Casts:

– Park Sandara

– Kwon Ji Yong

Notes: – Made by Rahina only!!!

Akan ada quiz di akhir cerita. Bagi yang bisa menjawab, boleh request tokoh sama tema! ^_^

 

“Hello, sexy guy ido. Hello, handsome boy ido…,” Dara terus menyanyikan lagu favoritnya sambil mengukir lilin. Ji yong datang menghampirinya dan menunjukkan lilin hasil ukirannya. “Dara, lihat ini,” kata Ji Yong sambil menunjukkan ukiran lilinnya. “Manis. Cukup tambahkan sedikit ukiran bunga mawar di bagian ini,” komentar Dara. “Belum sempurna, ya?” Ji Yong menggaruk kepalanya. Dara hanya tersenyum manis.

***

 

 

Dara berjalan menuju toko lilin. Dara akan membeli lilin yang besar untuk dia ukir dan diberikan pada Ji Yong. “Annyeonghaseo…,” seorang yeoja melayaninya. “Aku membutuhkan lilin berbentuk kotak dengan ukuran panjang dua meter, lebar satu meter, dan tinggi tiga meter,” kata Dara. “Warna apa?” tanya yeoja yang melayaninya. “Boleh aku lihat dulu?” Dara ingin memastikan.

 

Yeoja yang melayani Dara menunjukkan beberapa jenis lilin kotak. “Anda ingin menggunakannya untuk apa?” tanyab yeoja. “Akan ku ukir dan akan ku berikan pada namjachinguku,” kata Dara. “Oh… Kami punya dua jenis lilin yang belum kami pasarkan. Tapi kami bisa menjualnya beberapa dulu,” kata yeoja. Dara tersenyum. “Boleh aku melihatnya?” tanya Dara.

 

“Ini beraroma mawar tapi tidak menyengat. Dan yang ini aroma mint. Kami sedikit beri ramuan krisan agar segar,” kata yeoja. Dara tersenyum. “Aku akan ambil yang krisan,” kata Dara. “Tolong letakkan di mobil, ya,” lanjutnya. Dara menengok ke sekeliling toko. Betapa terkejutnya dia saat melihat Ji Yong sibuk memilih lilin bersama seorang yeoja. Tadinya dara berpikir yeoja itu adalah yang melayani Ji Yong di toko. Tapi yeoja itu tak mengenakan seragam. Lagipula mereka sangat akrab. Dara memutuskan untuk diam. Mungkin itu hanya salah paham.

 

***

 

“Aku pulang…,” Dara menutup pintu sambil mengangkat lilinnya. tapi rumah kosong. Dara hanya mendengar suara yeoja dan namja di lantai atas. Dara segera meletakkan lilinnya di kamar dan memeriksa.

 

Ji Yong dan seorang yeoja. Yeoja yang tadi. Mereka terlihat sedang sibuk merencanakan sesuatu tapi sambil bercanda mesra. Dara mulai cemburu. Tapi lagi-lagi Dara memilih untuk bungkam. Dara segera ke kamarnya.

 

Dara mulai mengukir lilinnya dengan perasaan gelisah. Apa Ji Yong selingkuh? Kenapa mereka begitu mesra?

 

“Dara…,” Ji Yong menghampiri Dara. Dara hanya melirik lalu menutupi lilinnya. “Apa itu?” tanya Ji Yong. “Lilin. Memangnya apa lagi?!” Dara menjawabnya dengan sedikit emosi. “Dara? Wae?” tanya Ji Yong. “Seharusnya aku yang tanya. Waeyo, KWON JI YONG??!!” Dara menggertak dan mendorong Ji Yong keluar.

 

Terdengar suara Ji Yong dari luar. Dara hanya bersandar pada pintu. Hufft…. Dihembuskanlah nafas panjang.

 

Telepon kamarnya berdering. Dara membukanya tapi tak berkata apa-apa. Telepon itu untuk Ji Yong. Dara mendengarkan. “Ji Yong,” sapa yeoja dibalik telepon. “Ne?” Ji Yong menjawab. “Aku ingin bertemu denganmu di cafe kopi. Ada yang ingin ku tunjukkan. Jangan sampai yeojamu tahu…,” kata yeoja itu. Dara langsung menutup teleponnya dan segera ke cafe yang dimaksud untuk mencari tahu.

 

***

 

Dara duduk agak jauh dari Ji Yong dan yeojanya duduk. Dara memperhatikan jelas gerak-gerik mereka. Tak ada yang aneh. Hanya si yeoja memberikan kertas pada Ji Yong. Tapi Dara mulai emosi saat melihat Ji Yong mengacak-acak rambut si yeoja. Dara langsung pergi. Cukup sudah buktinya.

 

“Aku pulang…,” kata Ji Yong. “Ji Yong, siapa yeoja itu!!!” bentak Dara tiba-tiba. “Apa maksudmu?” tanya Ji Yong. “Kau tak akan mengerti perasaan ku!” Dara pergi ke kamarnya.

 

Ji Yong tertunduk di sofa. “Kau salah Dara….”

 

***

 

Ji Yong berkali-kali mengetuk pintu kamar Dara, tapi Dara tak meerespon. “Dara biarkan aku menjelaskan. Kau salah paham…,” kata Ji Yong. Sebuah bingkisan ada di tangannya. “Dara, setidaknya dengarkan aku… Yeoja itu hanya membantuku untuk membuatkan lilin. AKu membuatnya untukmu. Dara…,” Ji Yong mulai pasrah dan meletakkan bingkisannya di depan pintu.

 

Dara sudah mulai tenang. Dara memutuskan untuk makan angin di luar. Dara membuka pintu kamarnya pelan. “Mwo?” Dara menemukan sebuah bingkisan dan membawanya ke kamar.

 

Senyum Dara melebar saat melihat isi bingkisan itu. Rupanya lilin yang bertuliskan ‘Daragon’. APa yang Ji Yong katakan memang benar. Ini hanya salah paham.

 

***

 

Ji Yong terbangun dari tidur siangnya. Dibukalah pintu kamarnya. Sebuah bingkisan besar ada di depan pintu. Ji Yong membukanya. Sebuah lilin yang diukir secara sempurna bertuliskan ‘Daragon’s Love Candle’. “Miane… Aku sudah salah paham…,” kata seorang yeoja yang rupanya Dara. “Gwenchana…. Aku tahu kau akan percaya…”

 

***

 

Selesai???? Miane … Singkat banget, ya? Abis… aku buru-buru banget!

 

QUIZ: Apa kesimpulan dan amanat dari FF ini???
Tulis jawabannya di kotak komentar dengan format:

Nama:

Request:

-tema:

-tokoh:

Jawaban kamu:

 

 

Yang paling tepat, request nya akan dikabulkan di FF berikutnya! Gomawo…

Iklan