Morning all. ! Disini Adiez-chan, author baru. kekekee~

akhirnya sempet juga nulis postingan setelah beberapa hari diangkat menjadi author. kekekee~

Karena ini merupakan FF  ku yg pertama, jadi mungkin isinya paling bagus lebih kaku dibading yg lain. Terus, karena aku posting sambil ngerjain tugas yang menumpuk, jadi nggak sempet bikin pic ilustrasi untuk FF kali ini. mungkin beberapa hari lagi, kalo tugas nya ini udah kelar, bkalan aq bikinin pic. sabar yaaa…

euhm.. atas segala kekurangan, mianheyo .. ^^

happy enjoying all ! 😀

(oya, jangan lupa komen untuk kebaikan bersama. 😛 )

——————————————————————————————-

Judul     : My Another Side (Please Look at Me)

Genre   : Romance

Pemain : Choi Seung Hyun (T.O.P), Lee Chaerin (CL), Kwon Jiyong (GD)

 

Normal POV

Hujan masih turun deras. Di sudut kafe ‘Bonheur’, tepat di samping jendela besar yang menghadap jalanan,Seunghyun duduk sambil menyeruput cappuchino latte-nya. dia memandangi luar jendela.

‘deras sekali..,’ pikirnya. sesaat kemudian, dia menyeruput minumannya kembali.

Seunghyun melirik arloji di tangan kanannya, akankah dia datang?’. Dia kembali memandang jendela yang telah berembun itu.

Melihat hujan yang tak kunjung deras, Seunghyun teringat gadis kecil yang dilihatnya ketika masih kelas 6 SD dulu. Gadis kecil yang membiarkan dirinya terbasahi oleh hujan. Gadis yang mengungkapkan alasannya yang unik, dengan tersenyum senang.

aku suka melihat hujan dari balik jendela, melihat lalu lalang orang yang berlari menghindari hujan. aku suka berjalan di bawah hujan. aku suka menari di bawahnya, seolah tempat itu hanya milikku sendiri.

Seunghyun tertawa kecil.

Tak lama kemudian, bel di pintu kafe berbunyi. Seorang wanita memasuki cafe sambil menutup payungnya. dengan segera dia mencoba mengeringkan jaketnya, walaupun tidak banyak membantu, lalu berlari ke hadapan Seunghyun.

“Mianhae, hujannya deras sekali…”

“Tak apa, Chaerin. Duduklah.” Seunghyun tersenyum tipis sekilas, kemudian wajahnya menjadi datar kembali.

 

Chaerin POV

Aku berlari menerabas hujan, terkadang payungku tak bisa mengikuti langkahku, terhambat angin kencang yang menerpaku. aku tidak suka ini, aku lebih suka berjaan dan menikmati hujan, tanpa payung. Tapi aku tak punya waktu, jam janjianku sudah telat setengah jam gara2 bosku yang ingin aku sedikit lembur hari ini. Semoga dia masih di sana. Iya, dia pasti masih di sana.

Aku berhenti di kafe si ujung jalan yang bernuansa klasik. ‘Bonheur’. Akhirnya sampai juga.

Aku langsung memasuki kafe dengan terburu. aku menutup payungku dan mencoba sedikit mengeringkan jaketku, walau pada akhirnya jaketku tetap basah. aku melihat sekeliling, sampai kutemui Seunghyun di tempat favoritku. Tepat di sudut kafe, di samping jendela.

Aku berlari kecil ke hadapannya. “Mianhae, hujannya deras sekali…”

“Tak apa, Chaerin. Duduklah.”

Aku melepas jaketku dan meletaknya di sandaran kursi. Lalu duduk di kursi di depannya. Seunghyun sempat tersenyum tipis, tetapi senyum itu dengan cepat memudar. dia kembali menyeruput minumannya.

Aku tersenyum meihatnya. Choi Seunghyun selalu seperti ini. Dingin. Mulai aku mengenalnya ketika dia menjadi sunbae ku di SMA, maupun kuliah. Sebenarnya dia cukup populer. Tapi dengan wajah yang hampir tak pernah berekspresi itu, wanita mana yang bisa tahan?

Aku jarang melihatnya berhubungan dengan wanita. mungkin mereka lelah melihat orang yang kelewat dingin seperti dia. Poor him..

Tak banyak yang tau, sebenarnya dia orang yang hangat, humoris, dan usil. sangat usil. seolah otaknya dipenuhi pandora box yang bisa terbuka kapan pun dia ingin. Sayang sekali, sifatnya itu jarang terlihat oleh mereka.

Untungnya aku bisa melihatnya…

“Chaerin, kamu mau minum apa?”

 

Normal POV

Sesaat setelah menyeruput minumannya, Seunghyun melihat Chaerin tersenyum-senyum melihatnya.

Apa ada yang salah dengan dirinya? Dia melihat sekujur tubuhnya, apa dia memakai baju yang aneh? apa ada kotoran di wajahnya? Apa minumannya terlihat aneh? sepertinya tidak ada yang salah. Dia melihat sekelilingnya, sepertinya sama saja.

Apa yang salah? Aneh…

“Chaerin?”

Chaerin tetap tersenyum-senyum. Seunghyun menggerakkan tangannya di depan wajah perempuan itu. tak ada reaksi.

Aih, rupanya melamun..

Seunghyun menepuk tangan Chaerin pelan. “Chaerin, kamu mau minum apa?”

Chaerin sedikit gelagapan. Sesaat kemudian, dia langsung membuka menu minuman, walau itu sebenarnya tak perlu. Chaerin selalu membeli minuman yang sama setiap kali ia kesini.

“Vanilla-Latte saja.”

Seunghyun menggigit bibir bawahnya. Kenapa masih minuman itu, Chaerin? apakah kamu masih mengingat dia?

Setelah pelayan meninggalkan mereka, Chaerin langsung berkomentar panjang lebar.

“Oppa, kamu ini selalu saja tanpa ekspresi. Bisa nggak sih, senyum dikiiitt aja sama orang. Sok misterius banget deh. Ntar oppa nggak laku2 lho. Memang oppa mau nggak menikah? Aku sih nggak papa, tapi kan kasian oppa sendiri ntar.”

Seunghyun hanya tertawa kecil.

Melihat itu, Chaerin langsung melanjutkan omelannya. “Aduh, kok oppa malah ketawaa? aku itu seriuuusss..!” Chaerin menyendekap tangannya dan pasang muka cemberut.

“Nggak masalah, asal kamu mengerti aku bukan seperti itu. Iya kan?” Seunghyun mengerlingkan matanya dan tersenyum. Seunghyun mengacak2 rambut juniornya itu. “Dasar anak kecil!”

“Yaa! Oppa, Aku bukan anak kecil!”

Seunghyun tertawa semakin lebar.

Seunghyun POV

“Nggak masalah, asal kamu mengerti aku bukan seperti itu. Iya kan?” Aku mengerlingkan mata dan tersenyum geli melihat juniorku yang satu ini.

Aku mengacak2 rambut Chaerin. “Dasar anak kecil!”

“Yaa! Oppa, Aku bukan anak kecil!”

Ya, asal kamu mengerti, Chaerin…

“Hyung, kamu memanggilku tiba2 tadi pagi, ada masalah apa?” Chaerin mencondongkan kepalanya ke depan.

Ah iya. Aku yang memanggilnya kemari..

 

Normal POV

Seunghyun meremas tangannya. Dirasakannya keringat di tangannya membuatnya semakin dingin. Dia pun bisa merasakan punggungnya yang ikut dingin.

Aku tak boleh menyesal lagi.

Chaerin kebingungan melihat tingkah sunbae-nya itu. “Oppa? Are you okay?

“Chaerin, bisakah kau benar-benar melihatku?

“Hah?”

“Bisakah kau melupakan Jiyong, dan benar-benar melihatku?”

Waktu rasanya tiba-tiba berhenti di sekeliling Chaerin.

Iklan