Jeongmal gomawoo yoo buat yang udah nunggu ff evil couple ini.. Mian thyz baru bisa posting sekarang.. hehe..


Buat yang belum baca part lainnya, ini thyz kasiin linknya..
Part 1Part 2Part 3
——————————————————————-
Title : What Happened? (Part 4)
Length : Continue
Genre : Comedy, Romance
Cast :
Evil Couple : Song Eunrim dan Cho Kyuhyun
Haneul
Super Junior

.Eunrim POV.

Gadis ini yang pernah menjadi yeoja chingu Kyu kan?

“Kau sendiri siapa? Penata rias barumu ya oppa?” tanya Haneul pada Kyu.

“Haneul, dia itu.. adawww..” aku menginjak kaki Kyu tepat sebelum dia menjawab Haneul.

“Nee.. Aku penata rias Kyu OPPA yang baru..” sengaja kutekankan kata oppa, supaya Kyu tutup mulut.

Aku melirik ke arahnya, lalu memberi isyarat supaya Kyu tidak memberi tahu apa-apa. Aku ingin tau apa maksud Haneul mau kembali ke kehidupan Kyu.

“Ohh.. Begitu.. Ehh, kalau begitu tolong sekalian angkat barangku ya..” kata Haneul sambil melempar barang-barangnya ke arahku. “Oppa, ayo kita makan siang sama-sama..” ajaknya riang sambil menggandeng Kyu.

APA SEBENARNYA TUJUAN MAKHLUK INI?!

Aku akhirnya mengekor dibelakang mereka, sambil membawa semua barang-barang.

“Oppa.. aku kangen sekali lohh.. Kita sudah berapa lama tidak bertemu ya? 4 tahun?” kata Haneul terus berbicara.

“Ahh.. nee..” sahut Kyu. Dia sepertinya tidak mau banyak berbicara. Mungkin karena dia merasa aura tidak enak dibelakangnya?

“Kau tau tidak oppa.. Aku akan menjadi trainee SM loh..” kata Haneul lagi.

MWO?!

Kyu juga ikut kaget. “Kapan?” tanyanya.

“Mulai besok.. Aku memutuskan jadi trainee karena kau loh oppa..” sahut Haneul. “Ehh.. kenapa kita menuju tempat parkir? Bukannya kita mau makan siang?” tambahnya.

“Aku banyak urusan, Haneul. Aku harus pulang sekarang..” jawab Kyu.

“Kalau begitu aku ikut.. Sudah lama tidak ketemu oppadeul..” Haneul langsung membuka pintu mobil lalu duduk. Aku langsung mengambil kesempatan itu untuk berbicara berdua dengan Kyu.

“Kyu, kau jangan coba macam-macam ya..” kataku sambil tersenyum supaya Haneul tidak menyadari perkataanku.

“Kau sendiri yang mulai. Seharusnya kau bilang saja siapa kau..” sahutnya sambil membukakanku pintu belakang.

Haneul langsung berbalik padaku. “Kau bicara apa dengan oppa? Kenapa lama sekali?”

“It’s not your business, onnie..” sahutku sambil membuang muka.

“Huh.. Belagu sekali kau.. Memangnya kau siapa sih? Cuma pekerja saja kan? Aku sih bisa minta oppa memecatmu..” katanya sinis.

Kyu masuk ke dalam mobil setelah meletakkan barang-barang di belakang mobil.

“Oppaa.. Ayo pecat saja anak itu.. Dia berlaku kasar padaku..” pinta Haneul.

“Aku tidak bisa.. Dia anak emas para hyung.. Kau juga sebaiknya diam..” sahut Kyu ketus.

Sepertinya Haneul merasa Kyu tidak memihak padanya, sehingga akhirnya sepanjang perjalanan itu kami semua hanya berdiam diri sampai tiba di dorm.

“Jangan menggandeng tanganku, Haneul. Nanti bahaya kalau ada wartawan..” kata Kyu melepaskan gandengan Haneul.

Aku sepertinya tau tujuan Haneul apa. DIA INGIN KEMBALI BERSAMA KYU.

Aku mendahului mereka.

BRAKKK.. Kubanting pintu dorm lantai 11. Dalam sekejap, semua oppadeul langsung mendatangiku.

“Eunrimmm.. Kyu odieya?” tanya mereka bersamaan.

“Bersama pengganggu..” sahutku lalu langsung duduk di kursi.

.Author POV.

Semuanya langsung berkonfrensi pers dadakan.

“Pengganggu yang dia maksud siapa?” tanya Donghae.

“Entahlah..” jawab Sungmin.

Tiba-tiba Kyuhyun dan Haneul masuk ke dalam dorm.

“Hoaaa.. Kita tau sekarang hyung..” cicit Ryeowook.

“Siapa yang mau taruhan denganku?” ajak Eunhyuk.

Pletakk.. Kyuhyun melempari Eunhyuk dengan sandal.

“Hyung.. Kalian masih ingat Haneul kan?” kata Kyuhyun.

Yang lainnya hanya mengangguk dan tersenyum pada Haneul.

“Annyeong haseyo oppadeul.. Lama kita tidak bertemu..” sapa Haneul.

“Ahh.. Tunggu.. Jangan-jangan, trainee baru yang dimaksud itu kau ya Haneul?” tanya Eeteuk.

“Nee.. Mulai besok aku akan resmi menjadi trainee SM..” jawab Haneul ceria.

“Sepertinya bakal ada gempa bumi nih..” ujar Heechul.

“Gempa bumi? Waeyo?” tanya Haneul.

“Lohh.. Kau tidak tau ya? Kyu kan sudah.. Adawww..” omongan Eunhyuk langsung terhenti karena injakan kaki Eunrim.

“Kau itu suka menginjak kaki orang ya? Oppa.. Kalian sepertinya salah memilih penata rias.. Dia tidak berkualitas..” ujar Haneul.

Semuanya langsung ternganga.

“Aku juga baru trainee kok.. Tapi oppadeul sudah terlanjur suka padaku.. Betul kan OPPADEUL?” tanya Eunrim sambil memberikan tatapan mautnya pada masing-masing orang.

“Matilah hidup kita..” bisik Shindong. Yang lainnya hanya tertawa hambar.

“Aku mau buat makan siang, ahh..” ujar Eunrim sambil menuju ke dapur.

“Aku mau membantu Eun-ah..” cicit Ryeowook.

“TIDAK USAH!” jawab Eunrim dari dapur. Ryeowook langsung terduduk karena bentakan Eunrim.

“Ehh.. Kau memangnya hebat memasak?” tanya Haneul.

“Tentu saja.. Kau mencemaskan nyawamu kalau aku yang masak onnie? KYUHYUN OPPA bahkan sangat suka masakanku..” jawab Haneul.

“Wow.. Eunrim memanggil Kyu dengan sebutan oppa..” cicit Donghae.

“Aku bukannya mencemaskan nyawaku.. Tapi sudahlah.. Hemm.. Kita langsung ke inti permasalahan saja..” ujar Haneul. “Aku akan mengatakannya di depan oppadeul. Cho Kyuhyun, aku mau hubungan kita kembali seperti dulu..” tambahnya.

PRAAAANG.. Terdengar suara piring pecah dari dapur.

“Piringkuuuu..” Ryeowook langsung menuju ke dapur, disusul member yang lain.

Kyuhyun juga sebenarnya ingin ikut melihat, tapi ditahan oleh Haneul.

“Kau harus menjawabku oppa.. Aku sudah memberanikan diriku mengatakan hal ini di depan oppadeul..” pinta Haneul.

.Author POV.

Semuanya kecuali Kyuhyun dan Haneul langsung bergegas ke dapur.

“Eun-ah, gwenchana?” tanya Eeteuk panik.

“Ahh.. Nee oppa.. Piringnya pecah..” jawab Eunrim dengan tatapan kosong.

“Aishh.. Tidak usah dipikirkan.. Kami tidak akan menyetujui Kyu kembali dengan Haneul kok.. Dia menjengkelkan!” sahut Ryeowook disusul anggukan yang lainnya.

“Aku punya ide..” kata Heechul sambil membawa botol saus tomat. Dia lalu menumpahkan isinya ke tangan Eunrim.

“Oppa.. Tanganku kan jadi kotor!” ujar Eunrim.

“Halah.. Kau diam saja.. Kita mau liat bagaimana tanggapan Kyu.. Bilang saja tanganmu berdarah, okee? Yesungie..” Heechul member isyarat ke Yesung.

“Oki doki..” Yesung lalu berteriak, “Kyuuu.. Eunrim berdarah!!”

Spontan, Kyuhyun langsung menuju ke dapur.

Haneul akhirnya ikut menyusul. “Kenapa kau begitu cemas sih oppa?”

Tapi Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Haneul. Dia langsung bergegas masuk diantara para member yang lain untuk melihat keadaan Eunrim. *bayangin aja dapurnya kecil tapi dipenuhin 10 orang*

Haneul yang berbadan kecil juga berusaha menyerobot masuk. Dia penasaran kenapa Kyuhyun sebegitu cemasnya pada gadis ini.

“Nomu appu? Sini kulihat.. Kau bodoh sekali.. Kenapa sampai bisa terluka begini?” ujar Kyuhyun khawatir. Dia mengambil handuk yang dibawa Ryeowook lalu mulai membalut tangan Eunrim. “Ayo ke kamarku.. Lukamu harus diobati..”

“TUNGGU SEBENTAR! Sebenarnya ada apa ini? Kau ini siapa sih??!!” kata Haneul dengan kesal.

“Heh.. Aku sudah bosan menyembunyikannya..” Eunrim berdiri lalu mendekati Haneul.

“Perkenalkan onnie.. Namaku SONG EUNRIM.. Dan aku bukan penata riasnya oppadeul. Aku ini YEOJA CHINGUnya CHO KYUHYUN. Catat itu baik-baik..” jelas Eunrim.

“Mwoo??!!” sahut Haneul tidak percaya. “Oppa.. Bukannya waktu itu kau bilang akan menungguku?? Aku hanya studi sebentar!” tambahnya.

“4 tahun itu tidak sebentar, Haneul. Aku bosan menunggumu..” sahut Kyuhyun. “Lagipula, sudah ada Eun-ah dihatiku sekarang.. Mian..” tambahnya.

“Tapi kau sudah berjanji menungguku! Kenapa kau tega sekali??!!” isak Haneul.

“Dia milikku sekarang onnie..” sahut Eunrim datar.

“Tidak! Tidak bisa begini! Kenapa kau melupakanku oppa? Bukannya kau bilang, aku satu-satunya yang ada dihatimu?” tanya Haneul.

“Itu dulu Haneul. Salah sendiri kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi..” jawab Kyuhyun. “Masih ada lagi yang mau kau bilang? Darah Eunrim semakin banyak nih..” tambahnya.

“Tunggu pembalasanku!” kata Haneul lalu meninggalkan dorm.

“Waduhh.. Sepertinya Haneul patah hati tuh..” kata Eunhyuk.

“Kyu sih, kata-katanya tajam sekali..” tambah Donghae.

“Biar saja, hyung.. Toh sejak pertama bertemu dengan dia memang aku sudah tidak mood kok, tapi Eunrim sendiri yang memulai.. Sekarang liat kan akibatnya.. aishh.. Lukamu parah tidak??” tanya Kyuhyun.

Pluukk.. Handuk yang dipakai untuk membalut luka Eunrim sekarang sudah berada di atas kepala Kyuhyun.

“ITU CUMA SAUS TOMAT, BABO!! KAUU!! HANYA SATU-SATUNYA DIHATIMU?? DASAR PLAYBOY CAP KAPAK!!” jerit Eunrim sambil menjambak rambut Kyuhyun.

“Aww.. Aku memang waktu itu bilang begitu supaya dia mau pergi keluar negeri untuk kuliah.. APPUUUU!!” rengek Kyuhyun.

“Sini kau!” kata Eunrim sambil menjewer telinga Kyuhyun. BRAAAKK! Pintu kamar Kyuhyun dibanting dengan keras.

Serentak, semua member mendekati pintu untuk menguping.

Tiba-tiba Eunrim membuka pintu lagi. “JANGAN MENGUPING OPPADEUL!” ancamnya lalu membanting pintu lagi.

“Sudahlah.. Kalian tidak perlu repot-repot menguping, toh teriakan mereka bisa terdengar sampai ke lantai atas kok..” kata Eeteuk duduk dengan santai di sofa.

“Apa kita perlu menelpon ambulance hyung? Untuk berjaga-jaga saja..” tawar Ryeowook.

“Hmm, tidak perlu.. Paling kalau Kyu sekarat, Eunrim sendiri yang akan memanggil ambulance..” sahut Eunhyuk. “Lagipula, biaya pemakaman lebih murah daripada biaya rumah sakit..”

Di kamar Kyuhyun..

.Kyuhyun POV.

Kau sangat lucu Eun-ah.. Padahal sudah jelas aku memilihmu, tapi sekarang kau masih ngambek?

“Sudahlah.. Kau jelek kalau ngambek..” bujukku.

“Anii.. Aku hanya berpikir.. Selama ini, kau berapa kali pacaran sih?” tanyanya dengan serius.

“Hmm.. rahasia..” jawabku sambil tersenyum jail.

“Ahh.. Beritahu Kyuu.. Jebaaalll..” aku memang paling lemah kalau kau sudah memohon padaku.

“Okee.. Baru Haneul dan kau.. Puas?” jawabku.

“Cinca? Aku tidak percaya.. Bukannya kau itu Cho Kyuhyun? Memangnya selama 3 tahun setelah kau berpisah dengan Haneul, tidak ada penggantinya?” tanyanya lagi.

“Anii.. Kau pikir jadwal Suju tidak padat apa? Jangankan untuk pacaran, urus diri sendiri saja susah.. Untungnya kau bisa mengerti.. Dulu Haneul banyak maunya..” aku memegang tangannya. “Jadi kau benar-benar tidak terluka kan?” kataku sambil mengecek kedua tangannya. Aku mencoba mengalihkan perhatiannya.

“Hmm.. Aku tadi cuma memecahkan piring kok. Terus waktu oppadeul datang, Heechul oppa menumpahkan saus tomat ke tanganku, lalu menyuruh Yesung oppa berteriak memanggilmu. Mereka katanya mau cepat-cepat mengusir Haneul onnie, jadi aku disuruh berakting terluka, karena kata oppadeul kau pasti cemas lalu meninggalkan Haneul onnie..” jelasnya panjang lebar.

Aku mengerti. Semuanya pasti merasa tidak enak padamu kan? Seharusnya si monyet itu saja yang kalian lukai.. Enak saja bilang biaya pemakaman lebih murah dari biaya rumah sakit.. Kau pikir aku tidak dengar apa?

“Kau tau, hampir saja jantungku copot.. Kalau terjadi sesuatu padamu, eommamu bisa membunuhku tau! Aku sudah berjanji padanya..” kataku sambil mengusap pipinya.

“Siapa suruh membuat janji yang susah..” katanya sambil tersenyum geli.

“Haahh.. Sudahlah.. Kau tau, hanya kau satu-satunya.. YAAA! KENAPA KEPALAKU KAU TIPUK?!” seruku kesal.

“KAU JANGAN MENGULANG KATA-KATA ITU LAGI BABO!! DASAR PLAYBOY CAP KAPAK!!”

============================================================

Keesokan harinya..

.Eunrim POV.

Huh.. Kejadian kemarin membuatku tidak habis pikir.. Bisa-bisanya Haneul ingin kembali pada Kyu.. Ckck..

Aku lalu memutuskan untuk berbelanja ke minimarket dekat rumah. Kebetulan persediaan makanan dirumahku tinggal sedikit.

Ketika perjalanan pulang..

“La~la~la~la~” aku bersenandung tidak jelas. Aku memang sangat takut kalau jalan sendirian, apalagi di jalan yang sepi seperti ini.. Mana sudah mau menjelang malam lagi..

“La~la~la~ hmpphh..” seseorang membekapku dari belakang. Nugu? Aku berusaha melepaskan diri. Tidak mau dilepas? Haahh.. Jangan main-main denganku ya!

BUUUKKK! Dengan mudahnya namja itu kubanting, kemudian kuinjak supaya dia tidak lari. “Mau apa kau hah??!! Jangan cari masalah denganku!!” bentakku.

“Mian nona.. saya hanya disuruh..” jawab namja itu memohon ampun padaku. Kau sudah salah kalau mau berantem denganku. Aku ini Song Eunrim, pemegang sabuk hitam bela diri.

“Siapa yang menyuruhmu?!” bentakku lagi.

“Aku tidak bisa memberitahukannya..” tolak namja itu. “Awww.. baik.. baik.. Nama gadis itu Haneul setauku.. Dia bilang, yang penting aku memberi pelajaran padamu, dia akan puas..” akhirnya dia mengaku setelah kuinjak dengan keras.

Sudah kuduga. Begini caranya dia mau balas dendam? Huh.. Tidak berkelas sekali.. Seharusnya kau face to face denganku.

“Okee.. Bilang pada bosmu, aku menantangnya untuk memperebutkan Kyu, itu juga kalau dia berani..” kataku sambil melepaskan namja itu.

Tanpa basa-basi, namja itu langsung meninggalkanku. Huh.. isi kantong plastikku terhambur.. Terpaksa aku harus memunguti barang itu satu per satu.

Tiba-tiba aku merasa ada seseorang dibelakangku. Namja itu masih berani datang?!!

“Hiyaaaa..” aku langsung menyerang belakangku. Dia terjatuh di jalan, dan langsung kududuki. “Masih mau cari gara-gara hah??!!” kataku sambil melepaskan topinya.

Heh? Kyu?

“Eunrim.. Kau brutal sekali..” serunya.

Aku melepaskannya lalu menariknya kembali. “Miann.. aku pikir kau itu namja tadi..”

“Namja? Yang mana?” tanya Kyu.

“Yang tadi mau menyekapku.. Untung appa sudah membekaliku dengan teknik bela diri.. Dia sudah lari kok.. Haha..” jawabku.

“Ohh yaa?? Whoaa.. Pantasan selama ini kau selalu membullyku.. Hei, tanganku sakit nih..” kata Kyu sambil memegang tangannya.

“Cinca? Aku tidak percaya~” sahutku.

“Wae?” dasar babo~

“Kau bilang tanganmu sakit, tapi kenapa kau angkat belanjaanku? Haha..” kataku sambil memukul lengannya. “Ya sudah, ayo ke rumahku, aku kasi teh hangat sebagai permintaan maaf deh..” tawarku. Kebetulan memang jarak rumahku sudah sangat dekat.

“Ehh.. Aku memang niat ke rumahmu sih tadi.. Para hyung ribut sekali sih.. Aku lebih baik di luar rumah dulu sampai suasana tenang..” sahut Kyu sambil memperlihatkan PSPnya. Ternyata dia mau main game dengan tenang di rumahku.

“Ya sudah.. Ayo.. Untung ini belum larut.. Kalau tidak, pasti kau akan kuusir.. Nanti tetangga pikir aku akan melakukan yang tidak-tidak denganmu.. Wkwk..” balasku.

“Tenang saja, setelah menyelesaikan level akhir aku pulang kok..” katanya riang.

Dan kami pun menuju ke rumahku untuk menikmati secangkir teh hangat ditengah petang yang dingin ini..

The End

———————————————————————————————

Akhirnya untuk pertama kalinya ff bersambung thyz bisa sebanyak ini.. xD

Gomawoo buat seluruh readers.. Ohh iya, kalau bisa komen yaa.. Jangan jadi silent reader.. Supaya author juga jadi semangat buat nulis ff lagi.. Komen kalian itu berarti banget loh.. 🙂

Iklan