.Kyuhyun POV.

“Kyuu.. ayo kita latihan lagi..” Sungmin hyung menarikku.

“Hyung.. Aku capek.. Biarkan aku istirahat..” sahutku. Kami sudah latihan sejak 4 jam yang lalu. Dan ini membuatku pegal.

“Tapi koreografi kita belum bagus.. Ayolahh..” bujuk Sungmin.

Aku hanya bisa menuruti kemauan hyungku yang satu ini. Dia enak, jadwalnya tidak padat, sementara aku.. Setiap hari harus latihan vocal, dance, belum lagi jadi MC di acara TV, menggantikan Eeteuk hyung atau Eunhyuk hyung di Sukira, dan drama musikalku! Semua ini membuatku muak!

Setiap hari, aku hanya bisa dapat jatah tidur 3 jam, itu juga tidak termasuk jatah main gameku. Kadang-kadang, jenuh juga rasanya. Aku mau tidur~ T-i-d-u-r.. memikirkan tempat tidurku yang empuk, ahhhh.. kapan aku bisa tidur.. Aku capek, lelah..

“Kyu, gerakanmu salah..” Siwon hyung memperingatiku.

“Nee..” aku berusaha berbaur dengan gerakan para hyungku. Comeback SJM sebentar lagi, jadi kami tidak boleh buang-buang waktu, harus terus-menerus latihan. Lagipula, kebetulan Zhou Mi hyung dan Henry masih belum kembali ke Cina, jadi kami masih bisa latihan bersama.

“Kyu, jangan bengong! Gerakanmu dari tadi salah terus!” bentak Siwon hyung.

CUKUP SUDAH! AKU BENAR-BENAR MUAK SEKARANG!

Seketika itu juga, aku langsung menuju ke ruang ganti. Aku ingin minta cuti!

“Kyu, mau ke mana?” tanya mereka semua bersamaan.

“Aku mau CUTI!!” sahutku ketus. Aku sudah merusak latihan hari ini. Biar saja..

“Kyuuuu..” cicit Ryeowook hyung. Tepat sebelum aku meninggalkan ruangan itu, aku berbalik dan memberi mereka tatapan ‘jangan mencoba untuk menghalangiku hyung’, lalu membanting pintu itu sekeras mungkin.

Aku cepat-cepat mengganti bajuku lalu melihat ke arah jam di dinding. Pukul 14.00.. Pas sekali.. Kuambil ponselku lalu memencet nomor yang sudah kuhafal di luar kepala.

Eun-ah.. Kau sudah pulang sekolah? Tunggu di sana yaa.. Aku mau menjemputmu..” Setelah kututup, secepat mungkin aku mengangkatkan kakiku dari tempat ini.

.Eunrim POV.

Sudah 3 hari dia tidak menghubungiku. Biasanya, dia tetap mengirimiku sms selamat berjuang atau hanya sekedar menanyakan kabarku. Sepertinya dia benar-benar sibuk. Kuharap, dengan semua jadwalnya, Kyu bisa tetap bersemangat seperti biasanya. Terkadang, ingin rasanya kubawa dia lari untuk satu hari saja, hanya sekedar merefreshingkan pikirannya, tapi.. itu bukan ide yang bagus sepertinya. Oppadeul pasti akan kerepotan kalau tidak ada magnae mereka. Bukan karena urusan rumah tangga, melainkan siapa lagi ‘si suara emas’ yang akan membantu mereka di setiap acara. Nasib namjaku itu sungguh malang..

Drttt.. drtt.. My babo calling..

Tanpa menunggu lagi, aku langsung mengangkat telepon itu. “Yoboseyo?

Eun-ah.. Kau sudah pulang sekolah? Tunggu di sana yaa.. Aku mau menjemputmu..” Dia langsung memutuskan telepon sesudah itu. Hah?

Aku belum sempat menanggapinya, tapi dia sudah memutuskannya?! Huft..

“Eun-ah, kau jadi kan ikut dengan kami?” tanya salah seorang temanku. Kami memang rencana untuk pergi ke mall untuk sekedar jalan-jalan bersama.

“Ahh.. aku lupa, aku punya urusan.. Hehe.. Kapan-kapan saja ya aku ikut.. Miann..” sahutku.

“Ohh begitu? Sayang sekali..” mereka terlihat kecewa. Mian chingu ya.. ><

Jadi setelah berpamitan dengan mereka, aku menuju ke jalan di belakang sekolahku. Biasanya Kyu menungguku di tempat itu. Dan voila, ternyata sedan hitam itu memang terparkir di sana. Aku mendekati mobilnya.

Cklek.. Dia keluar dari mobilnya, TANPA PENYAMARAN SAMA SEKALI! Astaga, dia mau membawaku ke dalam masalah apa?!

“Yaaa! Babogateun! Kenapa kau tidak pakaiii..” sebelum aku menyelesaikan kalimatku, dia langsung membungkamku dengan pelukannya.

“Jangan memarahiku kali ini please.. Aku lagi menginginkan kedamaian..” suaranya terdengar lemah.

Aku melepaskan pelukannya. Kutatap dia mulai dari ujung kepala hingga kaki. Rambut acak-acakan, kantung mata yang sangat hitam, bibirnya yang pucat, dan suhu tubuhnya yang hangat.

“Kau sakit?” kataku sambil meraba keningnya.

“Anii.. Hanya sedikit kelelahan saja..” serunya lemah.

Aku menyuruhnya masuk ke mobil. Lalu aku juga menyusul.

“Kau sudah minum obat?” tanyaku cemas. Tidak biasanya Kyu seperti ini.

“Nan gwenchana.. Hanya sedikit lelah saja..” dia memperlihatkan senyumnya, tapi entah mengapa senyum itu terasa pahit.

“Ayo kita kembali ke dormmu.. Kau harus istirahat..” ajakku.

“Andwee! Kalau aku kembali, hyung akan menyuruhku latihan lagi. Aku bosan, capek, muak dengan semua itu..” dian terlihat frustasi.

“Jadi kau mau ke mana?” Dia hanya diam, dan mulai menjalankan mobil.

Pertamanya, aku masih merasa khawatir karena sepertinya kondisinya tidak memungkinkan untuk membawa mobil, tapi sepertinya dia baik-baik saja. Dan setelah melihat arah, aku akhirnya tahu tujuan kami ke mana..

Di sepanjang perjalanan, dia terus bertanya apa rencananya untuk ‘menculikku’ seharian tidak akan membuat jadwal sekolahku berantakan, tapi meskipun jawabannya ‘iya’ aku tidak akan mengatakan hal itu padanya.

“Kyu, sekali lagi kau bertanya, aku akan langsung turun dari mobil ini!” Itulah jawabanku setelah dia bertanya sebanyak 5 kali padaku.

Dia akhirnya berhenti menanyaiku. Dan kami sampai ke suatu pantai pasir putih yang terlihat sepi.

“Akhir-akhir ini, aku selalu ingin ke pantai.. Tapi jadwal yang padat membuatku tidak bisa mengunjungi tempat ini..” Dia sudah terlihat lebih ceria sekarang.

“Memangnya hari ini jadwalmu kosong ya?” tanyaku curiga.

“Aku bolos..” sahutnya riang. Dia menarikku keluar dari mobil. Setelah itu dia melepaskan sepatunya lalu mulai berlari ke hamparan pasir. Persis seperti anak kecil. BabyKyu is back again..😉

Aku hanya hanya menjadi penonton saja. Seharusnya dia bilang kalau mau ke pantai, supaya aku bawa baju ganti! Masa aku harus mengotori baju seragamku?! Tapi sepertinya dia terlihat senang sekali. Seakan-akan ini merupakan waktu terindah yang dia miliki. Berkali-kali dia mengajakku untuk ikut bermain pasir, tetapi selalu kutolak mentah-mentah! Bagaimana mungkin aku bisa leluasa bermain pasir kalau aku memakai rok?

Setelah beberapa lama, Kyu kembali dengan kaki penuh pasir.

“Cuci kakimu, nanti mobilmu kotor..” kataku sambil memberikannya sebotol air.

Setelah mencuci kakinya, dia bergegas masuk ke kursi belakang mobil bersamaku. Memang dari tadi aku sudah duduk di situ, karena tempatnya yang lebih luas dan aku bisa lebih leluasa memandanginya.

“Eun-ahh.. aku capek..” rengeknya.

“Ya istirahatlah.. Dasar BabyKyu..” aku terkikik.

“Pinjamkan pangkuanmu yaa.. Aku mau istirahat sebentar..” pintanya.

Tanpa menunggu persetujuanku, dia langsung meletakkan kepalanya di pangkuanku.

Aku memandanginya.. Memainkan rambutnya. Menyentuh kantung matanya yang menghitam. “Kau sudah berapa lama tidak tidur hah? Nanti bisa-bisa kau mendapat julukan PandaKyu..”

“Kalau kau yang memberiku julukan seperti itu, aku tidak keberatan..” bisiknya sambil menggenggam tanganku.

Ohh.. Si Cho Kyuhyun yang dingin sepertinya sudah mencair sekarang. Romantis sekali kata-katanya.. Dan dalam sehari aku sudah mempunyai beberapa julukan baru untuknya, BabyKyu, PandaKyu, dan sekarang RomanKyu. Hahaha..

Dia sudah terlelap sekarang. Wajahnya saat tidur sangat damai, walaupun terlihat sedikit kecapekan, tapi sepertinya dia sangat menikmati tidurnya. Aku mengelus-elus pipinya. Ahh.. Betapa beruntungnya aku mendapatkan namja seperti ini..

Drttt.. Drrrtttt.. Hp Kyu bergetar terus menerus. Drrrrtt.. drttt.. Sepertinya ini penting. Aku mengambil iPhone-nya.

50 missed call.. O_O

Rata-rata dari Sungmin oppa dan Siwon oppa. Sisanya dari semua oppadeul yang lain. Mereka secara bergantian mencoba menelpon Kyu?

Lalu aku mengecek smsnya. Begitu banyak sms dari oppadeul sampai tidak bisa terhitung lagi.

From : Sungmin

Kyu, neo odie ya? Palli nawa..

From : Siwon

Kyu, maafkan perkataanku yang keterlaluan tadi, pulanglah.. Kami tidak bisa latihan tanpamu..

From : Ryeowook

Kyu, aku sudah memasakkan makanan kesukaanmu. Kami semua minta maaf.. Ayolah, jangan ngambek..

From : Eeteuk

Kyu, aku sudah mendengar berita dari yang lain. Kau jangan mementingkan kepentinganmu sendiri. Ayo bekerja samalah..

From : Eunhyuk

Aku akan mentraktirmu makan Kyu, atau ayo kita bertanding game.. Yaya?

From : Yesung

YAA! KAU JANGAN MENCULIK ANAK ORANG! SOOHWA MENCARINYA! DASAR..

Aku tertawa membaca semua sms oppadeul. Apalagi sms Yesung oppa. Ternyata mereka semua sudah tau kalau aku bersama Kyu. Untungnya HPku sudah kunonaktifkan dari tadi. Kalau tidak, bisa-bisa mereka semua mencoba menerorku juga.

Kupandangi langit sore. Matahari sepertinya sudah mau mengundurkan dirinya dari permukaan bumi. Aku langsung spontan membangunkan Kyu.

“Hah? Hah? Wae? Wae?” dia spontan terbangun. Aku hanya menunjuk ke arah terbenamnya matahari.

“Ahhh..” Kyu terpana melihat matahari terbenam itu. Dia tiba-tiba meletakkan dagunya dipundakku.

“Aku mau terus seperti ini..” bisiknya.

Aku langsung memperlihatkan sms Yesung oppa.

“Hahaha.. Mereka sebegitu cemasnya?” tanyanya sambil mengecek semua smsnya satu per satu. Aku cuma bisa mengangkat bahuku, tanda tidak tahu.

“Mungkin mereka akan melapor ke polisi kalau kau tidak segera membawaku pulang..” sahutku.

Kami langsung tertawa bersama.

“Ya sudah.. Ayo kita pulang.. Nanti aku bisa masuk penjara karena menculik Song Eunrim..” celotehnya.

Kami langsung bergegas kembali, berhubung waktu sudah malam dan sepertinya akan ada acara di sekitar pantai itu. Berbahaya untuk Kyu.

Ketika perjalanan pulang, Kyu mengambil tas belanjaan di balakang kursinya.

“Nihh.. Tanda terima kasihku karena kau sudah mau menemaniku tadi..” dia sudah pulih lagi sepertinya. Wajahnya sudah tampak lebih segar.

Aku membuka bungkusan itu. Boneka teddy bear! (lagi..) Dan kali ini boneka ini bisa menjadi boneka kelinci juga, karena ada tudung kepala yang bertelinga kelincinya.

“Ahhhh.. Gomawooo Kyuuuu..” kataku sambil memeluk boneka itu.

“Bisakah kau tidak menyebut namaku saja?” pintanya.

“Hmm.. Wae?” aku tidak mengerti.

“Aku ingin sekali-kali dipanggil oppa..” rengeknya.

“Kau mau kupanggil oppa? Andwe!!” seruku.

“Padahal kau jauh lebih muda dariku..” dia meringis.

“Kurang puas ELF meneriakimu sampai pita suara mereka mau putus? Oppaaaa.. Kyaaaaaaaa..” aku menirukan suara ELF.

“Itu kan lain.. Aku mau dengar dari mulutmu..” dia memohon lagi.

“Aku tidak mau umur menjadi permasalahan. Lagipula, sepertinya malah kau yang terlihat lebih kekanakan dariku..” balasku.

“Ohh yaa? Panggil aku oppa satu kali saja.. ya? Ya?” dia memperlihatkan tatapan memelasnya. “Anggaplah kau sedang memberiku semangat lagi.. Please?” tambahnya.

Aku berpikir sejenak.

“Hmm.. fighting.. op..pa..” bisikku.

“Apa? Aku tidak dengar..” dia nyengir tidak jelas.

Ahh.. sepertinya mukaku sudah memerah sekarang. Akan kuulangi satu kali lagi, Cho Kyuhyun. Kalau kau masih menyuruhku mengulangnya, awas saja kau..

“Fighting.. op..pa..” cicitku.

“Aku masih tidak dengar..” dia berusaha menahan senyumnya.

Kau mau bermain-main denganku hah?!

“YAAAA!! JANGAN HARAP AKU MAU MEMANGGILMU OPPA!!!!” jeritku.

“EUNRIM! BER..HENN..THIII.. MHEN..CHEE..KHIKKHUUU..”

—————————————————————————————–

Yapp.. another Kyurim scene again.. xD kali ini author lagi berniat bikin pasangan ini adem ayem, tapi endingnya kenbali seperti biasa lagi.. semoga kalian suka.. komen yaa..😉