Casts:

– BIGBANG

– Jung Hye Soo

Note:

– Made by Rahina only!!!

– Don’t be silent readers….! ^_^

 

Hye Soo sangat senang. Dia berhasil membeli KPop Magazine special YG Entertainment. Dia membelinya dengan perjuangan besar. Mulai dari harus bolos kegiatan klub sampai harus melawan para pembeli yang lain. Majalah ini memberikan bonus sebuah tas cantik dengan beberapa barang di dalamnya dan ada sebuah kejutan bagi lima orang yang beruintung.

 

“I’m home…,” kata Hye Soo sambil menutup pintu rumahnya. Sebenarnya dia tinggal sendiri. Hye Soo segera mengganti pakaiannya dan membuka tas bonus. “Omona! Baik sekali mereka!” kata Hye Soo saat menemukan lighstick BIGBANG, 2NE1, dan Seven. Ada juga beberapa poster. Itu terlalu banyak untuk sebuah majalah seharga 10. 000 won. Hye Soo memasukkan tangannya dalam-dalam ke tas. Siapa tahu ada lagi. “Ah… Ada lagi!” katanya sambil mengeluarkan sebuah amplop. “Inikah yang dimaksud kejutan? Tiket YG Family Concert? Semoga saja!” harapnya sambil segera membuka amplop itu. Surat. Isinya adalah surat.

Well, terimakasih karena sudah membeli majalah edisi agensi kami. Tapi bukan itu inti dari surat ini. Siapa pun kau, aku benar-benar membutuhkan mu. Datanglah ke YG Family Concert lima menit setelah pintu ditutup. Tunjukkan surat ini pada penjaga loket. Aku benar-benar membutuhkan mu. Jangan beritahu orang lain.

 

-GDragon-

 

***

 

Hye Soo POV

 

Ini adalah hari yang ku tunggu. Dua langkah yang harus ku lakukan adalah meyakinkan diri kalau ini bukan mimpi dan menyuruh supir taksi untuk berhenti. Hufft….. Tenang Hye Soo…. Tenang… “Ahjussi, berhnti di sini. Ini uangnya,” langkah kedua sudah ku lakukan.

 

“Maaf, nona. Tiketnya habis dan konser sudah berlangsung,” kata penjaga loket. Suratnya. “Tak apa. Aku punya surat ini,” kata ku sambil menunjukkan suratnya. Penjaga itu memeriksa sebentar. “oh, maaf, nona. Silakan ikuti saya,” katanya. Langsung ku ikuti saja dia. Dan… rupanya dia membawa ku ke ruang VIP.

 

***

 

Pertunjukan berakhir. Air mata ku mengalir karena tadi aku jadi teringat dengan namjachingu ku yang dulu saat 2NE1 menyanyikan lagu It Hurts. “Kau menikmati nya?” tanya seseorang sambil memegang pundakku. Aku hanya menengok. “Kau menangis?” katanya. Omona!!!! G-Dragon!!! Kini aku ingin menangis lagi!!!! “Ikut aku. kkaja!” KYAA!!!! Dia memegang tanganku??!!!

 

***

 

GD POV

 

Tangannya hangat. Tangan yeoja ini hangat dan… sepertinya dia selalu ceria. Tak sibuk dan punya banyak teman.

 

“Tangan mu hangat,” kata ku sembari kami berjalan menyusuri kumpulan reporter. Yeoja itu hanya tersenyum manis. “Siapa nama mu?” tanya ku lagi. “Jung Hye Soo,” jawabnya dengan lirih. “Oppa, di belakang kita ada banyak reporter…”

 

***

 

Hye Soo POV

 

“Oppa, di belakang kita ada banyak reporter…,” keluh ku. “Gwenchana…. Mulai sekarang kau adongsaeng ku…..,” katanya lalu membalikan badan. “Kalian mau bertanya?” tanya GD oppa. “Bagaimana kau menjelaskan tentang dia?” tanya seorang reporter. “Dia adik ku. Namanya Hye Soo,” kata GD oppa lalu menarik ku pergi.

 

***

 

“Annyeong…,” GD oppa membuka pintu. Aigooo…. BIGBANG oppa!!! “Kau sudah datang? Siapa nama mu? Ayo, duduk!” Taeyang oppa menyiapkan kursi untuk ku duduk. Aku langsung duduk. “Oppa…. wae?” tanya ku. “Siapa nama mu?” tanya TOP oppa. “Hye Soo…,” jawab ku. “Hye Soo, kami butuh bantuan mu. Kau tinggal sendiri?” tanya Daesung oppa. “Ne…,” jawabku. “Kalau begitu… boleh kami tinggal di sana selama tiga hari?” kata Seungri dengan mengedipkan mata. “Mwo? Tak bisa begitu…,” tolak ku. “Tenang saja…. Kami hanya butuh bantuan mu…. Yang Goon appa akan mengusir kami kalau kami tak bisa hemat. Kami harus tinggal di rumah mu dan mengikuti kebiasaan mu. Ayolah…. Atau kami akan dipecat…,” rengek GD oppa. “Mwo? Aish! Ne…,” kata ku. “Kalau begitu apa yang harus kami lakukan?” tanya TOP oppa. “Berikan dompet kalian beserta isi-isinya. Kalian bukan BIGBANG, tapi oppa ku. Masing-masing member beri aku  won. Bukan untuk ku, tapi untuk beli penyamaran. jangan bawa baju kalian. Cukup bawa sepatu, kaos kaki, pakaian dalam, dan buku. Tak ada pakaian Givency ataupun KTZ. Kalian harus bisa bertindak disiplin dan tertib. tak ada malas-malasan,” jelas ku panjang lebar. Mereka hanya melongo.

 

Kami pun berangkat ke hostel untuk mengambil perlengkapan. Aku hanya menunggu di tempat parkir. “Waktu kalian sepuluh menit. Cepat!”

 

***

 

Yong Bae POV

 

Ku buka mata ku perlahan. Jam lima pagi. Aku langsung ke dapur. sengaja tak ku ucapkan kata sapaan karena sepertinya semua masih tidur. “Oppa, seharusnya kau menyapa…,” Mwo? siapa itu? Ah…. Hye Soo. Dia ada di pojok ruangan sambil membaca buku. Bangun jam berapa dia? “Kau… sudah bangun?” tanya ku. “Ne. Jam empat tadi. Aku bersih-bersih…. lalu ku sempatkan untuk membaca buku. Oppa, mau makan?” tanya Hye Soo tenang. “Ne…,” jawab ku. “Andwe. Tidak ada yang boleh makan sebelum pekerjaan selesai. Mandilah dan pakailah baju yang sudah ku belikan semalam. Jangan gunakan alasan lelah untuk bermalas-malasan,” katanya. Mandi? Pagi-pagi begini? “Ya! Kau ingin aku mati kedinginan?!” aku mulai emosi. “Ssst… Pagi-pagi tak boleh emosi. Tenanglah… Akan ku buatkan teh…,” kata Hye Soo. Ah… Aku kalah…..

 

 

Ji Yong POV

“Okay. Aku punya tugas untuk kalian. Ji Yong oppa membersihkan kamar BIGBANG. Bukan kamar ku! Seung Hyun oppa membersih kan dapur. Dapurnya, bukan lemari makanannya! Daesung dan Taeyang oppa rapikan taman. Lee Hyun oppa ikut aku mengantar susu dan koran,” kata Hye Soo. “Kau yakin tak ingin ku bersihkan kamar mu?” tanya ku. “Jangan membantah!” aw…. Aku salah….

 

***

 

Hari sudah malam. yang lain sudah tidur. Ku putuskan untuk melihat bintang di halaman belakang. “Oppa…,” Hye Soo menghampiri ku. “Seharusnya kau tidur… Kau sudah bekerja seharian… Atau… Kau ingin membantu ku membuat kue?” lanjutnya. “Kue? Untuk apa?” tanya ku. “Aku selalu lakukan ini untuk menghibur diri ku sendiri disaat ulang tahun. Besok ulang tahun ku,” kata ku. “Mwo? Boleh aku membantu?” tanya ku. “Tentu. Kkaja!” dia ulurkan tangannya pada ku. Ku sambut tangannya.

 

***

 

Yong Bae POV

 

“Annyeong….,” aku bangun kesiangan hari ini. “Annyeong, oppa,” balas Hye Soo. “Hari ini tugas ku apa?” tanya ku. “Ani. Duduklah dan makan kue ku. Hari ini aku ulangtahun. Semalam aku buat kue bersama Ji Yong oppa….,” katanya. Ah…. Lega…. Rupanya dia manis, ya?

 

***

 

Hye Soo POV

 

Malam ini malam terakhir kami. Kami putuskan untuk tidak tidur.

 

“Oppa,” kata ku. “Jangan lupakan aku, ya….” kata ku. “Kau ini. Seperti kita akan berpisah selamanya, saja…. Kita kan teman…,” kata Ji Yong oppa. Aku tersenyum. “Kau juga jangan lupakan kami, ya? Kalau ada waktu…. kami akan datang…,” lanjutnya. “Kau sama saja, oppa. Oppa, ini dompet kalian… Kalian… jangan lupakan kebiasaan di sini ya? Setelah ini… kalian harus mandiri…. Berhemat lah….,” kata ku. “Ne….,” tanggap yang lain. “Matahari sudah terbit. Kalian bisa  pergi sekarang…,” kata ku sambil meneteskan air mata. “Jangan menangis….,” kata Lee Hyun oppa. “Jiba gajima, oppa!!!! Saranghae….,” tangis ku meledak.

 

“Kami tak akan pergi, Jung Hye Soo…. Kami akan selalu di hati mu….”

Iklan