Yo Seob POV

“JI YEONNNN!!! AWASSS…” Aku langsung berlari menghampiri Ji Yeon, memeluknya dan menariknya. Kami terjatuh dipinggir jalan.

“Ya… Ji Yeon… Gwenchanayo?” Kataku…

“G… Gwen…chana…” Katanya terbata dan badannya bergetar tapi tiba-tiba dia tidak sadarkan diri.

“Ji Yeon… Ji Yeon!! YA!!! Park Ji Yeon!!!” Aku mencoma membangunkannya tapi dia tetap tidak sadarkan diri. Aku langsung membawa Ji Yeon masuk kedalam mobil.

“Anak-anak, kalian masuk dulu kedalam yaa… Didalam ada guru yang lain kan?”

“Ne oppa…” ”Ne hyung…” Kata mereka… Setelah aku memastikan mereka masuk kedalam dan berbicara dengan guru mereka yang lain, aku buru-buru membawa Ji Yeon ke rumah sakit.

“Ji Yeonnie? Kau kenapa…” Kataku beraha menanyakan keadaannya pada Ji Yeon tapi dia tetap tidak sadarkan diri.

Aku mempercepat laju mobilku…

@Seoul Hospital

Aku langsung membawa Ji Yeon ke UGD (Ap nmany klo di Korea? Hahaha). Aku sekarang cuma bisa duduk di UGD dan menelepon keluarga Ji Yeon.

Tuhan, aku mohon, jangan sampai terjadi apa-apa pada Ji Yeon…

“Yo Seob, apa yang terjadi?” Tiba-tiba aku mendengan suara appa dan omma Ji Yeon dan aku langsung menoleh keasal suara.

“Kau apakan dongsaengku Yo Seob?” Tanya Hyomin Noona yang sepertinya sudah hampir meledak.

Lalu aku menceritakan semuanya… Dan saat itu, namja yang selalu bersama Ji Yeon-aku lupa namanya… Si… Si Yoon… Yaa… Si Yoon-datang

“Apa yang terjadi dengan Ji Yeon?” Tanyanya padaku.

“Ji Yeon… Hampir saja kecelakaan.” Jawabku.

“M… Mwo? Bagaimana keadaannya sekarang?” Tanya namja bernama Si Yoon itu.

“Aku belum tau karena dokter belom keluar dari ruangan Ji Yeon.” Jawabku lagi. Kami semua cuma bisa duduk dan menunggu. Sampai akhirnya pintu ruangan terbuka.

“Gimana keadaan Ji Yeon dok?” Tanyaku yang langsung menghampirinya.

“Ji Yeon hanya shock saja dengan kejadian itu (Author : *nyanyi*everyday I shock shock every night I shock shock~) dia tidak apa-apa sekarang dan kalian bisa menjenguknya. Tapi harus bergantian.” Kata dokter itu lagi. Aku mempersilahkan yang lain duluan menjenguk Ji Yeon. Aku merasa bersalah lagi dengan Ji Yeon. Kalau aja aku tadi melihat Yoo Mi lari ke jalan, aku akan langsung menariknya dan Ji Yeon tidak akan seperti ini.

Flashback

“Annyeong Jagi… Jagi, mianhae…” Kataku berbicara di telepon dengan So Hyun pacarku. Yah, aku tau So Hyun bukan orang yang mudah marah sebenarnya.

“Ne, gomawo jagi…”Kataku lagi tapi tiba-tiba aku mendengar suara Ji Yeon.

“YOO MI!!! JANGAN KESANA!!!…”

“Wae geurae Ji Yeon-ah?” Tanyaku yang bingung dengan apa yang terjadi.

“Kau daritadi di luar apa tidak melihat…” 

“TINNNN!!!” Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, terdengar bunyi klakson movil dan itu juga mengagetkanku. Aku menoleh keasal suara dan melihat Yoo Mi ada d tengah jalan. Astaga… Paboo!!! Kenapa aku menelepon menghadap ketembok? Aku tidak melihat Yoo Mi keluar dari gerbang dan ke jalan.

“YOO MIII!!!” Ji Yeon langsung ke jalan dan mendorong Yoo Mi dan tinggalah dia di jalan dan sudah tidak tau harus berbuat apa.

JI YEONNNN!!! AWASSS…” Aku langsung memeluk Ji Yeon dan menariknya kepinggir jalan.

Setelah itu dia tidak sadarkan diri.

End of Flashback…

“Yo Seob-ssi… Yo Seob-ssi?” Tiba-tiba sebuah suara menyadarkan ku dari lamunanku.

“Ah, Hyomin Noona… Ada apa?” Kataku setelah mengetahui siapa yang memanggilku tadi.

“Kau bisa menjenguk Ji Yeon sekarang.” Katanya.

“Ah, ne noona… Kamsahamnida…” Kataku lagi.

“Ne… Chonmaneyo…” Lalu aku masuk kedalam ruangan Ji Yeon. Aku melihat Ji Yeon yang masih terbaring lemar di tempat tidur. Aigo, aku tidak tega , melihatnya seperti ini.

Aku datang menghampirinya dan dia menyadari keberadaanku lalu menoleh dan menatapku. Dia pasti marah denganku. Ottokhae?

“Gomawo Yo Seob-ah.” Katanya tiba-tiba dengan senyum mengembang. Dia… Dia tidak marah padaku.

“Ji Yeon-ah, kau… kau tidak marah padaku?” Tanyaku masih dengan muka gak percaya. (Author : “Bayangin muka Yo Seob Oppa di MV Beautiful pas ngeliat Ki Kwang  nge-dance…”)

“Kenapa aku marah?” Katanya… “Memang kamu buat salah?” Lanjutnya.

“Aku tidak melihat Yoo Mi keluar dari gerbang sekolah dan lari ke jalan lalu aku… aku juga sudah membuatmu seperti ini.” Kataku lagi. “Mianhae Ji Yeon-ah… Aku…”

“Gwenchana… Itu bukan salahmu. Itu kecelakaan Yo Seob-ah. Aku tidak menyalahkanmu. Malah, aku berterima kasih kau sudah menyelamatkanku. Gomawo… Kalau kau tidak ada, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku.” Katanya sambil tersenyum.

“Ne…” Jawabku.

“Hmm… Kau tadi  diluar sedang menelpon ya?” Katanya dan itu membuatku kaget. Kenapa dia bisa tau?

“Kenapa kau bisa tau?”

“Kau tidak melihat Yoo Mi keluar apalagi kalau kau tidak sedang menelpon. Kau menelpon pacarmu?” Hah? Yeoja ini paranormal ya? Kenapa dia bisa tau semuanya?

“Hah?!! Kau tau darimana?”

“Hahaha. Kalau kau menelpon orang lain, kau pasti dengan posisi menghadap depan dan tidak mungkin kau tidak melihat Yoo Mi keluar kalau kau menelpon dengan posisi seperti itu. Kau pasti menelpon menghadap tembok?” Astagaaa… Aku jadi takut dekat dengan yeoja ini.

“Ji Yeon, kau tau?”

“Enggak…” Jawabnya…

“YA!!! Aku belum selesai…” Kataku emosi. “Aku takut dekat-dekat denganmu. Kau paranormal ya?” Tanyaku lagi.

“YAAA!!! APA KAU BILANG??!!!” Bahaya…

“T… Trus kenapa kamu tau semuanya?”

“Aku pernah melihatmu seperti itu tau… Waktu itu di rumahku kau pergi keluar rumah udah keluar, kamu masih ngehadap tembok.” Katanya lagi. Astaga, iya juga, setiap aku mau menelpon So Hyun, aku selalu keluar dan menghadap tembok.

“Berarti kamu nguping ya?” Kataku lagi.

“Hehehe… Iya…” Jawabnya dengan muka tanpa dosa.

“Aigooo… Kau ini…” Lalu aku mengacak-acak rambutnya.

Ji Yeon POV

Aku tau dia punya pacar… Tapi, kenapa waktu tadi dia mengaku kalau dia menelpon pacarnya rasanya sakit sekali?

“Kamu istirahat dulu yaa…” Katanya lagi.

“Ne…” Jawabku.

“Cepat sembuh nona cerewet…” Hah?! (Author : “Authot mohon maaf sebesar-besarnya buat fans Ji Yeon… Cuma di FF author kog gak betulan… Maaf yaa… Mianhae”)

“Kau bilang aku apa tadi?”

“Nona cerewet… Annyeong…” Katanya dengan senyum jailnya itu lalu cepat-cepat keluar dari kamar. Aigoo… Jinjja…

Tapi tiba-tiba senyum tersungging dibibirku. Yo Seob, ternyata kau tidak sejahat dan semenyebalkan seperti dulu.

Yo Seob POV

Ji Yeonnie, nona cerewet… Tunanganku, cepat sembuh yaa…

Lalu senyumku mengembang. Mengingat sifat cerewetnya, sifat keras kepalanya, dan sifat-sifatnya yang lain membuat yeoja itu sangat menarik bagiku.

To Be Continued

____________________________________________________

Gimana reader?

Don’t be silent reader ok? 🙂
dimohon kritik dan sarannya…

Gomawo… Annyeong 😀