“Jadi ini namja yang kau maksud yeobo?” Tanya seorang wanita yang sedang menatap selembar foto.

“Hmm.. namanya Cho Kyuhyun. Dia itu personil Super Junior..” jawab pria paruh baya yang juga menatap foto itu.

“Aku tidak menyangka anak kita suka tipe seperti ini..” seru wanita yang tidak lain adalah eomma Eunrim.

“Yeah.. ternyata ini alasannya untuk tetap tinggal di Korea. Sekarang, kemas barang-barangmu jagi.. kita harus berangkat ke Jepang..” sahut appa Eunrim.

“Lho, kau pindah tugas lagi? Huh.. Padahal aku sudah suka tinggal di sini..” kata eomma Eunrim sambil cemberut. “Aku malas kalau harus mendekor ruangan baru lagi..” tambahnya.

“Tidak, aku hanya ingin memastikan apakah anak kita sudah memilih namja yang tepat.. namja itu sekarang lagi berada di Jepang, jadi itulah tujuan kita ke sana..”

“Ohh.. begitu.. okee.. ayo kita berangkat..” sahut eomma Eunrim riang.

=====================================================

Nomor yang anda tuju, sedang tidak dapat dihubungi..

Plak.. Eunrim membanting flip hpnya dengan keras. “Dasar Cho Kyuhyun babo! Seharusnya kau ganti nomor dan meneleponku!” dia menatap lesu ke arah poster namjanya yang terpasang di dinding. “Aku rindu ingin mendengar teriakanmu.”

Sudah tiga hari ia tidak bertemu maupun berkomunikasi dengan Kyuhyun. Namjanya itu sedang melakukan tour SS3 di Jepang, jadi mereka tidak dapat bertemu secara langsung.

Eunrim lalu menuju ke depan laptopnya dan log in ke twitternya. “Seperti biasa, akun mati..” cerocosnya tidak jelas. “para oppadeul sudah mentweet bermacam-macam berita, sedangkan kau?! Jangankan mengupdate sesuatu, ganti profil pic saja tidak.. ckck..” katanya dengan berapi-api. “Seandainya aku bisa menyusulmu..”

(terdengar dering telepon)

“Annyeonghaseyo eomma.. nee.. aku baik-baik saja.. HAA?? Sekarang eomma lagi ada di mana? JEPANG??? Aku tidak butuh oleh-oleh eomma, AKU MAU KE SANA!!”suara teriakan Eunrim mungkin akan membuat eommanya sakit telinga, tapi ia tidak peduli. Jepang! Ini kesempatan bagus!

Eunrim langsung mengemasi barang-barangnya dan mengambil penerbangan pertama yang bisa didapatkannya. Entah setan apa yang sedang merasukinya, tetapi ia sangat ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun. Hanya satu orang yang ingin ditemuinya sekarang. Cho Kyuhyun.

Sesampainya di bandara..

.Eunrim POV.

“Eun-ahh.. bogoshipeo..” Eomma memelukku dengan sangat erat. “Tumben kau mau mengunjungi appa dan eomma..”

“Aku hanya kangen saja eomma..” kubalas pelukannya. “dan ada sesuatu yang harus kuurus di sini..” tambahku.

“Ohh yaa?? Jangan-jangan ada hubungannya dengan kedatangan Super Junior di sini?” tebakan eommaku jitu sekali.

“kugee..” aku tidak bisa berkomentar.

Kami sudah masuk dalam mobil sekarang. Eomma membuka laci mobil dan memberikanku banyak foto.

“Ini..” aku kehabisan kata-kata karena melihat foto-foto tersebut.

“Kau sekarang berpacaran dengan magnae grup Super Junior bernama Cho Kyuhyun bukan? Teganya kau tidak memberitahukan eomma..” kata eommaku sambil cemberut.

“Darimana eomma tahu?” kataku sambil terus melihat foto-foto. Di foto-foto ini, terlihat semua kebersamaanku bersama Kyu, termasuk sewaktu kami bertengkar.

“Apa gunanya eomma menyewa detektif?” aku terus melihat foto-foto ini. Jaraknya cukup dekat, jadi pasti orang yang memotretnya berada di sekitar kami.

“SOOHWA??!!”aku tidak percaya dia sahabatku itu melakukan hal seperti ini.

“Jangan salahkan Soohwa. Eomma yang memintanya memata-mataimu..” jelas eommaku. “dan tidak kusangka seleramu seperti itu Eun-ah.. Umur kalian berbeda 6 tahun!” tambahnya.

“Aku tau eomma. Tidak apa-apa kan? Umur tidak harus menjadi permasalahan.” Balasku.

“Heeehh.. terserah kau lah.. tapi appamu ingin mengujinya..” seru eomma.

WHAT?!

At Song’s family house..

Aku memasuki rumah itu. Designnya dibuat menyerupai rumah kami di Korea. Pasti kerjaan eomma..

“Bagaimana Eun-ah.. Eomma membuatnya sama kan? Rumah di NY juga begini lohh..” kata eommaku dengan bangga.

Aku hanya mengangguk. Eommaku ini pintar sekali. Sampai letak meja dan lainnya sama. Aku duduk di sofa.

“Jadi apa yang akan appa uji pada Kyu?” tanyaku.

“Kau memanggil namanya? Itu tidak hormat Eun-ah..” eomma juga ikut duduk di sampingku. “Ujian apa dia pantas menjadi namja Song Eunrim.” Bisiknya.

“Eomma.. dia sibuk..” seruku.

“sttt.. tenang saja.. semuanya sudah diurus. Dia akan tetap tinggal di sini, sementara yang lainnya akan kembali ke Korea.” Sahut eommaku.

Aku hanya mengangguk pasrah. “Terserah kalian lah..”

.Kyuhyun POV.

Lagi-lagi hari yang melelahkan. Setelah 3 hari melakukan SS3, kami semua terkapar di kamar hotel. Tapi kami hanya diberi sedikit waktu untuk beristirahat, karena harus kembali ke Seoul secepatnya.

Tok.. tok.. tokk..

“sebentar..” aku menuju ke pintu dan membukanya.

“Kyuu..” seru manajer kami. “ikutlah dengan orang ini..” aku melihat ke arah pria berjas dan berkacamata hitam yang ditunjuk oleh manajerku. Dia terlihat tidak meyakinkan.

“Hyung, bukannya kita mau kembali ke Seoul?” tanyaku.

“Anii.. Kau tetap di sini, sedangkan yang lain akan pulang..” manajer menepuk-nepukkan tangannya ke bahuku. “selamat bersenang-senang, anggap ini bonus untukmu..” tambahnya.

Apa maksudnya?

Setelah manajer meninggalkan kami. Aku diajak ke suatu tempat yang tidak kukenali.

“Silakan masuk tuan.. Anggap rumah sendiri..” ajak orang itu.

“Emm, ajussi, kalau aku boleh tau, tujuanku datang ke sini untuk apa ya?” tanyaku polos.

“Nona kami ingin bertemu denganmu..” jelas ajussi itu. “Silakan minum tuan..” katanya sambil menyuduhkanku minuman.

“Kyuhyun. Panggil namaku saja ajussi..” komentarku.

Dia hanya tersenyum saja dan meninggalkanku sendirian. Hmm, siapa gerangan orang yang mengundangku ke sini. Rumah ini terasa familiar untukku. Hmm.. aku penasaran..

Hampir 30 menit aku menunggu tuan rumah yang dikatakan mengundangku ke sini. Tapi ia tidak datang-datang juga. “Huh.. Aku haus.. minum ahh..” aku lalu meneguk minuman yang telah disuguhkan tadi.

Tiba-tiba segalanya terasa berkunang-kunang. “kenapa aku.. pusing.. begini..” lalu kesadaranku menghilang.

———————————————————————————————–

Aku terbangun dengan kepala yang masih terasa sangat berat. “Ughh.. kenapa kepalaku masih pusing begini sih??”

Dia lalu melihat ke sekeliling kamar. Gelap. Sekarang apa lagi? Jangan-jangan ada ELF fanatik yang berusaha menyekapku.

Ada yang bergerak di sampingku. Apa ini? Aku meraba-raba. Hangat? Jangan-jangan tikus? Atau sadako?? Dengan cepat aku mencari tombol lampu yang ada di atas meja.

Cklek.. setelah terang-menderang, aku melihat ke arah tempat yang kuraba tadi. Seorang gadis? Tunggu, sepertinya aku mengenalnya. Aku lalu membalikkan punggungnya.. “EUNRIM?!”

.Author POV.

“EUNRIM?” jerit Kyu. Eunrim yang merasa terganggu pun langsung terbangun.

“SIAPA YANG BERTERIAK DI TELINGAKU?” jeritnya tidak kalah keras. “KYAAAAAAAAAAAA.. YAA CHO KYUHYUN, KENAPA KAU ADA DI ATAS RANJANGKU?” kata Eunrim lalu langsung mendorong Kyuhyun hingga terjatuh..

“MANA KUTAHU! KAU PIKIR AKU DATANG KE SINI DENGAN SUKARELA. LAGIPULA, KENAPA KAU ADA DI SINI? INI KAN JEPANG!!” kata Kyuhyun sambil meringis kesakitan.. “ughh.. pantatku sakit tau!”

“Jangan mendekat!” kata Eunrim memperingati Kyuhyun. Dia lalu segera menutupi badannya dengan selimut. Rupanya pakaian tidur Eunrim agak seksi.

“Okee.. Aku tidak mendekat.. tapi bisa kau jelaskan ini semua?” Tanya Kyu.

“Ambilkan jaketku di lemari dulu please..” pinta Eunrim. Kyuhyun rupanya mengerti kenapa Eunrim menyuruhnya, jadi ia mau melakukannya tanpa berkomentar.

Tetapi sepertinya Kyuhyun tidak menemukan benda yang menyerupai lemari. Dia lalu melihat ke sekeliling ruangan.

“Eunrim. Tidak ada lemari di sini..” kata Kyuhyun polos.

“aduh babo! Kau lihat pintu di ujung saja? Itu lemari bajuku!” seru Eunrim. Kyuhyun lalu bergegas ke sana. Dia berusaha membuka pintunya. “terkunci..” komentarnya.

“Haahh?? Terkunci?” Eunrim langsung turun dan mendatangi Kyuhyun. Dia lupa dengan busana yang sedang dikenakannya sekarang.

“Heeehh?? Sejak kapan lemari bajuku terkunci??” kata Eunrim sambil berusaha menarik pintu lemarinya.

Kyuhyun dari tadi hanya memperhatikan Eunrim.

“APA YANG KAU LIHAT! BERBALIKLAH!” seru Eunrim.

“Hahaha.. Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu.. Pakai jaketku saja..” kata Kyuhyun sambil melepas jaketnya dan memberikannya ke Eunrim.

“Heemm, gomawoo Kyu.. Hehe.. Ayo kita ke bawah. Entah apa lagi yang sedang dipikirkan eommaku sampai membiarkan kau masuk ke kamarku.” Sahut Eunrim sambil menuju ke pintu.

“Eomma? Jadi ini rumahmu?” Tanya Kyuhyun menyusul Eunrim.

“Aduh babo! Kalau ini bukan rumahku, buat apa aku ada di sini sekarang..” Eunrim lalu membuka pintu. “HEE?? KENAPA PINTU KAMARKU JUGA TERKUNCI??”

=====================================================

hemm, berniat untuk buat cerita bersambung.. tapi mungkin beberapa part aja.. hehe..

komen yaa..😉