Annyeong chingudeul… \:D/
Author gak lama” kn hiatusnya? Hehehe… 🙂
Tapi mungkin bakal hiatus lagi soalnya author mau TO lagi dan persiapan ujian 😦 (aduhh… kog malah curhat sii?)

Okelah… Daripada reader bosen denger author ngomong (?), hari ini author bakal nge-post Oh! Girl Chapter 11!!! (Author kumat lebay nya) Gak kerasa udah sampai chapter terakhir… Waktu author bikin chapter ini, bikinnya buru-buru jadi maaf yaa kalo endingnya jelek, kurang greget, atau gimana…

Okee, daripada nanti author malah dilempar reader gara-gara kebanyakan ngomong (PLAKKK!!!) langsung yaa… 😀

Ji Yeon POV

Aku mulai meneteskan air mataku sampai aku melihat sebuah kertas tergeletak dimeja yang ada disamping tempat tidurku. Aku membuka lipatan kertas itu dan membacanya.

Annyeonghaseyo Nona Cerewet…
Kau tidak kaget kan aku sudah tidak ada disana?
Mianhae jagi, aku harus buru-buru. Aku akan menemui So Hyun hari ini untuk menjelaskan semuanya. Kau istirahat yang baik yaa jagi… Semoga cepat sembuh.

Saranghae,
Yo Seob

“YA!!! Kau hampir membuatku menangis disini Yo Seob…” Kataku kesal. Tapi aku senang sekali. Ternyata ini bukan mimpi. Ini kenyataan.

“Ji Yeonnieee… Kau sudah bangun?”

“Hyomin Unni!!!”

“Kau kenapa? sepertinya senang sekali hari ini…”

“Iya unni… Aku senang sekali hari ini… Senangggg sekaliii…” Kataku sambil memeluk Hyomin Unni yang masih kebingungan melihatku.

Yo Seob POV

“Yo Seob Oppa, aku minta penjelasanmu atas kejadian kemarin. Siapa laki-laki itu? Siaoa gadis itu? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?” Belum aku ngomong, So Hyun sudah memborong pertanyaan padaku. Aku sudah siap dengan semua reaksi So Hyun. Mau dia marah padaku? Terserah karena aku yang salah menyembunyikan hal ini terlalu lama.

“Sebentar So Hyun, aku akan menjelaskan semuanya satu-satu ok? Jadi, laki-laki itu teman dekat Ji Yeon, gadis yang kemaren kita temui.”

“Lalu siapa Ji Yeon itu?”

“So Hyun, aku belum selesai…” Kataku sedikit kesal. Aku menarik napas lalu melanjutkan lagi. “Sebenarnya, sebelum aku mengenalmu, orang tuaku sudah menjodohkanku. Awalnya aku tidak mau…” Aku berhenti sejenak. Kulihat So Hyun sangat kaget tapi dia tidak mengatakan apa-apa dan menyuruhku melanjutkan ceritaku. “Tapi, aku malah mencintai gadis itu So Hyun-ah… Aku mencintai Park Ji Yeon.”

So Hyun terdiam. Aku tau dia sangat marah padaku…

“So Hyun-ah, mianhae…” Kataku menyesal. “Maafkan aku tidak pernah bilang padamu tentang hal ini.”

“Yo Seob Oppa, aku kecewa denganmu.” Aku bisa melihat kalau So Hyun ingin menangis. Aku… Aku jahat sekali…

“So Hyun, mianhae… Jeongmal mianhae. Tapi aku juga tidak mau menyakitimu lebih dari ini. Maafkan aku.” Aku benar-benar menyesal sekarang.

So Hyun POV

“Aku kecewa sekali denganmu oppa. Aku tulus mencintaimu selama 1 tahun ini dan kau membohongi aku selama itu. Tapi aku tidak mau larut dalam kekecewaanku terhadapmu oppa. Lagipula, aku sudah senang melihatmu bahagia.” Ya, walaupun sedikit tidak rela. Tapi aku serius. Mungkin orang menyangka aku ini bodoh begitu saja mau memaafkan namja yang sudah membohongiku selama 1 tahun. Tapi aku akan lebih bodoh lagi kalau kecewa dengannya, membencinya, atau apapun itu yang akan mambuatku sendiri tersiksa.

Yo Seob Oppa menatapku seakan tidak percaya dengan apa yang kukatakan sekarang.

“Kau tidak marah denganku So Hyun?”

“Marah? Iya jelas aku marah oppa kau sudah membohongiku. Tapi, kalau kau bisa bahagia, aku juga senang.” Kataku lagi.

“So Hyun-ah, gomawo…”

“Untuk apa?”

“Untuk semuanya. Aku memang pabo membohongi gadis sebaik kamu. Jeongmal mianhae…”

“Ne oppa… Gwenchana. Tapi, kita masih teman kan?” Tanyaku.

“Tentu saja So Hyun-ah…”

“Ok… Aku tunggu undangan pernikahanmu dengan Ji Yeon Unni nanti…” Kataku lalu berdiri dari dudukku. “Annyeong oppa… Sampaikan salamku pada Ji Yeon Unni. Ingat, aku harus menerima undangan pernikahanmu dengan Ji Yeon Unni. Bukan dengan wanita lain…” Lalu aku bergegas pergi. Sakit hati? Pasti… Tapi, aku akan mencoba untuk merelakannya. Demi Yo Seob Oppa, aku, dan Ji Yeon Unni.

Yo Seob POV

Aku tidak pernah menyangka, So Hyun akan sedewasa itu dan undangan pernikahanku dan Ji Yeon katanya? Aku tidak bisa lagi menjawab So Hyun karena aku bingung. Apa secepat itu aku akan menikah dengan Ji Yeon? Sepertinya tidak.

Aku langsung ke rumah sakit lagi. Aku mau mengabarkan hal ini untuk Ji Yeon. Jagi, tunggu aku…

***

Aku langsung berlari menuju kamar Ji Yeon.

“Jagiya!!!” Tapi aku langsung mematung disana. Kemana Ji Yeon? Kenapa kamar ini kosong?

Aku tanya dengan perawat yang ada disana tapi perawat itu hanya menjawab kalau Ji Yeon sudah dibawa pulang keluarganya.

Aku langsung pergi kerumah Ji Yeon. Aku membel pintu beberapa kali tapi sudah setengah jam aku menunggu, tidak ada yang membukakan pintu. Ji Yeonnie, kau dimana?

Apa Teuk Ahjussi berubah pikiran dan membawa Ji Yeon pergi? Aigoo, kalau benar itu terjadi, aku tidak tau bagaimana nasibku tanpa Ji Yeon.

Aku pergi dari rumah Ji Yeon. Aku tidak tau harus bagaimana sekarang. Park Ji Yeon, kau dimana?

Akhirnya aku putus asa. Aku tidak menemukan Ji Yeon dimanapun. Aku pulang kerumah dengan hati yang hancur. Mungkin aku dan Ji Yeon memang tidak bisa bersama.

Aku membuka pintu rumahku dan langsung masuk kekamar.

Saengil chuka hamnida
Saengil chuka hamnida
Sarang haneun Yo Seob ssi
Saengil chuka hamnida

(Bayangin lagi muka Yo Seob Oppa di MV Beautiful)

“YA! YANG YO SEOB!!! Kau darimana saja? Lama sekali. Kami cape menunggumu disini apa kau tau?” Suara itu…

“Ji Yeon!!!” Aku langsung berlari menghampirinya. Memeluknya dengan erat.

“Y… Ya! Yo Seob, banyak orang disini…”
Kata Ji Yeon tapi aku tidak menghiraukannya. Aku tetap memeluknya.

“Aku kira kamu sudah pergi meninggalkanku Ji Yeonnie…”

“Yo Seob-ah, aku tidak mungkin meninggalkanmu apa kau benar-benar lupa? Yang Yo Seob, ini hari ulang tahunmu…”

“Ya… Aku lupa Ji Yeonnie… Aku lupa karena memikirkanmu…” Jawabku.

“Mwo?”

“Hmm… Sepertinya kita harus kebelakang dulu…” Tiba-tiba Si Yoon Hyung dan Hyomin mengajak semua orang pergi… Semua orang kecuali aku dan Ji Yeon tentunya…

Sekarang tinggal kami berdua. Aku bingung sekarang mau bagaimana…

“Saengil chukae Yo Seob-ah…” Tiba-tiba Ji Yeon membuka membicaraan…

“Gomawo Ji Yeonnie…” Kataku lagi…

Diam lagi…

“Bagaimana dengan So Hyun?”

“Yah, dia bisa mengerti… Aku menyesal sudah membohonginya.” Kataku lagi.

“Jadi kau baru sadar?”

“Mwo?! Kenapa kau tidak menyemangatiku sama sekali?”

“Untuk apa?” Tanyanya polos. Aigoooo… Dia ini… Arghhhh…

“Ahhh… Sudahlah…” Kataku kesal dan dia cuma tertawa. “Ji Yeonnie, kau jangan pergi seperti itu lagi. Aku takut sekali tadi…”

“Takut?”

“Aku takut kehilanganmu…” Kataku lagi…

“Mianhae Yo Seob-ah…” Katanya menyesal. Omo, andwe… Jangan seperti itu…

“Gwenchana Ji Yeonnie… Jangan menampilkan wajah yang seperti itu.” Kataku… Tapi dia tetap diam… Aku menghampirinya, menyuruhnya menatapku…

Chu~

“Saranghae Ji Yeonnie…” Kataku sambil tersenyum. Bisa kulihat, sekarang Ji Yeon cuma bisa berdiri mematung.

“Na ddo…” Akhirnya, setelah dia mematung cukup lama…

“Ji Yeonnie, jangan tinggalkan aku… Janji?” Tanyaku padanya.

“Hmmm… Bagaimana yaa?” Hah?! Apa maksudnya dia ini?

“YA!!! Park Ji Yeon!!!” Teriakku…

“Ya… Aku janji… Aku janji Yang Yo Seob. Tapi kau juga harus janji… Kau tidak akan meninggalkanku sampai kapanpun…” Tiba-tiba dia memelukku erat.

“Ya… Aku janji Park Ji Yeon… Tidak akan meninggalkanmu… Selamanya…” Kataku membalas pelukannya.

Ji Yeon ingin melepas pelukannya, tapi aku menahannya.

“Tetaplah seperti ini.” Aku sama sekali tidak ingin melepasnya. Kalau bisa, aku ingin seperti ini selamanya. Menjaganya dan melindunginya…

THE END

____________________________________________________

Waktu author bikin part 11 ini, waktu Yo Seob Oppa lagi ulang tahun… 🙂 dan sekali lagi, kjalau reader merasa pernah baca FF ini, ini memang pernag author post di blog lain dengan judul dan cast yang sama 🙂

Gimana menurut kalian? Reader comment semua yaa…

DON’T BE SILENT READER AND NO BASHING…

Gomawo sudah baca Oh! Girl sampai tamat…*bow 90 derajat

Annyeong 😀

Iklan