Annyeeoongg !!

Yeah, banyak sekali yang minta Skydragon couple yang happy ending padaku, mengejarku melalui protes2 di komen. Kemudian aku tertekan, nggak bisa tidur, nggak bisa makan, dan mati lemas sendirian di kamar. *lebai*
huahahahahahaa…. ^o^

Pada dasarnya sih ini FF uda ada di leptopku udah semingguan. Tapi waktu kemaren mau nge-post, tiba2 aku galau dan bikin FF Lonely Life itu. Hhe..😀

O iya, di bagian bawah nanti, ada PENGUMUMAN PEMENANG KUIS SAD HARMONY lhooo…
*aww aww.. siapa diaaa..~~?*

Penasaran? Dibaca aja duluu yaa… ^^

Happy enjoying all !

_____________________________________________________________

Can’t nobody hold us down…~

Perlahan Chaerin membuka matanya. Agak sulit untuknya untuk langsung membuka lebar matanya, karena matahari yang menyeruak dari celah jendela kamarnya pagi ini begitu banyak, hingga rasanya seperti menusuk keras matanya. Masih dengan menutup mata, dia meraba kasurnya, mencari handphonenya dan membaca pesannya yang masuk ke handphonenya.

From : Kwon Jiyong

Chaerin, apakah kamu yakin akan melakukannya?

Chaerin tersenyum kecil membaca pesan itu. Kemudian dia mengetikkan balasannya.

To : Kwon Jiyong

Tentu saja. Kamu masih meragukannya?

Setelah memencet tombol ‘Send’, Chaerin membuang begitu saja handphone nya di atas kasur. Kemudian dia beranjak dari kasur, mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.

***

 

“Chaerin-ah, saranghaeyo…” Lee Minho menembak Chaerin di Namsan Tower. Chaerin hanya bisa terdiam kaget mendengar apa yang dikatakan Minho padanya. Jantungnya langsung berdetum kencang. Kontan wajahnya memerah. Seorang Lee Minho, actor terkenal yang dipuja banyak wanita, baru saja menembaknya.

Chaerin mengenal lelaki itu dari Koo Hye Sun, temannya yang juga lawan main Lee Minho di Boys Before Flower. Kemudian mereka semakin dekat, dan sering keluar bersama. Hari ini, tanpa disangkanya, lelaki itu membawanya ke Namsan Tower, dan menembaknya. Benar-benar di luar dugaannya selama ini.

Chaerin memang tertarik pada lelaki itu. Bahkan, dia langsung menyukainya sejak pertemuan pertama mereka. Karena itu, dia benar-benar bahagia malam ini.

Dia pikir, dia tidak akan punya kesempatan. Seorang gadis biasa sepertinya, tidak berani berharap untuk mendapatkan seorang aktor seperti Lee Minho. Terlalu jauh untuk dijangkaunya. Dan dia terlalu takut untuk jatuh jika dia terlalu besar berharap.

Senyum Chaerin kontan mengembang. “Saranghaeyo, Minho oppa…”

Malam ini, cintanya terbalaskan…

***

 

Can’t nobody hold us down…~

Cherin keluar dari kamar mandi masih dengan hanya sehelai baju handuk yang menutup tipis tubuhnya. Rambutnya tergelung sedikit basah. Dia mengambil handphone nya di kasur.

From : Kwon Jiyong.

Ani. Hanya saja… apakah kamu sudah memikirkannya dengan matang?

Tangan chaerin menari di atas tombol-tombol handphone nya.

To : Kwon Jiyong

Tenang saja, aku sudah memikirkannya dengan SANGAT MATANG. Hanya ikut saja rencanaku. Arasseo? Atau… kamu ingin mundur?

***

 

I don’t care ee~ ee~ ee~

Chaerin terbangun dari tidurnya, dan meraba handphone nya di meja samping kasur. Panggilan masuk. Minho oppa.

“Yoboseyo?”

“Hei Dara…” terdengar suara pesta di seberang telepon. Suaranya lemas dan seperti orang mabuk.

Dara? Siapa dara? Dimana sebenarnya namja ini berada?

“Dara? Siapa itu? Oppa, kamu ini dimana? Kamu mabuk ya?! Dan Ramai sekali di sekelilingmu.”

“Ah, mianhae. Maksudku Chaerin. Dara itu hanya temanku. Sekarang? Sekarang aku berpesta bersama para staf film.”

Chaerin melirik jam dinding di kamarnya. Jam setengah enam pagi?! Masih pesta?! Omo…

“Omo… Oppa, ini sudah pagi. Cepatlah pulang. Atau, aku perlu menjemputmu?” Chaerin mulai khawatir dengan namja-chingunya itu.

“Tidak usah, Dara. Aku hanya ingin meneleponmu…”

“Yaa! Oppa, aku Chaerin, bukan Dara!” Chaerin sekarang benar-benar kesal. Tapi walaupun kesal, dia masih khawatir pada namja-chingu nya itu. “Yakin kamu tak ingin kujemput?”

“Nee nee. Tidak perlu.”

Tut.. tut… Telepon diputus.

Chaerin memandang handphonenya. Dara? Siapa Dara? Chaerin menggigit bibir bawahnya. Chingu? Yakinkah itu hanya seorang chingu, oppa? ini bukan yang pertama kali kamu menyebutnya ketika kamu mabuk…

Air mata Chaerin mulai meleleh ke pipinya. Tangannya bergerak menutup wajahnya. Air matanya tak bisa berhenti dan sekarang semakin deras.

To : Kwon Jiyong

Dia berbohong padaku…otokhe?

***

“Chaerin-ah, sudah lama menunggu?”

Chaerin menengadah melihat siapa yang datang. Minho oppa. “Tidak juga. Duduklah.” Dia menunjuk kursi di depannya yang kosong. Cukup lama sebenarnya dia menunggu namja-chingu nya itu di café ini. Tapi dia mengerti kesibukan seorang artis yang sedang syuting. Karena itu, dia mencoba untuk tidak mengeluh.

Minho menarik kursi yang ditunjuk Chaerin dan duduk di kursi itu, hingga sekarang mereka saling berhadapan. “Sudah pesan minuman?”

“Sudah, termasuk untukmu. Tunggu saja.” Chaerin tersenyum. Sesaat kemudian, sudut matanya melihat bekas lipstick di tepi kanan kerah baju Minho. Jantungnya langsung berdetum dan rasa sakit di dadanya muncul lagi. Dia menggigit bibir bawahnya. Sedikit ragu, dia mencoba bertanya pada Minho. “Oppa, di kerahmu itu… apa?”

Minho melirik bagian yang ditunjuk Chaerin. Dia terkaget.

Bekas lipstick? Kenapa ada bekas lipstick disini? Apakah Dara… Ah, pokoknya aku harus cari alasan.

“Ah, ini… ini bekas lipstick yang lawan mainku di syuting film tadi. Tadi kami sempat beradegan mesra. Mungkin tanpa sengaja dia meninggalkan ini disini. Ini bukan apa-apa. Mianhae, Chaerin, membuatmu khawatir…”

Benarkah begitu, oppa? Apa bukan karena ada yeoja lain yang bercumbu denganmu di tempat lain?

Chaerin mencoba mengenyahkan pikiran buruknya itu. Dia menghela nafas panjang, mencoba bersabar.

Sudahlah, Chaerin. mungkin memang benar namja mu itu. Kamu harus percaya padanya…

***

 

Can’t nobody hold us down…~

Chaerin meletakkan lipstick yang baru saja dia oleskan. Dia beranjak mengambil handphone nya di atas kasur dan membaca pesannya.

From : Kwon Jiyong

Ani. Tentu saja aku tidak ingin mundur. Hanya saja, bukankah ini terlalu kejam? Aku sedikit… khawatir.

Chaerin berpikir sejenak. Kejam? Tidak juga…

To : Kwon Jiyong

Aku pikir tidak. Bukankah apa yang dilakukannya juga kejam? Aku hanya… membalasnya. Oppa, kamu tenang saja.

Chaerin meletakkan handphonenya dan melanjutkan dandanannya.

***

 

Chaerin keluar dari sebuah toko di jalanan Myungdoung. Tiba-tiba dia melihat Minho berjalan ke mobilnya. Tidak sendiri, namun dengan… seorang gadis. Gadis itu bergelayut manja di lengan Minho. Benar-benar membuat hati Chaerin memanas.

Siapa dia? Siapa yeoja itu, Lee Minho?!

Mata Chaerin terus mengikuti Minho yang sekarang masuk ke dalam mobilnya setelah membukakan pintu gadis itu. Chaerin langsung mengambil handphone nya dan memencet nomor Minho yang sudah dia hafal di luar kepala.

“Yoboseyo?”

“Oppa, kamu dimana?”

“Aku? Aku sedang syuting film, Chaerin. memang kenapa?”

Dia… berbohong?!

“Ah, tidak apa-apa oppa. aku hanya ingin menelepon. Selamat bekerja. Annyeong.” Dia langsung menutup teleponnya. Dia memandang mobil Minho nanar dan menggigit bibir bawahnya.

Mobil itu mulai bergerak. Cepat-cepat Chaerin berlari ke arah mobilnya yang tak jauh dari situ. Dimakan oleh rasa penasarannya, dia mengikuti mobil Minho.

***

Mobil Minho masuk ke sebuah hotel. Chaerin hanya bisa tercengang begitu mobil Minho menghilang ke arah parkiran hotel. Hotel? Apa yang mereka lakukan?!

Chaerin mencoba berpikir jernih. Tapi apa yang harus dia pikirkan untuk menghilangkan semua pikiran buruk yang sekarang menghantuinya? Dia memegang setirnya kuat-kuat, mencoba menahan rasa sakit yang dia tahan di dadanya.

Ayo Chaerin, cobalah berpikir. Mungkin saja oppa akan meeting dengan seorang produser di hotel ini? Dia kan artis…

Tapi, mana mungkin ada orang yang meeting di jam segini? Ini sudah jam 10 malam!

Ah, mungkin saja kan? Mereka mungkin cari waktu untuk bicara? Minho oppa kan orang sibuk…

Tapi apa memang harus jam segini? Dan apa memang harus di hotel? Lalu siapa gadis itu?

Setengah jam berkutat dengan pikirannya sendiri, dia akhirnya lelah menerka-nerka. Dia mengambil handphone nya dan kembali menelepon Minho.

“Yoboseyo? Ada apa Chaerin?”

“Minho oppa? kamu dimana sekarang?”

“Aku… sedang di rumah temanku… ada apa Chaerin?”

Rumah teman? Hotel ini rumah temanmu?!

Samar-samar terdengar suara wanita di seberang telepon. “Sayang…”

“Sayang? Minho oppa, siapa itu?”

“Eh? Oh… Itu…” dia diam sejenak. “Ah, itu suara televisi. Temanku menonton drama, Chaerin. Apakah kemu mendengarnya? Suaranya terlalu keras ya?”

Televisi? Aku tidak yakin, Minho oppa… kamu berbohong!

Chaerin menelan ludahnya sendiri untuk mencegah tangisnya keluar. Dia mencoba menenangkan suaranya, Namun hasil yang keluar adalah suaranya yang bergetar karena usahanya menahan air matanya. “Oh, televisi…”

“Eh, Chaerin. besok aku akan meneleponmu. Sekarang temanku sudah memanggilku. Sudah ya.”

Cklek. Tut… Tut… Telepon ditutup.

Tangisnya langsung pecah. Air matanya mengalir deras. Dia langsung menelungkupkan wajahnya di atas setir. Minho berbohong. Lelaki itu berbohong padanya. Sekarang dadanya benar-benar terasa sakit. Sangat sakit, hingga dia tidak bisa mendekskripsikan bagaimana rasanya. Dia bisa mendengar nafasnya yang pendek dan memburu. Rasanya sangat sesak. Sesak seolah dia paru-parunya mengecil dan dia tidak bisa lagi bernafas.

Dia langsung mengambil handphone nya dan memencet nomor seseorang.

“Jiyong oppa…”

“Chaerin? Kamu menangis? Ada apa?”

“Minho oppa berbohong padaku… otokhee?!!”

“Apa?! Berbohong? Chaerin, kamu tenang dulu ya… Sekarang kamu dimana Chaerin?! aku akan ke tempatmu sekarang!”

***

 

Can’t nobody hold us down…~

Chaerin meletakkan jepit kecil di atas rambutnya yang sudah tersanggul manis. Rambutnya yang panjang diikat ke atas dan digulung kecil, meninggalkan beberapa helai rambut tergerai di depan telinganya. Dia menyematkan satu jepit berbentuk pita di salah satu sisi rambutnya sebagai penghias. Gayanya sekarang membuatnya terlihat lebih dewasa, tapi juga lebih manis.

Chaerin tersenyum melihat pantulan wajahnya di depan cermin. Sepertinya ini cukup manis.

Kemudian, dia mengambil handphone nya yang baru saja berbunyi di atas meja riasnya.

From : Kwon Jiyong

Nee nee. Terserah kamu saja lah. Aku sedang dalam perjalanan. Tunggu aku.

Chaerin tersenyum senang membaca pesan itu.

To : Kwon Jiyong

Okee ! ingat, jangan langsung ke rumah! Tunggu pesanku dulu, baru kamu boleh ke rumah.😀

***

 

“Chaerin-ssi, ini hasil yang anda inginkan.” Seorang lelaki menyodorkan sebuah amplop di hadapan Chaerin.

“Khamsahamnida.” Chaerin langsung mengambil amplop itu dan melihat isinya.

Isinya sekumpulan foto. Tepatnya sekumpulan foto Minho bersama gadis lain yang diambil secara candid. Gadis yang sama. Dia melihat foto-foto itu. Mereka bermesraan, tangan Minho memeluk gadis itu, merangkul lengannya, mencium keningnya. Semuanya mereka lakukan di banyak tempat. Kebanyakan adalah di jalan. Dadanya langsung terasa ngilu melihat kumpulan foto itu. Dia menggigit biir bawahnya untuk menahan sakitnya, dan air matanya.

Chaerin memang membayar lelaki itu untuk membuntuti Lee Minho. Semua itu atas saran Jiyong, untuk memastikan apa yang dilakukan Minho. Dan sekarang, semuanya sudah jelas. Namja-chingunya itu berselingkuh di belakangnya.

“Kamu yakin ini bukan syuting film?”

“Bukan, Chaerin-ssi. Mereka tidak sedang syuting.” Lelaki itu menjawab mantap.

“Baiklah, ini bayaranmu. Sekali lagi, jeongmal khamsahamnida.” Chaerin menyodorkan amplop berisi uang pada lelaki itu. Kemudian lelaki itu beranjak pergi.

Setelah bayangan lelaki itu menghilang, Chaerin kembali memandang foto-foto itu. Air matanya seketika jatuh ke pipi. Sesak, sesak rasanya melihat semua itu. Seolah oksigen di ruangan itu telah dihisap habis hingga dia tidak punya ruang lagi untuk bernafas. Kamu tega sekali padaku, Lee Minho…

“Bagaimana Chaerin?” Jiyong tiba-tiba sudah berada di sebelah Chaerin.

Chaerin terkejut. dia langsung menghapus air matanya dan menoleh ke arah Jiyong. dia langsung menyodorkan foto-foto yang sedari tadi dia pegang ke tangan Jiyong. “Ternyata dia memang berselingkuh…”

Jiyong mengambil foto-foto itu dan melihatnya satu demi satu. kemudian dia menghela nafas. “Ternyata benar…”Jiyong mengalihkan pandangannya ke arah Chaerin. tangannya bergerak mengusap lembut pipi gadis itu. “Hei, jangan menangis…”

Chaerin menggeleng pelan. “Aniyo. Aku tidak menangis. tidak akan menangis. untuk namja seperti itu.”

Heening sejenak. kemudian Jiyong menyerahkan kembali foto-foto itu pada Chaerin. “Lalu, apa yang akan kamu lakukan?”

Chaerin mengambil foto itu. Matanya memandang foto itu dengan pandangan benci. dia tersenyum licik. “Menjalankan rencana kita.”

***

Aku tidak yakin kamu akan berubah, Lee Minho. Lakukan sesuka hatimu, sebelum aku membalas semua perbuatanmu. Aku sudah mencintaimu sepenuh hatiku, dan kamu sudah mempermainkanku.

Aku tidak tahan lagi.

Aku masih bisa mengingat malam aku menangis karenamu. Aku sudah menangis ke sekian kali, masuk ke dalam kebohonganmu. Tapi hatiku mudah sekali memaafkanmu. Aku terlalu baik untukmu. Aku tidak akan membiarkan ini berlangsung selamanya.

Setelah semua ini, aku akan membuatmu menangis, Lee Minho.

***

 

Can’t nobody hold us down…~

Chaerin mengenakan dress nya yang tadi telah dipilihnya. Dress warna merah dengan motif polkadot putih dan sabuk pita hitam. Lehernya berbentuk Sabrina yang ujungnya dimulai dari pundak. Bagian roknya setinggi setengah lutut dan tidak ketat, seperti rok biasa pada umumnya. Bagian lengannya yang berbentuk balon. Bahannya yang dari sifon yang sifatnya jatuh dan lemas itu membuat Chaerin terlihat makin anggun dan menawan.

Dia mengambil handphone nya.

From : Lee Minho

Sayang, aku di depan rumahmu. Keluarlah. xoxo.

Chaerin mengintip puntu depan rumahnya. Ada mobil Minho, dan lelaki itu sedang bersandar di depan mobilnya. Chaerin tersenyum kecil penuh arti. Matanya menyipit melihat lelaki itu.

Oke, guy. This is show time…

Dia merapikan rambut dan bajunya, memastikan semuanya sudah sempurna. Setelah itu, dia menulis pesan singkat.

To : Kwon Jiyong

It’s show time. 10 menit lagi, kamu sudah ada di depan rumahku. Prepare yourself.

Tak lama kemudian, handphone nya berbunyi lagi. Nada dering yang sama. Cepat-cepat Chaerin membuka pesan itu.

From : Kwon Jiyong

I’m little bit nervous now. Oke, prepare yourself too for your GREAT PLAN. Haha… I’ll be there in 10 minutes.

Chaerin tersenyum kecil dan memasukkan handphonenya di saku bajunya. Dia mengambil tas kecil yang sudah disiapkannya sejak kemarin, dan mengambil sepasang sepatu high heels. Kemudian dia berjalan meninggalkan kamarnya.

***

 

“Hei, menunggu lama?” Chaerin tersenyum manis.

Minho langsung beranjak dari mobilnya dan berjalan ke arah Chaerin. “Untukmu, menunggu adalah hal yang menyenangkan.” Dia tersenyum kecil.

“Gomawo…”

Minho menarik pinggang Chaerin hingga gadis itu mendekat ke arahnya. Kemudian tangan Minho melingkar ke punggung gadis itu dan menenggelamkannya ke dalam dadanya yang bidang. “Mianhae, Chaerin-ah… kita jarang bertemu. Aku sangat sibuk. Kuharap kamu mengerti.”

Chaerin tersenyum. “Tidak apa-apa. Ada kamu disini saja, aku sudah senang. Gomawo…”

Dasar lelaki playboy. Enak saja kamu bilang begitu sekarang. kamu pikir, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan?

“Jeongmal gomawo, Chaerin-ah…” tangan Minho membelai rambut Chaerin lembut.

Di balik pelukan Minho. Tangan Chaerin mengepal penuh emosi. Wajahnya menahan rasa benci dan muak yang memuncak. Giginya bergemeletuk, menahan rasa sakit yang sudah ingin keluar.

Sekarang aku benar-benar muak. Berani sekali kamu berkata seperti itu. Berani sekali kamu berdiri di hadapanku dan memelukku, sedangkan di hari yang lain kamu memeluk gadis lain dan tidur bersama mereka. Kamu menganggapku apa?!

Lakukan apapun sesuka hatimu, sebelum aku melakukan rencanaku, Lee Minho.

TIIIIINN TIIIINN ~~!!

Chaerin mendorong Minho pelan untuk melepaskan pelukannya ketika suara klakson itu berbunyi nyaring. Mereka berdua menoleh ke arah mobil yang baru datang itu. Seorang lelaki kemudian keluar dari mobil itu dan bersandar di pintu mobilnya.

“Hey, Chaerin!” dia tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Chaerin.

Chaerin membalas lambaian tangannya dan tersenyum ceria. “Jiyong oppa! aku menunggumu sejak tadi.”

Minho yang sejak tadi terdiam mulai heran dan jengkel melihat reaksi Chaerin. “Chaerin, siapa itu?”

Playboy, it’s about time, and your time is up. This show is start.

“Itu? Itu namja-chingu ku.” Chaerin tersenyum manis, namun terlihat sedikit licik. Seperti bangga bisa mengatakannya.

“App… Apa maksudmu?!” Nada Minho meninggi.

Chaerin tersenyum sinis. “Aku bosan dengan kebohonganmu, Lee Minho. Aku sudah sangat muak! Arasseo?! M-U-A-K!” Chaerin menekankan kata-kata terakhirnya. “Sekarang, aku mau kita putus!

Wajah Minho seketika memucat. “Ap… apa?!”

Chaerin menghela nafas sebal, dan tertawa sinis. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menatap Minho lagi. Matanya menyipit penuh emosi yang berusaha dia tekan. Dia mendesis, namun suara yang keluar terdengar sangat dingin dan kejam. “Kamu tidak dengar? KITA PUTUS! Semuanya BERAKHIR!

Chaerin merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan sekumpulan foto. Foto Minho sedang bersama gadis lain. Mereka berangkulan, dan berciuman. Semua adalah hasil foto yang didapat Chaerin beberapa hari yang lalu. Dia membuang foto itu keras tepat di depan Minho. “Kamu pikir aku tidak tahu? Aku bukan gadis bodoh, Lee Minho.” Setelah melakukan hal itu, Chaerin tersenyum penuh kemenangan dan pergi menuju mobil Jiyong.

“Maaf membuatmu menunggu, Jiyong oppa. ayo kita pergi.”

Jiyong membukakan pintu untuk Chaerin dengan anggun, seakan Chaerin adalah seorang putri dan mobil itu beranjak pergi meninggalkan Minho sendiri, bersama foto-fotonya yang berserakan.

***

 

“Huwaaa… leganyaaa aku sekaraaaangg !!” Chaerin merentangkan kedua tangannya di depan lautan. Dia menutup matanya dan merasakan terpaan angin yang membelai wajahnya.

Jiyong melihatnya dari belakang dan tersenyum. Kemudian lelaki itu mendekatinya. “Sepertinya kamu tidak menyesal sama sekali memutuskannya. Bahkan aku tidak melihat kamu sedih.”

Chaerin menoleh ke arah Jiyong dan tersenyum senang. “Tentu saja. Masa sedih dan frustasi itu sudah lewat. Dan aku lega sekarang aku bisa memutuskannya. Itu berarti aku bisa menikati hidupku yang baru.” Dia tertawa kecil. “Humm… mungkin juga namja-chingu yang baru. Haha…”

“Memangnya kamu sudah punya gambaran siapa yang kamu suka?”

“Tentu saja!” Chaerin berpikir sejenak. “Dia… namja yang sangat baik, perhatian… Wajahnya cukup menarik, banyak wanita yang menyukainya. Terus… dia juga pintar. Apalagi yaa…”

Wajah Jiyong langsung masam mendengar Chaerin begitu senang mendekskripsikan lelaki yang disukainya itu. “Chaerin! Cukup!”

Chaerin terkejut. “Mwoa? Kamu kenapa, oppa?”

Sedikit emosi Jiyong menjawabnya. “Apa kamu tidak tahu mengapa aku mau membantumu menjalankan rencana gilamu tadi?”

“Sama sekali tidak. Memangnya apa alasanmu, oppa?”

“Tentu saja karena…” Jiyong tiba-tiba tidak melanjutkan bicaranya. Dia menarik nafas sejenak dan memandang sekeliling. Lalu dia kembali menatap lekat Chaerin yang menunggu kata-katanya. “Tentu saja karena aku menyukaimu!”

Chaerin terbelalak. “Hah?!”

Saranghae, Chaerin-ah. Apa kamu tidak menyadarinya sama sekali?”

Chaerin masih terdiam. Mencoba mencerna kata-kata Jiyong.

“Mianhae, Chaerin. Aku tahu, kamu sudah punya namja yang kamu sukai. Tapi aku tidak tahan lagi melihatmu bersama Minho, dan sekarang kamu akan pergi pada namja yang lain. Sedangkan aku masih berada di tempat yang sama dan mencintaimu. Aku pikir, aku harus mengatakannya sekarang, atau aku tidak punya kesempatan lagi. Aku tahu, kamu akan menolakku. Tapi…”

“Hahaha…!” Chaerin tertawa melihat Jiyong meracau. “Sudahlah oppa. tidak usah diteruskan. Kamu tidak ingin mendengar jawabanku?”

Jiyong oppa terdiam sejenak. “Memangnya apa jawabanmu?”

Chaerin tersenyum kecil. “Saranghaeyo, oppa. namja yang aku suka itu… kamu.”

Alis Jiyong terangkat. Ketegangan yang dirasakannya sejak tadi langsung menghilang. “Mwoa?! Jincha? Jincha?!!”

Chaerin mengangguk mantap dan tertawa.

“Whoaaaa !!! aku tidak bermimpi kan?!!” jiyong menepuk-nepuk pipinya tidak percaya. Wajahnya berubah cerah, senyumnya tersungging lebar.

Chaaerin semakin tertawa melihat Jiyong yang seakan berada di dunianya sendiri. Dia meraih tangan Jiyong. “Ini bukan mimpi, Jiyong oppa…”

***

“Eh, oppa? aku kejam sekali ya… berganti namja-chingu hanya dalam waktu kurang dari 24 jam…”

“Sepertinya begitu. Hahaha…”

__________________________________________________________________

Uwaaa…. Panjang yaa…

Bagaimana bagaimanaa?!! Huehehee… semoga suka yaa… ^^
soalnya aku suka banget sama FF ini. Keren aja semisal aku ngelakuin itu sama orang yang selingkuh2 gitu. Hahaa…

Aduh, kok bahkan di FF ini Dara jadi orang jahat? Miaaaaaaaaannn, semua ini tidak ada unsur kesengajaan, ato kebencian. Aku sukaaa kookk sama Dara eonnii.~~ ♥♥♥

Beneran! swear!! v>__<v

Okee, sekarang pengumuman kuis Sad Harmony!!

Dan keputusannya adalah… akan release : [After Story] Sad Harmony
kapan? kapan? Doain cepet yaa… moga aja weekend ini bisa selese. amiinn…
yeyeeeiii !!!

Kedua, pengumuman pemenang kuis!

Pemenang 1 adalaaaahh… *jreng jreeengg!!* Zantz_VIP+A !!

Pemenang 2 adalaaaahh… *jreng jreeengg!!* tiffanyjungcassie !!

Lho eon? Kok ada dua? Iyaaa… soalnya keduanya punya kritik yang agak nyelekit di hati, dan aku sukaa diberi tahu yang seperti ituu. Wkakakak. :D~

Oyaa, yang Zantz_VIP+A , dia nggak komen di Sad Harmony 6, tapi di Lonely Life . tapi waktu aku baca, komennya bagus banget *menurutku* dan bikin aku JLEB JLEBB gituu.. *apaan sihh?*

Okee, untuk kedua pemenang, keduanya akan aku bikinin FF sesuai keinginan kalian. Tapi panjangnya seberapa itu terserah eonni yaaa…
gapapa kaann?

*untuk Zantz_VIP+A, kamu mau dibikinin FF pake cast siapaa? Soalnya kamu nggak nyertain mau FF pake cast apa, dan genre apa. Tolong bales di komen bawah yaa…

*untuk tiffanyjungcassie, aduh eon nggak tau itu cast yang kamu pengen kemaren… bisa jelasin nggak mereka itu siapa?
mianhaeyooo..

Untuk yang lain, jangan kecil hati yaa…^^
dan jangan benci aku gara2 aku milih mereka. Oh noo oh noo!! Jangan~ jangan~ jangaaann!!
Semoga masih pada mau buka FF ku, baca FF ku *yang jelek* inii, masih mau komen…
bagiku, semua readers ku adalah penyemangat hidupku lhoo !!

At last, keep comment me yaa ! dan kalo suka monggo di-like !
aku suka lhoo baca komen2 dari kalian, bikin aku semangatt bikin FF. hhee..😀

Gomawoyoooooooo…..!!!!!!!! ^^