Moshimoshi…!

Ji Soon balik lagi nie…! ^^

Gmn kbrnya semua…? Pasti baik az kan…?! Hehehe… ^^

^kepedean banget nie..^

Nie part 3-nya dah selesai, mianhae agak lama Ji Soon baru bisa postingnya, habis Ji Soon lgi kehabisan ide buat lanjutin ceritanya, jadi mungkin part 3-nya kali ini ceritanya makin gaje aja, hehe…

^masih tetap pede banget nih…^

Ok, sblum aku pada dikeroyok habis-habisan gara-gara banyak omong, aku kabur az deh dlu, hahahah… 😀

Don’t forget commentnya ya…! Bye-bye~

————————————————————————-======———————————————————————–

Title             :     Change Your Heart

Author        :     Chi-Chie Chan (Kang Ji Soon)

Part              :     3

Jun Hyung POV

 

Maafkan aku Hyun Ah, aku tidak bermaksud membuatmu sedih dan ketakutan seperti ini…

Aku menyesal dalam hati, melihatnya terpuruk seperti ini karena diriku sendiri sungguh-sungguh menyakitkan. Dan sekarang hanya kata maaf yang bisa kulontarkan dari mulutku, aku tidak tahu harus berkata apa lagi untuk bisa menenangkannya. Semakin lama semakin menjadi saja tangisannya. Apakah aku sampai sekasar dan sejahat itu??

Kubiarkan saja ia menangis dalam pelukanku sepuasnya, semoga saja itu bisa membuatnya sedikit lega. Ada sedikit rasa bersalah dalam hati kecilku, aku benar-benar menyesal kenapa aku sampai berkata sekasar itu padanya?? Mungkin itu karena aku terlalu terbawa emosi. Maafkan aku Hyun Ah… Nan jeongmal mianhae…

Hyun Ah POV

 

“Oppa…, kau tidak bersalah. Jangan minta maaf kepadaku. Akulah yang bersalah, aku telah membohongimu, karena…”

BRRAAAAKK…

Belum sempat kulanjutkan kata-kataku tadi, suara keras itu telah membuat kami terkejut, dan sepertinya suara itu berasal dari kamar So Hyun.

“Pergi kau dari sini! Jangan ganggu Hyun Ah eonni!!” aku dan Jun Hyung oppa terkejut mendengar bentakkannya, yang sepertinya ditujukan kepada Jun Hyung oppa. Kami juga kebingungan melihat tingkah anehnya yang tiba-tiba saja keluar dari kamar dan memukul pintu dengan kasarnya. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Selama ini yang kutahu ia sangat ramah kepada semua orang dan tidak berani membentak orang lain, termasuk yang lebih tua darinya.

Kulihat ia menghampiri kami dengan cepat dan ia mencoba menarik tanganku, menjauh dari Jun Hyung oppa. Sebenarnya aku tidak mau, tapi aku tidak bisa menolaknya. Aku tak mempunyai daya untuk memberontak, badanku terasa lemas sekali.

Ia menyeretku menuju kamarku, lalu ia membiarkanku tergeletak di atas kasurku sendiri, dan kemudian meninggalkan aku, atau lebih tepatnya mengunci kamarku. Aku spontan terkejut melihatnya melakukan hal itu, segera kuberlari ke arahnya, tapi sia-sia saja, aku terlambat dan ia telah mengunciku. Dan kini suara tangisanku semakin nyaring bersama dengan teriakanku dan hampir menghabiskan semua suaraku.

So Hyun POV

 

Aku hanya bisa tersenyum sinis kepadanya, orang yang telah menyakiti hati eonniku. Bisa kulihat tatapan bingung dan panik dari wajahnya. Mungkin memang aku terlihat berbeda dari biasanya, aku terpaksa melakukan ini agar Hyun Ah eonni bisa melupakannya dan menjauh dari kehidupannya yang selalu membuatnya sakit hati.

“So Hyun, apa maksudmu dengan semua ini? Kenapa kau mengunci Hyun Ah? Sebenarnya apa maumu..?!” aku merasa tak gentar saat ia membentakku. Kudekati ia yang sedang berdiri kebingungan, perlahan dan pasti.

“Jangan pernah ganggu Hyun Ah eonni lagi! Jangan pernah sakiti hatinya lagi! Camkan itu…!”, mataku melototi matanya, dan segera kuusir ia dari dorm kami.

Setelah ia pergi, aku merasa  menyesal. Aku sungguh-sungguh jahat. Tapi, inilah yang mungkin bisa kulakukan untuk menolong Hyun Ah eonni. Ia harus segera melupakan Jun Hyung oppa, semoga yang kulakukan ini bisa mengurangi beban Hyun Ah eonni.

Aku pun tersadar dengan apa yang barusan kulakukan terhadap Hyun Ah eonni, maka segera kubuka pintu kamarnya yang sejak tadi kukunci. Saat kumasuki kamarnya, kulihat ia sedang duduk di atas kasurnya sambil menundukkan kepalanya. Kuhampiri ia dengan hati-hati yang sepertinya sejak tadi masih saja tidak bisa menghentikan tangisannya.

“Eonni, mianhae… Aku tidak bermaksud membuatmu….”

PLAKK…

Kurasakan pukulan keras melayang di pipiku. Dan ternyata pukulan itu berasal dari…

“Eonni, apa maksudmu..?” aku terkejut dengan apa yang telah Hyun Ah eonni lakukan terhadapku.

“Itu memang sepantasnya kau dapatkan karena kau telah menghancurkan semuanya! Semuanya!! Dan sekarang cepat kau pergi dari kamarku! Aku tidak mau melihatmu! Cepat pergi..!”dadaku terasa sesak mendengarnya, Hyun Ah eonni membuatku lemah tak berdaya. Aku tidak bisa memberontak saat ia mendorongku keluar dari kamarnya. Aku hanya bisa menangis, dan menangis.., menyesali perbuatanku.

Ga Yoon POV

 

Aneh sekali rasanya, sudah tiga hari ini Hyun Ah dan So Hyun tidak berbicara sama sekali, mereka selalu diam dan tidak mau banyak berbicara. Saat kutanyai ada apa, mereka pasti tidak mau menjawabnya dan segera mengalihkan topik pembicaraan yang ada. Atau yang ada malah sebaliknya, aku bisa kena marah oleh mereka berdua.

Aku dan member yang lain sebenarnya sudah pernah mendiskusikan hal ini sebelumnya, tapi sepertinya hasilnya tetap saja sama. Kami sudah berusaha sebisa mungkin membuat hubungan mereka lebih baik lagi, tapi tetap saja selalu gagal. Dan gara-gara hal ini, proses pemotretan kami bersama Ji Na eonni dan member Beast yang lainnya terpaksa ditunda. Manager kami meminta produser untuk menundanya karena sepertinya semua artis yang akan dipotret benar-benar dalam kondisi yang tidak fit.

Sampai pada suatu hari, di mana aku memang benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat keadaan mereka berdua, aku memutuskan untuk mengajak mereka jalan-jalan keluar, dan pastinya tidak lupa juga mengajak Ji Yeon dan Ji Hyun eonni. Rencananya pada hari itu, kami akan berjalan-jalan di malam hari untuk membeli beberapa aksesoris kebutuhan kami dan makan malam bersama di sebuah restoran favorit kami. Memang pada awalnya susah sekali mengajak mereka supaya mau, tapi berkat bantuan Ji Hyun eonni dan Ji Yoon yang super galak,hehe…, akhirnya mereka hanya bisa pasrah saja.

Dan tepat pukul 7 malam (waktu Korea setempat), kami melaju dengan mobil kami meninggalkan dorm 4Minute. Di dalam mobil kami juga tidak lupa untuk menyiapkan beberapa gaya untuk penyamaran kami. Untuk malam hari, kami tidak memerlukan penyamaran yang berlebihan karena pastinya di luar sana gelap sehingga banyak orang yang tidak bisa melihat dengan jelas ataupun mencurigai kami.

Akhirnya, sampailah kami di salah satu toko aksesoris langganan kami yang letaknya memang cukup jauh dari dorm. Segera setelah menggunakan penyamaran, kami semua turun dari mobil dan menuju toko tersebut. Saat keluar dari mobil pun, Hyun Ah dan So Hyun tetap saja diam dan memasang wajah cemberut mereka yang sedari tadi mereka tunjukkan selama di perjalanan dan juga sebelumnya. ^Ga Yoon eonni jadi bosen ngeliatnya, hehe…

Semuanya terlihat antusias saat memilih-milih beberapa perhiasan yang rencananya akan kami kenakan sewaktu pemotretan nanti. Bahkan sepertinya mereka sudah benar-benar terlarut dalam kesibukkan mereka sendiri, tidak terkecuali juga bagi Hyun Ah dan So Hyun. Kuperhatikan mereka berdua sekarang mulai membaik, mereka bisa bercanda tawa bersama dan saling memilihkan aksesoris yang cocok bagi mereka. Aku hanya bisa tersenyum puas saja melihat tingkah mereka berdua dan berharap agar kejadian menyedihkan itu tidak terulang lagi.

Aku pun berniat memberitahukan kabar gembira ini kepada kedua eonniku, tapi nasib baik sedang tidak menyertaiku. Sepertinya aku kehilangan jejak mereka berdua. Mungkin karena saking asyiknya aku terbawa suasana, aku pun sampai tidak menyadari kalau mereka telah pergi dari toko tersebut. Dalam hati kuberdoa supaya bisa menemukan mereka secepatnya,dan berharap agar kekhawatiranku ini tidak benar-benar terjadi. Aku takutnya mereka semua telah beralih ke toko lain dan meninggalkan aku sendirian di sini. Huhuhu…, aku ketakutan.. T.T

Aku berlari mencari mereka di sekitar toko tersebut, memastikan bahwa mereka mungkin masih ada di dalam toko tersebut. Memang toko tersebut sangat luas, sampai-sampai kakiku pun mulai merasa lemas dan rasanya sudah tidak kuat untuk berjalan lagi. Aku pun hanya bisa berjalan perlahan sambil menunduk karena kelelahan, mataku pun berkunang-kunang dan napasku juga tersengal-sengal. Rasanya aku sudah tidak sanggup lagi berjalan, aku hampir roboh.

Bruuukkkk…

Badanku rasanya seperti menabrak sesuatu sehingga aku terjatuh di lantai. Karena pusing, aku pun tidak bisa mengendalikan emosiku lagi.

“Kau punya mata tidak?! Apa perlu aku…” mulutku berhenti berbicara saat kusadari bahwa orang yang menabrakku tadi adalah…

“J-J-Jun-su…” aku hanya bisa ternganga melihat namja itu, yang tak lain adalah Junsu JYJ. Aku merasa terkejut dengan kehadirannya di sini secara tidak sengaja denganku.

Omona..! Dari dekat ternyata dia sangat tampan sekali…! ^^

Junsu POV

 

Ia, rasanya aku mengenal yeoja ini. Ya, benar saja, ia pasti adalah salah satu member 4Minute, girlband favoritku. Tapi anehnya, kenapa ia sendirian saja, kemana member yang lainnya?

“Ga Yoon-ssi, gwaenchana? Mianhae, aku tidak sengaja…” sambil kuulurkan tanganku untuk membantunya berdiri kembali.

“Ne, gwaenchanayo! Kamsahamida atas pertolongannya…!” ia berterima kasih kepadaku sambil tersenyum ramah, senyumnya benar-benar manis.

“Mmm…, kenapa kau sendirian di sini? Kemana member yang lainnya?” kucoba menanyakannya dengan halus, karena aku masih merasa canggung bertemu pertama kali dengannya, terlebih dengan girlband favoritku.

Kulihat ia menghela napas sejenak, dan kemudian menjawab, “Aku tak tahu mereka ada di mana sekarang. Sepertinya mereka lupa dengan keberadaanku di sini, mereka semua pergi meninggalkan karena saking asyiknya dengan urusan mereka masing-masing. Lagipula aku juga baru ingat, aku tidak bisa menghubungi mereka karena HP-ku tertinggal di dalam mobil.”

Kutatap ia yang sedang bersedih saat itu, dan kucoba untuk menenangkannya.

“Baiklah, aku akan mengantarkanmu pulang sekarang. Ayo!” kuajak ia berdiri dan kugenggam tangannya lalu segera membawanya menuju mobilku. Memang ada rasa yang sedikit aneh saat aku memegang tangannya, saat itu juga aku merasakan darah dalam tubuhku mengalir dengan cepatnya. Mungkin aku tidak terbiasa dengan hal ini sebelumnya. Oh Tuhan, apakah yang sebenarnya terjadi?

Ga Yoon POV

 

Aigoo…! Aigooo…! >.<

Ia menggenggam tanganku. Bahkan ia juga berbaik hati mau mengantarkan aku kembali ke dorm 4Minute. Sungguh ia benar-benar namja yang baik hati sekali, tak dapat dipungkiri jika banyak yang menyukainya karena selain wajahnya yang tampan, ternyata hatinya juga.

Sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil, aku dan ia hanya bisa terdiam mematung. Kami tidak tahu harus mengatakan apa, suasana saat itu benar-benar sunyi. Bisa kurasakan saat itu mukaku juga ikut memerah karena saking malunya. Omona, bagaimana ini?! Lama-lama aku bisa mati gaya juga di sini.

“Mmm, Ga Yoon-ssi… sebenarnya aku adalah penggemar kalian, jadi bolehkah nanti aku berfoto denganmu dan meminta tanda tanganmu.” aku hanya bisa tercengang mendengar perkataannya, ternyata ada juga artis yang mengagumi kami selama ini. Kutatap wajahnya sebentar, dan kupastikan wajahnya sekarang berubah menjadi kepiting rebus, haha… 😀

Dengan senang hati, kuturuti permintaannya. Dan tak berapa lama setelah itu, sampailah kami di depan dorm 4Minute. Kulangkahkan kakiku keluar dari mobilnya, dan menoleh ke arahnya yang sekarang sudah berdiri di hadapanku. Dan saat itulah aku kembali tidak berdaya lagi (alias mati gaya).

“Mmm… Ga Yoon-ssi, senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu.” ada senyum lebar terpancar dari wajahnya yang imut itu. Omona, sungguh imut sekali! >.<

Segera setelah mengucapkan selamat malam dan kata berpisah, ia pun mengendarai kendaraannya  melaju pergi meninggalkan aku. Saat ia sudah pergi pun rasanya ia seperti masih ada bersamaku. Sungguh indah sekali malam ini, dan ternyata nasib baik masih mau menghampiriku, hehe…

Tok… Tok… Tok…

Kuketuk pintu dorm kami perlahan-lahan, berharap mereka semua sudah kembali. Tidak lama sekitar dua menit kemudian pintu pun terbuka, dan kulihat kepala So Hyun dari balik pintu yang sedang celingukan dan kebingungan melihatku.

“Eonni dari mana saja sih? Mau coba jalan-jalan keluar sendiri ya..?” curiganya blak-blakan terhadapku.

“Yaaa, jalan-jalan dari mana sih?! Dasar bocah tengil! Aku capek-capek cari kalian di sana, ehh ternyata kalian sudah asyik-asyik di sini ya… Ninggalin aku sendirian di sana tanpa teman, sedangkan kalian malah bersantai-santai di rumah tanpa memikirkan aku sama sekali.” segera kucoba menangkap So Hyun yang mau melarikan diri dariku, dan menjewernya perlahan lalu membawanya menuju ruang tengah di mana member yang lainnya berada. Kuhiraukan saja rintihan dari So Hyun yang sedari tadi merengek meminta ampun kepadaku.

“Yaaa, Ga Yoon! Apa yang kau lakukan kepada So Hyun? Kasihan dia seperti itu!” kudengar Ji Hyun eonni menegurku. Segera kutatap mukanya dengan wajah cemberutku, berharap ia mengerti maksudku. Tetapi, ternyata dugaanku salah. Mereka semua malah menertawaiku, termasuk So Hyun yang sekarang telinganya masih kujewer.

“Yaaa, apa yang kalian tertawakan? Ini tidak lucu. Kalian tidak merasakan penderitaanku apa?” kucoba menenangkan diriku yang hampir saja terbawa emosi.

Kini mereka semua terdiam, dan kulihat mereka sekarang datang menghampiriku.

“Ummh, cup…cup…cup…! Kasihan dongsaengku yang satu ini… Sini, ayo kupeluk!” Ji Hyun eonni merangkulku dengan penuh sayangnya, aku pun menyandarkan diriku di bahunya, sungguh nyaman sekali berada bersama mereka dengan suasana seperti sekarang ini.

“Baiklah, mulai sekarang kita usahakan jangan sampai ada pertengkaran lagi di antara kita semua, kita harus bersama melangkah menuju masa depan, kita adalah saudara untuk SELAMANYA!” terang Ji Hyun eonni dengan tegasnya dan hal itulah yang terkadang membuatnya benar-benar sangat berwibawa sekali, ia adalah permersatu bagi kami semua.

Dan malam itu kami lalui dengan penuh canda tawa, di samping karena Hyun Ah dan So Hyun yang habis-habisan disindir karena pertengkaran mereka yang seperti anak kecil (marahan sebentar, terus baikan lagi). Memang patut diakui, aku salut pada mereka berdua, karena saat malam itu setelah pertengkaran mereka usai, mereka baikan kembali dan malah mereka semakin lengket saja. Aku berharap semoga saja kejadian pahit itu (pertengkaran Hyun Ah dan So Hyun) tidak terulang kembali.

Junsu POV

 

Aku bingung, rasanya seperti ada sesuatu yang terlupakan dariku. Tapi apa ya..?

Aku mencoba memutar kembali otakku, mengingat-ingat sesuatu yang terlupakan itu. Bahkan hingga aku sampai di apartemen kami (JYJ), aku pun masih belum menemukan jawabannya. Kutenangkan diriku sejenak di dalam mobil yang sebenarnya sudah kuparkir di area parkir halaman apartemen tersebut. Dan kucoba menengok jok di sampingku, tempat Ga Yoon duduk tadi. Saat itu, kulihat sesuatu yang sepertinya itu merupakan kepunyaan yeoja tadi. Sebuah gelang manik-manik berwarna pelangi bersinar bak permata di langit yang biru. Sungguh indah sekali gelang itu, bisa kubayangkan pastinya ia akan terlihat lebih cantik jika memakainya.

Teringat kembali aku akan wajahnya, dalam benakku kubayangkan senyumannya. Omona! Apa yang sedang kupikirkan? Ada apa dengan aku? Kenapa aku masih terus-terusan saja mengingat yeoja itu?

Tapi membayangkan wajahnya aku pun akhirnya mengingat hal yang terlupakan itu. Ya, benar saja! Aku lupa dengan permintaanku tadi. Aku lupa meminta tanda tangan dan foto bersamanya. Aigoo.., eoteokkhe? Padahal aku tidak yakin apakah aku bisa bertemu dengannya lagi. Huhh, betapa pikunnya aku…!

So Hyun POV

 

Lega rasanya sudah berbaikan dengan Hyun Ah eonni. Untung saja waktu itu eonni-eonniku memaksaku untuk ikut jalan-jalan bersama Hyun Ah eonni apalagi melakukan hal yang kami senang bersama-sama. Bahkan apa yang terjadi malam itu masih saja terngiang-ngiang di benakku.

—So Hyun Flashback—

Aigoo, bagaimana ini? Aku tidak tahu bagaimana caranya minta maaf kepada Hyun Ah eonni… Huhhh~

Aku hanya bisa menggerutu dalam hati. Rasanya benar-benar tidak nyaman, padahal biasanya aku dan Hyun Ah eonni paling semangat kalau dalam hal shopping. Tapi, kali ini benar-benar terasa berbeda.

Kini aku berada di samping Hyun Ah eonni yang sedang memilih-milih cincin permata yang bagus.

“Eonni, cincin yang ini bagus!” seruku dengan harap-harap cemas menanti reaksi dari eonni, sambil menunjuk salah satu cincin yang bermata bunga dengan lapisan intan di tengahnya.

“Omona~! Ini sangat indah sekali, wahh~, limited edition nih…! Beli ahh~!” tampak kedua mata eonni yang berbinar-binar melihat cincin itu, aku pun juga ikut senang dengan reaksinya barusan. Tapi tak berapa lama kemudian, kembali lagi wajah Hyun Ah eonni berubah seperti sebelumnya. Aku pun merinding melihatnya, benar-benar menakutkan.

“So Hyun, kau bermaksud melunakkan hatiku ya?” tanyanya sambil  melirik tajam ke arahku.

“A-a-an-aniyo, aku hanya…” tawa Hyun Ah eonni meledak-ledak. Hampir membuat telingaku tuli.

“Kenapa tertawa, ada yang lucu ya?” tanyaku sambil melihat seluruh badanku dan sekelilingku mungkin ada yang salah.

“Hahaha…hahh..hahh~. Aniyo, aku tertawa karena lucu melihat tingkahmu. Makanya, memangnya enak apa kalau cari masalah denganku, akibatnya jadi gini deh,hehe…” suasana di antara kami pun mencair, sekarang kami pun mulai akrab kembali. Aku pun hanya bisa tersenyum malu.

Ternyata tidak susah juga melakukannya, Hyun Ah eonni memang paling bisa mengerti keadaanku. Dan aku kapok, aku tidak mau lagi membuat Hyun Ah eonni marah, Hyun Ah eonni kalau lagi marah kepadaku benar-benar ngeri, rasanya dunia ini seperti neraka (dijewer Hyun Ah eonni). 😛

—Flashback End—

Hyun Ah POV

 

Memang aku ini aneh sekali. Aku tidak bisa sama sekali membenci dan marah pada temanku sendiri, apalagi yang telah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Seharusnya aku akan membenci So Hyun terus, tapi tetap saja tidak bisa. Seburuk apapun ia melakukan kesalahan terhadapku, aku tetap saja tidak bisa memarahinya. Tapi, untunglah hal itu sudah berlalu dan semoga saja tidak akan terulang lagi.

Pagi itu, setelah mandi dan merias diri seadanya saja, aku pun mecoba keluar dorm dan berjalan-jalan mencari udara segar di halaman belakang. Saat menuruni lantai dua, di mana anggota Beast tinggal di situ, aku merasa sedikit ragu, dan harap-harap cemas jika nanti bertemu dengan Jun Hyung oppa.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang kupikirkan saat itu benar-benar terjadi. Namun yang ada di pandanganku sekarang ini benar-benar menyakitkan, kulihat Jun Hyung oppa kini sedang bersama dengan seorang yeoja yang tak lain adalah Choi Ji Na.

“Hyun Ah-ssi!” sapa yeoja itu dengan senyum ramahnya.

Aku tidak kuat untuk berbicara saat ini. Maka aku pun hanya bisa mengangguk kecil dan tersenyum membalas sapaannya itu. Sesaat tatapan kami (aku dan Jun Hyung oppa) bertemu dan rasa sedih ini pun semakin menyiksa dadaku. Segera kuberlari meninggalkan mereka berdua dan kembali menuju dorm.

Sesampainya di dorm aku pun langsung menuju ke kamarku dan tidak menghiraukan eonni-eonniku yang sedari tadi memanggil dan menyapaku.

Lama aku tidak keluar dari kamar, sampai jadwal pemotretan barulah aku keluar. Entah apa yang kulakukan sedari tadi, aku hanya menatap langit dari jendela kamarku.

Sesampainya di lokasi pemotretan…

 

Masih saja aku tidak bisa melupakan kejadian tadi pagi. Hal inilah yang juga membuatku tidak berkonsentrasi sepenuhnya pada kegiatan hari ini. Pemotretan kami kali ini bersama Beast dan Choi Ji Na terasa agak berbeda. Berbeda karena hubunganku dengan Jun Hyung oppa yang sebelumnya membaik, kini memburuk. Bahkan tadi saat mereka tiba di lokasi pemotretan, kami berdua hanya saling menatap, dan bukannya saling menyapa. Aku tahu pasti karena kejadian sebelumnya ia juga merasa tertekan. Maka saat ini aku pun mencoba memberanikan diri untuk meminta maaf padanya, karena aku merasa tidak enak kalau harus begini setiap hari.

Selesai pemotretan, aku mencoba mendatangi tempat semua member Beast berkumpul. Kulihat di hadapanku sudah nampak orang yang sedari tadi kucari. Kuhampiri ia perlahan dan…

BRUUKKK

Aku pun terjatuh, pasti karena tersandung oleh beberapa kabel yang tidak kulihat. Aigoo, betapa bodohnya aku! Apalagi aku terjatuh di hadapan Jun Hyung oppa, benar-benar memalukan.

“Hyun Ah, gwaenchana…?” terdengar suara seorang namja menanyakan keadaanku, dan segera ku mendongak ke atas.

“Nuguyeyo..?” tanyaku balik kepadanya, sambil mengingat-ingat kembali wajah namja itu karena aku kurang mengingat persis wajahnya. Ia hanya tersenyum kepadaku sambil mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri kembali. Setelah itu, ia pun langsung meninggalkanku sendirian di situ. Benar-benar namja yang aneh. Kubuyarkan pikiranku dari namja tadi dan beralih pandangan ke arah Jun Hyung oppa tadi, namun saat kulihat ia tidak ada di tempatnya tadi. Kemanakah Jun Hyung oppa pergi? Dan apakah tadi ia melihatku terjatuh? Huhh.., kesempatan untuk minta maaf kali ini hilang begitu saja.

—=To Be Continue=—

Hahaha…

^ketawa gaje^

Makin gaje aja kan ceritanya, ya gitu deh…

Habis Ji Soon pusing banget nie, gak tahu lanjutannya gimana, otaknya lgi mampet gara2 mau US.

Huaaah~~! >o<

Mianhae all, kalo ceritanya kurang menghibur, harap dimaklumi ya…

Dan mulai sekarang ini kayaknya Ji Soon bisa postnya sekitar 4-5 hari kemudian, bahkan bisa seminggu lebih…

Ya rencananya sih pengen hiatus sebentar selama bulan ini n bulan depan, tapi berhubung Ji Soon ngerasa gak enak ma kalian semua krn ceritanya belum selesai, jadi Ji Soon tetap lanjutin ceritanya kalau ada waktu luang, hehe…

Tapi gomawo ya yang udah setia selalu baca ff-nya Ji Soon…

GBU All… ^^

Iklan