loha lohaa.. I’m back! aku posting hanya setelah sehari berselang. kenapa eh kenapa, soalnya aku lagi senang sekali galau sama tugas neuro yang amit2 jabang baby deh susahnya. 😀

Dan lagi-lagi, tugasku membuatku belum bisa bikin pic. Gomenasai.. Mianheyo.. maaf.. hhuu.. *gulung2 minta maap*

overall, semoga banyak yang suka di part 2 ini.

happy reading !

———————————————————————————————-

Chaerin POV

Aku berdiri di jendela besar di kamarku yang menghadap ke luar. di apartemenku d lantai 4 ini, view di jendela ini cukup menarik. aku menyukainya.

aku menyesap green tea yang baru saja kuseduh perlahan.

Ah, hujan lagi. padahal sejam yang lalu sudah terang..

Aku melingkarkan tubuhku di single sofa, tetap menghadap jendela. Aku teringat ucapan seunghyun oppa tadi sore ketika hujan reda, dan kami dalam perjalanan pulang.

‘tolong pikirkan, Chaerin. Sampai jumpa.’

Aku bingung oppa..

Aku kembali memandang hujan. aku memang suka hujan, tapi tidak ketika malam. Aku membencinya, aku benci tetesan hujan yang membuat semuanya jadi mengabur. Aku membencinya, karena mereka seakan menyalahkanku atas kejadian 3 tahun lalu.

ah, 3 tahun yang lalu. air mataku terjatuh mengingatnya…

***

3 tahun yang lalu

Normal POV

“Jiyong, ini Chaerin. Chaerin ini Jiyong sunbae.” Seunghyun menyeret Chaerin ke depan Jiyong, menyuruhnya berkenalan dengan salah satu temannya, yang tidak lain juga sunbae Chaerin.

malu-malu Chaerin menyalaminya. “Lee Chaerin. Annyong haseyo.. ”

“Kwon Jiyong. Panggil saja Jiyong,” balas Jiyong sambil tersenyum.

Chaerin mengangguk malu. Dia menenggelamkan mukanya.

Ya Tuhan, aku kenalan sama Jiyong. Dia Jiyong! Idola untuk semua di kampus ini! sekarang di depanku! Oh God! Oh God!

Chaerin jadi senyum-senyum sendiri, fantasinya berkembang kemana-mana. Dua lelaki di depannya saling menatap bingung.

“Chaerin?” Seunghyun menepuk pundak Chaerin.

“Ah iya? Kenapa?” Chaerin langsung tersadar dari pikirannya yang sudah melanglang buana. Sudah dipastikan mukanya memerah.

“Kok senyum2 sendiri. dasar anak kecil.” Seunghyun mengacak-acak kepala Chaerin.

“Yaa! Aku bukan anak kecil, Oppa!”

“Sudahlah. Jiyong ini sahabatku, sekaligus singer paling mantap sekampus. Jiyong ini akan mendampingimu belajar vokal. Ingat, acara kampus sudah sebentar lagi. dan aku mau penampilan yang memuaskan. jadi kamu nggak malu-maluin kita sebagai sunbae sekaligus sonsengnim-mu. oke?”

Ah iya, acara itu.

“Uhm.. okee sunbae.” Chaerin menurut, sambil tetap menunduk. Chaerin masih tidak percaya di hadapanku ini adalah Jiyong. He is Jiyong!

Jiyong tiba2 tertawa terbahak. “Hahaha.. Mengapa kamu harus menunduk-nunduk begitu sih? Kamu ini menarik sekali, Chaerin! Hahahaa..!”

Aku? Menarik? Wow..

Tiba-tiba dadanya berdetum kencang. Namun, Chaerin hanya bisa tersenyum dengan muka yang semakin memerah.

Seunghyun POV

Aku melewati ruang vokal ketika sedang berjalan ke kelas. langkahku tiba-tiba terhenti.

Chaerin dan Jiyong. latihan bersama.

Semakin hari, Chaerin dan Jiyong semakin dekat. Aku tahu itu sudah pasti. seiring waktu pertunjukan semakin dekat. tapi tetap saja..

sudahlah, itu wajar, Seunghyun..

tapi tetap saja, ada perasaan tak rela menyelinap dalam hatiku. seharusnya aku yang ada di sana, bersama Chaerin. bukan Jiyong. Seandainya aku bukan ketua Klub Musik ini, dan tugasku tidak semenumpuk ini.

Aku menghela nafas. Chaerin, apakah aku punya kesempatan?

Aku meninggalkan mereka dan segera ke kelas.

Jiyong POV

Aku harus mengatakannya sekarang juga! Harus!

Chaerin masih berlatih lagu yang akan dia mainkan di acara kampus nanti. Aku duduk di kursi panjang yang ada di ruang vokal. Tanpa disadarinya, mataku selalu tertuju padanya.

Dia gadis yang manis. Awalnya, dia pendiam, pemalu. Lama2, aku tahu, dia gadis yang ceria, banyak komentar, dan dekat dengan siapa saja. Namun, ketika dihadapkan dengan mic dan partitur lagu, mimik mukanya langsung serius. Seolah hidupnya adalah musik. dia menjadi orang yang berbeda ketika bernyanyi. Gadis manis itu seolah berubah menjadi orang yang lain.

Benar-benar gadis yang menarik.

Bahkan ketika latihan usai, ketika aku sudah di rumah, bahkan ketika aku memejamkan mata, Chaerin selalu mendominasi pikiranku.

Tak terhitung banyaknya lirik lagu yang tercipta ketika memikirkannya. seolah setiap saat aku hanya bisa memikirkannya. Aku tak tahu, apa dia juga memikirkanku sebanyak aku memikirkannya?

ini pertama kalinya aku merasa seperti ini. Memang, aku sudah sering pacaran sebelumnya, tapi untuk perasaan ini, ini pertama kalinya.

dia mampu meluluhkan aku. tanpa melakukan apapun.

“Jiyong sunbae, bagaimana suaraku? sudah sesuai nada? ketinggian? atau terlalu rendah? sudah bagus?” Chaerin langsung datang mendekatiku dan menyerbuku dengan berondongan pertanyaan. tangannya terkepal di dadanya,mungkin cemas, takut tidak sesuai dengan yang aku inginkan.

Aku harus melakukannya!

Aku menyambar kedua tangannya, memegangnya dengan kelembutan. Chaerin seketika terkaget.

“Chaerin, jo hae. ah bukan, sarangheyo. Chaerin, sarangheyo..”

Aku hanya bisa mengatakan ini, sebagai kesungguhan hatiku.

———————————————————————————————–

Kalo ada yang bilang, gregetnya kurang, mianhae.. Ini kan masih part 2. Tunggu part selanjutnya yaa.. hohohoo.. *sok misterius* 🙂

Iklan