Eunrim mondar-mandir di depan pintu.

“EOMMA!! MASA KAU TEGA MENGURUNGKU BERSAMA KYUUU???!!!” teriak Eunrim sambil menggedor-gedor pintu lagi.

“Sebenarnya ini betul-betul rumahmu tidak sih? Kok kita seperti lagi diculik ya?” kata Kyuhyun.

“SHUT UP BOY! Aku lagi berpikir nih..” Eunrim lalu menuju ke pintu lain. “Huh.. Biar pintu menuju ke ruang tamuku juga dikunci.. ARGHHH..” jeritnya.

“Ruang tamu?” ulang Kyuhyun.

Eunrim mendesah. “Kyu, kau lihat pintu di sana? Itu pintu keluar dari kamar ini. Dan yang di depanku ini pintu menuju ke.. yaaahh.. semacam ruang tamu pribadiku. Isinya semua akses ke luar rumah ini, internet, telepon, dll. Pintu yang minta kau buka tadi itu pintu lemari bajuku, sedangkan pintu yang disebelah sana, menuju ke toilet.” Jelas Eunrim panjang lebar, kemudian menuju ke pintu yang ditunjuknya. Braaakk.. “Huft.. Untung toilet tidak dikunci..”

Kyuhyun mengintip dari balik bahu Eunrim. “Ini kau sebut TOILET??!!” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Tentu saja, babo! Memangnya ini terlihat seperti apa??” Eunrim balik bertanya.

Kyuhyun menatap pemandangan di depannya dari inchi ke inchi. “Wow.. Ada TVnya..” katanya terpana.

Eunrim hanya menghela napas. “Kalau kau mau tetap tinggal di toiletku ya sudah..” Dia lalu menuju kembali ke tempat tidurnya, lalu duduk bersila di atas kasur. “Jelaskan kenapa kau bisa di sini, Kyu..” Tanya Eunrim.

“Kau sendiri?” balas Kyu sambil berjalan ke hadapan Eunrim..

“Untuk yang kesekian kalinya aku bilang, INI RUMAHKU! Kenapa kau tanya terus sih??” bentak Eunrim.

“Karena rumah ini terlihat seperti punya Siwon hyung. Kau tidak salah masuk rumah kan? Siapa tau ini alasan kita disekap..” komentar Kyu.

“Kalau kau mau, nanti kuminta appaku untuk memperlihatkan surat kepemilikan rumah ini. KAU PIKIR AKU PENCURI RUMAH, HAH??”

“Aniii.. Tentu saja tidak.. Hmm, tapi kenapa kau tidak pernah bilang padaku?” kata Kyu.

“Duduklah..” ajak Eunrim. Kyuhyun pun duduk berhadapan dengan Eunrim.

“Kau tau selama ini kenapa aku tidak punya banyak teman? Karena dulu, mereka semua berteman denganku karena hal ini. Makanya aku memutuskan untuk tidak dekat dengan orang-orang lagi, dan berusaha tidak memberitahu identitasku yang sebenarnya..” jelas Eunrim. “Aku takut mereka memanfaatkanku lagi..” tambahnya.

Kyuhyun hanya menatapi Eunrim. “Kalau setelah mengetahui identitas asliku kau juga berpikiran hal yang sama, sebaiknya kau menjauhiku mulai dari sekarang..” cicit Eunrim.

“Apa aku terlihat seperti orang yang mau memanfaatkanmu?” Tanya Kyuhyun lembut. Eunrim langsung menggeleng.

“Pantas saja kau selalu tertutup tentang keluargamu..” kata Kyuhyun sambil memeluk Eunrim. “Kau tidak perlu menyembunyikannya dariku..”

“Akhirnya aku menemukan orang yang tepat..” bisik Eunrim. Kyuhyun tersenyum mendengarnya.

“Ehm, tapi bisa kau jelaskan secara lebih jelas siapa kau ini?” kata Kyuhyun melepaskan pelukannya.

“Ommonaa..” Eunrim menggeleng pasrah. “Aku ini anak pemilik grup Song itu, Kyu.. Kalau tidak jelas lagi, tanya saja pada Siwon oppa..” kata Eunrim.

“Tunggu sebentar..  Grup Song yang terkenal itu?? Pebisnis yang sudah terkenal sampai ke Amerika itu?? Kau itu anaknya??” Kyuhyun tercengang,

“Iyaa babo.. Jangan bilang ke yang lainnya yaa.. Anggap saja aku ini masih Eunrim yang dulu..” pinta Eunrim.

“Hemm, kau tidak berbohong kan?” tanya Kyuhyun lagi.

BRUUUKK.. Eunrim mendorong Kyuhyun. “YA SUDAH KALAU TIDAK PERCAYA! AKU MALAS MENJAWAB PERTANYAAN YANG SAMA BERULANG-ULANG!!” bentak Eunrim.

“YAAA!! KENAPA KAU MENDORONGKU LAGI!!” balas Kyuhyun yang langsung menubruk Eunrim.

Tanpa sengaja bibir mereka saling bersentuhan (ini bahasa halusnya.. xD)

Ketika Eunrim sudah bisa menggunakan otaknya, dia langsung mendorong Kyuhyun lagi sehingga mereka berdua langsung terjatuh dari tempat tidur.

“KAU MAU CARI KESEMPATAN HAH?? DASAR CHO KYUHYUN MESUMM!!” jerit Eunrim sambil menarik kerah baju Kyuhyun.

“Aku tidak sengaja Eun-ahh.. serius.. hahaha..” tawa Kyuhyun.

“ARGHHH.. SUDAH DUA KALI KAU MELAKUKANNYA!!!” jerit Eunrim sambil memukul-mukul dada Kyuhyun.

“Hahaha.. Aduhh.. Aphuu..” sahut Kyuhyun sambil memegangi tangan Eunrim. “Kau mau lagi yaa??” goda Kyuhyun sambil mulai mendekati Eunrim.

“HUAAAA! MENJAUHHH!!”  kata Eunrim yang langsung naik ke tempat tidur. “ORANG MESUM HARUS DIBASMI!!” jeritnya sambil melempari Kyu dengan bantal.

=====================================================

Di tempat lain, ternyata orang tua Eunrim sedang memperhatikan pasangan itu. Mereka memasang CCTV di kamar Eunrim.

“Yeoboo.. Lihat.. mereka ciuman lohh..” kata eomma Eunrim.

“Hmm.. Hubungan mereka sudah seserius itukah?” sahut appa Eunrim.

Mereka lalu terbelalak ketika melihat ‘pertengkaran kecil’ evil couple itu.

“Soohwa bilang mereka memang biasa seperti itu, untuk mendekatkan diri katanya..” ujar eomma Eunrim. “Anak kita sudah mulai membuka diri lagi, yeobo.. aku terharu..” tambahnya.

“Ya.. Semenjak kejadian itu dia memang jarang bersosialisasi lagi.. Namja ini benar-benar sudah merubahnya..” sahut appa Eunrim menyetujui. “Sekarang kita lihat saja apa dia bia menahan nafsunya untuk tidak menyentuh putri kita..”

“Aku rasa dia bisa yeobo.. Dari tampangnya, sepertinya anak ini bertanggung jawab..” balas eomma Eunrim.

“Pantasan Eunrim tidak mau ikut pindah.. Ternyata dia sudah ada pilihan di Seoul sana..” kata appa Eunrim.

Eomma Eunrim hanya menyetujui. “Aku percaya Kyuhyun bisa menjaga anak kita..”

“Lihat saja nanti..” sahut appa Eunrim.

=====================================================

Kembali ke scene evil couple..

Hari sudah menjelang malam, dan mereka berdua sudah kelelahan karena bertengkar dari tadi.

“Aku tidur di bawah saja..” kata Kyuhyun.

“Ehh.. Kau serius? Dibawah dingin Kyu.. Nanti kau sakit..” sahut Eunrim. “Di sini saja..” tawar Eunrim sambil menepuk-nepuk bagian tempat tidurnya.

“hooo.. Andwee.. Masa aku tidur bersamamu.. Apa kata orang nanti..” tolak Kyu.

“Hemm, ya sudah.. jangan salahkan kalau kau sakit yaa.. Udara dingin begini dan kau cuma pakai baju kaos .. terserah kau sih.. yang jelas aku ngantuk.. hoamm.. selamat tidur..” kata Eunrim.

Dalam hitungan menit, Eunrim sudah terlelap.

.Kyuhyun POV.

Haahh.. Dasar Eun-ahh.. bisa-bisanya kau tertidur secepat ini.. Aku menatapnya. APA KAU TAU SEBERAPA BESAR AKU INGIN MENYENTUHMU?

Biar bagaimanapun aku ini laki-laki normal, mana bisa sih bertahan kalau melihat seorang gadis di depanku, seperti ini lagi.. Huaa.. ><

Kubelai pipinya. “Hatchiii..” ruangan ini memang dingin sekali. Tawaran Eun-ah masih berlaku tidak yaa? Kasur ini terlihat sangat hangat dan nyaman.

Tapi kalau aku naik, bisakah aku menahan hasratku? Aku ingin menjaganya, bukan merusaknya. Setelah mendengar pengakuannya tadi, aku mengerti sekarang. Dia terluka. Dia sakit hati akibat perlakuan yang diterimanya dulu. Dan aku tidak mau melukainya juga. She’s my precious.. I can’t live without her..

Aku kembali menatapnya.. Brr.. Aku menggigil. Akhirnya kuputuskan untuk naik ke atas kasur. Hangatt..

Matanya, pipinya, bibirnya, kenapa aku bisa setertarik begini? Ohh no!

Aku membelai-belai rambutnya.

“Akhirnya kau naik juga.. Dingin kan?” Eunrim terbangun.

“Aku membangunkanmu? Miann.. Tidurlah lagi..” bisikku.

Dia menggelengkan kepalanya. “Nyanyikan aku lagu dulu..”

Tanpa basa-basi langsung kunyanyikan lagu kesukaannya. Daripada otakku dipenuhi dengan pikiran yang tidak-tidak, lebih baik kufokuskan dulu untuk menyanyi.

“I love you.. Love you.. Love youuuuu.. Ohh my baby, my lovee..” aku mengakhiri laguku.

Kalau soal tidur, kau memang nomor satu Eun-ah..

Kudekatkan wajahku. “Tidak apa-apa kan kalau aku meminta ciumanmu sekali lagi? Kau belum membayar nyanyianku.” Bisikku.

Aku lalu menciumnya lembut. “Jangan marah yaa, Eun-ahh..” bisikku lagi. Mudah-mudahan dia tidak merasakannya.

Aku lalu ikut berbaring disampingnya, dan mencoba untuk memejamkan mata.

Cklek.. Tiba-tiba ada yang membukakan pintu kamar.

“Tuan, anda diminta untuk menemui Tuan Besar sekarang..” kata seorang ajumma kepadaku. “Nona Eunrim ditinggal saja, tidak apa-apa..” tambahnya.

Aku mengangguk lalu mengikutinya.

Ajumma itu membukakanku pintu ke salah satu ruangan. Sepertinya ini semacam perpustakaan atau apalah.

“Masuk Kyu.. Ayoo.. jangan sungkan..” sahut seorang pria separuh baya. Di sampingnya duduk seorang wanita yang menatapku sambil tersenyum.

“Apakah sajangnim ini ayah Eunrim?” aku terlalu gugup untuk mengatakan hal lain.

“Panggil saja aku abonim. Ayo Kyu..” kata abonim sambil menepuk-nepuk pundakku. Dia lalu mendudukkanku di salah satu sofa.

“Mau minum sesuatu? Tenang saja, kali ini tidak ada obat tidurnya kok..” kata wanita tadi.

“Ahh.. Terima kasihh.. Ehh..” aku harus memanggilnya apa?

“Eommonim..” jawab wanita itu. Ternyata dia ibu Eunrim.

Untuk menjaga sopan santun, aku langsung meneguk isi cangkir yang disuguhkan padaku. Ternyata isinya teh hangat.

“Jadi begini Kyu, dari tadi kami sudah memantaumu..” kata abonim sambil menunjuk ke arah TV. Aku langsung ikut melihat. Ternyata kamar Eunrim dipasangi CCTV! Ommona, apa yang sudah mereka lihat dari tadi..><

“Dan abonim ingin bertanya padamu.. Apa kau serius menjalani hubungan dengan Eunrim? Katakan sejujurnya.” Tanya abonim.

“Sangat serius, Abonim.” Jawabku singkat.

“Seberapa serius kau menyukainya. Kau sudah mendengar ceritanya tadi kan? Apa kau yakin tidak akan melukainya?” tanya abonim lagi.

“Akan kuusahakan abonim. Aku akan berusaha menjaganya..” janjiku.

“Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu, Kyuhyunnie? Bukannya sangat beresiko untukmu kalau ketahuan punya pasangan?” kali ini eommonim yang angkat bicara.

“Emm, iyaa sihh.. tapi akan kuusahakan supaya tidak terjadi kesalapahaman dengan para penggemarku. Saya harap abonim dan eommonim mengerti..” sahutku.

“Biarpun kami ingin mencegah, Eunrim sudah terlanjur suka padamu. Kami tidak bisa melarangnya.” Kata abonim. “Semenjak kejadian itu, dia tidak pernah dekat dengan orang lain, kau tau? Makanya kami kaget saat mengetahui bahwa ia berpacaran denganmu..” jelasnya.

“Catat dengan Soohwa juga, yeobo..” koreksi eommonim. “Kami percaya padamu, Kyu.. Dan jangan sia-siakan kepercayaan kami.” Ujarnya.

“Maukah kau disini untuk satu hari lagi?” tanya eommonim. Sepertinya dia sangat berharap.

“Ehm.. Nee..” aku sungkan kalau menolak.

“Okee.. Beristirahatlah kalau begitu.. Kau harus bersiap-siap untuk acara besok..” sahut eommonim riang.

Acara?

“Ehh.. apa aku harus kembali ke..” sebelum kuselesaikan kalimatku, abonim sudah memotong.

“ANDWE! Ehmm, maksud abonim, kau pakai saja kamar manapun yang kausukai. Jangan memaksakan diri, Kyuhyunnie..” balas abonim.

“Ahh.. Nee..” komentarku.

Ketika aku berdiri, dan bersiap-siap angkat kaki, eommonim berseru.

“Dan, Kyu.. Tolong jangan mencium Eunrim sembarangan, apalagi kalau dia sedang tidur..” astaga, ternyata mereka memang melihatnya!

Aku hanya tersenyum kikuk dan setelah mengucapkan selamat malam langsung bergegas pergi. Huaa.. mau ditaruh di mana mukaku?? ><

———————————————————————————————–

Masih ada 1 part lagi (mungkin), ada yang penasaran apa lagi rencana yang mau dibuat orang tua Eunrim?? xD komen yaa..