluruh hartaku.

Sekali lagi, terima kasih banyak.

“ Jiyong, JungSee, bagaimana kabar kalian?”, kata seorang wanita yang membuka pintu kamar.

Aku tahu suara itu. Itu Yuri onni.

“ Aku baik-baik saja”, ucapku.

“ Dan bagaimana keadaanmu honey?”, ucapnya sambil mendekati tempat tidur JungSee.

“ Aku juga baik, eon!”, jawabnya.

“ Yuri, kapan kau datang? Apakah pekerjaan mu telah selesai?”, Tanya eomma yang baru saja datang.

 

JungSee POV

 

“ Yuri, kapan kau datang? Apakah pekerjaan mu telah selesai?”, Tanya eomma yang baru saja datang.

“ Eomma!”, jawab yuri eonni menghampiri dan memeluk eomma.

“ Oh ya, ada sesuatu untukmu!”, ucap eomma.

“ Sesuatu? Untukku?”, Tanya yuri eonni kebingungan.

“ Duduklah”, kata eomma menyuruhnya duduk.

“ saat musim dingin kau pasti kedinginan. Ini syal untukmu”, kata eomma sambil memberikan syal merah.

“ Wuahhh, eomma! I love you”, jawab yuri eonni memeluk eomma.

MMWWOAAA?

Syal itu?

Jadi syal yang dirajut eomma tiap malam itu, untuk yuri eonni?

Kenapa bukan untukku?

Hari ini kan aku berulang tahun…

Apa eomma memang tidak pernah peduli padaku?

Jadi pengorbananku ini sia-sia?

Aku sungguh tidak menyukai hidup ini.

Aku benci semuanya.

Aku benar-benar benci.

Tanpa berpikir panjang, aku melepas selang oksigen yang terpasang di hidungku, jga melepas seluruh selang yang ada ditubuhku.

 

Yuri POV


Tut tut tut tuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttt….

Mwoa?

“ JungSee!”, teriakku yang melihat jungsee terbaring dengan seluruh selang terlepas dibadannya.

“ eomma, cepat panggil dokter! “. Kudengar jiyong berteriak.

“ JungSee apa yang kau lakukan sayang? Kenapa kau seperti ini?”, ucapku sambil menangis memeluknya.

“ JUNGSEEEEEEEE”

 

Dua hari kemudian…

 

Kulihat eomma menangis dikamar, namun tetap ditemani appa. Aku dan jiyong pun masuk ke dalam kamarnya.

“ eomma, sudahlah. Kita harus mengiklaskan kepergiannya!”, ucapku menenangkan eomma.

“ Sepertinya kami tahu alas an JungSee melakukan itu! Ini diary milik JungSee. Kami menemukannya di kamarnya!”, jawab Jiyong sambil menyodorkan buku berwarna pink kesukaan JungSee.

 

 

JungSee Diary’s

Hari ini seperti biasa, disekolah teman-temanku sibuk dengan majalah yang bercover G.Dragon. Semua asyik berbicara tentangnya. Dan hanya aku yang termenung sendiri dibangku. Tak ada yang mau menemaniku makan siang karena keasyikan mereka. G.Dragon. Nama itu telah berada di puncak saat ini. Itu sebabnya aku tak akan pernah mau memberitahu pada semua orang bahwa G.Dragon adalah oppa ku.

Aku juga membenci saat tadi saat aku samapi dirumah. Tak ada makanan yang tersedia. Hanya ada uang 5000 won diatas meja makan dan secarik kertas berisikan “ Belilah makanan kesukaanmu”.

Eomma, kenapa kau selalu mengurus Yuri eonni? Kenapa kau tak pernah membuatkan makanan untukku? Apa karena yuri eonni seorang artis, jadi kau lebih mempedulikannnya? Tapi bagaimana dengan aku?

 

JungSee Diary’s

Dear diary, hari ini aku pikir akan menjadi hari yang menyenangkan. Sebab Jiyong oppa dan yuri onni akan makan malam dirumah. Tapi dugaanku meleset. Ini malah menjadi malam yang menyebalkan untukku. Kau tahu, setelah makan malam, appa berbicara dengan jiyong oppa, dan eomma berbicara dengan yuri onni. Sedangkan aku? Tak ada satu pun yang mengajak bicara. Dan ada yang lebih membuatku sebal dari pada itu. Apa kau tahu itu? Aku benar-benar sebal saat omma membuat kue wortel kesukaan yuri eonni. Padahal eomma tahu bahwa aku paling benci dengan makanan itu. Aku kesal sekali malam ini. Inikah nasib seorang anak yang tidak menonjol dalam keluarganya?

 

JungSee diary’s

Diary, aku punya kabar gembira untukmu. Tadi aku melihat eomma sedang merajut sesuatu. Sepertinya itu terlihat seperti sebuah syal. Saat aku melihat itu, aku terinagat dengan hari ulang tahunku yang tinggal 2 minggu lagi. Apakah itu untukku? Semoga saja seperti itu.

 

JungSee Diary

Hari ini aku pulang cepat dari sekolah. Saat berjalan melewati pertokoan, aku melihat buku kumpulan resep kue dengan halaman depn yang bergambar brownies kesukaan eomma. Ak pun membeli buku itu dan lekas membeli bahan-bahan untuk membuat kue tersebut.

Setelah kue itu jadi, aku taruh di atas meja makan dengan berharap eomma melihatnya dan memakannya.

 

JungSee diary’s

Hari ini appa lembur, sedangkan eomma harus menemani yuri onni bekerja. Dan aku, lagi-lagi makan sendiri dirumah.

Dear diary, hari ini aku juga sedih sekali. Saat aku akan berangkat sekolah, aku melihat kue yang kemarin aku buta masih ada di atas meja makan. Tak satu pun ku lihat ada yang memakannya. Semua kue itu MASIH UTUH. apakah kau tahu yang aku rasakan? Hati ini rasanya sakit sekali. Bukankah aku juga anak mereka? Tapi mengapa mereka lebih memperhatikan eonni dan oppa? Apakah karena mereka seorang artis? Sedangkan aku hanya gadis biasa yan tak terkenal? Apakah karena mereka sudah bias mencari uang sendiri? Sedangkan aku belum bisa mencari uang sendiri?

Aku hanya ingin keadilan dalam rumah ini. Aku juga ingin diperhatikan oleh eomma. Aku juga ingin eomma bertanya tentang keadaan sekolahku, sama seperti yang lakukan saat dia bertanya tentang pekerjaan yuri eonni.

Aku juga ingin berdiskusi tentang music bersama appa, seperti yang dia diskusikan bersama jiyong oppa.

Hatiku sangat sedih, saat melihat eomma selalu mengelus rambut yuri eonni sebelum tidur. Aku juga ingin seperti itu. Tapi kenapa aku tak pernah mendapat itu semua.

 

JungSee diary’s

Tadi untuk pertama kalinya yuri eonni berbicara padaku selama sebulan ini. Awalnya dia datang kekamarku membawakan potongan apel dengan siraman mayonnaise kesukaanku. Lalu dia menyambar-nyambar menyebut hari ulang tahunku, dan pada akhirnya dia menanyakan hadiah apa yang aku inginkan. Entah mengapa barusan setelah dia bertanya, aku malah memakinya dengan tuduhan dia telah merebut eomma dariku. Dan aku mengusirnya dari kamarku.

Aku tak bermaksud seperti itu. Mungkin rasa cemburuku akan sikap eomma padanya yang membuatku seperti ini. Eonni, mian! Aku sungguh tak bermaksud seperti itu. Sungguh….

 

JungSee Diary’s

Hari ini semua sedang gundah, mobil yang jiyong oppa tumpangi bertabrakan dengan sebuah truk yang dikendarai oleh supir yang sedang mabuk. Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Aku disuruh pulang oleh appa karena ini sudah terlalu malam, sedangkan besok aku harus sekolah. Padahal aku masih ingin tetap disana menemani jiyong oppa. Ya tuhan, selamatkan jiyong oppa, berilah dia kesembuhan, dan selamatkanlah dia!

 

JungSee Diary’s

Setelah pulang sekolah, aku langsung menuju gereja untuk mendoakan keselamtan jiyong oppa. Setelah itu, aku langsung menuju rumah sakit. Aku kaget melihat suasana disana. Apa kau tahu? Ternyata jiyong oppa sudah tidak bias melihat lagi alias buta. Itu semua dikarenakan ada kaca yang masuk pada matanya. Dia tak bias sembuh kecuali ada yang mau mendonorkan kornea padanya. Aku sedih saat itu. Kesedihanku semakin bertambah saat aku melihat eomma menangis dengan kencangnya. Aku tak pernah melihat eomma menangis seperti itu.

Diary, apa yang harus lakukan? Aku memang anak yang tak berguna. Aku tak bias membantu dalam hal apapun. Babo sekali aku.

 

jungSee Diary’s

Tadi saat aku di rumah sakit, aku memberanikan diri untuk memohon izin untuk mendonorkan korneaku. Sepertinya appa sangat terkejut dengan omonganku.tapi aku memohon dengan seriu pada appa. Tadi appa sempat marah padaku, tapi akhirnya dia membolehkanku untuk mendonorkan kornea ku pada jiyong oppa. Ini ku lakukan demi kebaikan semua, demi kebaikan oppa, juga demi kebaikanku. Kenapa aku bilang kebaikanku? Karena mungkin saja setelah aku mendonorkan ini, eomma juga appa jadi lebih perhatian padaku dari pada sebelumnya.

 

JungSee Diary’s

Dear diary, ini mungkin jadi malam terakhir aku bercerita padamu. Tadi siang dokter mengumumkan bahwa operasi pendonoranku dilakukan besok. Dan setelah itu aku tak bisa melihat kembali. Diary, gomawo! Selama ini kau selalu menjadi tempatku mengeluh, Tak ada tempat terbaik untuk mengeluh selainmu. Sekali lagi terima kasih. Aku hanya bisa mengungkapkan bahwa aku sayang semuanya. Aku sayang appa, aku sayang jiyong oppa, aku sayang yuri eonni, juga aku sangaaaatttttt sayang pada eomma. I LOVE MY FAMILY.

Iklan