Author : Sila
Title : I can’t Breath Without You
Length : Continue (part 1)
Genre : Romance
Cast : Jonghyun SHINee, Jessica SNSD, Taecyeon 2PM, Shin Se Kyung

 

Jonghyun POV

 

Fans. Mereka adalah anugerah terbesar dalam hidupku setelah Jessica. Mereka terlalu membuatku bahagia. Karena mereka aku mampu tertawa, karena mereka aku mampu melupakan letih dan penat menjadi idola. Dan karena mereka pula aku punya keberanian untuk menjadi pria beruntung yang mendapatkan hati Jessica. Berawal dari fans yang membuat pairing couple Jongsica, sehingga aku dan Jessica mulai akrab satu sama lain. Walaupun tadinya aku memanggilnya noona, tapi akhirnya kami berdua justru menjadi sepasang kekasih yang boleh kubilang “sangat bahagia” Rasanya aku benar-benar beruntung bisa mendapatkan Jessica. Dan aku berharap fans tidak akan menjadi ketakutanku.

 

“Ssica a~ apa kau sibuk?” tanyaku pada Jessica lewat telepon.

“Tidak, kenapa?” balas Jessica.

“Apa bisa makan bersama?”

“Eh, uhm.. Sepertinya tidak bisa.”

“Kenapa?” tanyaku dengan kecewa.

“Mungkin sejam lagi aku harus pergi.”

“Oh baiklah kalau begitu.”

 

Rupanya ajakanku kali ini gagal mengajaknya makan. Kami memang berpacaran, tapi aku merasa kami terlalu jauh. Jadwal yang padat, serta pertemuan yang kurang leluasa agar tidak diketahui fans membuat hubungan kami semakin terasa jauh. Untung telepon mampu menyatukan kami. Itu sebabnya sehari saja tidak berbicara dengannya aku gila. Apalagi jika sedang sibuk promo, kami benar-benar jauh. Tapi saat bertemu, kami benar-benar bahagia.

 

“Hyung… Mau jalan-jalan tidak? Bosan aku di asrama. Ayo kita jalan-jalan!” teriak Taemin yang baru saja masuk ke kamar.

“Uhm.. ah.. aku capek!” jawabku malas.

“Ah.. Ayolah. Sekali saja!!” pinta Taemin. Maknae yang satu ini memang kadang bisa terlihat sangat cool tapi hari lain terlihat sangat polos. Baiklah mungkin sekali ini saja, aku juga tidak ada kerjaan saat ini.

 

Kami berdua akhirnya pergi jalan-jalan, kali ini pakaian kami benar-benar tertutup. Hoodie yang menutup seluruh badan, kaca mata serta Taemin yang memakai topi dan masker. Kami hanya tidak mau terlalu menjadi pusat perhatian setiap kami pergi. Itu cukup melelahkan.

 

“Hyung kita pergi kemana ya?” tanya Taemin.

“Haissh.. Kan kamu yang mengajak, kenapa tanya aku?”

“Ya sudah. Kita……… BELANJA” jawab Taemin.

Kami pergi ke sebuah mall yang cukup ramai. Tadinya hanya ingin beli baju tapi, selalu akhirnya beli sepatu juga. Selain belanja, kami makan es krim, dan kami juga menonton film. Setelah cukup lama berada di sekitar mall, kami segera pulang. Baru beberapa langkah dari pintu keluar aku melihat sesosok wajah yang sangat aku kenal dan cintai. Ya itu Jessica dia sedang berjalan juga dan sepertinya dia baru keluar dari mall.

“Je….!” Saat aku mau memanggilnya aku melihat pandangannya yang tertuju pada sebuah mobil Audi hitam, mobil itu berhenti di depannya dan Jessica segera masuk. Aku langsung menggunakan mobilku untuk mengikuti Jessica, entah kenapa aku sangat penasaran.

“Taemin, kau pulang sendiri ya. Aku ada urusan.”

“Ah~ hyung. Aku tidak ada uang…. Ah~” jawab Taemin yang terdengar samar-samar karena aku sudah melaju dengan mobilku meninggalkannya.

Aku penasaran sehingga aku menelepon Sooyoung dari mobil.

“Sooyoung ah~, apa kau bersama Jessica?”

“Tidak, kenapa memangnya? Kau begitu merindukannya ya?” ledek Sooyoung.

“Kalau begitu apa jadwal dia sekarang?”

“Seharusnya tidak ada, hari ini manager bilang kami semua harus istirahat karena besok kami ke Jepang, kami harus fit. Sebenarnya aku dan yang lain sedang di asrama, hanya Jessica dan Seohyun yang tidak ada.”

Tanpa berkata apa-apa, aku langsung menutup telepon. Aku memang tidak sopan saat panik. Mianhae Sooyoung. Mendengar jawaban Sooyoung semakin membuatku khawatir. Aku langsung menancap gas mengejar mobil Audi itu. Padahal hari sudah semakin malam. Aku juga mulai bingung kemana arah mobil itu mau pergi. Sampai akhirnya mobil itu mulai berhenti di sebuah taman yang sepi. Aku memarkir mobilku cukup jauh dari mobil mereka. Dan orang yang menyetir mobil itu adalah seorang pria. Badannya tinggi dan berotot, benar-benar tipe Jessica. Itu Taecyeon 2pm. Bagaimana mereka bisa pergi berdua sementara Taecyeon juga tahu aku dan Sica berpacaran? Dan kenapa harus begini. Aku mulai bingung, tapi hatiku mencoba untuk mengajak otakku berpikir positif, walau rasanya benar-benar tidak mungkin. Mereka duduk di ayunan taman. Aku tidak suka ini. Mereka terlihat benar-benar berkencan. Aku yang berpacaran dengan Jessica saja tidak perah bisa keluar seperti ini karena fans. Tapi mereka? Aku benar-benar bingung. Seorang yang aku puja kini rambutnya sedang dibelai oleh pria lain di depan mataku. Sakit rasanya.

Tangan Taecyeon yang tadi membelai rambut Jessica kini bergerak memegang rahang Jessica, ia mendekatkan kepalanya hingga wajah mereka benar-benar sangat dekat. Dan aku bisa menebak dengan jelas apa yang akan terjadi. Aku benci melihatnya, tanganku menggenggam setir dengan sangat erat. Setir menjadi alat pelampiasan amarahku.

Aku berlari menghampiri mereka, ketika sampai disana mereka menyadari kedatanganku dan berhenti berciuman. Dengan segera aku mengangkat kerah baju Taecyeon. Dan dengan penuh emosi aku memukulnya sekuat tenaga. Namun… semua itu hanya ada dalam benakku. Itu adalah hal yang sangat ingin aku lakukan, tapi tidak akan mungkin. Terlalu sakit jika membayangkan aku memukul seseorang di hadapan orang yang aku cintai. Aku marah dan hanya bisa menjalankan mobilku pergi. Benar. Aku sangat bodoh. Benar-benar bodoh. Terlalu bodoh malah. Rasanya kata bodoh sekarang sedang mengelilingi otakku saat ini. Aku masih belum bisa membayangkan bagaimana bisa orang yang dengan canda dan tawa selalu bersamaku, ternyata… Ini benar-benar menyakitkan. Aku kecewa dia berbohong, tapi ini lebih dari sekedar berbohong. Aku..aku.. sulit mengatakannya.

 

Jessica POV

 

Hatiku benar-benar sakit saat harus berbohong pada Jonghyun. Maafkan aku Jonghyun, tapi ini akan menjadi yang terakhir kalinya dan setelah ini aku bahkan berani mengatakan pada dunia kalau kau adalah milikku.

Setelah membeli parfum pesanan Sunny, aku menunggu Taecyeon untuk pergi. Dia mengajakku untuk pergi dengannya, sudah berulang kali aku mengatakan kalau aku benar-benar mencintai Jonghyun dan sudah tidak ada lagi tempat untuk Taecyeon. Tapi dia bilang ini akan menjadi yang terakhir dan aku menerimanya. Kami memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang cukup sepi di Seoul sebelum besok aku pergi ke Jepang.

“Apa kau benar-benar mencintainya?” tanya Taecyeon padaku, jelas yang dia maksud adalah Jonghyun.

“Lebih dari apapun.” Jawabku singkat yang tentu mampu menjelaskan dengan jelas perasaanku.

“Kalau begitu aku janji ini akan jadi pertemuan terakhir.”

Aku dan Taecyeon memang pernah berpacaran tapi itu dulu sebelum dia mulai melupakanku karena kesibukkannya. Dia dan aku memang sama-sama sibuk tapi yang membuatku sedih adalah saat ia bersama wanita lain. Dan saat kami putus, hadir Jonghyun yang membantuku membentuk kembali puing-puing hatiku yang hancur karena Taecyeon.

Kami sampai di taman. Aku dan Taecyeon duduk di sebuah ayunan. Sebenarnya ini bukan tempat yang asing, karena ini adalah tempat firstkiss kami. Tapi perasaan itu sudah tidak ada di hatiku lagi.

“Kau masih ingat tempat ini kan?” tanya Taecyeon.

“Hm, tentu.” Jawabku.

“Mungkin akan sangat baik jika kita mengakhirinya di tempat kita mengawalinya.”

“Maksudmu?” tanyaku bingung dengan perkataannya.

“Bisakah untuk terakhir kalinya aku menciummu?”

“Apa kau gila?” tanyaku penuh emosi.

“Mungkin. Tapi aku tidak akan pernah bisa memilikimu lagi.”

Aku hanya bisa diam saat dia mengatakan itu, kini dibenakku yang terpikirkan adalah Jonghyun. Bagaimana mungkin aku mencium pria lain, ini aneh. Saat aku masih berpikir, tangan Taecyeon sudah bergerak menuju rahangku. Apa aku harus membiarkannya melakukan goodbye kiss ini? Ya, dan aku membiarkannya. Tapi rasanya sakit, aku merasa seolah Jonghyun melihat kami dan aku tentu akan sangat melukainya. Jujur aku ingin sekali menampar Taecyeon saat bibirnya menyentuh bibirku. Tapi dia berjanji ini akan menjadi yang terakhir. Mianhae Jonghyun. Taecyeon melepaskan ciumannya, dan kami duduk di ayunan kami masing-masing. Aku segera berdiri dari kursi dan beranjak pergi dari tempat itu. Tapi Taecyeon menahan tanganku.

“Apa benar ini telah berakhir?” tanyanya lirih.

“Kau sendiri yang berjanji!” bentakku.

“Apa yang lebih dari dia? Semua orang tahu akan memilih siapa jika pilihannya aku atau dia!” sahut Taecyeon yang membuatku marah.

“Kau memang tipe idealku. Tinggi, badan bagus, tampan, dan punya segalanya. Tapi jika aku harus memilih, pilihanku tetap dia. Tak ada senyuman manapun yang mampu menenangkan hatiku selain senyumnya, tak ada tubuh siapapun yang mampu memelukku hangat selain tubuhnya, tak ada tangan siapapun yang bisa membelaiku selembut tangannya. Dan tak ada satu orangpun yang bisa membuatku benar-benar jatuh cinta selain dia.” Jelas ku penjang lebar. Aku segera pergi dari tempat itu dan tidak menghiraukan Taecyeon lagi saat itu.

 

Sesampainya di asrama, aku benar-benar sedih karena besok harus pergi ke Jepang, sementara hari ini tidak bisa menghabiskan waktu bersama Jonghyun. Aku meneleponnya berkali-kali tapi tidak dia angkat. Aku jadi cemas, sehingga aku mengirim sms pada Jonghyun.

Mr. Jong… Sorry I can’t go with you today. Tapi lusa setelah pulang dari Jepang aku pasti akan langsung menghabiskan waktu pergi denganmu, atau kalau perlu kita buat kimchi bersama lagi. Oh ya.. besok kami berangkat jam 2 siang. Kau antar aku ya….. Tapi kenapa hpmu tidak bisa ditelepon ya? Jika kau sudah tidur dan membaca sms ini pagi hari, maka…. Selamat Pagi!!

 

Author POV

 

Jonghyun masih berbaring lemas di kasurnya. Member SHINee yang lain merasa sangat terganggu dengan suara hp Jonghyun yang tidak berhenti berbunyi.

“HEi, jika tidak mau diangkat untuk apa punya telepon?” ucap Key kesal.

Brakkkk… Jonghyun melempar hpnya ke dinding. Membuat semua member dalam kamar itu kaget. Key apalagi, ia merasa bersalah. Semua member langsung terdiam saat itu juga. Key pikir Jonghyun benar-benar marah karena ucapannya. Padahal sebenarnya tidak, Jonghyun membanting handphonenya karena melihat sms yang diberikan Jessica. Ia muak melihat tingkah Jessica yang masih belum menyadari kalau perselingkuhannya dengan Taecyeon sudah diketahui Jonghyun. Itu yang ada dalam benak Jonghyun.

***

“Apa ini?” bentak manager SNSD sambil membanting beberapa foto di atas meja, saat itu orang yang ada di hadapannya adalah Jessica. Foto yang ada diatas meja itu tidak lain adalah foto ciuman Jessica dan Taecyeon di taman yang tertangkap kamera paparazzi. Ini benar-benar kacau. Jika foto itu disebarluaskan maka citra Jessica dan SNSD akan menjadi buruk apalagi mereka sedang memulai debut di Jepang. Sebelum pergi manager meminta Jessica datang ke kantor untuk membahas ini. Tidak ada yang sadar dengan keributan di dalam ruang kantor manager itu.

“Ini hanya salah paham” jelas Jessica

“Salah paham mana yang bisa dijelaskan dengan ciuman mesra?”

“Kami benar-benar sudah tidak ada apa-apa.”

“Katakan itu pada FANSMU!!” bentak manager itu pada Jessica.

“Sekarang keluar! Kau harus berangkat ke Jepang, aku akan menyusul sementara mengatasi masalah ini.” Lanjut Manager. Jessica segera keluar dari ruangan itu.

Apa yang dapat manager itu lakukan. Paparazzi itu tidak mau jika hanya dibayar, dia ingin berita ganti berita. Yang ada dalam benak manager saat itu hanya menggunakan skandal lain untuk diganti dengan foto-foto ini.

Setelah diperbincangkan management sepakat kalau akan membuat sebuah skandal dari member SHINee. Pertanyaannya siapa yang bersedia. Lalu manager SHINee berunding dengan seluruh member.

“Salah seorang artis dari perusahaan kita mengalami skandal dan paparazzi itu hanya mau berita di tukar dengan berita palsu. Salah satu dari kalian diminta untuk membuat sebuah skandal palsu dengan artis dari luar perusahaan. Masalahnya siapa yang bersedia? Jika kalian memang tidak mau, aku akan mengatakan pada direktur.” Jelas manager panjang lebar.

“Aku mau. Dengan siapa skandal ini akan dibuat?” jawab Jonghyun dengan cepat dan lantang. Membuat semua orang di ruangan kaget.

“Jonghyun? Kau yakin?” tanya Onew.

“Bagaimana dengan dia?” tanya Minho dan tentu yang dimaksud adalah Jessica.

“Aku mau. Kalian keluarlah, biar ini menjadi urusanku.” Sahut Jonghyun yang sekaligus mebuat seluruh member perlahan-lahan keluar. Di ruangan itu kini tinggal manager dan Jonghyun.

“Apa kau yakin? Tentu kau tahu akan ada banyak fans yang tidak menyukai ini.” Tanya Manager.

“Arasso(tahu). Hanya… Jangan katakan ini pada Jessica.”

“Hah? Bagaimana kau bisa tahu artis itu Jessica.”

“Sudahlah, yang jelas biar Jessica mengira kalau aku memang berpacaran dengan gadis itu. Ngomong-ngomong siapa yang akan berpura-pura menjadi kekasihku?” tanya Jonghyun.

“Shin Se Kyung. Bintang drama seri itu. Perusahaan sudah membayar managemennya.” Jelas manager.

“Kalau begitu semua akan jadi mudah, dia pandai berakting. Ingat! Jangan sampai Jessica tahu kalau aku berpura-pura, katakan saja kalau aku memang berpacaran dengan Shin Se Kyung. Bilang saja skandalku ini juga ditemukan paparazzi dan bilang kalau paparazzi itu memilih skandalku ini untuk dipublikasikan.”

“Ya…. aku mengerti.”

 

Jessica POV

 

Mustahil… Bagaimana foto itu di taman itu bisa didapat, dan bagaimana mungkin manager dapat menanganinya. Aku.. Dan yang paling parah, bagaimana jika Jonghyun salah paham. Ini benar-benar gila. Ah, sekarang aku sudah di Jepang, tidak ada lagi yang dapat kuperbuat dari sini. Aku hanya bisa berharap masalah ini bisa diselesaikan manager.

 

Jonghyun POV

 

Benar, aku kembali berbuat hal bodoh. Kenapa aku mau melakukannya? Kenapa harus menolong orang yang melukaiku? Apa karena aku masih mencitai dia, dan tidak ingin dia tersakiti? Jika iya, kenapa aku ingin dia menganggapku berselingkuh dengan Shin Se Kyung? Apa itu karena aku ingin membalas rasa sakitku?

Aku memang melihat saat Jessica datang dan dibentak managernya, kebetulan setelah melihat Jessica aku membuntutuinya dan mendengar pembicaraannya. Aku memang membantunya. Tapi aku lebih ingin menyakitinya. Apa ini benar-benar keinginanku atau hanya emosi sesaat. Aku tidak tahu.

 

Author POV

 

Seluruh anggota SNSD sedang beristirahat di kamar hotel mereka. Jessica tidur satu kamar dengan Yoona.

“Hia… Jessica liat ini!!” teriak Yoona sambil menunjukkan hpnya karena kaget.

“Ada apa?” tanya Jessica.

“Jonghyun!! Dia ramai di internet!”

“Ada apa? Apa dia terluka lagi? Dia kenapa” tanya Jessica panik. Tapi kekagetannya berubah setelah melihat berita dari internet.

 

Para Fans SHINee, terutama Blingers atau Fans Jonghyun harus bersiap-siap meneteskan air mata kalian karena Jonghyun sudah mempublikasikan hubungannya dengan pemain drama terkenal Shin Se Kyung. Konfirmasi ini disampaikan oleh manager SHINee setelah foto-foto Jonghyun dan Shin Se Kyung yang sedang berkencan terungkap di media. Wah selamat Jonghyun, semoga kau bahagia!! Dan jangan bersedih karena…

 

Setelah membaca headline Jessica termenung dan berhenti membaca lanjutannya. Yoona yang ada di kamar itu hanya bisa memeluk Jessica dan menenangkannya. Saat itu juga member SNSD yang lain masuk satu per satu, mungkin mereka juga membaca berita yang sama. Ke delapan teman Jessica itu mencoba menghiburnya, karena tanpa ia sadari Jessica meneteskan air matanya.

 

Jessica POV

 

Kenapa?? Kenapa jadi begini? Saat aku dan Taecyeon benar-benar sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi kenapa justru Jonghyun yang berselingkuh. Apa berita ini benar? Aku butuh penjelasannya. Berulang kali Jessica menelepon hp Jonghyun, namun tidak diangkat sama sekali. Mungkin sudah puluhan sms juga dikirim oleh Jessica, tapi tetap tidak ada respon. Aku benar-benar tidak mengerti. Apa ini? Aku butuh penjelasannya.

Iklan