Yak.. another FF kilat yang selesai dalam waktu 1 jam lagi.. thanks to CHO KYUHYUN, yang sudah sukses membuat para SparKYU panik abis dengan menjerumuskan dirinya ke dalam kecelakaan mobil lagi!! Huaaa.. jujurr.. sangat-sangat kaget!! Ahh.. langsung aja yaa..

===================================================================

Title : Don’t Make Me Panic, Cho Kyuhyun!

Author : thyz.. xD

Length : One Shot

Genre : Comedy, Romance

Cast : Evil Couple & Super Junior

————————————————————————————————————————

.Eunrim POV.

At Eunrim’s house..

“Huaaaaa.. cuaca panas sekali!! Tidak adakah yang namanya hujann??” kataku sambil membanting pintu rumahku.

Hmm.. Tidak ada orang di rumah.. Sepi.. Enaknya bikin apaan ya jam segini? Ahh.. iyaa.. lebih baik cek dulu twitterku..

Aku lalu menuju ke kamarku dan langsung menyalakan laptopku.

Trending topic worldwide : #GetWellSoonKYU ???

Kyu yang dimaksud di sini Kyuhyun, CHO KYUHYUN, si babo itu??!!

Aku lalu langsung mengecek akunnya..

@GaemGyu : 미안합니다.. 미안해요

Translate : I’m sorry.. So Sorry..

Dan setelah mensearch kabar kenapa si babo itu bisa sampai masuk TT, ternyata dia KECELAKAAN MOBIL (lagi) sewaktu pulang dari latihan drama musikalnya..

Braakkk.. aku langsung menutup laptopku dengan kasar dan bergegas mencari HPku.. Aishh.. kenapa lagi babo ini.. KECELAKAAN MOBIL??!!

Dengan cepat kupencet nomor yang sudah kuhafal di luar kepala..

Tuuuutt.. tuuuuuuuut..

“Yoboseyo?” terdengar suara seseorang, tapi itu bukan Kyu.

“Ahh.. Annyeonghaseyo.. Bolehkah saya berbicara dengan Kyuhyun-ssi?” jawabku dengan sopan.

“Eun-ah.. ini Teuki oppa..” balas namja yang tidak lain adalah Eeteuk oppa.

“OPPA!!! HUAAAA.. Kabar Kyu kecelakaan itu benar??!!!” tanyaku cemas.

“Ahh.. Nee.. dia lagi ada di rumah sakit sekarang..” jawab Eeteuk oppa. “Kalau kau tidak sibuk, Kyu memintamu untuk datang..” dan sebelum Eeteuk oppa menyelesaikan kalimatnya, aku sudah keburu lari untuk menemui namjaku.

—————————————————————————————————

At Seoul Hospital..

Aishh.. bagaimana aku bisa masuk kalau banyak begini ELF diluar? Security saja sampai ditempatkan di depan pintu masuk agar tidak banyak ELF yang bisa menerobos..

Aku lalu berusaha menyerobot di antara banyaknya yeoja-yeoja yang sudah berlinang air mata..

“Ahjussi, aku harus masuk..” kataku pada security yang sedang berjaga-jaga.

“Maaf nona, tapi jika anda datang untuk menjenguk Kyuhyun-ssi, nona tidak diperbolehkan masuk..” jelas salah satu security.

Aishh.. aku lalu menyingkir ke pinggiran.

To : my babo~

AKU TIDAK BISA MASUK!!

Ahh.. kenapa kukirim pada Kyu yah? Seharusnya kukirim pada salah satu oppadeul saja.

From : my babo~

Kau bilang saja namamu Song Eunrim.. tadi kami sudah bilang pada securitynya supaya membiarkanmu masuk.. Eeteuk

Ohh.. begitu.. Baiklah..

Aku lalu mencoba seperti yang dipesankan Eeteuk oppa padaku.

“Ahjussi, namaku Song Eunrim..” kataku pelan.

“Ohhh.. Kenapa kau tidak bilang dari tadi, nona?” kata salah seorang security yang langsung membiarkanku masuk. Lha, kalau segampang ini, kenapa tidak kulakukan saja dari tadi ya?

Setelah meminta nomor kamar Kyuhyun (yang lagi-lagi harus memberitahukan namaku untuk mendapatkannya, sepertinya para oppadeul sudah mengumbar-umbar namaku di seluruh rumah sakit ini), aku lalu bergegas menuju ke ruangan tsb.

Tok.. tok.. tok..

Ryeowook oppa membukakanku pintu. “Eun-ah, nawasseo? Palli..palli..” kata Ryeowook oppa yang langsung menarikku masuk.

“Halah oppadeul, kalian semua menuh-menuhin tempat..” kataku sambil melihat satu per satu oppadeul. “Tidak ada yang terluka? Hanya Kyu?” tanyaku.

“Emm.. Yaahh.. yang ikut drama musikal kan cuma Kyu..” jawab Eunhyuk oppa singkat.

“Wae? Waeyo? Kenapa dia bisa sampai kecelakaan?” tanyaku lagi.

“Kau tanya saja sendiri.. kami juga sampai jantungan mendengar kecelakaannya..” sahut Sungmin oppa.

“Dia bawa mobil tidak hati-hati..” tambah Donghae oppa.

“Eunrim sudah datang kan? Kita pergi makan siang saja yaa?? Aku laparr..” bujuk Shindong.

Eeteuk oppa juga ikut menambahkan, “hmm.. ayo.. kita isi perut dulu.. sudah ada yang menggantikan kok, iya kan Eun-ah?”

Aku langsung menganggukkan kepala.

“Ohh iya Eunrim.. Kyu dari tadi tidak mau makan, coba kau bujuk ya?” kata Ryeowook oppa sebelum meninggalkan ruangan.

“Kami pergi dulu yaa.. Ingat, kalau bisa tahan emosimu..” kata Eeteuk oppa.

Sekarang ruang tamu itu kosong melompong, padahal tadi penuh dengan oppadeul.

Aku lalu menuju ke ruang rawat di sebelah ruang tamu. Kusibak tirainya, dan terlihatlah sosok namja yang hampir saja membuatku serangan jantung tadi. Cho Kyuhyun.. Yaa.. Namja ini, yang sekarang sedang terbaring dengan mata tertutup.. Kudekati dia.. lalu kusentuh lengannya pelan, dia sepertinya sedang tertidur..

“Yaa, hyung!! Tanganku sakit tau!!” bentak Kyu. Dia lalu membuka matanya. “Eun-ah?”

“Annyeong babo.. Aku mengganggumu? Istirahatlah lagi.. aku akan menunggu di sebelah..” kataku pelan. Setidaknya dia terlihat sehat karena masih bisa membentakku.

“changkaman!” kata Kyu yang langsung menarikku ke dalam pelukannya. “kenapa kau harus pergi? Tidak tahukah kau siapa yang kutunggu dari tadi?” tanyanya lembut.

Aku terdiam.. Entah mengapa rasanya mataku memanas.

“Babo.. kau babo.. baru saja pulang dari Cina, kenapa bisa sampai kecelakaan haah??” isakku.

“Mianhae.. Aku kurang hati-hati mengemudi tadi..” sahutnya. Dia lalu melepaskan pelukannya. “Uljimaa..”

Tapi entah kenapa air mataku malah semakin deras. “Bisa tidak.. kau.. menjauh dari yang namanya kecelakaan mobil? Kau mau buat aku serangan jantung??!!” bentakku lagi.

“Uljimaa.. aku baik-baik saja..” kata Kyu lagi sambil menghapus aliran air mata di pipiku.

“Kalau kau di Cina, aku masih bisa menyusulmu.. Tapi tolong jangan coba-coba pergi ke tempat yang sama sekali tidak bisa kujangkau..” pintaku.

“Arraseo.. nan cinca cinca gwenchana..” kata Kyu menenangkanku.

Aku lalu menatapnya. Selain lengannya yang diperban, sepertinya dia baik-baik saja.

Aku lega melihat kondisinya. “Kau tau, seandainya kau kecelakaanmu minggu depan, mungkin aku tidak akan lulus ujian akhir!!” bentakku dengan cemas.

“Hee? Kau ujian minggu depan yaa? Ahh.. mian.. seharusnya aku perlambat sampai minggu depan ya? Kekeke~” kata Kyu jail.

“YAAA!!! Kau cari mati hah??!!” jeritku pada Kyu.

“Haahh.. Aku tidak mau pergi ke tempat yang tidak ada dirimu Eun-ah.. jadi tenang saja..” sahut Kyu dengan muka polosnya.

“Aishh.. babogateun.. Lagipula.. Kenapa juga kau mentweet seperti itu? Mau minta maaf ke siapa?” tanyaku yang tiba-tiba teringat dengan tweet Kyu.

“Ahh.. Kuge? Aku cuma berpikir pasti banyak yang akan membatalkan tiket Three Musketernya karena aku tidak ikut main..” jelas Kyu.

“Ahh.. kugee? Coba kutebak, pasti mereka semua lagi berdiri mematung di bawah sambil menangisimu..” sahutku.

“Ehmm, itulah mengapa aku ini sangat beruntung.. Kau juga termasuk orang yang beruntuk karena bisa menjenguk seorang Cho Kyuhyun sekarang..” kata Kyu bangga.

“Ohh yaa?? You’re wasting my precious time, Mr. Cho..” kataku sambil pura-pura ngembek.

“Hahaha.. kau tidak mencemaskanku?” Tanya Kyu lagi.

“Kalau aku tidak cemas, kenapa sekarang badanku bisa ada di sini babo?? Aku bahkan belum makan.. ehh ngomong-ngomong tentang makan..” aku teringat dengan pesan Ryeowook oppa tadi.

“Kau belum makan kan? Di mana mereka meletakkan makanannya?” kataku sambil mencari makanan Kyu.

Ternyata makanan itu ada di atas meja. Aku lalu mengambilnya dan duduk di sebelah tempat tidur Kyu. “Ayo, kau harus makan dulu..” bujukku.

“Andweee~” jawab Kyu manja.

Hee?? Sejak kapan sifat childishnya kambuh lagi??

“Aaa..” bujukku pada Kyu, tapi dia langsung membuang mukanya.

“Huh.. ya sudah.. kau pikir cuma kau yang lapar apa? Aku juga belum makan tau!!” kataku lalu mulai melahap makanan Kyu.

“YAAA!! Kenapa kau makan jatahku??!!” kata Kyu yang langsung spontan bangun dari tempat tidurnya.

“Aku lapar..” jawabku sambil terus melahap makanan.

“Aku juga lapar!! Berikan makanannya sedikit.. Huh.. padahal kupikir kau akan membujukku..” kata Kyu yang berusaha mengambil makanan yang sedang asik-asiknya kumakan.

“KAU PIKIR karena kau sedang sakit jadi kau akan mendapatkan semua keinginanmu? Sorry, tapi aku ini bukan oppadeul!” jawabku tenang.

Tapi dia memperlihatkan muka baby facenya sehingga membuatku tidak tahan. “Aishhh.. kau ini sakit, tapi masih bisa juga bertingkah begitu ya? Nih.. makan saja sendiri..” kataku sambil meletakkan nampan makanan di atas pangkuan Kyu.

“Aku mau disuap~” kata Kyu dengan tingkahnya yang manja.

Aku melongo.. Jadi dia seperti ini ya kalau sedang sakit? Aishh.. Dasar..

“Andwee.. Aku tidak biasa menyuapi.. kau makan saja sendiri..” tolakku.

“Tanganku sakit~” rengeknya.

“Ohh.. tangannya sakit yaa? Yang mana yang sakit? Yang ini? Mau diTAMBAHIN rasa sakitnya?” kataku dengan muka polos.

Kyu langsung menggeleng-geleng pelan, dan tanpa basa basi mencoba mengangkat sendoknya.. tapi sepertinya dia memang tidak bisa mengangkat sendok itu, karena tangannya terlihat sangat gemetar sekali.

“Tanganmu betul-betul sakit?” tanyaku cemas.

“Kau pikir aku main-main apa? Suapin..” rengek Kyu.

Akhirnya aku mengalah.. “Aaaa..” kataku sambil melayangkan sendok ke dalam mulut Kyu.

“Makananku tumpah~” kata Kyu masih dengan nada manja.

“Aishh.. kalau bukan karena kau sakit, jangan harap aku mau menyuapimu, Cho Kyuhyun!” kataku sewot.

———————————————————————————————————–

Di ruangan sebelah, semua anggota SJ mencuri dengar percakapan mereka.

“Huh.. tadi kutawarkan apa mau disuapin tidak mau, sekarang malah memohon pada Eunrim!” cibir Eunhyuk.

“Yahh.. setidaknya Kyu mau makan kan? Memang dari tadi dia menunggu Eunrim kok..” sahut Sungmin.

“Dan tumben Eunrim tidak membantah perkataan Kyu.. mereka damai hari ini..” tambah Donghae.

“Itu karena Eunrim pasti syok dengan kecelakaan Kyu.. Tapi dia malu mengakuinya..” kata Eeteuk sambil tersenyum penuh arti.

===================================================================

END

=============================================================

yaaahh.. maafkan thyz yang membuat ff gaje lagi.. >< dan mian juga ff yg SJ is a special guest belum bisa dilanjutin.. naskahnya udah jadi sih, tapi masih perlu pengeditan lagi.. hehe..

ohh iyaa.. komen yaahh.. 😉

Iklan