Annyeong reader… 😀

Tam kembali lagi… \:D/
Sebelum menghadapi ujian praktek besok (lebe… -___-), Tam mau nge-post dulu. Kali ini FF Oneshoot. 😀

Gak banyak ngomong lagi, langsung yaa…

___________________________________________________________

Author : Tam.P
Genre : Romance, comedy (sedikit sampe gak keliatan)
Category : Oneshoot
Rating : PG13 – pg15
Backsound : B2ST – Oasis (disaranin smbl denger lagu ini. Karena FF ini terinspirasi dari lagu ini :D)
Cast :

  • Yong Jun Hyung (B2ST)
  • Park Jae Soon

___________________________________________________________

Junhyung POV

“Oppaaaa… Oppaaaa…” Aishh… Apalagi itu? Teriakan-teriakan mereka itu membuatku mual. Apa mereka tidak bisa diam? Mereka berisik sekali.

“Oppa, maukan kau kencan denganku?” Tiba-tiba seorang yeoja sudah berada disampingku dan melingkarkan tangannya di tanganku. Apa-apaan ini?

Aku langsung menepis tangan yeoja itu kasar.

“Aishh… SHIKKEUREO!!! Aku muak mendengar teriakan kalian itu. Dan kau!” Kataku sambil mengarahkan jari telunjukku tepat didepan wajahnya. “Jangan harap aku ingin berkencan denganmu. Dan jangan coba-coba menyentuhku lagi.” Kataku setelah itu pergi menjauh dari tempat itu.

Cih… Semua wanita di dunia ini sama saja. Bagiku mereka semua tidak memiliki perasaan karena bagi mereka, pria hanya alat untuk mereka manfaankan. Sedangkan setelah mereka puas memanfaatkan pria itu dan pria itu tidak berguna lagi, mereka akan membuangnya begitu saja. Membuangnya seperti sampah yang tidak berharga.

End of Junhyung POV

Jaesoon POV

Han River…
07.00 PM

Pemandangan malam ini di Han River sangat indah. Ditambah banyak orang yang berlalu lalang di sini. Aku sangat menyukai tempat ini dan setiap aku merasa bosan, sedih, bahkan senang sekalipun, aku tetap ke tempat ini. Karena aku tidak merasakan kesepian di tempat ini, walaupun aku sendirian. Mimpiku suatu saat adalah bisa bersama orang yang aku cintai di tempat ini.

“Ah… Aku harus kembali sekarang.” Dan aku meninggalkan tempat itu.

End of POV

Junhyung POV

Aku mengendarai motorku dengan kecepatan tinggi melewati jalan yang sepi. Yah, cukup nekat berbuat seperti ini karena aku baru saja menghabiskan beberapa botol soju tadi. Tapi aku sudah terbiasa seperti ini. Setiap kali aku merasa bosan atau mood-ku sedang jelek seperti sekarang ini, aku akan menghabiskan berbotol-botol soju. (Oppa serem yak… #PLAKKK!!! *Dilempar Junhyung..*)

Jalanan yang sepi memudahkanku untuk melaju kencang. Tapi…

TINNNN… TINNNN…
Aku membunyikan klaksonku nyaring ketika melihat ada orang yang melintas di depan jalanku.

Orang itu langsung melompat (Nah lo?) kebelakang dan terjatuh. Dan tepat saat itu juga motorku berhenti melaju. Aku melihatnya sekilas sampai memutuskan untuk turun dari motor. Dia seorang yeoja, dan sepertinya… Dia terluka.

End of POV

Jaesoon POV

Detak jantungku masih memburu dan aku masih shock dengan apa yang terjadi padaku tadi. (everyday I shock shock… Everynight I shock shock…~ *author nyanyi buat dijadiin backsoundnya… :p*)

“Kalau mau menyebrang jalan lihat-lihat!” Aku langsung mendongak. Hah?!! Apa dia yang hampir menabrakku tadi?

“YA! Harusnya kau yang jangan ngebut malam-malam. Apa kau sadar kau hampir saja… Arghh…” Aku membentaknya sambil mencoba untuk berdiri. Tapi aku merasakan ngilu diipergelangan kakiku dan aku kehilangan keseimbangan tubuhku… Aku jatuh…

Aku reflek menutup mataku. Tapi sesaat setelah itu, aku merasakan ada yang menahanku. Sesuatu yang menahanku agar aku tidak jatuh ke aspal.

Aku membula mataku perlahan. Aku salah. Bukan sesuatu… Tapi, seseorang. Orang itu, dia menahan belakang kepalaku dengan tangan kanannya dan punggungku dengan tangan kirinya. Dan yang lebih membuatku shock, saat ini jarak antara kami hanya kurang dari 10 cm. Omooo… Pasti pipiku memerah sekarang.

Aku mencoba membenarkan posisi kami seperti semula dan setelah itu hanya keheningan yang tercipta diantara kami.

“Kakimu sepertinya terkilir.” Katanya memecah keheningan dan melihat kakiku yang mulai membengkak. “Ayo ikut aku…” Katanya lalu langsung memapahku ke motornya.

“Kau mau membawaku kemana?” Tanyaku sebelum naik ke motornya. Jujur aku takut dengan pria ini. Apalagi bau soju tercium jelas dari tubuhnya.

“Sudah, kau ikut saja.” Sebelum aku menjawab lagi, dia sudah menggendongku naik ke motornya.

“YA! Turunkan aku.” Kataku. Aku mencoba untuk turun sendiri. Tapi yang ada ngilu di kakiku semakin menjadi.

“Kau diam saja. Tenang, aku tidak akan macam-macam.” Katanya lalu dia melajukan motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi walaupun tidak setinggi tadi.

***

A… Apa? Apartment? Dia membawaku ke apartmentnya? APA NAMJA INI GILA??!!!

“Y… YA! Kau gila? Kau membawaku…”

“Aishh… Kubilang kau diam saja dan ikut aku.” Lalu dia menggandeng tanganku masuk ke apartmentnya. Aku sempat menolak, tapi dia malah memegang tanganku semakin erat.

***

“Kau duduk dulu disini.” Katanya dan membantuku untuk duduk di sofa ruang tamunya. Aku melihat ke sekeliling apartment miliknya. Apartment ini memang cocok untuknya yang hanya tinggal sendiri.

“Sini…” Katanya membuyarkan lamunanku. Dia meluruskan kakiku dan menaruhnya diatas kakinya (? Aduh… reader ngerti gak maksudnya? Ngerti kan? Posisinya si Junhyung Oppa itu berlutut 1 kaki gitu loo…). Lalu dia mengambil sesuatu dari dalam kotak P3Knya dan mengolesinya sambil memijat kakiku… (balsem maksudnya. Hahaha XD Junhyung oppa sajak kapan jadi tukang pijet?#PLAKKK!!! *dilempar joker beserta jesternya…*).

“Aaa… Sakit…” Kataku sambil meringis dan mencoba melepaskan tangannya dari kakkiku (?)…

“Ah, mianhae…” Katanya lalu memelankan pijatannya.

“Sudah…” Katanya lalu membetulkan posisi kakiku. “Apa sudah baikan?” Tanyanya.

“Iya… Sudah lebih baik.” Kataku lagi. “Gomawo…” Dan dia hanya menganggukkan kepalanya.

End of POV

Junhyung POV

“Aishh… Terpaksa aku tidur di sofa malam ini. Ahhh…” Aku hanya bisa menggerutu sambil melemparkan bantal dan selimutku lalu mencoba untuk tidur.

***

Tik… Tok… Tik… Tok…
(Kog malah kaya lagunya 2PM yak?)
Suara jam masih terdengar jelas ditelingaku. Entah sudah jam berapa ini, tapi mataku tetap terjaga dan rasanya sangat susah untuk ditutup. Dan semua ini karena gads itu!!!

Daritadi aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Memikirkan kenapa aku mau menolongnya? Kenapa aku rela tidur di sofa malam ini agar dia tidak kedinginan dan masuk angin karena tidur disofa? Bahkan… Kenapa aku memikirkannya terus tanpa bisa menghilangkan dirinya dari otakku?

Aishhh… Semua ini membuatku pusing. Teringat jelas kejadian beberapa jam yang lalu, saat aku menyuruhnya untuk menginap di sini saja karena ini sudah malam.

***

“Aku ingin pulang sekarang. Terima kasih sudah mau menolongku.” Katanya beranjak dari duduknya sambil tetap berpegangan pada sofa agar tubuhnya tidak jatuh ke lantai.

“Pulang? Kau pikir ini jam berapa? Nona, ini sudah jam10 malam dan kau mau pulang? Aku tidak mau kalau harus bertanggung jawab bila terjadi apa-apa padamu nanti saat perjalanan pulang.” Bodoh… Kenapa aku mengatakan itu? apa juga urusannya denganku kalau terjadi apa-apa padanya? Dan kalau aku merasa seperti itu pun aku kan bisa mengantarnya dengan motorku?

“Tapi…”

“Kau tidur di kamarku saja dan aku tidur di sofa.” Hah? Apa lagi ini? Kenapa mulutku tidak bisa berhenti berbicara seperti ini?

“Dan kalau kau takut, kau bisa mengunci kamarku dari dalam dan pegang saja kuncinya.” Kataku lagi melanjutkan kata-kataku yang keluar begitu saja tanpa bisa aku kontrol.

“Ah… Tapi…”

“Aku tidak mau mendengar apa-apa lagi…”

“Maaf merepotkanmu… Gomawo.” Yah, sudahlah… Terlanjur.

***

‘YA! Yong Jun Hyung, kenapa kau begitu bodoh? Kenapa kau tidak membiarkannya pulang saja tadi?’ Kataku dalam hati. Hahaha… Apa dimata kalian aku terlihat bodoh sekarang? Iya… Aku yang menyuruh gadis itu untuk menginap saja disini tapi aku juga yang marah.

Gadis itu? bahkan namanya saja aku tidak tau.

‘Hhhh… Sudahlah. Mungkin aku hanya merasa bersalah saja padanya makanya aku sampai berbuat begini. Bagaimanapun aku tadi hampir menabraknya.’

Aku mencoba menutup mataku lagi dan mencoba untuk tidur sekali lagi dan tidak berapa lama, aku berada di dunia mimpi…

End of POV

Jaesoon POV

Aku membuka mataku perlahan dan mengerjapkannya. Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela kamar ini membuatku terbangun.

Aku melihat jam dinding yang ada di ruangan ini.

“Pukul 06.00? Omoo… Aku harus berangkat kuliah!!!” Aku cepat-cepat mengambil tasku dan membuka pintu kamar ini.

“Aishh… Terkunci.” Aku lupa kalau aku mengunci kamar ini tadi malam. Aku langsung menyambar kunci yang ada di meja dan membukanya.

Ketika pintu sudah terbuka, aku melihat seseorang tertidur di sofa. Namja itu? Dia benar-benar tidur di sini?

Aku memandangi wajahnya sesaat. Aku tidak tau kenapa, saat aku menatap matanya, aku selalu menemukan kesedihan disana. Kesedihan dibalik sifatnya yang menurutku… Dingin. Karena dia, tidak pernah mengeluarkan senyumnya.

“Sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu?” Katanya masih dengan mata tertutup dan aku kaget sekali? Dia sudah bangun?

“Ah… Emm…” Aku tidak tau mau mengatakan apa. Aku malu sekali.

Setelah itu dia membuka matanya dan duduk di sofanya.

“Apa kau mau pulang sekarang?” Tanyanya. Aku sedikit bersyukur dia tidak menanyakan lebih lanjut tentang ‘kenapa aku memandanginya tadi’.

“Ya. Aku harus kuliah pagi ini.” Kataku.

“Apakah kakimu sudah tidak apa-apa?” Tanyanya.

“Ya. Sakitnya sudah jauh berkurang.” Jawabku.

“Baiklah. Aku tidak akan menahanmu lagi.” Katanya dan berdiri dari duduknya menuju kamar mandi.

“Chogi…” Kataku dan menggantung kalimatku menunggunya membalikan badannya. “Gomawo…” Kataku. Kalimatku menggantung. “Boleh aku tau namamu?” Tanyaku.

“Yong Jun Hyung.” Jawabnya singkat.

“Gomawo Junhyung-ssi.” Kataku sambil membungkukkan badan.

Dia hanya mengangguk dan membalikkan badannya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku, lalu berjalan ke arah pintu. Dan kalian tau saat aku membuka pintu apa yang aku temukan?

Seorang pria yang aku rasa adalah teman namja yang tinggal di tempat ini dan yang sudah menolongku.

“D… Duguseyo?” Tanyanya.

“Ah… Em…”

“Yang Yo Seob, masuk saja.” Terdengar suara dari dalam. Aku menggunakan kesempatan ini untuk cepat-cepar pergi dari tempat ini.

End of POV

Junhyung POV

“YA! Ada apa kau pagi-pagi kesini?” Tanyaku pada Yoseob. Sahabatku. (Hati-hati Dudu Oppa sama Seungie Oppa cemburu loh Oppa… 😀 #PLAKKK!!!)

“Junhyung-ah, siapa gadis tadi? Apa yang kalian lakukan semalam? Wahh… Junhyung-ah, jangan mentang-mentang kau stres kau bisa seenaknya pada wanita…” Astaga… Apa yang dibicarakan anak ini…

“YA! Kau jangan salah paham dulu. Ceritanya panjang.” Aku lalu menceritakan semuanya. Dari awal sampai akhir.

“Hahaha… Sejak kapan uri Junhyung bisa perhatian dengan wanita?” Katanya sambil tersenyum jail.

“YA! Aku hanya merasa bersalah padanya. Tidak lebih…” Kataku mencoba untuk menjelaskan… Atau mengelak, mungkin.

“Yong Jun Hyung yang aku kenal, tidak akan berbuat baik pada wanita.” Katanya tapi dengan nada serius kali ini. “Dan aku suka perubahanmu ini Junhyung-ah…”

“M… Maksudmu?” Tanyaku bingung.

“Sepertinya sahabatku ini sedang jatuh cinta…” HAH?!!!

End of POV

Jaesoon POV

Daritadi aku menghambur isi tasku, tapi aku tidak juga menemukan benda itu. Ahhh… Kemana? Atau jangan-jangan…

 “Apa kau mencari ini?” Suara itu… Aku mendongakkan kepalaku untung mengetahui siapa pemilik suara itu walaupun aku tau pasti dia.

“Jadi namamu Park Jae Soon, nona?” Junhyung-ssi? Darimana dia tau kampusku?

“Kenapa kau bisa tau?”

“Tertulis di dalam diary mu ini.” Katanya dan menyerahkannya padaku. MWO?!! Dia membacanya?

Baru aku mau memarahinya karena sudah membaca diary ku. Tapi dia sudah tidak terlihat dimana-mana. Kemana perginya namja itu?

End of POV

Junhyung POV

Aku bersembunyi di balik tembok kampus ini. Fiuhhh… Daripada dia memarahiku lebih baik aku bersembunyi disini.

Kampus ini? Awalnya aku ragu karena tempat ini terlalu benyak kenangan-kenangan yang tidak ingin aku ingat.

Semua ingatan tentang kampus ini berputar kembali di otakku. Ingatan tentang masa kuliahku, ingatan tentang semua yang ada di kampus ini, dan ingatan tentang dia… Wanita yang sudah membuatku seperti ini. Hidup seperti tanpa hati. Hidup dengan hati yang kosong dan dingin.

***

“Oppa, lebih baik kita putus saja.” Kata gadis didepanku ini yang tidak lain adalah yeojachimhuku. Atau mantan yeojachinguku? Apa maksudnya mengatakan hal ini?

“Kau bercanda kan?” Tanyaku dan berharap dia akan menjawab ‘ya, aku hanya bercanda oppa…’

“Tidak oppa. Aku serius.”

“Tapi… Kenapa?”

“Maaf oppa… Tapi, aku sudah menemukan laki-laki lain yang lebih baik darimu. Dan aku percaya kalau dia bisa membahagiakanku.” Aku merasa hatiku tercabik-cabik. Apa maksudnya? Apa aku tidak bisa membahagiakannya? Apa kurang semua yang sudah aku lakukan untukmu? Yang sudah aku korbankan untukkmu? Apa kau tau seberapa besar aku mencintaimu? Apa kau tau? Apa kau mengerti?

“Oppa, maaf aku harus pergi dulu. Dia sudah menungguku.”

“Apa kau tidak punya hati HAH?” BRAKK!!!

Aku langsung menggebrak(?) meja dan menatapnya tajam. Rahangku mengeras dan tanganku mengepal kuat. Tapi apa yang aku lakukan? Aku malah berbalik dan pergi dari tempat itu. pergi sambil membawa rasa sakit ini bersamaku.

***

‘Dan sampai sekarang…’ Batinku. Apa benar sampai sekarang? Apa benar aku membawanya sampai sekarang?

“Sepertinya sahabatku ini sedang jatuh cinta…” Perkataan Yoseob terngiang-ngiang lagi di telingaku.

Lalu aku memandangnya lagi. Gadis yang ada disana.

End of POV

Jaesoon POV

Aku masih sedikit kesal dengan namja itu. Bisa-bisanya dia membuka diary ku seenaknya? 

Ahh… Tapi kenapa dia tidak bisa hilang dipikiranku? Sejak kemarin, sejak dia menolongku, aku selalu memikirkannya. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap saat.

***

1 minggu kemudian…

Sudah 1 minggu sejak kejadian itu dan aku juga tidak pernah lagi bertemu dengan namja bernama Yong Jun Hyung. Dan kalian tau apa yang aku rasakan? Aku merindukannya… Sangat merindukannya. Dan kalian tau apa yang membuatku tersiksa? Aku tidak bisa menemuinya walaupun aku tau rumahnya. Masa aku datang ke apartmentnya? Tidak mungkin kan? Untuk alasann apa?

“Hhhh…” Aku memutuskan untuk pergi ke Sungai Han lagi menenangkan pikiranku.

***

08.00 PM
Han River…

Aku kembali menikmati pemandangan Sungai Han yang benar-benar indah itu.

“Andai saja dia ada disebelahku… Aku merindukannya.” Kataku pada diriku sendiri.

“Siapa? Aku?” Suara itu. Aku langsung menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang pria. Pria yang sangat ingin aku temui…

“Junhyung-ssi?  Siapa bilang orang itu…”

“Haha… Aku tidak tau kau merindukanku atau tidak. Tapi aku merindukanmu.” Ada dua hal yang membuatku kaget saat ini. Baru kali ini aku melihatnya tertawa. Dan kata-katanya barusan, dia merindukanku?

“Hah?” Hanya itu kata yang keluar dari mulutku. Ah, pasti aku terlihat seperti orang bodoh sekarang.

“Ya… Aku merindukanmu. Gadis yang sudah mengembalikan senyumku. Gadis yang sudah mengisi hatiku yang kosong. Gadis yang sudah membuatku hidup kembali. Gadis yang sudah membuatku berani untuk berdiri lagi. Gadis yang aku cintai. Park Jae Soon…” Aku benar-benar kaget dengan semua yang dia katakan. Dia… Benar-benar mencintaiku? Dia benar-benar emiliki perasaan yang sama denganku. Yong Jun Hyung mencintaiku?

“Junhyung-ssi…”

“Aku mencintaimu Park Jae Soon. Apa kau mau menjadi yeojachinguku?” Katanya sambil menatap mataku lurus-lurus.

“Ne, Junhyung-ssi.” Jawabku dengan pasti. Namja didepanku ini, yang sudah berhasil memiliki hatiku sepenuhnya. Aku benar-benar mencintainya.

“Mwoaa? Yesss… Gomawo Jaesoon-ah… Jeongmal Gomawo…” Dia lalu memelukku. “Ddan mulai sekarang, Jangan panggil aku Junhyung-ssi.” Katanya setelah melepas pelukkannya.

“Aku harus memanggilmu apa?” Tanyaku.

“Oppa…” Katanya sambil tersenyum. Kalian tau? Senyumnya ini manis sekali.

“Mwo??!! Aku tidak mau…” Kataku sambil tersenyum jahil.

“YAA!! KAU…” Aku mencium pipinya sekilas.

“Ne oppa…” Kataku.

“YA! Park Jae Soon, siapa suruh kau melakukannya?” Bisa kulihat ekspresi Junhyung Oppa berubah. Apa dia marah? Ahh, eottokhae?

“O… Oppa… Mian…” Kata-kataku terputus saat bibirnya menyentuh bibirku hangat. Aku terdiam untuk beberapa saat dan tidak tau apa yang harus aku lakukan sampai akhirnya aku membalas ciumannya. Aku bisa merasakannya. Merasakan cinta di setiap kecupannya. Ya… Cinta yang tulus dan bukan main-main.

Sekarang impianku menjadi kenyataan… Terima kasih Tuhan…

End of POV

Junhyung POV

Aku melepas ciumanku dan menatapnya dalam.

“Saranghae…” Kataku.

“Na ddo saranghae…”

***

“Oppa, kenapa  kau dulu dingin sekali?” Apa aku sangat dingin dulu?

“Aku seperti itu karena trauma ku pada wanita Jaesoon-ah…” Kataku sambil tersenyum miris.

“Heh? Mianhae oppa…”

“Gwenchana… Hehehe. Lagipula itu hanya masa lalu. Dan sekarang aku memilikimu, wanita yang akan mengisi hari-hariku mulai sekarang.” Kataku tersenyum lalu mengacak-acak rambutnya.

“Gomawo oppa. Oppa, kenapa kau tau aku ada di sini?”

“Itu tertulis di diary mu kalau kau suka ke tempat ini.” Kataku santai.

“HAH? Kau benar-benar membaca semuanya oppa? YAA!!! OPPAAA… KEMARI KAUU!!!”

Hahaha… Jaesoon, kau hebat sekali bisa membuatku jatuh cinta hanya dalam semalam. Aku janji akan selalu mencintaimu sampai kapanpun…

***

Sesange kkeute seosseul ttae giri boijiga anheul ttae
Nugunga piryo haesseotjyo

Eodume gadhyeo isseul ttae bichi boijiga anheul ttae
Songireul gidaryeosseot jyo

Geudaeneun moreujyeo sesange dan hana geudaega
Only one more than better world

I believe dream for you and me
Memareun nawi harue danbiro naeryeo nae ma eume naeryeo yonggireul jweo
You make me fly and smile again
Biondwi mujigae cheoreom sori eobshi nawi pume angyeo haengbogeul jweo
I wanna make love

Hyeon shire domang chyeosseotdeon nawi moseubeul boasseul ttae
Hokshina shilmang haetnayo

Geudaega itgie dora ol yonggireul nae eotjyo
You’re the one always in my heart

I believe dream for you and me
Memareun nawi harue danbiro naeryeo nae ma eume naeryeo yonggireul jweo
You make me fly and smile again
Biondwi mujigae cheoreom sori eobshi nawi pume angyeo haengbogeul jweo
I wanna make love

Oh, lonely night, jigyepgo summakhi neun eodume bam
Geu sogeseo maeil bameul nunmullo honja uldeon nal
Ajigeun yeori gimanhan gaseume sang cheoreul jweotdeon manheun
Saramdeul daeshin, thanks a lot, nae mami memareul ttae
But that’s ok, you make a way
Eonjena bichi dwineun you, you, you
Salmwi iyu only you
Neon samagwi oashiseu jeil dalkomhan chokollit

I believe dream for you and me
Memareun nawi harue danbiro naeryeo nae ma eume naeryeo yonggireul jweo
You make me fly and smile again
Biondwi mujigae cheoreom sori eobshi nawi pume angyeo haengbogeul jweo
I wanna make love
(B2ST – Oasis)

The End

___________________________________________________________

Giamana reader? Kayaknya author gagal lagi yaa bikin FF romantis… T.T Ya sudah, tetep comment yaa… 😀

Gomawo… Annyeong 😀