Title: Meet Her, The Name I Loved part 2

Length: Continue

Author: Charleea

Genre: Angst, Romance, Sad

Casts:

–          Lee Jin Ki a.k.a. Onew SHINee

–          MVPs a.k.a. Kang Sang Ki

–          Kim Sang Bum a.k.a. Kim Bum

–           Supporter casts :

– MIR a.k.a. Malaikat Cinta Senior

– Junki a.k.a. Malaikat Cinta

– Jonghun a.k.a. Malaikat Pengatur Tingkatan

=>


“Nu..nugu.. se..yeo??” tanyaku terkejut

“Noe.. kau bisa melihatku?” tanyanya, akupun menggangguk singkat.

“Jinja?” aku pun menggangguk semakin kuat

“Kau ingat aku kan?” tanyanya setelah yakin aku bisa melihatnya,

“Yaiyalah, senyummu yang seperti orange sweet ice itu mana bisa aku lupa..” jawabku langsung

“Eh?? Masa kau bilang senyum seorang malaikat maut semanis itu? Jangan ngasal…” ucapnya sambil mengelus rambutku, ya ampun!! Pasti tadi aku sudah tidur, dan ini adalah mimpiku. Siapapun, bangunkan aku!!

“Apakah aku masih bermimpi? Tak mungkin kau malaikat maut, pasti kau bercanda kan, hehe” tawaku garing

“Baiklah, akan kubuktikan, jika nanti rasanya masih seperti itu, berarti aku benar-benar seorang malaikat maut yang bisa kau lihat tadi..” tantangnya

“Cepatlah.. aku sangat penasaran apakah aku sedang bermimpi atau tidak? Hmm, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku polos, perlahan-lahan dia mendekat, mengamati mataku lekat-lekat.. Sesaat kemudian.. Cesssss…. Sensasinya, seperti membangunkanku saat hampir tertidur dalam mata pelajaran kenegaraan yang cukup membosankan.. Saat kusadari ternyata dia,.. malaikat itu.. sedang, engghhh.. mencium pipiku..

“Ommo! Apa yang kau lakukan malaikat?” tanyaku terkejut sambil menjauhkan diriku

“Ottokhae? Sudah percaya?” tanyanya balik

“Ne..ne.. tapi kenapa kau bisa menyentuhku dengan leluasa seperti itu? Seakan-akan kau adalah manusia..” tanyaku lagi

“Igo….secret!!” jawabnya sambil tersenyum ‘lagi’

“Ya sudah ya, aku ada ‘panggilan’ kerja lagi, nanti kusempatkan datang lagi ya, Annyeong!!” pamitnya sambil melayang seakan mundur, hanya saja wajahnya masih menghadapku dan kemudian samar-samar menghilang, Ya ampun!! Caranya bahkan lebih halus daripada malaikat pelindungku, tapi nama malaikat tadi siapa? Dan dimana Jinki? Seharusnya dia selalu disini kan??

 

Malamnya saat aku sedang termenung di meja makan dan hendak mengambil choco cake di dalam kulkas, tiba-tiba saja Jinki datang dan mengagetkanku di depan kulkas. Alhasil, cake ku jatuh di bajuku..

“Jinkiii!!! Awas kau yah!!!” teriakku padanya..

“Coba saja kalau kau bisa, bleee!! Merong~” ejeknya sambil berlari ke kamarku.. lho? Bukannya itu kamarku? Kenapa dia yang berinsting kesana? Langsung saja ku kejar dia, dan setelah memasuki kamarku, Jinki pun terdiam..

“Eh malaikat usil, apaan sih?”tanyaku

“Itu… kenapa dia bisa disini?” tanya Jinki sambil menunjuk seseorang di atas tempat tidurku

“Mwo?? Ah.. hay malaikat maut! Sejak kapan kau disini? Oiya, aku belum sempat menanyakan namamu..” tanyaku pada malaikat maut yang sudah duduk ‘dengan gaya khas malaikat’ dia atas tempat tidurku, tanpa menghiraukan si Jinki..

“Yah.. Annyeong Sang Ki-ah, hmm iya yah, kalau begitu panggil saja aku Bum-ah.. igo… pantas saja rasanya seperti ada energy lain di rumahmu, ternyata kau sudah punya malaikat pelindung ya…” jelas malaikat maut sambil bertanya soal Jinki

“Ah, ne!! Aku  memang malaikat pelindungnya Sang Ki, dank au, apa urusanmu Bum? Lain kali kalau mau datang bertemu Sang Ki, ijin dulu padaku!!” sela Jinki langsung

“Ishhh.. apaan sih Jinki? Dia ini temanku dan kau tahu? Dia lebih halus terhadapku, dan juga aku bisa menyentuhnya.. Nih lihat!!” ujarku sambil menyentuh tangan Bum-ah

“Ha..hajiman!!” teriak Jinki

“Bum-ah, bukannya seharusnya tak ada yang bisa menyentuhmu?” tanya Jinki spontan, apa ini?

“Ah.. itu, SECRET!!” ucap Bum-ah singkat sambil memainkan jarinya di depan mulutnya, aku pun hanya bisa terpatung melihat pemandangan di depanku.. Bagaimana bisa? 2 Orang malaikat yang sangat bertolak belakang sedang berada di dalam kamarku, berbincang denganku.. Omma!! Anakmu ini tak kuat dengan anugerah Tuhan ini! Aku tak kuat melihat ketampanan mereka Omma!!

“Hya! Sang Ki-ah, wae gurae? Kau sakit ya?” tanya Jinki menyadarkanku dari lamunan singkatku

“Aniya, gwenchana..” jawabku sekenanya

“Ahh.. aku tahu, kau pasti masih canggung dengan kami kan, Ki-ah? Baiklah kalau begitu, sini!! Biar kau tebiasa dengan kami..” tak tahu ada angin apa si Bum-ah langsung memelukku

“Oh ya, Jinki-ya, jangan lupa jaga Sang Ki ku yah.. Aku ada tugas lagi nih.. Annyeong!” Bum-ah pun segera menghilang dari hadapan kami

“Sang Ki-ah, kenapa kau bisa sangat begitu dekat dengan malaikat maut itu?” tanya Jinki sesaat setelah Bum-ah pergi

“Mungkin,,, karena dia sangat baik dan halus padaku, dan yang paling penting… AKU BISA MENYENTUHNYA Jinki-ya!!” teriakku sekarang di depang wajah Jinki

“Heh? Hanya karena itu? Pabo-ya..” kesalnya sambilpergi menghilang entah kemana..

“Jinki-ya! Jinki-ya!! Odiga??” tanyaku pada dinding-dinding hampa di kamarku, ah!!! Jinki, kau malaikat paling menyebalkan tahu?! Bisanya ngambek terus….

 

 

“Bum-ah, kita perlu bicara..” ujar Jinki saat Bum-ah sudah selesai bertugas ‘menjemput’ para penghuni alam lain

“Ne, wae? Ada apa?” tanyan Bum-ah

“Aku hanya ingin tahu, bagaimana bisa kau kenal dengan Sang Ki? Dan bagaimana kau dan dia bisa bersentuhan seleluasa itu?” tanya JInki bertubi-tubi

“Hya! Pelan-pelan.. Aku, pertama kali kulihat dia saat aku sedang bertugas dan dia menatapku tajam, kubalas tatapannya.. lalu kusadari, aku dan dia.. ah tidak maksudku, dia bisa melihatku. Mungkin sejak saat itu, aku menaruh perhatian padanya.. dia manusia pertama yang bisa melihatku.. kalau urusan bersentuhan, itu hanya aku yang tahu.” Jelas Bum-ah

“Hanya karena itu?” tanya Jinki memastikan

“Uhm, sudahlah.. kau tak usah khawatir Sang Ki menyukaiku, karena aku tak mungkin menyukainya. Secara aku kan malaikat, dan aku sudah beratus tahun hidup tanpa rasa aneh yang sering di ceritakan malaikat cinta Junki itu..” terang Bum-ah meyakinkanku

“Okelah~ tenang saja, aku Cuma bertanya. Kalau begitu aku pergi dulu ya!!” pamit Jinki sambil menghilang dan kembali ke kamar Sang Ki (?)

 

“Sang Ki~ wah, sudah tidur ya? Hmmm ya sudahlah, akan kubuat tidurmu lebih nyenyak dan aku akan menungguimu disini..” bisik Jinki sambil mengeluarkan cahaya biru kearah kepala Sang Kid an mengambil posisi tepat di samping Sang Ki yang tertidur

 

 

“Malaikat Junki, odiga? Aku membutuhkanmu!!” panggil Bum-ah ketika sampai ke langit tingkat 7 yang merupakan ‘pangkalan’ Malaikat Cinta, Junki

“Wah wah wah..  ada angin apa kau mencariku malaikat maut?” tanya Junki

“Apakah kau, hmm maksudku apakah di dalam buku cintamu atau apalah itu.. terdapat namaku?” tanya Bum-ah langsung

“Eh? Bagaimana kau bisa tahu? Aku bahkan tidak memberitahumu..” jawab Junki

“Bodoh.. aku kan masih seorang malaikat.. Hya! Kenapa aku? Kenapa aku di takdirkan dengan manusia? Dan bukannya aku.. seorang malaikat yang tak boleh suka pada seseorang?” tanya Bum-ah

“Ne, betul sekali.. Aku juga tak begitu jelas tentang itu, tapi buku takdir cinta itu sudah di buat dari beratus tahun yang lalu sebelum aku menjadi malaikat, jadi aku hanya menjalankan apa yang sudah ada. Tapi kudengar dari Malaikat MIR yang sebelumnya bertugas menjadi malaikat cinta, ini untuk mengujimu apakah kau tahan terhadap godaan manusia atau tidak..” jelas malaikat Junki

“Mwo?? Asih.. ada-ada saja, tapi itu berarti aku bisa menolak takdir itu kan?” tanya Bum-ah

“Hmm, mungkin saja.. tapi kau harus memiliki ketahanan yang kuat, jika kau berhasil menolaknya maka kau akan dinaikkan tingkat oleh Malaikat Jonghun si pengatur tingkatan kita dan jika kau gagal, kau akan menjadi manusia selamanya dan kekuatan malaikatmu akan hilang..” terang Junki

“Ok baiklah, aku akan berjuang untuk menolaknya, terimakasih untuk penjelasanmu Junki-ah.. aku pamit dulu, Annyeong!!” pamit Bum-ah sambil pergi menuju tempat tertinggi di kota Seoul,

“Ya Tuhan! Bantu aku, aku tak mungkin menyukai Sang Ki, sedangkan permintaan terakhir dari korba ‘terakhirku’ kemarin memintaku untuk mempertemukannya dengan cinta pertamanya itu.. ahhhhh Ottokhajo??AAHHH!!!!!” teriak Bum-ah cukup keras, hingga energy malaikat mautnya yang memancar.. membuat bunga-bunga di bawah awan tempatnya berpijak menjadi layu dan kering…………….

 

TBC………………….

Iklan