ANNYEONGHASEYOOOOOO!!! *teriak” pake toa*
Aigooo… Jeongmal bogoshipeoyo chingudeul… :’)
Akhirnya, setelah 1 minggu berkutat dengan buku pelajaran yang bikin otak author mumet gak karu-karuan, UAS nya beres juga… *fiuh*

Tapi author masi belum bisa sering-sering update FF chingu. Karena masi ada ujian praktek dan UAN yang udah nunggu di depan mata… (huaaa… sabar” Tam…) chingu doain yaa…

Aduh… kog author malah curhat sii? Okee… Gak banyak ngomong lg… Hahaha… 😀 Author mau nge-post lagi (ya ngapain kamu disini thor kalo gak nge-post?) Okee… Lupakan…

Langsung yaa 😀
Untuk semua reader FFLovers… 🙂

Author             :           Tam.P
Genre               :           Romance, Sad
Rating              :           PG13 – PG15
Category         :           Continue
Cast                   :

  • Doojoon / Yoon Doo Joon (B2ST)
  • Q-Ri / Lee Ji Hyun (T-ara)

____________________________________________________________

PART 1

Flashback

“Q-Ri…”

“YA! Berhenti memanggilku seperti itu. Kau itu 3 tahun lebih muda daripada aku…” Aku melihatnya sejenak kemudian tersenyum.

“Aku tidak mau…” Jawabku singkat.

“Aigooo… Tapi kenapa?” Hahaha… Aku ingin tertawa saat ini juga. Dia selalu menunjukkan ekspresi yang seperti itu setiap kali aku bilang kalau aku tidak mau memanggilnya noona…

“Rahasia…” Kataku dengan senyum penuh arti.

“YAA!!! Yoon Doo Joon!!! Kauu…” Q-Ri mencoba melempariku dengan buku, pulpen, penghapus, dan apapun yang ada ditangannya saat ini dan aku hanya bisa menutupi wajahku dengan kedua tanganku.

“A… Ampun Q-Ri-ah…” Kataku sambil menghindar dari lemparan Q-Ri.

“Aku tidak akan berhenti sampai kau memanggilku noona Yoon Doo Joon!!!” Katanya dan tetap melempariku dengan semua benda yang ada dihadapannya (aigoo… Q-Ri eonni sadis… *dilempar Q-ri eonni*).

“Lee Ji Hyun, apa aku harus memanggil orang yang aku cintai dengan noona?” Kataku tiba-tiba. Semua perasaan yang selama ini aku pendam aku keluarkan begitu saja.

“M… Mwo?”

“Aku mencintaimu Q-Ri… Aku mencintaimu… Apa kau mau membalas cintaku? (author lebay) Apa kau mau jadi yeojachinguku?” Kataku mantap.

Aku menunggu jawaban dari Q-Ri. Walaupun aku tidak yakin Q-Ri akan membalasku…

“Ne… Aku mau…. Aku mau Doojoon-ah.” Ya Tuhan… Aku tidak sedang bermimpi kan? Q-Ri menerimaku… Ahh… Terima kasih Tuhan… Aku senang sekali. Aku bahagia… Bahagia sekali.

Aku tau sejak awal dan aku tau pasti. Q-Ri adalah wanita yang pantas untukku. Aku tidak perduli beda umur kami yang cukup jauh. Aku tidak memperdulikan itu. Karena aku sudah terlanjur mencintainya.

End of Flashback

Tik… Tik…
Air itu menetes lagi. Menetes dari mataku… Air mataku menetes lagi mengingat semua kejadian itu.

‘Yoon Doo Joon? Sejak kapan kau jadi pria yang cengeng seperti ini?’

Sejak kapan? Heh… Sejak kejadian itu… Kejadian yang membuatku menyesal sampai sekarang. Kenapa aku tidak bisa menjaganya?

‘Pabo! Jinjja pabo!!!’

Air mataku mengalir semakin deras. Andai saja aku bisa menggantikannya. Menggantikan semua penderitaan yang dirasakannya… Menggantikan semua rasa sakit yang dia rasakan… Karena aku benar-benar tidak kuat melihatnya seperti itu…

***

“Doojoon-ah… Doojoon-ah…” Aku merasakan sentuhan lembut dan hangat dipundakku.

“Noona?” Aku kaget saat mengetahui siapa yang membangunkanku tadi. Terlalu banyak menangis membuatku lelah dan aku tertidur.

“Doojoon-ah, kau kenapa tidur disini? Dan… Matamu?”

“Noona, aku tidak apa-apa… Aku ingion sendiri. tinggalkan aku sendiri.” Kataku sedikit sinis. Yah, aku sebenarnya tidak bermaksud seperti itu. Tapi… Aku juga tidang mengerti kenapa sekarang sikapku pada orang lain menjadi dingin.

“Doojoon… Aku mohon jangan seperti ini.”

“Noona, kau tidak usah ikut campur. Aku tidak suka itu. Noona tidak akan mengerti apa yang aku rasakan karena noona…”

“AKU MENGERTI APA YANG KAU RASAKAN DOOJOON!!!” Dia membentakku sebelum aku menyelesaikan kata-kataku. “Aku mengerti Doojoon… Karena kau itu adikku. Aku sudah mengenalmu selama 23 tahun.” Katanya lagi dengan nada lebih pelan.

“Doojoon, aku tau kau sangat mencintainya. Bahkan cintamu padanya tidak bisa hanya sekedar diungkapkan dengan kata-kata Doojoon. Aku tau. Dan karena itu, kau tidak bisa seperti ini terus. Kau juga harus bangkit. Karena aku yakin, Q-Ri tidak akan menyukai sikapmu yang seperti ini.” Aku tertegun…

Memang, selama ini aku selalu mengunjunginya yang sudah terbaring koma di rumah sakit sejak 3 bulan yang lalu. Tapi, yang aku rasakan selalu sama. Hatiku kosong… Sakit… Sesak… Ditambah lagi perasaan bersalahku yang sangat besar padanya. Itu yang aku rasakan setiap kali aku melihatnya. Aku selalu merasa kalau aku benar-benar gagal. Gagal menjadi namja yang baik untuknya…

Flashback

3 bulan yang lalu…

“Jagi… Jagi gwenchana?” Tanyaku pada Q-Ri… Wanita yang tidak lain adalah yeojachinguku. Aku merasa ada yang aneh dengannya akhir-akhir ini. Akhir-akhir ini dia sering terlihat lesu dan akhir-akhir ini juga aku baru menyadari kalau nafsu makannya berkurang. Ada apa sebenarnya?

“Gwenchana…” Katanya sambil tersenyum kecil.

Ya, mungkin hanya perasaanku saja…

***

“Aghh… A… Appeo…” Aku menoleh kesamping dan mendapati Q-Ri sedang memegangi pinggangnya.

“Q… Q-Ri?!!” Setelah itu dia jatuh terduduk dan… Tidak sadarkan diri.

***

‘Q-Ri, bertahanlah… Bertahanlah jagiya…’ Kataku dalam hati sambil mengemudikan mobilku melaju menuju rumah sakit.

Ya Tuhan, ada apa ini? Apa yang terjadi dengan yeojaku?

@ Hospital

Aku langsung membawa Q-Ri ke UGD.

“Maaf tuan, dimohon anda bisa menunggu di luar dulu.” Kata salah seorang perawat padaku.

“Tapi suster, aku ingin tau apa yang terjadi pada yeojachingu-ku.” Kataku mencoba untuk masuk.

“Maaf tuan, tapi tidak bisa.”

“Suster, aku mohon…” Kataku lagi.

“Maaf tuan, anda bisa menunggu dulu di sini sampai dokter selesai memeriksa pasien.” Aku menyerah dan memilih untuk menunggu dan berdoa. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Q-Ri.

30 menit kemudian…

Aku melihat dokter keluar dari ruang UGD dan aku langsung menghampiri dokter itu.

“Dokter, bagaimana keadaan Ji Hyun?” Tanyaku. Aku berharap dokter itu akan mengatakan tidak apa-apa. Tapi…

“Sudah saya duga akan seperti ini.” Apa maksud dokter ini? ‘Sudah saya duga?’ Apa maksudnya?

“Maksud dokter?”

“Lee Ji Hyun mengidap penyakit gagal ginjal. Sejak awal saya sudah menganjurkannya untuk cuci darah. Tapi, dia tidak mau. Dan sekarang… Penyakitnya bertambah parah dan kemungkinan besar bisa membuat Ji Hyun koma…”

“Dokter… Ini tidak benar kan?” Aku mencoba meyakinkan diri sendiri kalau Q-Ri tidak apa-apa dan berharap kalau dokter itu mengatakan ini tidak benar. Tapi jawaban dokter itu membuat hatiku semakin hancur. Hatiku sekaligus duniaku…

“Sejak kapan dok? Sejak kapan Ji Hyun mengidap penyakit ini?” Tanyaku lirih.

“Sekitar… 2 bulan yang lalu dia datang untuk memeriksa keadaannya karena dia merasa ada sesuatu yang…” Aku tidak mendengar lagi apa yang dikatakan dokter itu. 2 bulan? 2 bulan kau menyembunyikan ini Q-Ri. 2 bulan kau menderita tanpa mengetakannya padaku. Kenapa? Dan kenapa aku tidak menyadarinya dari awal? Namja macam apa aku ini?

End of Flashback…

Dan sejak itu Q-Ri tidak sadarkan diri sampai sekarang. Dan sejak itu juga aku menjadi seperti ini.

‘Q-Ri tidak akan menyukai sikapmu yang seperti ini…’ Terngiang lagi apa yang sudah noona katakan.

“Noona…” Kataku masih lirih. “Aku akan mencobanya…”

To Be Continued

_____________________________________________________

Gimana chingu? Lagi-lagi author ngerasa FF author kurang… 😥 Tapi seperti biasa, dan gak bosen”nya author bilang… Comment yaa chingu 😀 karena comment kalian itu berharga banget buat author dan bisa menjadi semangat buat author ngelanjutin FF ini… 🙂 dan author juga minta kritik dan sarannya yaa chingudeul… 😀

Oia chingu… jeongmal mianhae… Ralat buat Prolog Love Eternal, kemaren author salah ketik. harusnya author ngetik Q-Ri tapi malah Yoona… Sekali lagi, jeongmal mianhae yaa chingudeul…*bow*

Dan yang terakhir… Gomawo chingu ud baca FF author… 🙂 dan jeongmal mianhae kalo ad yang salah ketik… biasa chingu penyakit author xD

Annyeonghaseyo 😀

Iklan