Author : Sila
Title : I can’t Breath Without You
Length : Continue (part 2)
Genre : Romance
Cast : Jonghyun SHINee, Jessica SNSD, Taecyeon 2PM, Shin Se Kyung

Sementara Di Korea

“Jonghyun, ini Shin Se Kyung. Se Kyung, ini Jonghyun.” Ucap manager SHINee memperkenalkan mereka berdua.
“Oh.. Annyeonghaseyo.” Sapa Se Kyung ramah.
“Annyeong.” Balas jonghyun singkat.
“Mulai besok kalian harus extra hati-hati dalam bergaul. Jangan sampai semuanya terbongkar.” Jelas Manager.
“Arrageseumnida (jelas)” jawab Jonghyun dan Se Kyung berbarengan. Setelah itu manager pergi meninggalkan mereka berdua dengan tujuan mengakrabkan mereka. Tapi Jonghyun yang masih diselimuti rasa benci, benar-benar berubah 180 derajat sikapnya dari biasanya, apalagi terhadap orang asing.
“Yakh~ jika kau memang ingin meningkatkan popularitasmu, sebaiknya lakukan ini dengan baik. Jangan sampai ada yang tahu. Lagipula aktingmu itu bagus, jangan sia-siakan itu.” Jawab Jonghyun sekaligus langsung melangkah pergi meninggalkan Se Kyung. Baru beberapa langkah berjalan Jonghyun berhenti tanpa berbalik melihat wajah Se Kyung, Jonghyun melanjutkan perkataannya.
“Oh ya.. mari kita mulai sandiwara ini hari Minggu nanti, Namsan Tower jam 6. Kita lihat seberapa jauh kau bisa.” Sahut Jonghyun lalu benar-benar pergi meninggalkan Se kyung.

Shin Se Kyung POV
Hah?? Berpura-pura kencan? Benar-benar merepotkan. Kenapa harus berpura-pura? Itu adalah pertanyaan yang kulontarkan berkali-kali pada manager, dan jawabannya selalu sama. “Demi karierku” Yang jelas aku hanya harus berpura-pura pacaran untuk menambah popularitasku. Baik, aku turuti. Tapi kenapa harus si Jonghyun itu. Orang sombong angkuh jelek pendek tidak tahu diri… akhhhh segalanya yang buruk itulah dia!!!! Huh, masih lebih terkenal member dari Super Junior, Siwon oppa misalnya! Haisshh, kalau bukan karena manager yang meminta, sampai matipun aku tidak mau berpacaran dengannya. Pria angkuh.

Author POV

Jessica masih tetap tidak mengerti dan tidak percaya, sementara berita tentang hubungan Jonghyun dan Shin Se Kyung terus beredar luas di Korea, bahkan mereka sering muncul bersama di acara TV. Sedangkan Jessica masih berada di Jepang tanpa tahu yang sebenarnya. Besok adalah hari kepulangan SNSD ke Korea. Jessica benar-benar ingin segera pulang dan meminta penjelasan. Setelah sampai di Bandara Internasional Incheon, para member SNSD segera menuju van mereka.
“Oenni, neo gwaenchanha?” tanya Seohyun yang khawatir.
“Oh… aku sendiri tak tahu bagaimana perasaanku sekarang.” Jawab Jessica.
“Kau tenanglah, ini pasti salah paham. Jonghyun bukan orang seperti itu. Lagi pula sehari sebelum berita itu keluar dia bahkan meneleponku menanyakan keberadaanmu.” Sahut Sooyoung.
“Uh? Tapi.. sudahlah, mudah-mudahan perkataanmu benar.” Balas Jessica
“Apa kau akan menemuinya sekarang?” tanya Taeyeon.
“Tentu. Tapi dia tidak bisa dihubungi.” Jawab Jessica.
“Coba telepon lewat hpku.” Sambung Yoona.

“Yobeoseyo?” sapa Yoona lewat telepon.
“Yobeoseyo. Yoona… ?” tanya Jonghyun. Mendengar Jonghyun mengangkat telepon itu, Jessica semakin kesal.
“Annyeong… Oppa dimana?” tanya Yoona.
“Oh.. aku di Namsan tower. Sedang refreshing.” Jawab Jonghyun.
“Oh.. ya sudah.”
“Lho? Memangnya ada apa?” tanya Jonghyun.
“Tidak… kukira di kantor. Sudah ya, aku tutup teleponnya. Annyeong..” Sambung Yoona.
Setelah menutup telepon, Jessica turun dari van, dan menuju Namsan. Namsan tower terkenal dengan tempat yang indah apalagi di malam hari. Lampunya semakin terang dan sangat indah dilihat. Langitpun mulai gelap, dan Jessica sampai di Namsan Tower. Jessica seperti orang bingung mencari-cari Jonghyun, untung masker yang dia gunakan mampu menutupi wajahnya sehingga tidak banyak yang mengenali dia. Dimana Jonghyun? Apa yang dia kenakan? Bagaimana aku bisa bertemu dengannya? Itulah yang ada dalam benak Jessica sekarang. Saat Jessica masih memikirkan dimana Jonghyun, tiba-tiba segerombolan anak perempuan datang ke arah Jessica. Jessica pikir penyamarannya terbongkar, tapi remaja perempuan itu berlari melintasi Jessica sambil berteriak “Oppaaaa…!!” Mata Jessica tertuju ke arah para remaja putri itu berlari. Remaja-remaja itu menutupi wajah orang yang dikerumuninya, sampai saat orang itu keluar dan dengan jelas bisa dilihat kalau orang itu, Jonghyun.

Sakit. Itu rasa yang paling bisa menggambarkan perasaannya saat ini. Kenapa? Karena Jonghyun tidak sendiri. Ia menggandeng tangan seorang perempuan yang tinggi, berambut panjang, cantik, dan langsing. Itu… Shin Se Kyung. Jadi berita ini benar. Mereka bahkan lebih dari berpacaran, mereka mesra. Jonghyun berhenti disana, dia me… Jonghyun kenapa kau tega? Apa salahku? Rasanya ingin sekali Jessica menghampiri mereka dan bertanya langsung pada Jonghyun kenapa dia melakukan ini. Baru melangkahkan kakinya sekali saja Jessica langsung mengundurkan niatnya dan berbalik pergi menjauh dari tempat itu.

Jonghyun POV

Hari ini hari Minggu, aku harus benar-benar menunjukkan hubungan kami di depan umum. Jessica juga akan datang hari ini. Aku berharap dia dapat melihatnya.
Setelah selesai mengisi acara, Jonghyun pergi ke Namsan Tower. Dia sampai disana. Namun di tempat itu, dia tidak melihat Shin Se Kyung sama sekali. Jonghyun segera menelepon Shin Se Kyung.
“Yakh~ bukannya sudah ku bilang JANGAN TERLAMBAT! Aku paling benci orang yang terlamb~” saat hendak menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba ia melihat Shin Se Kyung yang berlari menghampirinya dengan membawa dua es krim batangan di tangan kirinya dan memegang handphone ditangan kanan .
“Oppa??” sapa Se Kyung, lalu menyodorkan satu es krim kepada Jonghyun.
“Okh..” jawab Jonghyun bingung.
“Ya.. Jangan bilang kalau kau benci orang yang terlambat, karena aku sudah menunggumu dari 10 menit yang lalu!” ucap Se Kyung berbisik.
“Hanya aku yang boleh telat.” Jawab Jonghyun.
“Chissh… Mwo? Kalau bukan karena aku sedang bersandiwara, sudah dari tadi kupukul kepalamu yang tidak ada isinya itu.” Balas Se Kyung ketus namun berbisik.
Kami berjalan-jalan di sekitar situ, aku mengajaknya naik ke atas menara. Namun baru beberapa saat setelah kami berjalan aku melihat seorang perempuan yang wajahnya tertutupi masker, tapi tubuh dan rambutnya mirip dengan orang yang kukenal. Dan yang membuat aku yakin siapa dia adalah topi yang ia kenakan, topi Nike berwarna putih yang kuberikan. Itu Jessica.
“Hei!, kau ikut aku, kita ke arah sana saja!” sahutku pada Se Kyung.
“Tidak!! Aku mau kesan~” balasnya, namun langsung ku hiraukan dan menariknya. Kami berjalan ke arah Jessica dan para fans tidak berhenti mengikuti kami. Aku memegang tangan Se Kyung sangat erat, ini bukan acting, bukan juga untuk memanas-manasi Jessica, tapi aku memegang tangannya karena aku sendiri takut. Aku takut tidak mampu melakukan ini di depan Jessica. Aku berhenti di antara kerumunan, aku ubah posisi badanku mengarah ke hadapan Se Kyung. Aku masih memegang erat tangannya dan ku dekatkan bibirku ke wajahnya. Menyadari itu, Se Kyung menutup matanya dan aku mencium keningnya. Jessica berada beberapa meter dari tempatku berdiri, tapi saat aku melihat kearahnya dia sudah tidak terlihat lagi.

Author POV

Jessica berlari dari tempat itu, kakinya melangkah sejauh mungkin, sejauh angin mampu membawanya. Hatinya hancur, bahkan hancur menjadi debu.
Dia berlari dan tanpa sadar air matanya tak berhenti mengalir. Masker yang ia gunakan memang mampu menutupi wajahnya, tapi tidak ada yang mampu menutupi perasaannya sekarang. Dia benar-benar hancur.
***

Setelah mencium kening Se Kyung, Jonghyun berkata, “Sayang, maaf. Aku harus pergi. Ini mendadak, apa kau bisa pulang sendiri?”
“Tentu Oppa.” Jawab Se Kyung di depan kerumunan orang.
Jonghyun segera pergi dan berlari, seperti mengejar seseorang dan orang yang dia kejar adalah Jessica yang pergi menangis tanpa arah.
Gadis bodoh, bagaimana kau bisa berlari seperti itu sambil menangis. Bagaimana jika kau terjatuh karena lelah? Bagaimana jika ada yang melihatmu menangis? Bagaimana jika kau kedinginan? Apa yang akan kau lakukan?
Jonghyun menemukan Jessica yang duduk di sebuah bangku jalan. Ia masih menangis dan tetap tidak membuka maskernya. Jonghyun hanya melihat dan mememerhatikan Jessica dari jauh, walau sekarang hatinya semakin merasa bersalah. Jonghyun ingin sekali memeluk Jessica, meminta maaf, dan mengatakan kalau dia ingin mencintai Jessica seperti dahulu. Tapi logika dan egonya tidak mengizinkan itu.
Jessica berdiri dari bangku dan kembali berjalan. Sepanjang jalan, Jonghyun hanya berada di belakang Jessica. Orang waras pasti akan langsung tahu kalau dari tadi ada yang mengikutinya seperti yang Jonghyun lakukan, namun Jessica benar-benar hanya berjalan tanpa arah dan seolah hanya sendiri. Tanpa sadar Jonghyun sudah mengikuti Jessica sampai ke Sungai Hangang. Jessica berhenti di pinggir sungai yang memang memiliki pemandangan indah dan romantic dengan lampu-lampunya di malam hari.
Jessica membuka maskernya, dengan mata yang membengkak karena tangisan, is berteriak.
“Kyaaa!! Kau BENAR-BENAR BODOOHH!! Kau Pendek untuk ukuran lelaki!! Gaya fashionmu BURUK! Matamu KECIL! SUARA MU TIDAK BAGUS!!!! Otakmu tidak berisi!!! KAU TIDAK TAMPAN! Kau benci Kimchi!! Itu hal yang bodoh!! Kau benci music Rock! Itu music hebat!! Suaramu TINGGI!! Itu membuatmu seperti WANITA!! Kakimu lemah!! Karena itu kau dioperasi saat jatuh!! Kau benci AIR karena kau pernah tenggelam saat berumur 3 tahun!! Itu sudah LAMA!! Kau sangat suka Es Krim Coklat!! Itu bukan es krim yang ENAK!! Aku benci SEGALANYA DARIMU!!! Jangan pernah sekali-kali menunjukkan wajahmu di depanku!!!! PERGI DARI BUMI INI!!!!!!!!” teriak Jessica, yang mungkin akan langsung menghancurkan suaranya saat itu. Untung malam itu, sungai Hangang benar-benar sepi sehingga Jessica mampu meluapkan seluruh perasaannya. Jonghyun hanya melihatnya dari jauh. Sesaat, kenangan Jonghyun bersama Jessica muncul. Saat mereka masih bersama dan masih nyaman dengan hubungan mereka. Namun bayangan itu, ciuman Jessica di taman itu tidak pernah pergi. Bayangan saat hati Jonghyun benar-benar hancur menggagalkan niatnya untuk memeluk Jessica. Mungkin ini lebih baik, tetap disini dan menjaganya dari jauh, itulah yang dipikirkan Jonghyun. Tapi Jessica benar-benar rapuh. Jonghyun ingin tetap di tempat itu dan mengawasinya, tapi tidak mungkin dia mengawasi seseorang dari jarak sejauh itu. Jonghyun mengirim pesan kepada sesorang, kali ini dengan nomor lain yang biasanya tidak dia pakai.
Aku di Sungai Hangang, aku butuh bantuanmu. Jessica.
Itulah pesan yang dikirim Jonghyun lalu mengganti nomor itu, dan pesan itu untuk Taecyeon. Hanya Taecyeon orang yang terlintas di dalam pikiran Jonghyun, yang mungkin mampu melindungi Jessica lebih dari siapapun. Jonghyun masih berdiri di tempatnya, menatap Jessica dari jauh menunggu datangnya Taecyeon. Sementara Jessica duduk diatas rerumputan sembari memandangi langit. Beberapa lama kemudian Jonghyun melihat kedatangan Taecyeon dan Jonghyun melangkah pergi.

“Jessica? Kau tak apa-apa?” tanya Taecyeon.
“Kau? Bagaimana kau bisa disini?” tanya Jessica.
“Seseorang memberiku sms atas namamu. Aku tahu itu bukan kau, tak mungkin kau memintaku datang. Egomu itu tinggi sekali. Ayo kuantar kau pulang.”
“Kalau begitu siapa yang memberi sms itu?~” tanya Jessica, yang langsung terhenti ketika Taecyeon memegang kaki dan punggungnya lalu menggendongnya, membawa nya ke mobil Taecyeon.

“Kau sudah tahu berita tentang dia kan? Bagaimana bisa?” tanya Taecyeon.
“Aku tidak ingin membicarakannya. Hanya bawa aku pulang.” Jawab Jessica.
“Apa tangisanmu ini karena dia?”
“Bukan urusanmu.”
“Itu artinya iya. Kalau begitu, kau ikut aku.”
Jessica hanya diam menatap keluar melalui jendela mobil. Yang ada di pikiran Jessica hanya kejadian tadi sore di Namsan tower. Tangan jonghyun yang memegang Se Kyung erat dan ciuman di kening itu.

“Nah… kita sudah sampai.” Ucap Taecyeon.
“Untuk apa kesini? Kau mau mengajakku menonton pertandingan bola?” seru Jessica menyadari kalau tempat yang mereka datangi adalah stadion sepak bola di Korea. Stadion ini sangat besar dan anehnya tidak ada seorangpun di tempat itu.
“Tempat ini paling cocok. Aku biasa menyewa tempat ini jika sedang suntuk, sedih, atau marah. Bahkan saat putus darimu aku kesini. Disini kau bisa~”
“Kyaaaa…..!!! Jonghyun kau BODOH!!!kau benar-benar BODOH!! Kau adalah sumber dari segala KEBODOHAN!!” teriak Jessica yang sadar kalau tempat ini adalah tempat paling cocok untuk berteriak dan meluapkan emosi.
“Jangan lupa, kau itu penyanyi!” seru Taecyeon yang membuat Jessica berhenti. Tapi tidak hanya sampai disitu, Jessica lalu berlari sekencang-kencangnya mengitari lapangan sepak bola itu.
“Hya… Jangan berlari terus… Kau bisa jatuh.” Teriak Taecyeon sembari mengejar Jessica.
“Biar sekalian jatuh kalau perlu!!!”
“Ayo lari bersama!!!!!!!!! Arrghh…..” jawab Taecyeon sambil membalap Jessica.
“Arhhhhhhh….” Teriak Jessica sambil berlari.

Setelah berlari beberapa putaran, Jessica mulai letih dan duduk di tengah lapangan.
“Hahahh.. Aku lelah. Taecyeon ah~ gomapda”
“Heh.. Jessica, mungkin aku akan ingkar janji.”
“Maksudmu?” tanya Jessica.
“Jika waktu itu aku berjanji akan pergi dan menjauhimu, itu karena ada Jonghyun yang kuanggap mampu menjagamu. Tapi ia memperlakukanmu seperti ini. Aku akan mengingkari janjiku. Aku pasti… akan mendapatkan hatimu lagi.”
“Kau~”
“Sudah. Ayo kita pulang, ini sudah malam.” Potong Taecyeon. Taecyeonpun akhirnya mengantar Jessica pulang ke asrama SNSD.
***

Iklan