huwaaahhh,

akhirnya OL juga setelah ssekian lama OL,

mian, lama kasih FF yang baru..

coz lagi ada sedikit masalah..

kekekeke~..

***************************************************************************************************

MinHyun POV


“ Minhyun? Apa benar kau tidak ingin ikut bersama kami?”, Tanya Hyomin padaku.

“ Nee, aku ingin pergi ke suatu tempat. Jadi aku tidak bisa ikut bersama kalian.”, jawabku.

“ baiklah. Tapi lain kali kau harus ikut bersama kami ya?”, ujar Hyomin padaku.

Tapi aku hanya bisa menganggukkan kepala.

Sebenarnya aku ingin sekali ikut dengan mereka. Tapi aku malu sekali.

Aku yang jelek ini pasti tidak ada yang mau melihat. Kacamata dan rambut kepang ini melengkapi kejelekanku. Aku juga ingin bergaya seperti teman-temanku yang lain.

Ah, sudahlah! Cantik adalah sebuah mimpi bagiku. Yang terpenting untukku sekarang adalah tetap mempertahankan nilaiku agar aku dapat tetap mendapat beasiswa. Sepeninggalan appa, aku susah mencari uang sekolah. Ditambah, sekarang aku hanya tinggal sebatang kara.

Aku pun terus berjalan menuju tempat kerja part timeku. Sepanjang jalan aku melihat poster dan iklan yang bergambar artis-artis yang cantik.

Oh my god!

Sekali lagi perasaanku sakit. Aku juga ingin seperti artis-artis itu. Aku juga ingin mempunyai kaki, badan dan mata yang indah seperti mereka. Apakah cantik memang hanya sekedar mimpi bagiku??

Sreekkk…

“ kau sudah datang minhyun?”, Tanya Kyumin padaku.

“ Nee, apakah aku terlambat?”

“ ah, tidak!”, ucap dia kembali.

Kyumin. Dia adalah anak dari sahabat appa yang sekaligus menjadi bosku di restaurant ramen tempat aku bekerja sekarang. Dia sangat baik padaku dari aku masih kecil.

“ Min-ssi, ada pesanan. Cepat kau antar pesanan ini!”

“ nee..”

Ini lah kehidupan sehari-hari. Hanya mampu mengandalkan pekerjaan ini untuk bertahan hidup.

***

“ Kyu-ssi, aku pulang ya! Jam kerjaku sudah selesai!”, teriakku.

“ Mwoa? Kau mau pulang? Tapi ini masih hujan!”, tanyanya.

“  aku bawa payung kok! Lagipula kalau aku disini terus. Mungkin hujannya tak akan cepat berhenti. Besok kan aku harus sekolah.”, jawabku meyakinkannya.

“ Tapi…”, jawabnya ragu.

“ sudahlah, aku tidak apa-apa kok! Annyeong higyeseyo!”, ucapku sambil pergi meninggalkan tempat itu.

Huhh.. ternyata memang dingin ya..

Omma, appa,,,

Andai kalian masih ada, mungkin aku tak menderita seperti ini. Dan andai kalian memberiku adik sebelum kalian pergi, mungkin aku tak kesepian seperti ini.

Aku terus saja memikirkan keadaanku yang malang ini. Sampai akhirnya, aku melihat sesosok tubuh tergeletak di jalan.

Siapa dia?

Dia kenapa?

Aku mencoba memberanikan diri mendekati tubuh itu. Aku takut, aku cemas.

Tapi saatku lihat, dia hanya seorang anak laki-laki.

“ anda kenapa?”, aku bertanya.

Aku tak mendengar ada jawaban dari laki-laki itu. Aku bingung harus melakukan apa. Akhirnya terfikir olehku untuk membawanya ke rumahku.

Bruakkk…

Aku menaruhnya di atas tempat tidur.

“ kasihan sekali orang ini!”, ujarku sambil membukakan jaket dan kaos kakinya.

Ku ambil selimut tebal untuk menghangatkannya dan aku kompre kepalanya yang aku rasa panas.

TAPI TUNGGU,

Aku seperti pernah melihat wajah ini. Kalau aku tidak salah dia adalah…

G.DRAGON..

Nee, dia G.Dragon sang penyanyi itu. Tapi kenapa seorang penyanyi bisa sampai kehujanan???

 

 

G.DRAGON POV


Uhhh,

Kepalaku pusing sekali.

“ ?????? “

“ dimana aku?”

“ rumah siapa ini?”

Mwoa?

Siapa gadis yang tidur di lantai itu?

Haduh, kepalaku masih pusing.

“ kain apa ini? Kompres? Siapa yang mengompresku? Gadis itu kah? “

“ jam berapa sekarang?”

Ku pandangi jam yang menunjukan pukul setengah tiga pagi itu.

“ Noona, Noona! Bangun ..”, aku mencoba membangun gadis ini.

“  Huwaaaa…”, teriaknya.

“ Mian, mengapa aku berteriak?”, tanyaku kaget dengan teriakannya.

“ ah, anu.. heemmm, mian! Aku hanya kaget karena kau membangunkanku!”, jawabnyanya.

Dia lucu sekali.

“ Apakah kau yang membawaku ke sini?”, tanyaku

“ Nee. Semalam aku melihatmu tergeletak di jalan saat hujan turun. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Makanya itu aku membawamu kerumahku. Mian! “, jawabnya gugup.

“ kenapa kau minta maaf? Harusnya aku yang berterima kasih padamu karena kau telah menolongku!”, ucapku sambil membungkukan badan.

“ ah, tidak apa-apa! Tapi aku masih bingung kenapa artis sepertimu bisa sendirian saat hujan semalam?”, tanyanya tanpa ragu.

“ artis? Kau mengenalku?”, aku mencoba bertanya kembali.

“ Nee, memangnya siapa dinegara ini yang tidak mengenalmu hah?”, ujarnya.

“ Kekeke~”

“ semalam aku dikejar oleh para fansku. Tapi sepertinya aku lari terlalu jauh dan tersesat. Dan kebetulan saat itu sedang hujan. Mungkin kepalaku saat itu sedang pusing dan aku terjatuh pingsan.”, jelasku sejelas-jelasnya.

“ Mwoa? Tersesat?”

“ apa kau tak pernah ke daerah sekitar sini?”, tanyanya padaku.

“ Anio, aku tidak pernah!”

“ apa semua artis juga akan tersesat seperti kau?”, ucapnya pelan tapi aku tetap mendengarnya.

“ mwoa?”, tanyaku.

“ ah, anio!”, ucapnya.

“ oh ya, siapa namamu?”, tanyaku.

“ MinHyun imnida”

“ MinHyun, Bolehkan aku pinjam telefonmu. Aku ingin minta jemput disini sebelum pagi tiba!”, mintaku.

“ Nee, tentu saja!”, jawabnya pasrah.

Kekeke~

Gadis ini lucu sekali.

 

 

MinHyun POV


“ Bolehkan aku pinjam telefonmu. Aku ingin minta jemput disini sebelum pagi tiba!”, mintanya.

“ Nee, tentu saja!”, jawabku.

 

 

Huhh..

Walau dia sedang dalam keadaan sakit seperti itu. Dia tetap saja terlihat keren. Aku jadi sirik.

1 jam kemudian…

“ jemputanku sepertinya datang. Aku harus pergi sekarang! Apa kau punya kertas dan pensil?”, tanyanya.

Aku yang sedang bingung tetap mengambil kertas sesuai keinginannya.

Untuk apa kertas ini??

“ Ini.”, ujarku.

Dia pun mengambil kertas itu dan menulis sesuatu yang aku pun tak mengerti.

“ Ini nomor telefonku. Aku tidak tahu harus memberi apa padamu sebagi tanda terima kasihku. Kau sebutkan saja apa yang kau inginkan, lalu aku akan mengirimkannya padamu! Okey..”, ucapnya sambil mnyodorkan kertas itu kembali padaku.

Aku hanya bisa terdiam sambil mengambil kertas itu.

Dan dia pun mulai pergi menuju pintu untuk keluar.

Permintaan?

Aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

 

 

G.Dragon POV


“ Ini nomor telefonku. Aku tidak tahu harus memberi apa padamu sebagi tanda terima kasihku. Kau sebutkan saja apa yang kau inginkan, lalu aku akan mengirimkannya padamu! Okey..”, ucapku.

Aku pun pergi menjauhinya.

“ TUNGGU “, teriak gadis itu.

“ ada apa?”, tanyaku kembali.

“ apakah kau serius ingin memberiku apa saja yang aku mau?”, kata gadis itu.

“ tentu saja “, aku menjawab dengan senyuman.

“ Kalau begitu ajarkan aku untuk menjadi keren dan bergaya sepertimu. Apapun akan aku lakukan agar aku bisa menjadi canti dan keren. Sekalipun aku harus memanggilmu guru. AKU MOHON..”, ucapnya menunduk padaku.

Mwoaa? Aku menjadi guru?

 

0__0’

 

 

Iklan