Title: Meet Her, The Name I Loved part 3
Length: Continue
Author: Charleea
Genre: Angst, Romance, Sad
Casts:
– Lee Jin Ki a.k.a. Onew SHINee
– MVPs a.k.a. Kang Sang Ki
– Kim Sang Bum a.k.a. Kim Bum

Jinki, Bum-ah.. sekarang isi di kepalaku hanyalah kedua malaikat ini.. tak tahu sejak kapan ingatanku tentang yang lain hilang… tapi kurasa, Jinki.. wajahnya sangat begitu familiar.. Yah, mungkin saja wajahnya memang seperti itu,

“Mwo? Apa ini?” kagetku saat melihat note book ku sudah terlukis gambar 2 orang yang ada difikiranku tadi, Jinki dan Bum-ah. “Sang Ki-ah..” tegur seseorang sambil mengetuk meja ku dikelas, mengganggu sekali.. bukannya ini jam istirahat ya? “Kenapa? Kuharap alasanmu memanggilku sangatlah penting..” jawabku datar dan dengan cepat kututup bukuku.
“Wah, gambar siapa itu? Cie…sepertinya gambar Onew ya..” godanya, ups!! Onew?? Bukannya yang kugambar tadi Jinki ya… “Baiknya kau tengok keluar jendelamu..” saran orang itu, sok kenalnya.. padahal seingatku dia bukan teman sekelasku. Tapi tak ada salahnya juga kutengok..
“Onew?? Kenapa dia?…Arrggghhhh!!” geramku sambil bergegas menuju lapangan basket
“Hya! Onew!!! Keumanhae!!!!” teriakku melihat perkelahian antara Onew dan seorang sunbae sepertinya.
“Hey cantik….” goda sunbae itu sambil melirikku sejenak
“Sunbae-ah.. jangan macam-macam.!!!” Teriak Onew sambil menjotos pelipis sunbae itu, perkelahian pun semakin memanas, Onew dan sunbae terjatuh, bibir mereka sama-sama berdarah, tiba-tiba kuingat bekas jahitan Onew di daerah perutnya yang menurut ceritanya karena operasi usus buntu tahun lalu, tanpa pikir panjang langsung ku lerai mereka,dan kucoba menarik Onew, namun sunbae itu juga menarik lenganku, dapat kurasakan lengan bajuku mengeluarkan bunyi “Srrekk” yang menandakan
bahwa ia telah tersobek, membuatku menatap marah kearah mata sunbae namun dia mendekat kearahku, dan semakin dekat hingga dapat kulihat bayangan wajahku di dalam matanya…

“Kalian!!! Hentikan!!” teriak seseorang dengan suara yang berat, mengingatkanku pada Pak KepSek, benar saja ketika ku lirik.. dia
benar-benar Pak Kepala Sekolah!!
“Ke ruangan saya, sekarang!!” alhasil, beginilah.. sekarang aku sudah bersama dengan Onew sambil memikul tas kami, mungkin sunbae itu juga, tapi aku tak bertemu lagi dengannya. Dan kali ini untunglah, kami Cuma di skors sehari, heu!!
“Onew-ah.. kuharap alasanmu berkelahi tadi sangatlah penting. Tak pernah kulihat kau berkelahi selama ini, palingan kau berkelahi dengan rumus-rumus itu, kau ingat tadi kata Pak KepSek kan?” tanyaku.
“Onew-ssi, kau memang anak yang berprestasi, tapi jangan sampai berkelahi juga kau jadikan berprestasi, atau hadiahnya bisa sangat mengancammu. Begitu kan Sang Ki?” ucapnya mengulangi perkataan Pak KepSek tadi sambil menatapku, tapi sekarang matanya kembali mencari–cari sesuatu.
“Memangnya kau, tak masalah dengan tegurannya tadi?” tanya Onew balik, errrr iya sih. Memang aku masih sangat sangat kesal atas kejadian tadi, masa iya aku dibilang wanita penggoda oleh beliau? Dan masa pula aku di suruh jangan berlaku seperti wanita murahan? Damn You Sir!!!!
“Kkaja!!” ajak Onew sambil menarik tanganku menaiki bis yang cukup ramai. Kami pun berdiri, tapi sayangnya aku bersenggolan dengan penumpang lainnya, memang biasa, tapi tidak dengan keadaanku yang sekarang ini, bajuku yang hanya berlengan sebelah, menjadi pusat perhatian orang dan membuatku sangat tidak nyaman
“Begini saja Sang Ki..” ucap Onew sambil menukar posisiku dengannya sehingga kini, aku yang berada di pojokan dan langsung berhadapan dengan Onew di depanku. Aku pun menatap mata Onew sebentar lalu mataku langsung menatap dada bidangnya, takut kalau dia sadar bahwa wajahku sudah memerah..
“Ya Tuhan, mana malaikatku itu? Kumohon buat aku menghilang sekarang juga, dasar Jinki pabo! Di saat ku butuhkan kau tak ada, Heu!!” umpatku..
“Kenapa? Kau tak suka dengan posisimu? Aku begini karena kau tampaknya tak nyaman berdesakan dengan orang-orang tadi..” jelas Onew namun kubalas tatapan yang entah kudapat darimana, kurasa seperti tatapan sinis, tapi Onew membalas tatapanku seperti meyakinkanku bahwa begini lebih nyaman..
Tiba-tiba saja bus berhenti dan membuatku terdorong ke belakang, karena Onew juga terdorong sehingga dia sedikit terbungkuk, sesuatu yang hangat.. errrhh tidak.. seperti segelas teh madu tepatnya
menyentuh bibirku.
Mata kami bertemu, kira-kira semenit lamanya posisiku seperti hampir terjatuh dan Onew menahanku yang membuatnya sedikit mendekapku. Segera kulepaskan dekapannya dan kembali ke posisiku, kami pun hanya terdiam hingga sampai di perhentian yang dituju Onew.
Setelah memastikan nama jalannya, Onew menarikku sepanjang perjalanan menuju tempat yang dia maksud, tak terasa hari sudah mulai sore saat kami tiba di sebuah tebing yang menghadap langsung ke lautan lepas..
“Onew-a, ini tempat yang kita tuju sejak tadi?” tanyaku
“…..” tak ada jawaban sama sekali darinya, matanya hanya menatap lurus ke lautan di depan kami.
“Memangnya ada apa disini? Kenapa kita kesini?” tanyaku lagi, namun lagi-lagi tak dijawab oleh Onew. Kesal dengan sikapnya, kuhentakkan kakiku dan beranjak pergi. Namun, tangannya menahan lenganku, membalikkan badanku lalu memelukku erat, semakin erat di tiap detiknya, seakan takut aku pergi..
“Onew..” panggilku setelah sekian lama dia memelukku.
“Ssst.. sedikit lagi, seperti ini saja.. Anggap saja ini permintaan terakhirku..” Kami pun kembali terdiam, setelah sekitar 20 menit
memelukku, dia pun melepasku.
“Onew-ah.. jantungmu berdegup terlalu kencang..” ucapku.
“Sebegitu keraskah?” tanyanya.
“Hem, terdengar sampai disini..” jawabku “Tapi ini tak benar Onew, kau tak boleh menyukaiku.. kita sahabat, aku suka padamu tapi bukan begini..” lanjutku sambil menunduk.
“Apakah aku terlalu terus terang?” tanyaku setelah melihat wajah Onew menunduk.
“Aniya.. hanya saja tepat di sasaran.. hehe” jawabnya sambil terkekeh pelan..
Tak lama, dia pun mengeluarkan jaket dari tasnya dan memakaikannya padaku.. Ya Tuhan! Apa aku salah? Aku juga sesak Tuhan, sakit sekali disini.. Tapi entah mengapa, kurasa hati ini sudah ada yang memiliki, sudah tak boleh dimiliki orang lain yang aku pun bingung siapa pemiliknya.. Aku hanya, tak ingin persahabatan kita hancur..
Cukup lama kami menenangkan diri, sampai akhirnya kami pulang..
Sesampai di pintu rumah, kulihat 2 malaikat yang belakangan mengisi pikiranku, keduanya memasang raut cemberut, cemas dan penuh dengan tanda tanya padaku. Aku pun hanya terkekeh melihat tingkah mereka, Onew yang sedikit terkejut dengan sikapku hanya tersenyum..
“Ki-ah.. masuk sana, sudah malam nih. Aku harap setelah ini, kita hanya akan seperti dulu, otte?” tanya Jinki sebelum aku memasuki pintu rumahku.
“Hm? Oh, ne.. ara.. Annyeong!! Hehe” jawabku ngasal karena tak sabar menggoda ke-2 malaikatku.
“Kau dari mana saja?” tanya Jinki.
“Siapa dia?” tambah Bum-ah..
“Sudahlah aku capek!!” jawabku cuek sambil menutup pintu kamarku, hihi.. biar saja, sekali-kali mengerjai mereka sepertinya seru juga.
Malam itu tak tahu kenapa, tidurku nyenyak sekali, dan saat pagi datang.. aku dikejutkan oleh 2 malaikat yang masih menghujaniku dengan pertanyaan yang sama, akhirnya kuceritakan semuanya, tak terkecuali saat Onew menembakku secara tidak langsung.
TBC

*mian lama banget baru posting lagi dan kali ini kependekan. Akhir-akhir ini susah banget bisa online, tapi
setelah ini sebisa mungkin part selanjutnya aku kirim.. makasih juga untuk komennya🙂