Oh! Girl Chapter 8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ji Yeon POV

Ini sudah siang dan belum ada yang datang… Huaaa… Bosan sekali…

“Ji Yeonnie, unni datang…”

“Omma juga datang Ji Yeonnie…”

Aku menoleh ke sumber suara dan melihat unni dan ommaku sudah ada disana. Jujur aku bingung dari kemaren, unni udah tinggal dirumah lagi ya? (Author : “Author juga bingung unni… ckckck”)

“Unni… Omma…” Kataku sambil tersenyum. “Omma, appa mana?”

“Appa kan kerja sayang.”

“Aigo… Aku lupa omma…” Jawabku.

“Ji Yeon, appa dan omma sudah berunding bersama. Mulai sekarang, appa dan omma tidak akan maksa kamu sama Yo Seob.” DEG!!! Perkataan omma tadi seperti 1000 pisau yang menusuk dadaku. Sesak sekali rasanya…

“T… Tapi… Kenapa omma?” Aku mencoba menahan emosiku.

“Ji Yeon, kamu gak suka kan sama Yo Seob? Dan appa dan omma gak mau maksa kamu lagi…” Kali ini Hyomin Unni yang menjawab pertanyaanku.

“Tapi apa kalian gak bisa kasih aku jawaban yang lebih jelas lagi?” Tanyaku yang sudah mulai emosi.

“Ji Yeon, waktu kamu kecelakaan kamu sama dia kan? Berarti Yo Seob gak bisa jaga kamu dengan baik Ji Yeonnie…” Jawab omma.

“Omma, Ji Yeon bukan kecelakaan. Tapi “HAMPIR” kecelakaan dan itu karenaYo Seob yang nyelamatin Ji Yeon. Kalau gak, mungkin Ji Yeon sudah gak ada disini.” Kataku dengan penuh emosi dan menekan kata ‘HAMPIR’. (Author juga emosi unni… Hhh)

“Ji Yeonnie… Omma juga melihat Yo Seob jalan dengan wanita lain tadi. Omma gak mau…”

“Ji Yeon aku da…” Aku menoleh dan mendapati seorang laki-laki berdiri didepan pintu dengan nafas yang sudah satu dua. “Ah, annyeonghaseyo, ahjumma, noona…” Katanya sambil membungkuk.

“Yo Seob-ah, lebih baik mulai sekarang kau tidak usah repot-repot menjaga Ji Yeon lagi. Karena…”

“OMMAAA!!!” Aku tidak kuat mendengar itu lagi. Aku tidak mau.

Yo Seob POV

Ah… Terpaksa aku harus menemani So Hyun dulu tadi. Dan kalian tau aku menemaninya kemana? BELANJAAA!!! Aku harus menemani pacarku belanja sedangkan tunanganku sedang sakit… Aigooo… Yo Seob pabo. Kau tau sudah punya tunangan, masih saja cari pacar.

Aku cepat-cepat pergi kerumah sakit.

Aku lari sampai ke kamar Ji Yeon.

“Ji Yeon aku da…” Belum aku selesai, aku sudah melihat omma dan unni Ji Yeon ada disana. “Ah, annyeonghaseyo, ahjumma, noona…” Kataku sambil membungkuk.

“Yo Seob-ah, lebih baik mulai sekarang kau tidak usah repot-repot menjaga Ji Yeon lagi. Karena…”

“OMMAAA!!!” Ada apa ini? Kenapa…

“Ji Yeon, omma mau bicara dengan Yo Seob…” Ji Yeon meneteskan air matanya. Kenapa…

“Yo Seob, maaf, tapi pertunangan ini batal. Ahjumma tadi melihatmu jalan dengan perempuan lalu kau juga tidak bisa menjaga Ji Yeon dengan baik sampai dia seperti ini.” DEG!!! Kalau kata-kata ini diucapkan 1 minggu yang lalu, aku masih bisa terima. Tapi sekarang? Disaat aku… Mulai MENCINTAI Ji Yeon?

Aku terdiam… “Baiklah… Aku pergi…” Kataku dengan pandangan kosong sambil tersenyum kecut lalu pergi.

Ji Yeon POV

“Omma jahat…” Air mataku benar-benar tidak bisa dibendung lagi. Hyomin Unni Cuma menatap heran antara aku dan Yo Seob tadi.

“Ji Yeon…” Hyomin Unni cuma bisa menenangkanku walaupun masih bingung dengan semua yang terjadi. Kenapa malah seperti ini? Disaat aku mulai MENCINTAI Yo Seob…

Yo Seob POV

Selesai sudah… Semuanya sudah tidak ada gunanya lagi. Aku pulang ke rumah dan langsung masuk kamar tanpa menghiraukan lagi penggilan ommaku yang pasti sudah tau dengan semua ini. Hatiku benar-benar sakit sekarang. Seperti dibelah dengan pisau yang tajam…

Author POV

3 hari kemudian…

Ji Yeon sudah bisa keluar dari rumah sakit. Sejak kejadian 3 hari yang lalu, Ji Yeon tidak banyak bicara dan selalu menangis.

Sama halnya dengan Yo Seob yang mengurung diri sejak saat itu. Dia tidak mau makan dan minum bahkan dia hanya duduk disamping tempat tidurnya dengan tatapan kosong.

Ji Yeon POV

Besoknya…

Aku membuka mataku. Seperti biasa aku turun kebawah untuk sarapan. Pagi-pagi begini biasanya… Yo Seob selalu datang mengajakku jalan lalu meninggalkanku… Aku tersenyum kecut mengingat semua itu.

Ting… Tong…
Y… Yo Seob… Yo Seob datang…

Aku cepat-cepat membuka pintu dan aku mendapati seorang laki-laki berdiri didepan pintu dan tersenyum kearahku.

“Si Yoon Oppa…” Kataku dengan nada kecewa.

“Annyeonghaseyo Ji Yeon-ah…”

“Annyeong… Masuk oppa…” Aku mengajaknya masuk.

“Annyeonghaseyo ahjussi, ahjumma, Hyomin ” Katanya.

“Annyeong…” Jawab appa, omma dan unni

 “Emmm, ayo kita sarapan bersama …” Kata omma lagi.

“Ah, ne ahjumma…” Lalu dia duduk disebelahku.

Kejadian ini seperti…

Flashback…

“Ayo ikut sarapan…” Kata omma lagi

“Annyeonghaseyo Noona, Ahjussi dan… Ji Yeon” Katanya. Hhh, didepan keluargaku saja dia bisa bersikap seperti ini.

“Annyeong…” Jawab appa dan unniku sedangkan aku cuma diam.

“Ji Yeon!” Kata omma tapi aku tetap diam. “Emmm, ayo, makan Yo Seob…” Kata omma lagi.

“Ah, ne ahjumma…” Lalu dia duduk disebelahku.      

End of flashback…

Mataku memanas mengingat kejadian itu dan air mataku menetes tanpa kuperintah. Aku langsung berlari naik ke kamarku tanpa memperdulikan mereka yang memanggilku.

Aku merindukannya… Merindukan suaranya… Merindukan caranya memanggilku sebagai nona cerewet…

Yo Seob POV

Aku keluar dari kamarku untuk pertama kalinya setelah 3 hari iniaku mengurung diri. Aku ingin melupakannya. Aku menelepon So Hyun dan mengajaknya jalan.

“Appa, omma, aku pergi dulu…” Aku langsung keluar dari rumah dan masuk mobilku. Sekarang aku punya kehidupan baru. Kehidupan yang kuinginkan… Bersama So Hyun…

To Be Continued

____________________________________________________

Bagaimana?

Comment lah pokoknya… Hehehe

Gomawo, Annyeong 😀

Iklan