Emm, kebetulan waktu thyz lagi bongkar-bongkar skrip.. ehh.. nemu sesuatu yang kayaknya menarik untuk diposting.. hehe..

Ohh iya, cinca cinca gomawoo buat semua komen-komennya SJ is a Special Guest, thyz terbantu sekali loh, buat pertandingan selanjutnya.. tapi berhubung naskahnya belum selesai, jadi mungkin minggu depan baru diposting.. mian ya nunggu lama..

Ahh, kok jadi curhat sih.. Ini diaa.. Salah satu FF gaje buatan thyz lagi.. Udah lama bertelur di dalam laptop thyz, akhirnya bisa menetas hari ini.. xD

==========================================================================================

Title : I’m a Babysitter?
Author : thyz.. xD
Length : One Shot
Genre : Comedy, Romance
Cast :
Evil Couple (Kyuhyun & Eunrim)

——————————————————————————————————————————————————————–

Hari Sabtu.. Seharusnya kunikmati akhir pekanku dengan baik.. Sekarang rasanya sangat susah untuk mendapatkan sedikit waktu untuk bersantai. Ujian sekolah membuatku sangat sibuk..

“Hari ini aku akan tidur sepuasnyaaaaaaaaaaa..” aku masuk ke dalam rumah.

Drttt.. Drttt.. My babo calling..

“Yoboseyo? Wae? Heeee? Haruskahhh? Aku malas, kau saja yang ke sini.. Hmm.. Arraseoo.. Nee..” Apa-apaan dia! Masa akhir pekanku yang berharga harus dihabiskan di dorm suju lagi?!

At Suju’s dorm..

Tokk.. tokk.. tokk.. “Oppadeul.. Ini Eunrim..”

Krieeekk.. Ryeowook oppa membukakanku pintu. “Ahh.. Eunrim.. Kau datang juga akhirnya.. Kami sudah kewalahan mengurusnya dari tadi.. Masuklah..” Aku masuk.

“Kewalahan? Memangnya siapa yang kalian urus oppa?” tanyaku bingung.

“Lho? Kyu belum memberitahumu? Keponakannya kan dititipkan di sini selama dua hari, aku pikir itu tujuanmu datang ke sini..” jelas Ryeowook oppa sambil sibuk mengemasi sesuatu.

Jadi dia menyuruhku datang untuk mengurus keponakannya?!

“Keponakan Kyu? Anak Ahra onnie? Kyu memang menyuruhku datang, tapi dia tidak beritahu kenapa..” komentarku.

“Nee.. Masuklah ke kamarnya.. Kyu sudah stres mengurusnya dari tadi, sebenarnya kami mau membantu, tapi sayangnya semua lagi sibuk dengan jadwal masing-masing, ini saja aku sudah mau pergi.. Byee..” Ryeowook oppa meninggalkanku.

Aku membuka pintu kamar Kyu..

Dia duduk di bawah tempat tidurnya dengan rambut yang acak-acakan. Begitu melihatku, dia langsung berdiri dan menarikku keluar.

“Eun-ahh.. Bantu aku.. Please.. Ahra noona menitipkan anaknya padaku dan aku tidak tahu sama sekali cara mengurus anak! Dari tadi bayi itu menangis terus, untungnya dia tertidur sekarang..” dia tampak frustasi.

Haaaaahh.. sebenarnya mau kutolak saja permintaannya, tapi sepertinya dia memang tidak bisa menjaga anak.. Aku takut terjadi sesuatu pada bayi itu nanti. Mana oppadeul tidak ada..

Akhirnya kusetujui saja permintaannya. “Baiklah.. Tapi aku tidak terlalu mahir.. Kita coba saja bersama..”

“Gomawo yoo..” aku hanya tersenyum.

Kami lalu masuk kembali ke kamar Kyu. Bayi itu diletakkan begitu saja di atas tempat tidurnya.. Dasar babo!

“Kyu, anak bayi tidak boleh ditinggal tanpa pengaman.. kalau mereka jatuh bagaimana? Paling tidak letakkan bantal disampingnya..” bisikku. Aku tidak mau sampai anak ini terbangun.

“Ahh.. Nee.. Mian.. Aku tidak tahu..” katanya sambil mengamatiku.

“Kau buatkan susu saja gih..” Dia menggangguk lalu keluar.

Aku menatapi bayi itu.. Hmm, omonaa.. Imut sekali.. Aku memegang pipinya yang tembem. Dan tiba-tiba dia terbangun.

“Hikk.. hiikkk..” bayinya mulai menangis.

“Owaa.. Cupp.. Cupp.. jangan menangis yaa..”Aku menggendongnya lalu keluar kamar.

“Kyu?” aku menuju dapur. Klontang.. Klontang.. Seharusnya tidak kubiarkan dia masuk dapur.. ==’

“Eun-ah, Joowon terbangun?” Ternyata nama anak ini Junsoo.

“He eh.. Nih.. Gendong dia.. Kau buat susu saja tidak bisa.. Ckck..” aku menyerahkan Joowon padanya.

Dia terlihat canggung menggedong. “Awas jatuh..” tambahku.

Sementara botol susu sedang kurebus, kuperhatikan mereka. Kyu mendudukkan Joowon di atas meja makan dan mulai bertingkah aegyo.. Joowon tertawa sambil bertepuk tangan.

“Dia sudah berapa bulan?” tanyaku.

“Hmm, 9 bulan kalau tidak salah..” ohh.. pantas saja anak itu sudah bisa duduk.

“Kenapa botolnya harus direbus Eun-ah?” Tanya Kyuhyun.

“Supaya bakteri di dalam botol ini mati, babo.. Aku penasaran kenapa juga Ahra eonnie tega meninggalkan anakknya pada orang yang sangat tidak berpengalaman sepertimu.” Sahutku.

“Ahh.. Itu.. Dia dan suaminya harus ke Amerika untuk urusan perusahaan. Karena dia takut meninggalkan Joowon dengan babysitter, akhirnya dia menitipkannya padaku.” Jelas Kyu.

“Kalau aku jadi Ahra eonnie, lebih baik kutitipkan pada babysitter.. Setidaknya kenyamanan anakku terjaga..” candaku.

“Enak saja.. Sebodoh-bodohnya aku menjaga bayi, setidaknya aku tidak akan melukai keponakanku sendiri.. Iya kan, Joowonie?” Kyu melemparkan pertanyaan pada Joowon.

Aku sudah selesai membuat susu. Botolnya kuberikan pada Kyu.

“Okee, tunjukkan padaku.. beri dia minum..” tantangku.

“Huhh.. Begini-begini aku sudah pernah diajari mengurus anak tau..” dia mengambil botol itu lalu memberikannya ke Joowon.

“Yang di reality show itu? Heh, asal kau tau, caramu memegang anak canggung sekali..” ejekku.

“Tapi aku sudah banyak belajar dari situ tauu.. Setidaknya itu sudah cukup..” hmm, sepertinya dia memang sudah belajar, karena sekarang Joowon sangat tenang minum susu.

“Jadi tugasku apa lagi? Cuma buatkan susu saja? Aku pulang sekarang ya? Kau merusak akhir pekanku..” kataku sambil bersiap-siap pulang.

Dia menahanku. “Menginaplah.. Pleaseeeee..”

“MWOOOO??!!”

“Maksudku, kau tidur bersama Joowon, nanti aku tidur di kamar member yang lain.. Mereka tidak akan pulang sampai besok, dan aku tidak bisa menenangkan Joowon.. Tadi Sungmin hyung yang menidurkannya.. Kumohon Eun-ah, sepertinya Joowon menyukaimu..” jelas Kyuhyun.

Aku berpikir.. Hmm.. Seandainya aku menginap di sini, bagaimana kalau ada netizen yang tahu? Atau bagaimana kalau ada yang berpikir tidak-tidak? Tapi Kyu sepertinya sangat membutuhkan bantuan.

Kuperjelas persyaratannya. “Satu malam saja kan?”

“Nee.. Kau mau kan?” aku hanya mengganggukkan kepalaku.

Kemudian aku menggendong Joowon.

“Joowonie.. Aku akan menjagamu hari ini..” Dia bertepuk tangan. Wahh.. Pintarnya..

“Kajja.. Di atas meja makan keras, kita ke kamar saja yaa..” aku lalu menggendongnya. Kyu mengekor dibelakangku.

Setelah meletakkan Joowon di atas tempat tidur Kyu, aku lalu mengambil mainan lalu mulai bermain dengannya.

“Kau suka anak-anak Eun-ah?” Tanya Kyu yang juga sedang bermain dengan Joowon.

“Hmm.. Tidak juga sih.. Cuma suka melihat tingkah mereka.. Sangat polos.. Tapi tidak kalau sedang menangis, membuaku jengkel..” celotehku.

“Kekeke..” Dia mengacak-acak rambutku.

“Aishhh.. Rambutku berantakan babo..” kataku sambil memperbaiki rambutku.

“Kau sudah mandi belum Joowon-ah?” aku mencium badan Joowon. “Hmm, sepertinya belum..”

“Memang belum.. Aku tidak tahu caranya..” sahut Kyu.

“Sudah kuduga.. Hahaha.. Ayoo..” Kami lalu memandikan Joowon. Ternyata memandikan anak tidak segampang yang kukira, dia sangat banyak bergerak dan mencipratiku air.. Akhirnya semua bajuku basah, begitu juga dengan Kyu.

“Omonaa Joowon.. Bajuku jadi basah..” tapi aku tidak marah.

Setelah memakaikan baju pada Joowon, aku berusaha mengeringkan bajuku. Kyu yang sudah ganti baju (karena dia juga sama basahnya denganku tadi) memberikanku handuk.

“Gomawo yoo..” aku lalu mengeringkannya dengan handuk. Tapi sepertinya percuma. Bajuku bukan tipe yang cepat kering.

“Huaaachii..” aku bersin.

“Emm, Eun-ah.. Aku memang tidak punya baju yeoja di sini, tapi kalau kau mau, aku bisa meminjamkan bajuku.. Setidaknya kau kering kan?” dia benar juga.

Aku lalu mengganti bajuku dengan baju yang diberikannya (di kamar mandi tentunya). Dia memberiku baju lengan panjang dan juga celana panjang.. Tapi berhubung ini baju cowok, jadi aku harus berkali-kali melipat ujung bajunya karena sangat panjang.

Begitu aku keluar, dia terseyum melihatku.

“Wae?” aku melihat baju yang kupakai. Sepertinya tidak ada yang salah.

“Aniii.. Hanya lucu saja melihat kau melipat-lipat bajunya..” jawab Kyu sambil terkekeh pelan.

Hehehe..

“Aku lapar.. Ada makanan?” tanyaku.

“Entahlah.. Cek saja di dapur.. Biasanya Wookie hyung meninggalkan sesuatu.” Aku langsung menuju ke dapur, tapi setelah kucari-cari ternyata tidak ada makanan, hanya ramyun istan saja. Ya sudahlah, daripada tidak makan kan?

“Kau masak apa?” Dia menyusulku ke dapur.

“Ramen.. Ehh.. Kenapa kau tinggalkan Joowon sendirian?” celotehku sambil mengaduk-aduk ramyun.

“Hanya mau melihatmu sebentar.. Keke..” Dia lalu kembali.

Ohh.. Aku berdebar-debar.. Aku baru sadar kalau selama ini kami hanya berdua saja di dorm ini. Entah kenapa ini membuatku deg-degan.. ><

Aku lalu membawakan makanan ke dalam kamar.. Lebih baik kami makan sambil mengawasi Joowon.

“Dia tertidur lagi?” tanyaku sambil meletakkan ramyun di atas meja.

“He eh.. Dari sewaktu kau memasak.. Ramennya sudah jadi?” Dia langsung mencobanya. “Hmm, mashita..”

“Ini hanya ramen instan Kyu..” kataku.

“Tetap saja enak kalau kau yang masak..” Halah.. ><

Setelah makan, kami menghabiskan waktu dengan belajar matematika. Sebenarnya Kyu tidak mau mengajariku, tapi ini juga demi kelanjutan hubungan kami. Kalau sampai aku tidak lulus Seoul University, bisa-bisa appa dan eommaku menyuruhku meninggalkan Seoul.. Dan itu artinyaaa.. Aku akan berpisah dengan Kyu.

Tidak terasa waktu sudah jam 12..

“Sudah malam Eun-ah.. Sebaiknya kita istirahat dulu.. Aku ke kamar yang lain yaa..” Kyu mengusap-usap pipiku.

“Nee..” dia keluar dari kamarnya. Sekarang hanya tinggal aku dan Joowon saja.

Aku sudah bersiap-siap tidur ketika tiba-tiba lampu mati. Hampir saja aku berteriak, untung aku mengingat Joowon yang sedang tertidur..

Aku takut.. Ini bukan rumahkuu.. Hweee.. Kyuuu!!

Aku lalu bengun, dan berusaha meraba-raba jalanan, tapi.. Duaaaaaakk.. Aku terjatuh.. Aishh.. Sudah kuduga.. Apa pula yang kutimpa ini? Kenapa rasanya empuk sekali? Jangan-jangann.. hiiiiiiiii..

“Eun-ahh.. Kau berattt..” Kyu??

“Hweeee.. Kyuuuuuuuuuuuuu.. Kukira kauu hantu..” dia tertawa.

“Mana ada hantu seganteng diriku? Ayo berdiri.. Sepertinya lagi ada perbaikan, makanya listrik dimatikan untuk sementara waktu..” jelas Kyuhyun.

Aku mengikutinya kembali ke kamar. Enaknya jadi Joowon, dia tetap tenang tertidur dengan lelap.

“Kau tidak mau tidur Eun-ah?” Tanya Kyu.

“Ituu.. Emmm, kau tidak akan pergi kan?” Aku sebenarnya sangat takut kalau gelap begini.

“Ehh? Kau mau aku tetap di sini?”

“Emm, sampai lampunya menyala yaa.. Aku takut di tinggal sendiri..” sebenarnya malu sekali menunjukkan sisi jelekku.

“Ahh.. Gwenchana.. Aku akan di sini kalau begitu..” Dia lalu duduk di lantai.

“Gomawo yoo..” Aku lalu berbaring.

“Kyuu..”

“Nee?”

“Kau tidak kedinginan?”

“Anii.. Kan ada tanganmu yang menghangatkan.. Hehe..” Uwaa.. >< Dari tadi memang dia terus memegang tanganku sih.

“Paling tidak alasi tempatmu dengan selimut ini..” kataku sambil memberikannya selimut. “Kyuu..” cicitku lagi.

“Wae? aku tidak hilang kok..” sahutnya.

“Nyanyikan aku lagu yaa..” setiap malam aku selalu memutar lagunya, mumpung sekarang lagi ada orangnya, lebih baik kalau langsung kan?

“Hmm.. Baiklah..” Dia lalu menyanyikanku lagu. Lama kelamaan aku terlelap.

.Kyuhyun POV.

“Nyanyikan aku lagu yaa..” dasar babyku.

“Hmm.. Baiklah..” aku menyanyikannya lagu Listen to You. Cepat sekali anak ini terlelap. Kau bilang takut, tapi apa kau tidak takut padaku? Bisa saja aku melakukan sesuatu padamu kan? Kekeke~ dasar..

Lampu menyala.. Hmm, sepertinya aku bisa meninggalkannya sekarang. Tapii.. Ahh.. Biarlah kali ini aku tidur di sini saja.

Rasanya senang sekali melihatnya bersamaku sekarang. Seseorang yang membuatku terus bersemangat setiap hari..

Aku menatapnya. Little babyku.. Kau jauh lebih muda dariku, tapi kadang-kadang kau terlihat sangat dewasa sekali. Seperti hari ini..

Mataku terasa berat.. Haaahh.. Aku mau terus menatapmu seperti ini..

.Author POV.

Pagi harinya member Suju kembali ke dormnya.

“Hoaaam, hyung.. aku capek sekali..” cicit Ryeowook.

“Nadoo..” Eunhyuk menyahut. “Ohh iya.. Bagaimana nasib Kyu?” tambahnya.

“Entahlah.. Mudah-mudahan Joowon tidak kenapa-napa ditangan anak itu..” Sungmin menuju ke kamarnya.

“Bukannya Eunrim membantu menjaga kan?” kata Yesung.

Mereka lalu menyusul Sungmin.

Krieeeekkk..

“Omonaaa! Eunrim menginap di sini?! Mereka tidur bersama??!! Apa yang sudah mereka lakukan semalam?” cicit Ryeowook.

“He eh.. Lihat.. Eunrim memakai baju Kyu.. Hohoho..” Eunhyuk mengambil HPnya lalu siap-siap menjepret mereka.

“Andwe! Jangan difoto! HPmu kan yang paling sering dicuri.. Kalau didapat netizen bagaimana? Lagipula, lihat.. Kyu tidur di lantai.. Kalian ini berpikir yang tidak-tidak..” kata Sungmin yang masih memegang kenop pintu kamar.

“Betul.. betull.. lagipula di antara kita semua, Kyu yang paling bersih rekornya kan? Tidak seperti kau Hyukkie.. Kerjaanmu hanya melihat yadong terus..” sahut Yesung.

“Ahh.. Kau jangan membuka kartu hyung!” jerit Eunhyuk malu.

.Kyuhyun POV.

“Ahh.. Kau jangan membuka kartu hyung!” Siapa ini yang ribut-ribut?

Aku terbangun. Yesung, Sungmin, Eunhyuk, dan Ryeowook hyung mengintipku dari balik pintu. Ommona.. Pasti mereka sudah berpikiran yang tidak-tidak.

Aku langsung bangun dan keluar, tapi pintunya tidak kututup. “Hyuuung..”

“Eeeehhh.. Pagi Kyuu.. Hari yang indah ya? Hehehe..” Eunhyuk hyung menyahut.

“Kalian kapan pulang? Kenapa mengintipku?” tanyaku penasaran.

“Kyuu.. Itu kamarku juga.. Salah kalau aku masuk? Lagipula, kenapa Eunrim menginap di sini?” tanya Sungmin hyung.

“Ohh.. Membantu menjaga Joowon, sekalian mengajarinya matematika.. Memangnya kenapa?” jawabku polos.

“Bagaimana kalau bukan kami yang mendapatimu? Manajer misalnya? Kau bisa dikira melakukan yang tidak-tidak..” sahut Ryeowook.

“Miann.. Seharusnya memang aku mau tidur di kamarmu hyung, tapi kemarin mati lampu.. Jadi Eunrim memintaku menemaninya.. Lalu aku ketiduran dehh..” kataku sambil terkekeh pelan.

“Hanya itu saja? Kalian tidak melakukan yang tidak-tidak kan? Lalu kenapa dia memakai bajumu?” tanya Yesung hyung.

“Kau berpikir apa oppadeul? Bajuku basah sewaktu memandikan Joowon kemarin..” Eun-ah tiba-tiba muncul.

“Oooohhhh..” yang lain hanya meng-ohh.. sepertinya sesi interview sudah selesai.

“Bala bantuan sudah datang, aku pulang ya.. Ehh, jangan buka pintunya..” Dia lalu masuk kamar. Sepertinya mau ganti baju.

“Hohoho~” firasatku tidak baik melihat Eunhyuk hyung tertawa seperti itu.

“Wae hyung? Kau masih tidak percaya?” tanyaku sambil mencibir.

“Anii.. Hanya lucu saja.. seperti pasangan suami istri yang baru saja mendapat momongan.. Kekeke~” sahut Eunhyuk pelan.

“Hyuuuung!”