Oh! Girl Chapter 9

Ji Yeon POV

Sekarang yang bisa aku lakukan hanya menangis sejadi-jadinya. Apakah hanya seperti ini? Apa hanya sampai disini?

oOo

Aku turun kebawah. Kulihat Si Yoon Oppa sudah tidak ada. Mungkin sudah pulang. Aku membuka pintu rumahku. Lebih baik aku jalan-jalan saja.

Aku melangkahkan kakiku. Aku juga tidak tau mau kemana yang penting bisa membuatku lebih tenang…

“Ji Yeonnie?” Aku reflek membalikkan badanku karena kaget ada yang menepuk pundakku.

“Oppa!!! Kau mengagetkanku…” Kataku setelah melihat Si Yoon Oppa sudah ketawa-ketawa dibelakangku.

“Hahaha… Mianhae Ji Yeon-ah…”

“Em… Oppa, mianhae tadi pagi aku…”

“Gwenchana Ji Yeonnie. Aku yang seharusnya minta maaf padamu…” Ah, aku yang merasa bersalah malah dia yang minta maaf… Oppa… Oppa…

‘Oppa, kau tidak salah apa-apa…” Kataku lagi…

“Hahaha… Tapi tetap saja aku merasa bersalah denganmu.” Katanya lagi dengan senyum eyes smilenya itu. “Ji Yeon, kau sedang apa disini?”

“Jalan-jalan oppa. Oppa?”

“Sama denganmu. Kalau begitu kita jalan sama-sama aja Ji Yeonnie…”

“Ah, ne…”

Apa ini? Aku terdiam ditempatku berdiri sekarang melihat sepasang kekasih yang ada didepanku terlihat sangat mesra.

Yang Yo Seob dengan… pacarnya. Mereka mesra sekali…

“Ji Yeonnie, Wae geu…” Aku yakin Si Yoon Oppa juga kaget melihat mereka berdua.

Yo Seob melihatku. Pandangan kami bertemu beberapa saat. Perlahan-lahan, air mataku keluar lagi… bersamaan dengan turunnya hujan rintik-rintik yang semakin lama semakin deras. Aku berlari menjauhi mereka.

“Ji Yeon!!! Ji Yeon!!!” Aku tidak menghiraukan panggilan Si Yoon Oppa. Maafkan aku oppa, tapi aku tidak tahan berlama-lama disana.

Mungkin dia lebih bahagia dengan pilihannya… Mungkin dia lebih bahagia…

Tiba-tiba pandanganku tidak jelas. Ya Tuhan, ada apa denganku? Kenapa kepalaku pusing sekali?

Si Yoon POV

“Ji Yeon…” Ji Yeon tidak menghiraukan panggilanku. Aku berbalik kearah Yo Seob dan apa yang aku dapati? Yo Seob sama sekali tidak perduli. Dia malah berbalik dan jalan lagi dengan pacarnya itu.

Aku cepat-cepat mendatanginya…

BUGHHH!!!
Aku memukul laki-laki itu.

“Yang Yo Seob, apa kau tau? Sejak kejadian itu Ji Yeon selalu memikirkanmu APA KAU TAU?!! HAH?!!” Kataku penuh emosi. Aku tidak perduli semua orang mau melihat kami. aku hanya ingin memberi pelajaran pada laki-laki didepanku ini agar dia sadar dan tau perasaan Ji Yeon yang sebenarnya padanya.

“Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Ji Yeon, aku tidak akan memaafkanmu…” Aku lalu pergi mencari Ji Yeon.

Yo Seob POV

Apa aku keterlaluan?

Aku hanya bisa melihat Si Yoon Hyung yang pergi mencari Ji Yeon. Kenapa aku tidak bisa melakukan apa-apa?

“Oppa, gwenchanayo?” Tanya So Hyun tapi aku tidak memperdulikannya. Aku langsung berlari mengejar Ji Yeon.

“Yo Seob Oppa!!!” Aku tidak menghiraukan panggilan So Hyun lagi. Hujan semakin deras, aku harus menemukan Ji Yeon.

Si Yoon POV

“Ji Yeon?!! Park Ji Yeon?!” Setelah berkeliling mencari Ji Yeon, aku menemukannya pingsan di jalanan yang sepi dan dia demam. Aku langsung membawanya ke rumah sakit.

“Ji Yeon, bangun… Ji Yeon?” Aku mencoba membangunkan Ji Yeon tapi tidak membuahkan hasil. Demamnya tinggi sekali. Bukankah tadi dia baik-baik saja?

“Y… Yo Seob… Yo Seob…” Aku kaget saat mendengar Ji Yeon memanggil Yo Seob.

“Ji Yeon? Ji Yeonnie? Apa kau sudah sadar?” Tapi dia tidak menjawabku. Ji Yeon mengigau. Ternyata dia memang benar mencintai Yo Seob dan bagaimanapun aku mencoba masuk kedalam kehidupannya itu tidak akan mungkin.

@Seoul Hospital

“Dok, apa yang terjadi dengan Ji Yeon?”

“Apa akhir-akhir ini dia makan dengan tidak teratur dan tekanan yang berat? Karena badannya sangat lemah ditambah dia terkena hujan tadi.”

“Oh, begitu ya dok… Baiklah, kamsahamnida…” Ji Yeon, segitu besarkah perasaanmu terhadap Yo Seob sampai membuatmu seperti ini?

Aku sudah menelepon keluarga Ji Yeon. Mungkin sebentar lagi mereka datang…

Nae salmi haru haru kkumul kkuneun geotcheoreom~

“Yobuseyo?”

“Apa kau sudah menemukan Ji Yeon?” Kata orang diseberang sana.

“Ohh… Kau masih perduli dengannya?” Tanyaku dingin.

“Hyung, aku serius…” Aku tidak langsung menjawab. Aku menarik napas dulu baru menjawabnya.

“Ya, aku sudah menemukannya.”

“Jeongmal? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia baik-baik saja?”

“Dia tidak baik-baik saja Yo Seob-ah, sekarang aku ada di Seoul Hospital. Saat aku menemukannya tadi, Ji Yeon sudah pingsan di jalan yang sepi.” Jelasku.

“M… Mwo? Aku akan segera kesana.” Lalu dia langsung menutup teleponnya.

Aku berikan 1 kesempatan lagi Yo Seob, karena Ji Yeon sangat membutuhkanmu…

Yo Seob POV

Aku langsung ke rumah sakit. Setelah sampai disana, aku melihat kedua orang tua Ji Yeon, kakaknya, dan Si Yoon Hyung.

Tenang Yo Seob, kau bukan laki-laki yang pengecut. Ini untuk Ji Yeon… Untuk Ji Yeon!

Aku meyakinkan diriku dan mulai melangkah mendekati mereka.

“Annyeonghaseyo, ahjussi, ahjumma, noona, dan Si Yoon Hyung.” Sapaku.

“Mau apa kau kesini?”

To Be Continued

____________________________________________________

Wahhh… Gak kerasa uda sampai Chapter 9…
Pendek yaa reader? Mian yaa…
Tapi author harap, reader semua yang baca FF ini comment yaa…
Author menunggu kritik dan saran kalian… 😀

Gomawo, Annyeong… 😀

Iklan