Title: Meet Her, The Name I Loved part 1

Length: Continue

Author: Charleea

Genre: Angst, Romance, Sad

Casts:

–          Lee Jin Ki a.k.a. Onew SHINee

–          MVPs a.k.a. Kang Sang Ki (yeoja)

–          Kim Sang Bum a.k.a. Kim Bum

–          Supporter casts

Trotoar……

Motor…….

Mobil…….

Bus………

Penyebrangan…..

Lampu lalu lintas….

Dan, “Bukkk!!”Aduh! sakit sekali, sejak kapan aku jadi sering jatuh? Mana sekarang aku sedang berada di penyebrangan, ayolah perlambat sedikit lampunya.. aku butuh waktu untuk dapat berdiri, siapapun tolong bantu aku!!

Dingin.. sensasi ini.. dingin, hangat..dan nyaman. Tiba-tiba saja dari arah belakangku, seperti datang, ah tidak! Apa ya? Muncul? Ahhh, aku tak tahu. Yang kutahu pasti akan ada yang menolongku, benar saja. Seseorang segera membopongku..dia.. dari wangi tubuhnya.. hm,, Onew?

“Onew?”

“Noe! Kenapa bisa seperti tadi? Kau ceroboh sekali, kalau aku tadi tak ada.. kau bagaiman?” bentak Onew agak keras

“Mianhae.. aku ceroboh.” Jawabku

“Aish.. ya sudahlah, lain kali tak boleh ceroboh lagi ya?” tanyanya

“Ne, aku janji!” dia pun kemudian mengacak rambutku pelan

Pagi ini, kelasku tidak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya, semua saling menyapa dan… tunggu! Nuguya? Kenapa silau sekali? Ah, aku tak bisa fokus melihat wujudnya, yang kutahu sepertinya umur kita sebaya. Aku mencoba tersenyum padanya dan dia membalas senyumku. “Apakah dia murid baru?” batinku sambil bersiap-siap menerima pelajaran

“Oh iya tadi ada anak baru tidak di kelas kalian?” tanyaku pada teman-teman saat istirahat

“Ani!!” jawab mereka kompak

“Memangnya ada apa Sang Ki?” tanya Onew

“Anieyo.. mungkin hanya perasaanku saja, hehe” kilahku

Dalam perjalanan pulang ku dan Onew, aku terus teringat akan sosok tadi yang tiba-tiba saja menghilang saat istirahat, dan ternyata hari ini dalam perjalanan pulang ada kecelakaan..

“Cepat panggil ambulans!!” teriak seorang ajusshi .

“Cepat panggil polisi!” teriak seorang yang lain

“Mari kita gotong!” beberapa orang kemudian mengangkat korban tabrak lari itu ke tepian. Aku yang berbadan tak terlalu tinggi hanya melihat dari tepian jalan, tepatnya di emperan toko.

“Ige mwoya? Mengapa ada kabut hitam diatas orang-orang itu? Apakah akan hujan?” pikirku sambil menengadahkan tanganku untuk mengecek apakah ada tetesan hujan atau tidak. Hasilnya tak ada sama sekali, kupandangi lagi kabut itu yang semakin pekat, selanjutnya lebih mirip sekumpulan orang bersayap dan berjubah hitam yang tak terlihat jelas wajahnya. Samar-samar kulihat mereka pergi bersama kabut lain yang lebih mirip cahaya putih dimataku, dan sedetik kemudian, bisa kudengar seseorang berteriak “Dia sudah meniggal!!”

Bisa kurasa kakiku bergetar hebat, dan perlahan keseimbanganku menghilang. Untunglah ada Onew disampingku, “Ki-ah, gwenchana?” aku yang tak bisa mengumpulkan kesadaranku hanya menggeleng pasrah, Onew pun membopongku ke pinggiran.

“Wae gurae, Ki-ah?” tanya Onew

“Kau tak lihat itu?” tanyaku sambil menunjuk sekumpulan kabut hitam itu

“Ania,, tak ada apa-apa disana..” jawabnya sambil menggeleng, aku semakin memfokuskan pandanganku. Dan tebak? Sekarang salah satu dari mereka melirik padaku dan memandangku tajam, namun sesaat kemudian dia tersenyum…

Sesampai di rumah, aku langsung duduk di tempat tidurku, mencoba mengingat kejadian, bagaimana kabut itu muncul lalu pergi membawa cahaya putih yang kuyakini adalah arwah si korban. Aku pun menutup wajahku dangan tanganku, “Ommona! Apa yang baru saja kulihat? Apakah ini nyata?” gumamku pelan

“Sudahlah, jangan diingat lagi..” jawab seseorang yang membuatku diam terpaku dengan apa yang kulihat

“Waeyo? Ini aku yang tadi di sekolah, masa kau lupa?” tanyanya

“Ne.. aku ingat, kugae.. nuguseyeo? bagaimana caranya kau bisa ada di kamarku?” tanyaku heran

“Hmm, bagaimana kalau kau panggil saja Jinki, mulai sekarang kau harus terbiasa denganku dan juga pemandangan seperti tadi” jawabnya sambil melihat-lihat isi kamarku.

“Ya, aku sama seperti mereka, hanya saja aku malaikat pelindung, sedang yang tadi itu malaikat maut” jelasnya seperti tahu tentang pertanyaanku selanjutnya sambil melihat foto keluargaku di meja belajarku

“Ayo kita jenguk ayahmu!” tiba-tiba dia berbalik kearahku & mengajakku menjenguk ayahku yang memang sedang dirawat di rumah sakit karena gagal ginjal.

“Hey, dari mana kau tahu ayahku sakit?” tanyaku penasaran

“Kau lupa ya, aku ini malaikat dan aku juga sudah mengetahui segalanya tentangmu” jawabnya sambil berjalan disampingku

“Lalu kenapa baru sekarang aku bertemu denganmu?” tanyaku lagi

“Karena baru sekarang aku boleh menampakkan diriku dihadapanmu” jawabnya

“Hm, apakah Cuma aku yang bisa melihatmu?” tanyaku yang masih penasaran

“Yaiyalah, kau tak sadar semua orang sedang melihatmu? Mengira kau stress karena berbicara sendiri!” jawabnya sambil menunjuk sekitar

“Ah kau ini! Bilang dari tadi, aku kan malu..” ucapku pelan sambil memukul lengannya, tapi apa? Tak bisa! Aku tak bisa menyentuhnya..

“Biar kau bisa melihatku, bukan berarti kau bisa menyentuhku..” ucapnya cuek sambil terus berjalan

Di rumah sakit, kulihat omma sedang berbincang dengan dokter dan appa yang sedang tertidur. Ingin kuceritakan semua kesedihanku pada malaikat. Namun, belum 1 kata pun keluar dari mulutku, si malaikat sudah berkata, “Sudahlah, arasseo..”

Sepulang aku di rumah, entah sejak kapan Jinki menghilang, dari pintu masuk kah? Pintu kamarku kah? Akh, mollaseo.. yang penting sekarang, aku bisa merebahkan tubuhku di kasur empukku ini setelah seharian ini kepalaku penuh dengan hal-hal membingungkan. Hampir saja ku masuki alam mimpiku, sebuah tangan menyentuh wajahku, ahhh pasti ini Jinki..

“Apaan sih Jinki? Aku capek, mau istirahat.. kamu sendiri kan yang tadi ngilang..” tapi tetap saja dielus terus wajahku, akhirnya ku buka mataku.

“Apaan..?” hm?? Siapa ini?? Wajah lain lagi?

“Nu..nugu.. se..yeo??” tanyaku terkejut

TBC…….

Iklan