Author : Olvie Leonita
Cast      :
– Park Jaesoon
– Yong Junhyung Beast
– Minho Shinee
– Hyunah 4minute
– and other cast
Genre   :Romance,Friendship


Langsung aja yaa.. Check it out ~~~~~

Hari yang cerah menyambut pagi yang indah di SMA Konkuk tapi suasana hari ini sangat tidak tergambar di wajah junhyung, ia masih mengingat pesan dari pelatih tim voli putranya agar segera mencari pemain voli tambahan dalam 3 hari ini agar melengkapi jumlah pemain mereka dalam mengikuti lomba seleksi kejuaraan Lomba Voli tingkat SMA. “Hhh.. menyebalkan.. apa tidak ada orang lain yang bisa disuruh selain aku? Memangnya mudah untuk mencari pemain tambahan dalam waktu 3 hari? “ucap junhyung kesal. “Tapi bagaimanapun juga aku harus tetap berusaha mencari pemain tambahan itu, mau atau tidak ini juga demi kepentingan timku..”

Jaesoon POV
“Akh,akhirnya sampai juga.. wahh pemandangan di SMA Konkuk ini ternyata lumayan asri juga yah.. tidak salah aku memilih sekolah ini..”ucapku sambil melihat sekitar. Aku masih belum terbiasa untuk melihat pemandangan di sekolah ini.. Tapi pandanganku tiba-tiba tertuju pada lapangan voli yang dimiliki oleh SMA Konkuk, aku langsung tertarik untuk pergi kesana dan ternyata benar, para pemain voli pria SMA Konkuk sedang berlatih disana. “wah,ternyata mereka sangat hebat.. pantas saja tim voli sekolahku dulu selalu kalah telak melawan mereka.. tim mereka memang punya skill yang lebih hebat..”pukauku. Saat sedang asik melihat mereka berlatih aku beru teringat bahwa aku belum melapor kepada pihak sekolah bahwa aku merupakan anak pindahan yang baru, langsung saja aku bergegas pergi menuju kantor guru guru dan sambil mencari-cari dimana letak kantor guru tanpa sadar aku menginjak sesuatu, ternyata itu adalah brosur seperti penawaran.. “DIBUKA PENDAFTARAN BAGI CALON ANGGOTA VOLI PRIA SMA KONKUK,YANG BERMINAT BERGABUNG SEGERA MENDAFTAR DENGAN KETUA TIM VOLI –Yong Junhyung-“. Setelah melihat apa yang tercantum dalam brosur itu senyumku langsung merekah.. “mungkin ini awal permulaan dari rencanaku,aku bisa mendaftar menjadi anggota tim voli mereka dan harus menjadi anggota tim mereka.. aku pasti bisa”ucapku yakin.. “Yong Junhyung? Dia adalah ketua timnya? Hmm.. mungkin nanti aku bisa bertanya kepada teman yang lain info tentang pria itu..”ucapku lalu seraya melanjutkan lagi pencarian(?) kantor ruang guru. Setelah lama berkeliling mencari akhirnya aku menemukan kantor guru.. SMA Konkuk ini memang salah satu SMA terbesar makanya tidak salah kalau aku sampai kewalahan hanya untuk mencari kantor ruang guru, segera setelah itu aku mengetok pintunya dan mendapati guru-guru yang sedang bersiap-siap untuk mengajar, saat aku ingin bertanya pada seorang guru perempuan tiba-tiba ada suara bentakkan dari belakangku dan aku langsung untuk melihat dan ternyata yang kulihat seorang pria sedang dihukum disitu sambil ada seorang guru sedang membentaknya…

Junhyung POV
“Sudah berapa kali saya bilang kalau kamu tetap saja suka bolos sekolah seperti ini.. Saya akan beri kamu sanksi yang lebih berat lagi, apa masih kurang sanksi yang sudah sering saya berikan?!! Kenapa kamu tidak pernah kapok untuk suka bolos!! Bentak Lee songsaengnim. Aku hanya bisa bersikap diam mendengarkan seolah aku mendengarkan apa yang Lee songsaengnim bilang padahal aku sama sekali tidak menanggapi apa yang dia katakan, aku memang sering melanggar tata tertib yang ada di sekolah ini tapi bukan berarti aku anak yang nakal, aku hanya merasa bosan dengan suasana di sekolah ini tidak ada yang menarik perhatianku sama sekali.. “Hhh, bisakah guru ini berhenti mengoceh seperti ini terus? Apa dia pikir aku tidak muak melihatnya terus memakiku..”ucapku kesal dalam hati.. “Kamu memang anak yang tidak bisa diatur percuma saya memarahi kamu seperti ini.. sekarang saya tugasi kamu untuk bersihkan seluruh ruangan yang ada di sekolah ini tanpa kecuali dan kamu harus membuang sampah tiap kelas disini setiap hari selama seminggu penuh.. Kalau kamu masih tetap bertingkah laku seperti ini lagi saya tidak segan-segan untuk mencabut hak eskul Voli di di sekolah ini..!!tegas Lee songsaengnim. Mendengar perkataan lee songsaengnim itu sontak aku lansung menurut seraya pergi untuk melakukan perintahnya, hal ini aku lakukan agar dia tidak jadi untuk mencabut hak eskul Voli itu karena volilah alasanku satu-satunya masih tetap mau bertahan di sekolah ini.. Tiba-tiba aku jadi teringat tugasku untuk mencari beberapa pemain tambahan itu.. Bergegas aku pergi untuk menyelesaikan hukuman dari Lee songsaengnim agar dapat menjalankan tugas pencarianku, saat aku hendak keluar dari kantor ruang guru pandanganku tertuju pada seorang murid laki-laki.. Aku menatapnya lekat.. Laki-laki? Tapi mengapa aku melihat penampilannya sangat tidak terlihat seperti laki-laki?…

Jaesoon POV
“Kenapa namja ini melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku? Atau jangan-jangan dia curiga melihat penampilanku ini.. mudah-mudahan tidak..”cemasku.. Saat aku hendak bertanya mengapa dia melihatku seperti itu, namja itu langsung bergegas pergi tapi aku tidak terlalu memperdulikannya karena masih banyak hal penting yang menugguku.. “Ah, biarlah.. mungkin itu hanya pikiran burukku saja.. sebaiknya aku harus cepat pergi ke kelasku..”ucapku seraya pergi menuju kelas yang sudah diberitahukan oleh seorang guru..

~~~~~~~~~
Setelah sampai di kelas Jaesoon segera masuk dan mendapati guru yang sudah siap menyambut ia didalam.. “anak-anak, perkenalkan ini adalah teman sekelas kalian yang baru.. silahkan perkenalkan diri kamu nak..”perintah guru itu. “Annyeonghaseyo, Park Jaesoon imnida.. Bangapsimnida”ucap jaesoon lantang.. Tiba-tiba hampir semua murid dikelas itu menertawakan perkenalan jaesoon.. “namamu terdengar seperti nama perempuan”teriak salah satu murid lalu diikuti tawa dari semua anak di kelas itu..Sontak Jaesoon yang mendengar perkataan itu langsung menyangkalnya.. “namaku memang terdengar seperti perempuan, tapi aku tetap bangga memakainya karena ini nama pemberian dari orangtuaku.. Jadi aku tidak peduli kalian mau mengejeknya atau tidak..”tegasnya nyaring. Mendengar pernyataan jaesoon tersebut sontak semua anak dikelas itu terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Mungkin dihati mereka, mereka salut dengan sikap jaesoon itu.. langsung saja setelah tidak ada lagi yang berkomentar ataupun berceloteh Jaesoon segera duduk ditempat yang sudah ditunjuk oleh gurunya dan tanpa Jaesoon sadar sedari tadi ada seorang pria yang tersenyum hangat melihat sikapnya tadi…

Junhyung POV
Sudah hampir 1 jam aku berdiri disini menunggu murid yang mau mendaftar menjadi anggota tim voli tapi sampai sekarang belum ada satu muridpun yang mau.. “benar-benar melelahkan, kalau begini caranya bagaimana bisa dapat 3 pemain tambahan? Satu saja belum tentu dapat..” ucapku putus asa. Tiba-tiba datang seorang murid menuju meja tempat pendaftaran, wajahnya terlihat ragu-ragu seperti hendak menanyakan sesuatu.. saat aku hendak bertanya kepadanya tiba-tiba aku teringat murid ini adalah murid yang aku lihat di kantor guru tadi pagi.. “apa dia ingin mendaftar menjadi anggota voli? Mungkin saja iya..”ucapku yakin.. “Apakah kamu ingin mendaftar?”tanyaku…

Jaesoon POV
“Apakah kamu ingin mendaftar”tanya namja itu.. Dengan yakin aku langsung mengiyakan pertanyaan pria itu.. “apakah kamu yong junhyung? Ketua tim voli itu?”tanyaku ragu. “Iya, namaku yong junhyung dan aku adalah ketua tim voli disini.. kalau boleh tau namamu siapa, kamu sepertinya anak baru?”tanyanya. “Park Jaesoon imnida.. saya memang baru disini.. tapi saya ingin sekali masuk dalam tim voli pria disini”kenalku sambil agak membungkukkan badan.. “Jaesoon? Namamu terdengar seperti perempuan”ucapnya sinis.. Belum aku sempat menyangkal pernyataannya itu dia sudah memotong perkataanku.. “baiklah kalau begitu, kita langsung saja.. apa kamu yakin ingin masuk kedalam tim voli kami? Karena seperti yang sudah diketahui sebelumnya, tim voli kami belum pernah kalah dalam setiap pertandingan selama ini jadi mungkin kami sekarang akan sering berlatih keras guna mempertahankan gelar itu.. Apakah kamu bersedia menomor duakan pelajaran untuk sementara waktu kalau seandainya kamu berhasil lolos dalam seleksi kami?”tanyanya jelas. “ya, aku bersedia.. aku pasti bersedia karena ini adalah cita-citaku dari kecil untuk menjadi pemain voli profesional..”ucapku yakin. “baiklah, kalau begitu keputusanmu.. mulai besok kamu bisa mengikuti latihan untuk seleksi pemain voli kami..”jelas junhyung. “Seleksi? Bukannya hanya aku sendiri yang mendaftar? Kenapa masih perlu diseleksi?”Tanyaku heran. “Apa kamu pikir kalau hanya kamu yang mendaftar disini kamu bisa langsung diterima menjadi anggota kami? Itu tidak mungkin.. kami harus melihat dulu gerakkan dan kepiawaian kamu dalam bermain voli baru kami bisa memutuskan itu..”tegas junhyung seraya pergi.. “Hhh, pria itu memang tidak tau sopan santun.. bisa-bisanya dia langsung pergi begitu saja tanpa belum sempat aku bertanya lebih jelas..”ucapku kesal.. “Tapi tidak apa-apa.. aku harus yakin kalau aku bisa lolos seleksi itu.. iya aku pasti bisa!! Semangatku..

~~~~~~~~~~~
Setelah berjalan agak jauh dari jaesoon, junhyung baru sadar ada sesuatu yang dia lupa katakan.. bergegas ia langsung pergi mencari jaesoon yang masih berada di tempat pendaftaran tadi.. “Oia, aku lupa mengatakan satu hal kepada kamu bahwa mulai besok selama kamu mengikuti seleksi anggota tim voli kami kamu harus tinggal menetap di asrama khusus tim voli pria kami, sampai semua kegiatan seleksi dan pertandingan berakhir..”jelasnya.. “dan itu adalah salah satu persyaratan agar bisa masuk kedalam tim kami..”jelasnya lagi seraya meninggalkan jaesoon yang masih termangu(?) kaget mendengar penjelasannya.. “MWO? Apa yang dia katakan? Apakah dia SERIUS? Bagaimana mungkin aku bisa tinggal dalam asrama pria itu? Argghhhh…!!”

To Be Continued..

Hehehee.. TBC dulu yaa.. maaf yaa kalo ceritanya agak gaje soalnya ini murni dari otak olvie #apaan sih vie?wkwkwk.. Ini ff pertama olvie yang dipost disini.. Jadi olvie mohon komennya buat penyemangat olvie..Dan gomawo uda mau baca ff olvie J

Iklan