Annyeong..! ^^

Buat para author dan reader ini adalah fanfict pertamaku..

Jadi, kalo misalkan ceritanya agak aneh, harap dimaklumi aja ya…

Dan aku sebagai author baru, mohon bantuan dari kalian semua supaya aku bisa membuat fanfict-ku lebih baik lagi…

So, tanpa basa-basi lagi, langsung aja liat hasilnya ya, hehe… CHECK IT OUT!

————————————————————————-======———————————————————————–

 

Title             :     Change Your Heart

Author        :     Chi-Chie Chan (Kang Ji Soon)

Genre         :     Romantic, friendship, comedy

Part              :     1

Main Cast  :     t  Hyun Ah (4Minute)

t  Choi Ji Na (G.NA)

t  Jun Hyung (BEAST)

t  Jin Woon (2AM)

t  Junsu (JYJ)

t  Heo Ga Yoon (4Minute)

t  Kwon So Hyun (4Minute)

t  Bang Chul Yong (Mir MBLAQ)

And other cast…

Hyun Ah POV

“Oppa…!” panggilku kepada seorang namja, yang tak lain adalah Jun Hyung BEAST.

“Waeyo?” balasnya dengan senyuman khasnya. Aku sempat tidak bisa berkutik sedikitpun, melihatnya tersenyum membuat diriku mencair seperti es.

“Hyun Ah… Apa kau tidak apa-apa?” aku pun segera tersadar dari lamunanku.

“Mmm, anni…Gwaenchanayo, aku permisi dulu ya…” pamitku kepadanya. Aku tidak dapat melanjutkan pembicaraanku dengannya lagi, karena aku tidak bisa mengendalikan jantungku yang berdetak sangat kencang ini. Hal itu selalu kurasakan saat ku berhadapan dengan namja keren itu. Terkadang benar kata orang, bahwa cinta bisa saja tumbuh dimana pun kita berada. Mungkin inilah yang disebut dengan cinta lokasi.

Rasa itu bermula saat aku dan Jun Hyung berakting di MV soloku yang berjudul “Change”. Kami selalu berlatih bersama-sama. Karena kami sesama rapper, maka aku selalu banyak belajar dari dirinya. Saat kami sedang berlatih pun, rasa itu selalu muncul.

Tapi, ada satu peristiwa yang sampai sekarang ini masih teringat di benakku, yaitu saat hari ulang tahunku ia memberikanku sebuah hadiah. Hadiah itu dibungkus dengan kertas kado berwarna pink keunguan. Dan ternyata isi dari hadiah itu adalah sebuah boneka lumba-lumba yang lucu.

 

—Hyun Ah Flasback—

 

“Wahh! Lucu sekali boneka lumba-lumba ini…!” aku senang mendapatkan boneka itu, terlebih dari orang yang kusuka.

“Mianhae, aku hanya bisa memberikan boneka itu saja. Tapi boneka itu mempunyai artinya loh…” kata Jun Hyung membuatku penasaran. Aku pun semakin bingung karena Jun Hyung hanya senyum-senyum saja setelah itu.

“Boneka itu sama denganmu. Karena kau lucu seperti lumba-lumba itu. Kau seperti…” Jun Hyung sedikit menundukkan kepalanya.

“Aku seperti apa…?” tanyaku semakin penasaran saja.

“Kau seperti, mmm… seperti….putri duyung dewasa yang imut dan lucu.” jawabnya sedikit terbata-bata.

Aku merasakan mukaku saat itu langsung memerah seperti kepiting rebus saja. Aku pun juga tidak dapat mengucapkan kata-kata lainnya. Aku mati gaya.

“Mmm…mm.. gomawoyo Jun Hyung-ssi.” hanya kata itu yang dapat kusampaikan kepadanya.

“Panggil saja aku oppa, dan apakah aku boleh memanggilmu yeodongsaeng atau hanya namamu saja?” tawarnya kepadaku, lagi-lagi dengan senyuman mautnya. Aku pun hanya bisa menganggukkan kepalaku. Kemudian, ia pun meninggalkan aku setelah mengucapkan selamat ulang tahun dan selamat tinggal kepadaku. Dan sejak saat itulah kami pun semakin akrab. Betapa senangnya diriku saat itu.

 

—Flashback End—

 

“Hyun Ah!” seru Ga Yoon eonni.

Aku pun menoleh ke arahnya, kulihat ia membawa sebuah kantong plastik yang berisikan entah apa.

“Ini, makanlah! Sejak tadi siang kau belum makan. Jangan sampai kau sakit, karena besok kita akan melakukan pemotretan bersama Ji Na eonni dan semua member BEAST. Aku tidak menghiraukan apa yang dikatakan eonniku yang satu ini, karena aku sedang asyik melahap makananku. Dan lagi pula setiap ku mendengar nama Ji Na eonni, kupingku jadi panas sekali. Ya, tentu saja, ini karena kejadian waktu itu, dan hal itulah yang membuat hubunganku dengan Jun Hyung oppa semakin menjauh. Kami semua (member 4Minute) tidak ada yang suka dengannya sama sekali, entah mengapa kami merasa benci sekali terhadapnya.

 

—Hyun Ah Flashback—

 

“Oppa,aku punya sesuatu untukmu!” tanyaku kepada Jun Hyung oppa setelah kami selesai latihan.

“Jeongmal?” kini kulihat matanya bercahaya saking senangnya. Lalu kutunjukkan sebuah kotak makanan, dan kusuruh ia membukanya, dan alangkah senangnya ia ketika melihat bahwa isinya adalah…

“Ramyeon (mie ramen khas Korea)!!Wahh, aku suka sekali ini! Aku sudah lama tidak makan makanan ini. Aku sangat merindukannya. Apa kau yang memasak ini semua?” tanyanya dengan wajah yang sangat gembira. Aku pun mengangguk mantap kepadanya dan juga tak kalah senangnya.

Tapi kesenangan kami itu hanya berlangsung sesaat saja, karena ada seorang pengganggu yang menghampiri kami, yang tak lain adalah trainne baru di agency kami yang sebentar lagi akan memulai debutnya. Dan yang lebih membuatku kesal lagi, ia berduet dengan Jun Hyung oppa dalam album debutnya yang pertama kalinya

“Jun Hyung-ssi, apakah kau sudah selesai latihan?” tanyanya dengan gaya yang terlalu feminim kepada Jun Hyung oppa. Uhhh!! Dasar tidak tahu diri! Kenapa dia harus dekat dengan Jun Hyung oppa?! Lihat saja kau nanti, gertakku dalam hati.

“Mmm, ne, waeyo Ji Na-ssi?” jawab Jun Hyung oppa. Huhuhu…aku semakin cemburu… T.T

“Manager Kim menyuruh kita untuk segera latihan, tapi setelah aku kemari mendatangimu, sepertinya kau sedang asyik makan, mungkin lebih baik kubilang nanti saja kepadanya” sepertinya ia sedang melakukan trik agar aku dicuekin oleh Jun Hyung oppa. Hatiku semakin memanas.

“Ahh, gwaenchanayo! Oh ya, apa kau mau mencoba mie ramen ini? Hyun Ah, apa Ji Na-ssi boleh mencobanya?”  tanya Jun Hyung oppa seperti memelas kepadaku. Apa-apaan ini, orang yang tidak diundang, datang mengusik waktu bersama kami. Tidak bisa kumaafkan. Tapi karena Jun Hyung oppa yang memintanya, maka dengan terpaksa aku menganggukan kepalaku.

“Gomawoyo, Jun Hyung-ssi…! Gomawoyo, Hyun Ah-ssi!” senyumnya kepadaku. Iih, aku hanya bisa tersenyum masam saja melihatnya.

Huhuhu… T.T Benar-benar tidak bisa kumaafkan. Dia telah mengusik keakrabanku dengan Jun Hyung oppa. Jika aku tidak bisa mendapatkan Jun Hyung oppa, pasti ini semua karena dia.

 

—Flashback End—

 

Sambil memikirkan hal membencikan itu, aku pun menyantap makanan dengan wajah yang cemberut.

“Hyun Ah, kau ini makan atau apa sih? Dari tadi mukamu cemberut terus.Apa kau sedang memikirkan kejadian ‘mie ramen’ itu?” tebak Ga Yoon eonni dengan benar.

“Ya, begitulah! Sudahlah, jangan ingatkan aku lagi tentang itu!” kini aku semakin cemberut saja.

“Hyun Ah, apakah kau masih menyukai Jun Hyung oppa?” bisik Ga Yoon eonni. Aku pun tersedak dan segera mengambil air putih yang juga dibawakan Ga Yoon eonni. Ga Yoon eonni terlihat panik dan segera menepuk-nepuk bahuku dengan perlahan.

“Apa kau tidak apa-apa Hyun Ah? Mianhaeyo, aku tidak bermaksud membuatmu jadi seperti tadi.” sesal Ga Yoon  eonni dengan wajah yang sedih dan takut. Aku pun berusaha meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. Tapi sepertinya ia masih kelihatan takut.

“Eonni, tenang saja…! Aku tidak apa-apa kok.” jawabku dengan senyuman dan semoga saja itu bisa melegakannya.

“Baiklah kalau begitu! Oh ya, apa kau nanti mau ikut denganku pergi berbelanja keperluan di dapur nanti?” aku pun mengiyakan ajakannya. Lagipula sudah lama aku tidak jalan-jalan keluar dorm. Semenjak 4Minute sibuk dengan album single terbaru, jadwal kami semakin diperpadat dengan latihan dan pemotretan. Aku juga jadi jarang bertemu dengan Jun Hyung. Karena ia juga disibukkan dengan kegiatan grupnya.

Ada sedikit rasa menyesal dalam hatiku. Kenapa tadi aku tidak berbicara lebih akrab lagi dengannya. Hubungan kami sekarang juga semakin merenggang. Aku merasa semakin takut akan kehilangan dia yang sudah kuincar sejak awal trainee kami di Cube Entertainment.

Semua itu kuceritakan ke Ga Yoon eonni. Selama ini, hanya dia yang selalu menjadi tempat curahan hatiku. Dan hanya dialah yang tahu tentang semua rahasiaku, terlebih tentang pria yang kusukai saat ini. Ia juga selalu memberikan nasihat kepadaku ketika aku melakukan kesalahan dan menghiburku ketika aku sedang sedih. Tapi, bukan berarti hubunganku dengan member 4Minute lainnya tidak berjalan dengan baik. Aku tetap bercerita kepada mereka semua jika aku mempunyai masalah ataupun sedang bersedih. Kami semua selalu saling bercerita agar hubungan persahabatan kami (yang sudah seperti kakak-adik ini) dapat bertahan lama, bahkan selamanya.

 

Ga Yoon POV

Aku senang karena Hyun Ah sudah tidak bersedih lagi. Aku tahu hubungannya dengan Jun Hyung sekarang ini sudah tidak seperti dulu lagi. Aku ingin sekali bisa membantu mereka membangun hubungan mereka yang telah renggang. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Terlebih sekarang ini, grup kami dan grup Jun Hyung sedang dalam masa promosi album terbaru. Ingin sekali ku meminta tolong bantuan Ji Hyun eonni, karena selama ini eonni selalu bisa memecahkan masalah yang ada di antara member kami ini. Tapi sepertinya Ji Hyun eonni juga sekarang masih disibukkan dengan beberapa acara di KBS channel sebagai MC.

Lamunanku pun buyar saat kusadar ada seseorang yang memanggilku dari arah belakang. Tampak seorang namja berkaos lengan pendek warna biru muda dan celana jeans biru tua kehitaman. Awalnya aku sedikit bingung kenapa dia bisa tahu namaku, sedangkan aku saja tidak begitu mengenalnya.

“Annyeong haseyo Ga Yoon-ssi…!” sapanya dengan ramah.

“Mmm, nuguseyo?” tanyaku sedikit lebih sopan kepadanya karena sepertinya dia lebih muda dariku.

“Choneun Ji Na-ssi chingu Jin Woon imnida. Mmm, apa aku boleh tanya, noona?” ia memanggilku noona, berarti benarlah dugaanku tadi.

“Ne… Mullonimnida.” jawabku seraya mengangguk mantap.

“Begini noona, apa noona tahu dimana Ji Na-ssi sekarang berada?” tanyanya dengan sedikit penasaran.

“Aku tidak tahu, sejak tadi pagi aku tidak ada bertemu dengannya. Lagipula kami juga tidak terlalu dekat dengannya karena saat kami mau berkunjung ke dormnya, ia sedang tidak ada.” jelasku kepada namdongsaeng itu.

“Ah, geuraeyo…? Geureom kamsahaeyo!” ucapnya seraya membungkukan badannya kepadaku dan berpaling meninggalkan aku. Pria yang aneh, pikirku dalam hati.

Setelah itu, HP-ku berdering.  Lalu kuangkat dan kusadari bahwa itu adalah suara Hyun Ah yang sepertinya kesal denganku karena ia sudah menungguku di lobbi dengan cukup lama.

“Katanya mau ke supermarket, tapi kenapa lama sekali. Sedang apa sih eonni di atas?! Lama-lama bisa keriput juga mukaku menunggu eonni di sini. Uhhh!” seru Hyun Ah, dan sepertinya dia benar-benar kesal terhadapku.

“Mianhaeyo, aku akan segera ke sana! Mmm, tapi bukannya kau lebih cocok dengan mukamu yang keriput itu?” ledekku sambil tertawa dalam hati. Belum sempat Hyun Ah menjawabnya, panggilan itu sudah kuputuskan. Aku  segera berlari menyusul Hyun Ah di lobbi. Selama perjalanan menuju ke lobbi, aku menahan tawa yang bisa saja meledak sewaktu-waktu. Tidak bisa kubayangkan bagaimana nasibku jika sudah bertemu dengan ‘nenek keriput’ itu. Hahahaha, pisss Hyun Ah… :p

 

Jin Woon POV

“Ahh, kemana saja sih Ji Na-ssi? Padahal kan sebentar lagi pemotretannya akan dimulai.” keluhku terhadap diriku sendiri. Jelas saja aku mengeluh karena sejak tadi pagi saat aku mendatangi gedung agency Cube Entertainment ini, Ji Na-ssi tidak menampakkan batang hidungnya, bahkan orang lain pun tidak ada yang melihatnya juga. Aku sudah menghubunginya berulang kali tapi HP-nya tidak aktif. Aku bingung harus kemana lagi mencarinya.

Saat ku bertemu dengan Ga Yoon noona, sepertinya dia terkejut dengan keberadaanku. Haha, mukanya terlalu polos, kelihatan jelas sekali kalau dia tadi sedang kebingungan karenaku. Mungkin dia memang tidak pernah melihatku. Tapi aku pernah melihatnya di televisi saat dia sedang diwawancarai oleh salah satu infotainment. Dan mulai dari situlah kumengenalnya, tetapi hanya  sebatas mengenal saja, tidak lebih. Tapi yang membuatku bingung, kenapa Ga Yoon noona dan Ji Na noona tidak begitu akrab, bukannya mereka sama-sama satu manajemen dan besok mereka juga akan melakukan pemotretan bersama-sama…? Hal ini masih menjadi tanda tanya bagiku hingga tanpa kusadari di hadapanku muncullah seorang yeoja yang sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya. Dia bukan orang yang kucari sejak tadi pagi, melainkan seorang yeoja dengan senyumnya kepadaku, …??? kepadaku??

“Kau mencari Ji Na-ssi ya?” tanyanya menghampiriku dengan senyuman yang ia maksud tadi sebagai sapaan untukku.

Aku hanya bisa menganggukan kepalaku, karena entah mengapa aku merasa mati gaya di hadapannya.

“Mmm… baiklah, sepertinya kau sudah ditunggu olehnya. Sekarang ia menunggumu di tempat pemotretan.” Sepertinya ia menyadari kekakuanku saat itu, lalu ia pun pergi meninggalkanku setelah ia tersenyum manis kepadaku. Apakah dia telah mencuri hatiku? Padahal aku saja belum tahu siapakah dia sebenarnya, tapi mengapa aku bisa mempunyai rasa terhadapnya?

Aku tersadar dari pikiranku saat kulihat pada layar ponselku yang bergetar, panggilan dari Ji Na-ssi. Tanpa berpikir panjang lagi, aku pun segera mengangkat telepon darinya dan menuju tempat pemotretan karena sepertinya mereka semua sudah menungguku.

 

Jun Hyung POV

 

Hari ini benar-benar melelahkan sekali. Aku merasa sepertinya badanku sakit semua. Aku juga merasakan badanku sedikit demam. Tapi aku tidak mau bermanja-manja, aku harus segera sembuh. Maka aku pun bermaksud untuk jalan-jalan sebentar. Tanpa memberitahukan manajer dan member yang lainnya, aku segera melangkahkan kaki menuju mobil kesayanganku yang ada tempat parkir bawah tanah gedung agency kami (karena saat itu aku kami semua, member BEAST sedang berada di gedung agency kami, dan karena pada waktu itu untung saja sedang rehat sebentar).

Aku pun melaju di jalanan kota Seoul dengan kecepatan sedang. Awalnya aku bingung mau pergi kemana, tapi saat teringat bahwa diriku belum mengisi perutku (alias lapar,hehe…), aku pun segera menuju ke supermarket terdekat (karena di sekitar situ tidak ada kedai atau depot kecil).

Sebelum keluar dari mobil, aku pun menyiapkan penyamaranku. Dengan menggunakan kacamata hitam dan jaket tebal berwarna hitam dengan penutup kepalanya, kulangkahkan kakiku meninggalkan mobilku dan menuju supermarket itu. Tapi, sejenak kurasakan pusing di kepalaku sebelum aku masuk supermarket itu. Namun, aku pun berusaha meyakinkan pada diriku sendiri bahwa aku tidak apa-apa. Kupaksakan diriku untuk tetap melangkah.

Kususuri beberapa lorong di supermarket itu. Beberapa jenis snack, seperti biskuit dan kue kering lainnya kuambil dan kumasukkan dalam keranjang. Aku juga tak lupa untuk membeli beberapa bahan untuk makan nanti malam. Semoga saja mereka semua suka dengan menu dariku.

Belum sempat aku membayarnya ke kasir, tiba-tiba saja badanku lemas sekali dan pandanganku pun kabur. Aku merasa diriku tidak berdaya lagi dan setelah itu aku tidak merasakan apa-apa lagi…

 

Hyun Ah POV

“Eonni, ada apa ya di situ? Kenapa ramai sekali?” tanyaku kepada Ga Yoon eonni yang sedang memilih-milih beberapa buah dan kemudian berhenti sejenak untuk menolehkeadaan di sekitar.

“Entahlah, mungkin ada petugas yang sedang memberikan pengarahan atau sedang promosi dengan diskon yang tinggi, menurutku sih begitu.” jawabnya dengan cuek, seperti tidak mau tahu lagi apa saja yang terjadi di sekitarnya. Memang begitulah Ga Yoon eonni, kalau ia sedang asyik berbelanja, jangan harap kalian akan diladeni olehnya (haha…buat para namja yang naksir Ga Yoon eonni, hati-hati ya…!).

Sikap Ga Yoon eonni tadi cukup membuatku kesal. Tapi hatiku masih penasaran ada gerangan apa di sana. Aku berjalan sendiri menuju kerumunan orang banyak tersebut. Aku berusaha menerobos masuk ke dalam kerumunan orang itu, dan betapa terkejutnya saat kudapati ada seorang namja yang jatuh pingsan. Namja itu, sepertinya aku mengenalinya… JUN HYUNG OPPA!!! Seruku dalam hati.

“EONNI!EONNI!!” teriakku memanggil Ga Yoon eonni dengan lari tergesa-gesa.

“Hyun Ah, ada apa? Kau seperti orang yang habis dikejar setan saja.” jawab Ga Yoon eonni ikut panik dan penasaran.

“Eonni! Hhhah…hahh… Jun Hyung oppa!” napasku terengah-engah, sejenak kulihat wajah bingung dan penasaran dari Ga Yoon eonni, dan dengan sedikit kesal (karena Ga Yoon eonni lambat sekali responnya) segera kutarik tangan Ga Yoon eonni yang sedang membawa keranjang berisi buah-buahan tadi menuju kerumunan orang banyak itu tadi. Kulihat Ga Yoon eonni yang terkejut dengan apa yang dilihatnya, aku pun segera menyadarkannya.

“Tolong bantu aku mengangkatnya ke dalam mobilku!” pintaku kepada semua orang (khususnya namja) untuk membantuku. Dan untung saja mereka bisa mengerti keadaan, segera mereka membantuku mengangkat Jun Hyung  oppa.

“Hyun Ah, ke mobil Jun Hyung oppa saja!” Ga Yoon eonni mengingatkanku sambil menunjuk mobil kesayangan Jun Hyung yang diparkir tidak jauh dari mobil kami. Segera kucari kunci mobil yang ada di dalam jaketnya dengan hati-hati, dan setelah kumenemukannya segera kubuka pintu tengah mobil untuk tempat membaringkan Jun Hyung oppa.

Setelah Jun Hyung oppa sudah dibaringkan di dalam mobilnya, aku pun segera berterima kasih kepada semua namja yang sudah membantuku tadi. Dan satu hal yang membuatku juga lega , karena untung saja mereka tidak mencurigai diriku.

“Hyun Ah, kau saja yang membawa Jun Hyung oppa pulang. Aku masih mau mencari beberapa bahan-bahan untuk makan malam nanti, dan aku juga mau membayar semua barang yang tadi dibeli Jun Hyung oppa. Aku takutnya si pemilik supermarket akan marah dan menyuruh Jun Hyung oppa untuk bekerja di sini. Hahaha… kau bisa bayangkan bagaimana nasib buruk yang menimpa Jun Hyung oppa nati jika tidak ada aku?!” canda Ga Yoon eonni kepadaku. Aku sangat takjub, betapa tidak, di saat-saat panik seperti ini ia masih bisa menghiburku dengan candaannya.  Hal inilah yang selalu membuatku dekat dengan Ga Yoon eonni, bahkan jika aku sedang kesal karenanya, ia tetap bisa membuatku tertawa karena candaannya yang lucu-lucu (dijamin ampuh abiss! ^^).

“Ya sudah, baiklah kalau begitu! Jangan pulang terlalu sore ya eonn… Gomawo, eonni!” aku berterima kasih kepadanya yang sudah membantu dan menghiburku sekaligus juga menasihatinya. Karena aku juga tahu satu kelemahan Ga Yoon eonni yang lainnya adalah selalu lupa waktu, apalagi saat berbelanja. Tadi saja ia sudah mencuekkan aku, apalagi kalau aku tidak ada, bagaimanakah nasibnya? Bisa saja ia tetap berada sampai supermarketnya tutup dan mulai buka besok. Hahahaha… aku pun tertawa dalam hati (takut Ga Yoon eonni tersinggung).

“Ne, cheonmaneyo Hyun Ah. Geureon aeseo gaseyo!” jawabnya dan sekaligus menasihatiku juga dengan senyumnya yang sepertinya sedang menahan tawa. Segera kupacu mobil milik Jun Hyung oppa dengan gesit dan hati-hati. Sejenak kutengok Jun Hyung oppa yang sedang terbaring di jok belakangku. Aku merasa sedih melihatnya terbaring pingsan dan lemah seperti itu. Hatiku benar-benar sakit melihatnya. Seandainya Jun Hyung oppa bisa mendengarkan rintihan hatiku ini.

“Oppa…” panggilku dengan tersedu-sedu. Setelah menyadari bahwa ada yang menetes di pipiku, segera kuusap dan memfokuskan kembali pikiranku dengan jalanan yang kulewati.

Saat mobil yang kukendarai memasuki tempat parkir bawah tanah gedung agency kami, terlihat di situ beberapa orang namja yang sepertinya sedang menunggu kedatanganku.

“Hyun Ah-ssi, apakah hyung baik-baik saja?” tanya seorang namja dengan gaya rambut putihnya, yang tak lain adalah Yo Seob oppa.

“Tidak sebaik pemikiran kalian, mukanya sangat pucat.” jawabku dengan sedih. Tampak dari wajah mereka semua mimik kecewa. Segera tanpa berkata apa-apa lagi, mereka membantu Doo Joon oppa mengangkat hyung mereka menuju kamarnya (di dalam dorm BEAST).

 

Jun Hyung POV

 

Aku serasa bermimpi panjang. Semuanya gelap, mataku tidak bisa melihat apa-apa. Tapi, telingaku masih bisa mendengar dan jantungku masih berdetak normal.

“Oppa, sadarlah!” tersengar suara seseorang memanggilku dan sekaligus membangunkanku.

Kubuka mataku perlahan-lahan, dan kusadari ada seorang yeoja yang sepertinya dari tadi sudah menungguku. Dia, sepertinya aku mengenalnya, terlihat dari senyumannya yang manis. Dia adalah…..

 

 

–=To Be Continue=–

 

 

Haha.. 😀

Part  1-nya udah selesai nie…, dan part 2-nya masih dalam proses,hehe…

Kira-kira pada penasaran gak y nie..??

Bagi yg udah baca, tolong komentarnya y..

Thanks all..! ^^