Author : Olvie Leonita
Cast : Siwon Super Junior
Yoona SNSD
Tiffany SNSD

annyeong readers semua.. Olvie balik lagi tapi dengan fanfic oneshoot..hmm.. sebenarnya ini fanfic oneshoot pertama olvie soalnya olvie masih bingung gimana cara bikin oneshoot itu.. (curhat#plakk) jadi dimohon pendapatnya yaa😀.. Ini juga sekalian selingan sementara As A Man part selanjutnya lagi in proses.. Olvie mohon komennya yaa buat jadi motivasi olvie bikin oneshoot selanjutnya.. Gomawo readers (Bow 90 derajat):D

Langsung saja.. Check it out~~~~~~~~~~~~

Choi Siwon.. sudah sejak lama aku menyukai laki-laki itu.. Laki-laki yang sudah membuat hidupku bewarna karena aku selalu bisa melakukan apa saja agar tetap bisa berada dekat dan melihat wajahnya serta senyumnya itu.. Aku sudah menyukainya sejak awal pertemuan kami pada saat aku menjadi murid baru di sekolah ini, dialah orang pertama yang menyambutku dengan senyumannya itu.. serta membantuku dalam berbagai hal.. dan itulah alasan kenapa aku bisa sangat menyukainya.. Tapi pagi ini aku merasakan bagaikan mendapat petir di siang bolong setelah aku mendengar pembicaraan teman sekelasku..
“Yaa.. apa kamu tahu yoona-ah.. sekarang siwon sedang berpacaran dengan kakak kelas kita, tiffany.. aku dengar-dengar mereka bisa menjadi dekat karena mereka berada dalam satu eskul yang sama”ucap teman sekelasku.
Deg.. perasaan sakitlah yang aku rasakan pertama kali mendengar berita itu.. Choi Siwon, namja yang sudah lama aku cintai sekarang telah memiliki pasangan.. Perasaan putus asa menyergap diriku.. tiba-tiba napasku terasa sesak dan aku tidak dapat berpikir dengan jernih…

~~~~~~~~~~~~~~~~
Saat aku membuka mata ternyata aku telah berada di UKS.. Sambil mengingat lagi penyebab aku sehingga jatuh pingsan aku teringat lagi dengan berita itu.. hatiku mulai terasa sakit lagi dan tanpa sadar air mataku mengalir deras.. “Choi Siwon, mengapa kamu bisa setega ini? Apa kamu tidak tahu betapa lelah aku menahan semua perasaan ini? Aku terlalu takut untuk mengungkapkannya.. karena aku tahu kamu hanya menganggapku sebagai sahabat saja.. tidak lebih.. dan sekarang kamu membuatku sakit lagi karena kau berpacaran dengan tiffany..”ucapku lirih sambil terus menangis..
Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh tanganku dengan lembut.. “Yoona-ah, gwenchana? Aku mendengar kau pingsan tadi? Apa kau belum sempat sarapan tadi? Tanya siwon khawatir..
“Anio.. Nan Gwenchana siwon-ah.. jangan khawatir.. aku hanya sedikit lelah hari ini..”ucapku lirih seraya berbalik menuju kelas tapi langkahku terhenti lalu seraya berbalik.. “Oya.. aku hampir lupa, chukkae siwon-ah.. aku dengar kau sedang berpacaran dengan tiffany..”ucapku sambil tersenyum kecil.
“O..Oh.. ternyata kamu sudah mengetahuinya.. Ne yoona-ah.. gomawo.. “balas siwon dan ketika itu pula datanglah tiffany sambil membawa sekotak makanan dan pastinya itu adalah untuk siwon.
Melihat kedatangan tiffany itu aku langsung saja bergegas pergi menjauh karena aku masih tidak kuat melihat mereka berdua bermesraan di depanku.. seraya pergi tanpa sadar air mataku mulai mengalir deras lagi…

~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku terus berusaha menahan rasa sakit melihat siwon dan tiffany selalu bermesraan di depan mataku.. Kadangkala aku merasa tidak tahan dan itu akan membuat napasku menjadi sesak lagi.. sunguh penderitaan yang amat besar.. seandainya aku bisa melupakan dengan cepat segala rasa cintaku pada siwon.. tapi itu tidak akan mungkin, karena aku terlalu mencintainya.. Bahkan akupun rela mengorbankan apapun deminya agar bisa melihatnya bahagia…
Flashback~
“siwon-ah.. apa kamu sedang ada masalah? Kenapa daritadi aku lihat mukamu selalu terlihat sedih?”tanyaku..
“yoona-ah.. aku sedang bingung.. tiffany… dia..”ucap siwon.
“Fany? Kenapa dengan dia..”tanyaku lagi.
“Fany ternyata selama ini menderita penyakit jantung.. dia tidak berani menceritakan ini kepadaku karena takut aku akan sedih.. dan sekarang keadaanya makin memburuk.. dia sedang terbaring koma di rumah sakit yoona-ah..”ucap siwon dan tanpa sadar air mata siwon mengalir..
“Aku sekarang sedang bingung mau melakukan apa untuk membantunya.. aku tidak mau kehilangan dia yoona-ah.. aku sangat mencintainya.. bahkan melebihi diriku sendiri.. aku tidak kuat kalau dia tidak berada disampingku.. apa yang harus aku lakukan yoona-ah? Aku bingung.. “ucap siwon sambil terus menangis..
Melihat keadaan siwon seperti ini, hatiku rasanya ikut merasa sakit seolah-olah aku mengerti apa yang sedang dirasakan olehnya.. hatiku merasa sakit melihat siwon sampai menitikkan air mata.. ingin rasanya aku menghiburnya dan berkata masih ada aku yang berada di sampingnya.. tapi aku tidak boleh seperti itu.. Aku tidak boleh mementingkan perasaanku sendiri.. Wanita yang siwon cintai adalah fany bukan aku dan sekarang fany sedang terbaring koma di rumah sakit.. Melihat siwon yang terlihat sangat terpukul seperti ini melihat fany yang terbaring koma aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan siwon kalau sampai dia kehilangan fany.. Aku tidak mau melihat siwon seperti ini,yang aku harapkan adalah siwon bisa hidup dengan bahagia.. itu sudah cukup..
“tenanglah siwon-ah.. aku pasti akan membantumu mencari jalan keluarnya”ucapku sembari menenangkan siwon..
“kamu pasti bisa bersama dengan fany lagi..”ucapku yakin.
“Maksudmu yoona? tanya siwon bingung.
Aku hanya bisa tersenyum tipis menanggapi pertanyaan siwon itu lalu seraya pergi..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Suasana di pemakaman itu terlihat khidmat tanpa gangguan apapun.. hanya terdengar suara isak tangis dari keluarga, sahabat serta kerabat yoona. Terlihat disitu juga siwon yang sedang bersama dengan tiffany.. keadaan tiffany masih sangat lemah karena dia baru saja melakukan operasi tranplatasi jantung itu. Terdengar isak tangis siwon yang begitu deras mengantar kepergian sahabatnya itu menuju tempat peristirahatannya yang terakhir..
“yoona-ah.. aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.. Pengorbananmu ini sungguh berarti bagiku dan fany.. selamanya aku tidak akan pernah melupakanmu.. karena kau adalah sahabat terbaikku.. karena kamulah aku dan fany bisa bersatu kembali.. aku menyayangimu yoona-ah.. sekarang istirahatlah dengan tenang”ucap siwon didepan makam yoona.
Flashback~
“bagaimana dok?”tanya siwon.
“Syukurlah siwon ssi, operasi tranplatasi jantungnya berjalan dengan baik.. dan mungkin besok pagi tiffany ssi sudah bisa sadar karena sekarang dia masih dalam pengaruh obat bius..”ucap sang dokter.
“terima kasih tuhan.. terima kasih dokter.. akhirnya saya bisa bersama tiffany dan melihat muka tiffany lagi.. sekali lagi saya berterima kasih sebesar-besarnya dok”ucap siwon senang.
“Kalau saya boleh tahu.. siapa orang yang sangat baik hati itu yang rela menyumbangkan jantungnya untuk fany dok? Tanya siwon lagi.
“apakah anda belum mengetahuinya? Saya kira ada telah tahu.. Nona itu 3 jam sebelum operasi tadi datang kepada saya dan langsung mengajukan diri untuk mendonorkan jantungnya kepada tiffany ssi.. dia terus memaksa saya untuk melakukan operasi itu secepatnya.. dan akhirnya kami bersedia melakukan operasi itu.. nama nona itu adalah.. Im.. Yoona..”jelas sang dokter.
“MWO? Apa yang dokter katakan?I..Im.. Yoona? Yoona-ah? Tidak.. itu pasti tidak mungkin dok.. yoona tidak mungkin melakukan hal senekat itu tanpa sepengatahuanku.. ITU TIDAK MUNGKIN.. Yoona-ah..”teriak siwon sambil bergegas menuju bekas ruang operasi seohyun tadi..
Sambil terus berlari menuju ruang operasi tadi.. pikiran siwon melayang entah kemana.. yang dia pikirkan hanya satu.. yaitu perkataan dokter tadi adalah seratus persen salah.. “Tidakk.. yoona tidak mungkin melakukan itu.. tidak mungkin!!”ucap siwon nyaring.. dan siwon langsung terdiam lemah melihat siapa yang sedang terbaring pucat didepannya ini..
“yoona-ah.. yoona-ah.. ke..kenapa kau melakukan ini? Pernahkah aku memintamu melakukannya? Hah? Jawab yoona-ah.. jawab..!!”teriak siwon histeris sambil mengguncang badan yoona.
“maafkan aku yoona-ah.. maafkan aku.. seharusnya aku tidak boleh meminta bantuanmu.. kalau aku tidak sebodoh itu aku pasti masih bisa melihatmu tersenyum menghiburku sekarang.. maafkan aku yoona-ah.. sekarang.. aku harap kamu bangun yoona-ah.. jangan tinggalkan aku.. bangun yoona-ah.. supaya kamu bisa menemaniku lagi dan kita akan berkumpul lagi bersama-sama seperti biasanya”ucap siwon sambil menangis terisak melihat tubuh yoona yang terasa dingin dan tidak bergerak sama sekali..
“maafkan aku yoona-ah.. dan gomawo.. gomawo sudah memberi pengorbanan yang sebesar ini kepadaku dan fany.. kamu.. kamu akan selamanya berada dalam hati dan ingatanku yoona-ah.. selamanya..”bisik siwon lalu mencium kening yoona untuk terakhir kalinya.
Flashback end~

~~~~~~~~~~~~~
Siwon masih berada di tempat pemakaman itu seorang diri ketika semua orang telah banyak pergi. Sepertinya siwon ingin mengingat lagi setiap kenangan yang dilaluinya bersama yoona dan tanpa sadar air matanya mulai menitik lagi. Tiba-tiba suara tiffany menyadarkan siwon yang tengah hanyut dalam pikirannya sendri
“siwon-ah.. Ini ada sebuah surat untukmu.. ini adalah surat yang dibuat yoona untukmu sebelum dia menjalani operasi itu.. dia menitipkan surat ini pada dokter yang menangani aku kemarin.. ambilah..”ucap fany.
Siwon segera mengambil surat itu dan membukanya perlahan dan sambil membaca surat itu air mata siwon mulai mengalir deras..

~~~~~~~
Untuk Siwon, lelaki terbaik yang pernah aku kenal..
Yang selalu siap membantuku dengan senyumnya..
Memberikan warna di hidupku bagaikan pelangi..
Terimakasih karena sudah mengenalkanku pada arti sebuah cinta..
Arti sebuah pengorbanan yang tulus..
Dan itu membuatku tahu akan satu hal..
Aku sangatlah mencintaimu..
Jauh sebelum aku mengenalmu lebih dekat..
Karena itulah aku ingin melihatmu selalu bahagia..
Apapun cara yang harus aku lakukan..
Asal aku bisa melihat senyummu kembali..
Aku rela mengorbankan segalanya..
Termasuk nyawaku..
Aku rela mengorbankan jantungku kepada seohyun..
Karena aku tahu, seohyun adalah segalanya bagimu..
dan tak akan tergantikan..
Karena dengan aku mengorbankan jantungku kepada seohyun..
Aku akan selalu ikut merasa berada di dekatmu..
Berada dalam dekapanmu.. dan merasa dapat selalu berada di sisimu..
Karena aku terlalu mencintaimu, aku ingin selalu ingin bersama denganmu..
dan itulah cara yang aku lakukan..
Itulah cara agar aku selalu bisa berada di sampingmu..
Itulah cara aku mencintaimu… ~

The End…

Jeng..Jeng..Jeng.. Gimana? Mian yaa readers semua kalau agak gaje.. maklum ini oneshoot pertama olvie.. tapi olvie bakal berusaha bikin oneshoot yang lebih bagus lagi di lain waktu.. (#widihh).. Sekali lagi gomawo yaa ud baca cerita olvie.. dan olvie mohon komennya buat motivasi olvie selanjutnya dalam nulis oneshoot.. Jeongmal gomawo😀