Annyeonghaseyo… 😀
Tam balik lagi dan Tam kali ini mau ngepost FF baru… Kayak yang udah Tam bilang kemaren, ini FF sequelnya 4 Season

Gatau kenapa, hari ini bisa dapet ide (biasanya macet… xD). Walaupun menurut Tam ini FF kurang panjang (dan mungkin chingu juga merasa begitu…) karena Tam bingung mau nambahin apa lagi… Hahaha, jadinya baru begini. Tapi Tam harap chingu semua puas yaa sama part yang ini… 🙂

Oke, langsung aja yaa…

Author             :           Tam.P
Genre              :           Romance, Angst, Sad
Rating              :           PG15
Category         :           Continue
Cast                 :

  • Jang Hyun Seung (BEAST)
  • Jang Hyun Ra (OC / Author)

Extended Cast             :

  • Yoon Doo Joon (BEAST)
  • Yong Jun Hyung (BEAST)
  • Yang Yo Seob (BEAST)
  • Son Dong Woon (BEAST)
  • And other…

Part 1

I never wanted to admit it
I never thought we would end it like this
But I gotta say: I still love you

(BEAST – Yet) 

Hyunra POV

4 musim… Hanya 4 musim yang aku lalui bersamanya. 4 musim terindah dalam hidupku yang berubah menjadi rasa sakit hati yang amat sangat dalam. Ternyata selama ini kata-kata cinta yang dia katakan padaku itu bohong. Ternyata semua perlakuan manisnya padaku selama ini palsu.

Hebat sekali dia, sudah membuatku tenggelam dalam perasaan cinta sampai aku tidak bisa naik lagi karena aku sudah sangat mencintainya. Dan sekarang? Dia menimbulkan luka baru yang lebih besar dan dalam dari luka-lukaku yang sebelumnya.

Sekarang aku benar-benar sendirian. Rasa itu kembali lagi. Sudah lama aku tidak merasakan perasaan ini. Perasaan sesak, kesepian, dan sakit. Bahkan sekarang lebih parah. Sangat sesak sampai aku merasa sangat sulit hanya untuk menghirup sedikit oksigen. Sangat kesepian sampai aku merasa kalau aku hanya tinggal sendirian di dunia ini. Sangat sakit sampai aku merasa kalau aku benar-benar sudah mati.

Aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup hidup seperti ini. Tanpa keluargaku, tanpa teman-temanku, dan tanpa laki-laki yang bernama Jang Hyun Seung itu… 

Hyunseung POV

Yang aku lakukan sekarang hanya duduk diam dan pandanganku menerawang jauh keluar dari jendela yang ada di kawar kami-aku dan member BEAST yang lain-. Sudah musim dingin lagi.

Musim dingin? Bukankah ini peremuan pertamaku dengannya? Satu tahun yang lalu, saat musim dingin di atas Namsan Tower ketika salju pertama turun di Seoul. Aku bahkan masih mengingatnya. Kenapa? kenapa sulit sekali melupakannya? Bahkan hanya untuk melupakan bayang-bayangnya?

“Hyunseung-ah…” Suara Gikwang membuyarkan lamunanku. “Ayo kita makan…”

“Aku tidak lapar. Kalian duluan saja.” Sahutku tanpa menatapnya karena tatapanku masih keluar jendela.

“Hyunseung-ah…”

“Aku tidak lapar Lee Gi Kwang. Kau duluan saja.” Kataku dengan nada meninggi sambil menatapnya tajam. Aku tahu aku tidak seharusnya bersikap seperti itu pada Gikwang karena dia tidak salah apa-apa. Tapi, aku benar-benar ingin diganggu sekarang dan aku ingin sendirian.

“Oke, baiklah. Tapi nanti kau makan ya…” Aku tidak menjawabnya. Aku tetap pada kegiatanku semula, menerawang jauh ke luar jendela.

Tidak lama, aku mendengar suara pintu terbuka kemudian tertutup lagi.

Setelah itu pikiranku kembali pada Hyunra. Aku mengutuki diriku sendiri yang tidak pernah berhenti memikirkannya barang semenit.

Lagi-lagi kejadian itu berputar di kepalaku. Kejadian 2 minggu yang lalu, saat aku mengakhiri semuanya. Mengakhiri hubungan kami. Saat aku membohonginya dan diriku sendiri.

“Oppa, annyeong…” Ya Tuhan, apa aku kuat melakukan hal ini? Aku masih sangat mencintainya.

“Hyunra, lebih baik kita putus saja…” Aku mencoba mengatakannya sedingin mungkin. Aku berusaha sekuat tenaga menyembunyikan rasa sedih dan sakitku. Ini demi dia. Untuk kebahagiaannya.

“Oppa, kau bercanda kan? Kenapa tiba-tiba kau…”

“Apa aku terlihat bercanda? Aku capek Hyunra. Sekarang semua orang sudah tahu hubungan kita. Dan aku tidak ingin para fans beralih sisi hanya karena KAU!!” Tuhan, berikan aku kekuatan. Aku tidak sanggup melihat wajahnya yang seperti itu.

“Tapi… Kenapa? Bukankah oppa bilang akan menyelesaikan masalah ini?”

“Karena aku TIDAK PERNAH mencintaimu.” Sesak… Sesak sekali ketika harus mengatakan hal itu padamu Hyunra. “Dan…”

PLAKKK!!!
Aku merasakan panasnya tamparan Hyunra di pipiku. Setelah itu dia berlari menjauh dan menjauh sampai sosoknya hilang dari pandanganku.

‘Sekarang kau pasti sangat membenciku Jang Hyun Ra… Maafkan aku karena sudah menyakitimu. Tapi aku yakin, kau akan mendapatkan takdirmu yang sebenarnya. Kebahagiaanmu.’ Kakiku lemas. Aku jatuh terduduk di kursi. Mengeluarkan apa yang sudah aku tahan sejak tadi. Air mataku…

Air mataku meleleh lagi. Mungkin kalian menganggapku lemah. Ya, aku memang lemah. Aku lemah kalau Hyunra tidak ada disini bersamaku.

***

3 Hari kemudian…

“Hyunseung, lebih baik kau ulang dan istirahat beberapa hari. Biar semua jadwal kami dan Joonkun Hyung yang atur.” Kata Doojoon saat dia dan member lain memasuki kamar kami.

“Nan gwen…”

“Aku mohon kali ini jangan membantah Jang Hyun Seung! Apanya yang baik-baik saja? Keadaanmu seperti itu kau bilang baik-baik saja?” Sahut Junhyung memotong ucapanku. Apa mereka bisa menjamin aku baik-baik saja kalau aku pulang ke rumah nanti?

“Kalian pikir aku akan baik-baik saja kalau aku pulang?!” Kataku sinis.

“Jadi apa maumu Hyunseung-ah? Kau tahu keadaanmu sekarang? Tidak lebih baik dari mayat hidup!” Doojoon membentakku sedangkan aku hanya menatapnya sinis.

“Ya… Aku memang sudah mati Doojoon-ah… Mati kerena hatiku juga mati. Aku merasa tidak berguna hidup lagi kalau seperti ini…”

“JANG HYUN SEUNG!!! Jangan lanjutkan lagi. Kau ini gila ya?”

“Iya… Aku sudah gila Doojoon-ah…”

“HYUN…”

“Sudah Doojoon-ah… Jangan emosi.” Aku hanya bisa diam dengan tatapan kosong. Mungkin pikiranku saat ini tidak sedang ada disini.

Pikiranku kembali lagi ke 2 minggu yang lalu, sebelum aku memutuskan hubunganku dengan Hyunra.

“Hyunseung, apa benar gadis bernama Jang Hyun Ra itu yeojamu?” Tanya appa. Kenapa appa serius sekali? Kenapa juga dia tiba-tiba menyuruhku pulang?

“Ne appa…”

“Appa minta putuskan dia Hyunseung…” Kata appa lagi dengan nada sedikit meninggi. Apa maksudnya ini?

“T… Tapi kenapa appa? Hyunra itu…”

“Pokoknya appa minta putuskan dia…”

“Appa, tidak ada yang salah dalam hubungan kami… Kami…”

“KAU SUDAH MELAKUKAN KESALAHAN BESAR KARENA SUDAH MEMACARINYA HYUNSEUNG!!!” Kali ini appa marah padaku. Tapi aku masih belum mengerti apa maksudnya.

“Kesalahan? Kesalahan apa appa? Aku mencintainya… Aku tulus padanya appa, dan dia juga…”

“KESALAHANMU ADALAH MENCINTAI ADIKMU SENDIRI!!!” A… Apa?

To Be Continued

_______________________________________________________

Gimana chingu? Kurang panjang yaa?
Ya, tapi Tam gak bosen-bosenya bilang…

Tetep comment yaa… 😀 jangan jadi silread…

Buat yang mau request FF, bisa inbox Tam di Facebook atau mention Tam di Twitter Okeee? 😉 Di add sma follow juga yaa… 😀 (ini kog jadi promosi sih?) biar kita bisa kenal lebih dekat chingu… 🙂 Tapi Tam gak bisa janji yaa FF nya bakal selesai cepet… Soalnya Tam juga lagi bagi waktu buat persiapan UAN (doain yaa chingu…) Tapi Tam bakal usahain bisa bikin di waktu luang… (di waktu luang…. Bahasamu Tam… xD)

Okee… Itu aja… Bingung mau ngomongin apa lagi. Yang terakhir, Tam mau ngucapin…

Gomawo buat yang udah baca FF Tam… 😀 (sekali lagi, jangan lupa comment… *cerewet*)
Dan… Annyeonghaseyo… 😀

Iklan